Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Come Punire I Traditore


__ADS_3

" Yeon? Ada apa? Kau banyak berkeringat apa kau sakit? ", tanya Dooshik.


" Tidak apa-apa, aku hanya sedikit ceroboh hingga melukai wajahku! ", jawab Yeon cepat yang memperlihatkan kegugupannya dengan jelas.


" Mengapa Junghyun dan Goeun tidak ikut? ", tanya Taeil.


Lagi-lagi ekspresi wajah Yeon berubah, Grizzy menikmati kecemasan yang ada di wajahnya namun tidak menunjukkan senyumannya. Dengan tatapan yang lekat ke arah Yeon, Grizzy pun menjawab.


" Kakakku terluka, seseorang mencoba membunuh kami, tembakannya meleset saat mengarah ke arahku namun tepat saat mengarah ke Junghyun. Aku bersumpah, aku akan menemukan orang itu dan membuatnya membayar seribu kali lipat! ", jawab Grizzy datar.


Jawabannya tentu saja membuat Youngsik dsn Taeil yang pernah mendengar hal serupa menjadi merinding. Terlebih Grizzy tak terlihat sedang becanda dalam bicaranya, Mijoo, Haneul dan Minjeong yang melihat Grizzy menatap lekat ke arah Yeon pun jadi khawatir.


" Gina, kau baik? ", tanya Minjeong.


Grizzy melihat ke arah Minjeong dengan senyuman yang di paksakan.


" Aku baik-baik saja! ", balasnya.


" Ini pasti menyakitkan untukmu, lalu bagaimana keadaan Junghyun sekarang? ", tanya Mijoo.


" Kau tidak tahu, aku tidak datang ke rumah sakit lagi setelah mengantarkannya, setiap kali aku berfikir untuk datang, aku mendadak membenci diriku dan bahkan sangat membenci diriku sendiri! ", Jawab Grizzy.


" Kau sudah melaporkannya kepada polisi? ", tanya Dooshik


" Jika aku melaporkannya ke polisi, aku akan kehilangan kesempatan untuk membunuhnya dengan tanganku sendiri! " , ujar Grizzy.


Semua orang tercengang, meski tidak mau heran namun jawaban Grizzy terlalu mencolok dan membuat Yeon benar-benar tidak nyaman, dia ingin melarikan diri tetapi hal itu pasti akan sangat mencurigakan.


" Gina, bagaimanapun juga ini masalah hukum, kau harus menyerahkannya ke jalur hukum, dia akan menerima hukuman yang setimpal! ", ucap Mijoo mencoba menasehati.


" Aku tidak tahu apa hukum di negara ini lebih keras dari hukum di keluargaku, namun aku akan mencoba menghormatinya, aku akan melaporkannya! ", balas Grizzy.


" Memangnya mengapa dengan hukum di negaramu sampai keluargamu mempunyai hukum sendiri? ", tanya Youngsik.


" Hukum itu tidak berarti apa-apa di kalangan keluarga tinggi seperti keluargaku, kami bisa membelinya jika kami mau! ", balas Grizzy membuat teman-temannya tidak bisa berkata-kata.


Sejenak Grizzy membuat Yeon sedikit tenang, mereka mulai membahas sesuatu yang menyenangkan setelah melalui topik berat. Beberapa dari mereka terkejut saat Grizzy ternyata bisa sedikit menceritakan tentang keluarganya, meski mereka belum sepenuhnya tahu seperti apa keluarga Grizzy yang sebenarnya.


Setelah beberapa menit, ponsel Grizzy berdering, panggilan telepon dari Pak Kim.


" Halo? ",


" Nona, Tuan Muda Daniel, Tuan Muda Jamarie dan Danny sedang dalam perjalanan menuju bandara! ",


" Baiklah, titipkan salamku untuk Paman Jamarie, dan juga perintahkan Kangsoo untuk menjalankan tugasnya, jangan lupa orang itu juga harus bekerja saat ini! Lakukan sesuai rencana! ", balas Grizzy.


