Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Esplosione E Spari (2)


__ADS_3

Grizzy kembali duduk, mencoba untuk merilekskan dirinya sendiri lalu mulai kembali ke topik.


" Mari selesaikan Hong terlebih dahulu, kita hanya perlu mengesampingkan urusan Sungkyuu sementara! Hong akan di sidang besok, aku juga akan kembali ke sekolah untuk merayakan kelulusan Junghyun! ", ujar Grizzy.


" Say... Um, Grizzy.. Aku punya kabar bagus, putri dari Hong Baekho adalah Hong Jieun.. Aku melihatnya menangis saat Baekho di bawa oleh polisi! ", celetuk Taehyung yang hampir tidak bisa mengendalikan kata-katanya.


" Itu bagus, Aku akan urus Ayah dan anak itu di hari yang sama! ", balas Grizzy yang mulai santai


" Kau akan melakukannya sendiri? ", tanya Dong-Il.


" Tentu saja tidak, Aku memerlukan Taehyung, Kenzio dan Danny, sisanya boleh menonton Tv sepuasnya! ", balas Grizzy dengan senyuman misteriusnya.


Susunan rencana sudah selesai dan sudah mantap, mereka tinggal menjalankan tugas masing-masing besok pagi. Rencana akan di mulai setelah sepulang sekolah sampai dengan selesai. Hari dimana Grizzy akan membuat kejutan untuk seluruh kota, terutama Hwang dan Lee.


Di sisa waktu yang seharusnya di gunakan untuk beristirahat, Grizzy malah sibuk mempersiapkan harta kesayangannya.


Keesokan harinya, seperti hari-hari biasa saat sekolah. Taehyung menjemputnya, Grizzy sudah siap dengan seragam rapih, namun aura dinginnya menutupi wajah manis Grizzy yang sempat di tunjukkan sebelumnya. Tatapan membunuh itu terpasang saat melihat ke arah lain namun menghilang saat bertatapan dengan Taehyung.


Sesampainya di sekolah, sangat kebetulan jika Grizzy dan Jieun berpapasan. Grizzy tersenyum menyeringai ke arah Jieun, senyuman yang ternyata memberitahu Jieun untuk 'hati-hati', namun Jieun malah membalasnya angkuh. Grizzy masuk lebih dulu meninggalkan Taehyung yang masih berada di dalam ruangan.


Hari ini jam kosong karena menjelang kelulusan kelas tiga. Jadi semua murid hanya datang untuk bersenang-senang dengan teman-temannya di sekolah. Hal lain, di rasakan oleh Minjeong, Mijoo, Haneul, Dooshik dan juga Yeon.


Grizzy mendadak menjadi pendiam, dia hanya menunjukkan senyum tipisnya saat ditanya oleh mereka. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, padahal suasana kelas yang sangat riuh ini adalah salah satu hal yang di benci Grizzy. Namun, Grizzy yang saat ini seolah acuh tak acuh pada keadaan dan terlihat tetap tenang di bangkunya.


Grizzy beranjak dan berjalan ke arah Yeon, bukan untuk Yeon melainkan ke arah Jendela yang mana bisa memperlihatkan area parkir secara langsung. Grizzy melihat mobil putih milik Jieun di sana, lalu duduk di atas meja Yeon tanpa ragu, padahal Yeon sendiri masih ada di kursinya.


Bel berbunyi, menandakan sekolah di bubarkan. Semua murid berhamburan keluar kelas mencoba menjadi yang pertama melangkah keluar gerbang. Tetapi, hal itu tidak berlaku pada Grizzy yang masih santai di dalam kelasnya. Grizzy hanya mengambil tasnya lalu kembali duduk di meja Yeon.


Tak lama kemudian terlihat Jieun masuk ke dalam mobilnya seorang diri. Di detik kemudian, Taehyung menelepon Grizzy .


" Sudah siap sayang! ", ujar Taehyung yang entah berada dimana sekarang.


Grizzy tersenyum lalu mematikan teleponnya. Di mulai melangkah keluar dari kelas sambil membawa sebuah remot di tangan kanannya. Remot itu hanya terdiri dari dua tombol, merah dan hijau. Grizzy masih tersenyum, mata yang awalnya berbinar itu perlahan menjadi tatapan tajam. Jarinya mulai menyentuh tombol merah yang ada di remot itu. Lima detik kemudian.


BOOOMMMM!!


Ledakan besar terdengar menggelegar sampai bangunan sekolah ini seolah ikut bergetar. Grizzy tersenyum puas seolah ledakan itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi nya.