" Baik Nona! ",


Telepon ditutup.


" Ada apa? ", tanya Minjeong.


" Ada sedikit urusan namun itu sudah di atur, kalian mau pergi menjenguk Kakakku? ", tanya Grizzy.


" Tentu, mari berangkat! ", jawab Youngsik.


" Aku akan menyusul, kalian pergilah lebih dulu ada Goeun disana! ", ujar Grizzy.


" Kau mau kemana? " tanya Haneul.


" Aku akan membeli beberapa parcel untuk kakakku! ", ujar Grizzy.


" Baiklah sampai bertemu di sana! ", pungkas Mijoo.


Mereka pergi lebih dulu lalu barulah Grizzy pergi meninggalkan area Cafe.


Di waktu yang bersamaan Kangsoo sudah membawa Tuan Hwang menuju ke gudang kosong yang sebelumya menjadi tempat kremasi EunByul dan meninggalnya asisten Minseok beserta anak buah Hong. Tuan Hwang masih dalam keadaan tak sadarkan diri, dia di tempatkan di sisi atap, sisi paling ujung yang membuatnya tak bisa mengambil langkah mundur. Tak lama kemudian, Ryeong datang dengan sebuah pistol di tangannya. Ryeong benar-benar menjalankan misinya sesuai dengan rencana Grizzy. Meski Grizzy tidak membiarkan satupun anak buahnya berada di lokasi bukan berarti Ryeong bisa mengubah rencananya dan melarikan diri. Tidak ada bukan berarti tidak di awasi.


Ryeong menelepon seseorang sambil menunggu Ayahnya bangun. Tangannya gemetaran, hatinya takut namun dia tidak bisa melawan perintah Grizzy. Mau tidak mau dia harus melakukannya demi kehidupannya sendiri.

__ADS_1


" Aku hanya perlu mendorong Ayah lalu menembak dia, setelah itu aku akan menjadi satu-satunya yang mewarisi kekayaan Hwang, tenanglah, kau bisa melakukan ini, kau Hwang Ryeong, kau bisa melakukannya! ", ujar Ryeong menyemangati diri sendiri.


Setelah beberapa menit, Tuan Hwang berkutik, perlahan dia membuka matanya dan melihat putra pertamanya tengah memegang pistol di tangannya. Dia mengerjapkan matanya mencoba melihat dengan jelas dan berharap apa yang di lihatnya tidaklah benar, namun ini adalah kenyataannya.


" Ayah.. ", panggil Ryeong lirih.


Namun, saat itu Tuan Hwang yang panik buru-buru beranjak bangun, dia sadar sedang berada di atap namun dia tidak sadar kalau dia sedang berada di tepi. Dia gemetaran, takut kalau Ryeong akan menembaknya, Ryeong yang mencoba menenangkan ayahnya justru malah membuatnya semakin ketakutan dan mengambil langkah mundur hingga kakinya tak lagi menyentuh lantai atap.


" AYAAAHHHH!!!!! "


Itu bukan suara Ryeong, seseorang berteriak dari belakang.


Ryeong tercengang, dia tak bisa berkata-kata lagi, matanya berkaca-kaca melihat sang ayah terjun dari atap gedung lima lantai. Tubuhnya melemas, waktu seolah berhenti, ketakutan merasuki dirinya, dia bahkan tak mampu melihat ke bawah dan mengintip bagaimana keadaan ayahnya di bawah sana. Ryeong terduduk, air matanya mulai menetes, dia baru menyadari, dia tidak menginginkan hal ini terjadi.


" Aku tidak membunuh ayah.. " ucapnya panik.


Sesaat seseorang berlari ke tepi dan melihat ke bawah dari sana. Dia langsung tersentak mundur sambil berteriak histeris, tangisnya pecah seketika, dia tak yakin kehidupan masih berpihak pada Ayahnya.


" Ryeon.. " panggil Ryeong lirih.