Disaat sesisi sekolah panik dengan suara ledakkan, Grizzy dengan santainya menelusuri lorong dengan senyuman yang sangat jarang dia tunjukkan. Dari jauh Taehyung melambaikan tangannya, Grizzy berlari kecil ke arahnya lalu memeluknyatanpa ragu. Sekilas saja, Grizzy kembali melepakan pelukannya.


" Yang tadi cukup memekakkan telinga bukan? ", tanya Taehyung sambil berbisik.


Grizzy tersenyum.


" Itu cukup untuk meledakkan hatiku! ", balas Grizzy.


" Pantas saja kebahagiaan mu tidak bisa di kondisikan! ", sahut Taehyung.


" La prima missione è andata a buon fine! Passiamo alla seconda missione! "


( Misi pertama berjalan mulus! Mari pergi ke misi kedua! ), pungkas Grizzy.


Taehyung membukakan pintu mobil untuk Grizzy. Lalu, mereka melajukan mobil meninggalkan area parkir sekolah. Grizzy melihat sejenak ke arah yang berlawanan dimana sebuah mobil masih terbakar disana. Sudut bibirnya terangkat sebelum akhirnya raut wajah dinginnya kembali terpasang.


Dalam perjalanan, Grizzy mengganti seragam sekolahnya ke pakaian serba hitamnya. Beberapa detik setelah Grizzy selesai dengan pakaiannya, teleponnya berdering.


" È tutto pronto signorina! Sig. Hong è stato scagionato, è attualmente nel suo palazzo di uffici! "


( Semua sudah siap Nona! Tn. Hong sudah di bebaskan dari tuduhan, saat ini dia sudah berada di gedung kantornya! ), ujar Pak Kim lewat sambungan telepon.


" Sarò qui presto! Controlla di nuovo la zona circostante! Il minimo errore, le nostre teste saranno tutte tagliate! "


( Aku akan segera tiba! Periksa lagi area sekitar! Sedikit saja kesalahan, kepala kita semua akan terputus! ), ujar Balas Grizzy.


" Bene! "


( Baik )


Telepon ditutup.

__ADS_1


Grizzy sampai di lobi parkiran, Dia keluar dengan membawa tas gitarnya, lalu Daniel masuk dan pergi bersama Taehyung untuk melakukan tugasnya.


Sedangkan Grizzy sendiri di sambut oleh Dongil yang sudah menunggunya di depan lobi. Dongil membantu membawakan tas gitarnya yang lumayan berat, karena isinya yang lain. Mereka berdua masuk ke lift dan menuju ke lantai paling atas sebelum akhirnya menaiki tangga yang membawa mereka menuju rooftop. Di dalam lift, Gabriel menelepon Grizzy.


" Tutto pronto! Preparati per il tuo turno! "


( Semua sudah siap! Bersiaplah untuk giliran mu! ), ujar Gabriel.


" Aspetta finché Taehyung non sarà pronto! Dopodiché, tutto può iniziare! "


( Tahan sampai Taehyung siap! Setelah itu semuanya baru bisa di mulai! ), balas Grizzy


" Bene! "


Grizzy sampai di rooftop, dia mulai mengeluarkan senjatanya dan merangkainya sendiri. Dongil bukan ahli senjata jadi dia hanya membantu membawakannya saja. Ini unik karena membantu penyelundupan agar misi kali ini gagal. Bagaimanapun juga semuanya sudah di rencanakan secara matang dalam semalam.


" Senapan?? ", ujar Dongil terkesima melihat isi tas gitar itu.


" L'hai appena scoperto? "


( Kau baru tahu? ), tanya Grizzy sambil fokus merangkai senapannya.


Dongil mengangguk namun Grizzy tak memperhatikannya.


Senapan sudah siap, Grizzy mulai mengarahkannya ke tempat yang sudah di tentukan. Lalu, Dongil di minta untuk menghubungi beberapa rekannya.


( Taehyung : " Siap! " )


( Kenzio : " Ready!! " )


( Pak Kim : " Target Ready! " )


Grizzy mulai membidik sasaran yang baru saja keluar dari pintu lobi. Membidiknya dengan hati-hati, Dongil sudah memberikan kode kepada salah satu pion nya.


Mobil terlihat datang, belum sempat Target masuk, seseorang menghentikannya.


" Ciao sig. Hong! Vai all'inferno! "


Peluru di luncurkan dan tepat sasaran. Tidak punya waktu untuk berbangga diri, Grizzy langsung bergerak cepat membersihkan roof top. Sedangkan di bawah sana tengah heboh penyerangan *******.


Grizzy keluar dengan membawa tas gitar di punggungnya, melangkah menuruni tangga sendirian. Lalu, bertemu dengan seseorang yang memang sudah terikat janji bertemu dengan Grizzy. Grizzy menyerahkan tas gitarnya kepada orang itu dan membiarkannya membawa pergi tas itu. Sedangkan Dongil sudah tidak ada di sisinya.