Yeon yang merasa terpanggil pun menoleh melihat ke arah kakaknya, amarahnya bergejolak menguasai kepalan tangannya. Tak mampu di tahan lagi, Yeon menyerang Ryeong dengan tinjunya. Ryeong yang masih terkejut dan tidak bisa mengimbangi Yeon pun di hajar tanpa ampun oleh adiknya itu. Perlahan sedikit kekuatannya ia gunakan untuk membalikkan posisi, Ryeong yang ada di atas sekarang mulai membalas pukulan Yeon.


" AKU TIDAK MEMBUNUH AYAH!! " Teriak Ryeong.


" KAU MEMBUNUHNYA BRENGSEK!! MASIH BERANI MEMANGGILNYA AYAH!! " Balas Yeon menendang Ryeong hingga menyingkir dari tubuhnya.


Yeon bangkit lalu mengambil kursi kayu yang sebelumnya di duduki Ryeong. Tidak segan-segan dia memukul Ryeong menggunakan kursi itu, pukulan pertama tidak ada perlawanan dari Ryeong, pukulan kedua Ryeong mencoba menahannya sambil mencoba meraih pistolnya. Hal itu di sadari oleh Yeon, dia mengabaikan kursinya dan memilih meraih pistol itu, Ryeong bangkit lagi dan mencoba merebut pistol itu dari tangan adiknya.


" TIDAK TAHU DIRI! LEPAS, KAU HARUS MENEMANI AYAH! " Teriak Yeon.


" AKU TIDAK MEMBUNUHNYA! ITU KECELAKAAN! " Balas Ryeong.


" BRENGSEK! " Umpat Yeon.


Dorr!!!!


Suara tembakan kembali terdengar. Mata mereka sama-sama membulat sempurna, saling bertatapan sampai kedua pasang mata mereka berkaca-kaca.


" Aku tidak membunuh ayah.. " ucap Ryeong lirih.


Perlahan tubuh mereka sama-sama melemas, namun Yeon masih mencoba menahan Ryeong. Ryeong yang sudah terluka parah di kepala dan lengan sampai berlumuran darah, tak mampu lagi menahan luka tembakan di perutnya. Dia terkulai lemas di pelukan sang adik, kata-kata terakhir nya hanya memberi tahu kalau dia tidak membunuh ayahnya.


Yeon terduduk memeluk kakaknya, air matanya terus mengalir namun matanya tak mau berkedip. Hatinya kosong, dadanya terasa sangat sesak, dia tidak mempercayai apa yang terjadi saat ini. Pelukannya di pererat, berharap kakaknya kembali membuka matanya, namun bahkan nafasnya tak lagi berhembus, nadinya benar-benar berhenti berdetak.


" JANGAN BERGERAK! JATUHKAN SENJATA ANDA SEKARANG JUGA! " Teriak suara gagah dari arah belakang.


Entah kenapa polisi bisa sampai disini, Yeon hanya menurut dengan melemparkan pistolnya. Dia masih tetap memeluk kakaknya itu, seolah tak mau berpisah setelah apa yang mereka berdua lakukan hingga salah satunya harus tewas.


Sore harinya, Grizzy dan ketujuh temannya tengah berada di food court rumah sakit setelah bertemu dengan Junghyun. Dia masih koma setelah menjalani operasi tempo lalu, jadi mereka hanya bisa melihat kondisinya, mereka juga mendoakan Junghyun agar cepat pulih. Goeun masih menunggunya sadar. Selain itu, Sungkyuu juga tengah menjalani perawatan karena ada luka infeksi di pahanya. Saat Grizzy datang dia sedang tidur, jadi Grizzy mencoba datang lain kali.


Saat semua sedang menikmati makanan, dua orang detektif laki-laki datang mencari Grizzy. Bahkan sampai mendatanginya ke food court rumah sakit.


" Selamat Sore! " sapa salah satu detektif.


" Sore! " balas Grizzy dan teman-temannya serentak.


" Kami mencari saudari Lee Gina, siapa diantara kalian yang bernama Lee Gina? " tanya Detektif.