Grizzy keluar dan mulai masuk kembali ke dalam lift untuk menuju ke gedung yang sudah di sewanya, yang mana gedung itu akan menjadi tempat pertemuan para rekannya.


Grizzy sampai dan sudah ada Gabriel dan Kenzio di sana, sedangkan sisanya akan menyusul setelah selesai membersihkan tugasnya.


Grizzy menepi dan melihat kerumunan orang-orang itu, sudut bibirnya terangkat. Meskipun begitu tetap saja dia tidak boleh bersenang-senang lebih awal karena masih ada beberapa pertunjukan yang akan datang.


Disisi lain, Taehyung segera memutuskan koneksi dan menghapus jejaknya. Meski sudah di bantu oleh ayahnya, Taehan. Dia masih tetap harus berhati-hati karena badan pengawas bukan hanya Taehan saja. Sebagaimana banyak pasang mata yang mengawasi tanpa sepengetahuan orang lain. Setelah selesai, Taehyung dan Daniel segera meninggalkan tempat dan pergi ke tempat yang sudah di tentukan.


Di waktu yang sama, Sungkyuu dan Junghyun baru saja tiba di hotel, mereka datang memenuhi undangan Grizzy. Mereka datang lebih dulu di bandingkan Taehyung dan Daniel. Beberapa bodyguard yang menjaga memberikan jalan kepada mereka berdua dengan ramahnya. Mereka masuk dan di sambut oleh seisi ruangan. Terutama Grizzy, Gabriel dan Kenzio. Ruangan itu kini sudah ramai, entah kapan mereka datang, mereka membuat suasana semakin meriah.


" Oh, Ayah.. Aku sangat merindukanmu! ", ujar Grizzy menyambut kedatangan Sungkyuu dengan pelukan.


" Ayah juga merasakan hal yang sama, Sayang. Kapan kau akan pulang? ", tanya Sungkyuu.


Grizzy melepaskan pelukannya.


" Setelah ini selesai aku akan ikut bersama kalian! ", balas Grizzy yang tentu saja di luar dugaan Sungkyuu.


Junghyun sendiri masih terkejut, terlebih banner besar yang terpasang di dinding itu bertuliskan ucapan selamat untuknya.


" Kau menyiapkan ini untukku? ", tanya Junghyun tidak percaya.


" Benar, Selamat atas kelulusan mu, Kakak! ", sahut Grizzy sambil merentangkan tangannya.


Junghyun mendekat dan memeluk adiknya itu.


" Oh iya, ini adalah Gabriel, sepupu ku! ", ujar Grizzy memperkenalkan Gabriel..

__ADS_1


Dongil dan Pak Kim tidak akan muncul saat ini karena kedatangan mereka tidak di ketahui oleh Sungkyuu. Taehyung juga tidak akan mencampuri acara kali ini karena alasan tertentu. Sedangkan Gabriel, ada niat tertentu mengapa Grizzy secara terang-terangan memperkenalkannya.


Selang beberapa menit, Daniel datang dengan beberapa Bodyguard membawa kue besar yang di bawa di atas kereta dorong. Kue itu di siapkan khusus untuk Junghyun.


" Oh, Astaga?? Ini semua untukku??? ", tanya Junghyun shock.


" Tentu.. aku menyiapkan semua ini untuk kelulusan mu! " , jawab Grizzy.


" Oh iya, ini Tuan Muda D'Angelo, kakakku! Daniel, ini Junghyun dan ini Ayah Sungkyuu! ", tambah Grizzy saling memperkenalkan kedua pihak.


" Grizzy sudah bercerita banyak tentang kalian, aku sungguh berterimakasih karena kalian sudah bersedia menjaganya! ", ujar Daniel dengan suara gagahnya.


" Aku merasa tersanjung, kau tidak perlu sungkan, aku sudah menganggap nya sebagai anakku sendiri! ", balas Sungkyuu.


" Baiklah, katakan kepadaku jika Kau memerlukan sesuatu seperti aset atau properti baru, aku akan memberikannya dengan senang hati! ", ucap Daniel yang sudah berusaha keras terlihat berwibawa.


Namun, tak lama setelah itu, ruangan tiba-tiba dalam mode pengawasan Badan Intelejen yang mencurigai terroris berada di antara sesisi ruangan ini. Pengawas itu yang tak lain adalah Kim Taehan sendiri.


" Nyonya dan Tuan sekalian di mohon untuk tetap di tempat selama proses pemeriksaan, tidak ada yang boleh keluar sebelum proses selesai! ", ujar Taehan tegas.


Sebagian orang yang ada merasa cemas dan ketakutan ketika beberapa anggota BIN datang untuk memeriksa mereka. Sedangkan sebagian lagi tetap santai dan mengikuti arahan.


" Anda warga negara asing?", tanya salah seorang anggota.


" Aku? Italia - Korea! ", balas Grizzy santai.


" Bagi warga negara asing mohon memisahkan diri dengan warga lokal agar pemeriksaan lebih jelas! ", ujar anggota itu.


Grizzy, Kenzio, Gabriel dan Daniel memisahkan diri. Dua petugas memerika mereka mulai dari kartu tanda pengenal sampai barang bawaan.


" Kau lahir di Italia? Apa kalian bertiga kakak adik? Marga kalian sama! ", ujar Anggota itu.


" Cepat selesaikan dan berhenti bertanya bedebah! ", gumam batin Grizzy.


" Scusa, non capiamo quello che stai dicendo! "


( Maaf, kami tidak mengerti dengan apa yang Apa yang Anda katakan! ), celetuk Gabriel tiba-tiba, sedikit mengejutkan Grizzy.


" Eh? ", anggota Badan Intelejen Nasional itu sampai menunjukkan wajah herannya.


" Em, maaf saudaraku tidak mengerti dengan bahasa Anda. Biar saya perkenalkan, Ini adalah kakak saya dan ini adalah sepupu saya, Ibu saya warga negara korea namun hanya saya yang fasih berbahasa korea! ', ujar Grizzy.


" Ah seperti itu! ", balasnya acuh.


Gabriel dan Daniel sudah selesai di periksa, namun ada kemungkinan datangnya masalah kalau sampai mereka memeriksa Grizzy lebih jauh. Apalagi Kenzio, latar belakang Kenzio bahkan sangat di jaga oleh keluarga D'Angelo, namun di saat seperti ini akan sangat tidak mungkin kalau Kenzio bisa lolos. Hal ini juga akan sangat berpengaruh pada keluarga D'Angelo.


Saat anggota memeriksa Grizzy lebih jauh, Grizzy sempat melirik ke arah Taehan yang bahkan tidak memperhatikannya. Entah ini adalah pengkhiatan atau bukan yang pasti hal ini cukup menimbulkan percikan ketakutan dalam diri Grizzy.


" Anggota menangkap pelaku terduga di lobi! ", ujar salah seorang anggota mengalihkan semua perhatian.


" Aku akan mengambil alih! Turun ke bawah dan amankan! " ujar Taehan.


Anggota itu akhirnya menurut dan pergi dari hadapan Grizzy. Kini Taehan mengambil alih memeriksa mereka di temani beberapa anggota lain yang sibuk memeriksa para tamu undangan yang merupakan warga lokal.


" Maafkan Saya Nona, Anda pasti sangat khawatir tadi! ", ujar Taehan.


" Tidak apa-apa, setidaknya pemeriksaan tidak sampai ke Kenzio, dia ada di dalam genggamanku, jika orang berani menyelidikinya maka dia harus mendapat izinku terlebih dahulu! ", ujar Grizzy dengan wajah yang masih terlihat kesal.


" Aku akan melakukan tugasku sebaik mungkin, Anda tidak perlu khawatir! ", ujar Taehan.


Setelah selesai mengobrol, Taehan langsung memberikan intruksi kepada para bawahannya kalau gedung bebas dari pengawasan. Tidak ada jejak mencurigakan, mereka juga menghimbau agar tetap berhati-hati karena terduga ******* belum tertangkap. Setelah itu mereka pergi.


" Apa benar-benar ada *******? ", tanya Sungkyuu yang terlihat seperti orang bodoh di mata Grizzy.


" Entahlah, bagiku itu hal yang biasa! Di kotaku hal itu sering terjadi, namun sepertinya sangat berbeda dengan disini! ", ujar Daniel.


" Namun, apa yang membawaanggota Badan Intelejen Nasional datang kesini? ", tanya Sungkyuu.


" Ayah tidak tahu? Direktur utama Hong baru saja di tembak mati, mungkin mereka datang untuk menyisir pelaku! ", ujar Junghyun yang ternyata sudah tahu hal ini.

__ADS_1


" Apa?? Baru saja? Apa itu artinya saat kami semua ada disini? ", tanya Daniel dengan wajah terkejutnya.


" Benar! Tembakkannya tepat di ubun-ubun nya hingga langsung merusak otak! Polisi memprediksi tembakkan di lakukan dari ketinggian, dan hal yang paling mungkin adalah atap gedung, senjata yang di gunakan pasti sangat canggih hingga bisa menjangkau tempat rendah! ", ujar Junghyun panjang lebar.


__ADS_2