" Saya Lee Gina, ada apa ya? " tanya Grizzy.


Setelah mendengar jawaban kedua Detektif itu membawa Grizzy ke kantor untuk di interogasi karena Yeon menyeret namanya. Namun, karena kebetulan Grizzy pun bersedia di bawa untuk sekalian melaporkan sesuatu. Grizzy di interogasi secara terbuka, tidak sampai dibawa keruang interogasi dengan pencahayaan yang minim.


" Nona Lee, apa anda mengenal Saudara Na Yeon? " tanya Detektif.


" Iya saya mengenalnya! " balas Grizzy.


" Apa hubungan Anda dengan Yeon? " tanya detektif lagi.


" Dia teman sekelas saya, ada apa ya pak? " tanya balik Grizzy.

__ADS_1


" Saudara Na Yeon melakukan pembunuhan terhadap Ayah beserta Kakak kandungnya, dia mengaku mendapat pesan dari Anda apa itu benar? " tanya Detektif.


" Apa?? Saya tidak melakukan hal itu? " bantah Grizzy.


" Apa ini benar nomor Anda? " tanya Detektif sambil menunjukkan sebuah nomor.


Grizzy melihat dengan seksama.


" Itu bukan nomor saya! " ujar Grizzy.


" Anda yakin? ".tanya Detektif, singkat namun penuh penekanan.


Tiba-tiba, Mijoo, Haneul, Minjeong dan Haera datang.


" Pak, Anda bisa menanyai saya juga! Saya bersama Gina sejak pagi tadi! " ujar Haera.


" Baik, duduklah, yang lain jika tidak berkepentingan silahkan tunggu di luar! " ujar Detektif.


Grizzy dan Haera saling berbisik, sementara ponsel Grizzy sedang di periksa oleh sang detektif.


" Kenapa kau datang kesini? " tanya Grizzy .


" Barusan aku lihat Yeon di tangkap polisi! Teman-teman yang lain menebak-nebak Yeon menyeret mu kesini karena sempat membahas masalahmu dengan Junghyun! " ujar Haera.


Tak di sangka pembicaraan mereka di dengar oleh detektif.


" Jadi kalian sempat bertemu dengan Yeon? " tanya Detektif.


" Aku sempat berkumpul bersama teman-teman yang lain, ada Yeon juga di sana, namun setelah itu mereka berangkat menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Kakakku, aku berjanji untuk menyusul, sebelum itu aku ke rumah Haera dan memintanya menemaniku membeli parcel baru menyusul mereka! ", jelas Grizzy.


" Lalu, apa yang terjadi di rumah sakit, kenapa Yeon bisa sampai ke tempat itu? "tanya detektif.


" Kau bisa menanyakan hal itu pada Dooshik, dia bersama dengan Yeon sejak semalam! Namun, masalah ini tak ada hubungannya dengan Gina, aku bersamanya sejak pagi tadi, dia tidak mungkin terlibat dalam hal ini! ".jelas Haera.


Detektif mengangguk, merasa tak menemukan kejanggalan di ponsel Grizzy, dia pun mencoba menelepon nomor itu. Dan tersambung, namun tidak tersambung ke ponsel Grizzy melainkan ke ponsel lain.


" Halo? "


" Halo? Dengan siapa ini? " tanya detektif.


Setelah mendengar suara dari balik telepon, dia membelalakkan matanya.


Grizzy dan Haera di bebaskan, namun sebelum itu Grizzy juga meminta tolong pada detektif tentang kejadian malam itu. Yang mana kejadian itu membuat Junghyun terbaring lemah di rumah sakit. Grizzy juga menyerahkan bumerang yang di jadikan senjata pelaku saat menyerangnya pertama kali, tidak hanya itu, Grizzy juga menunjukkan balutan perban di lengannya yang sebelumnya tertutup oleh jaket Jeansnya.


" Seingat ku, aku melukai wajah dan bahunya, aku mohon tangkap pelakunya untukku, berikan keadilan untuk aku dan kakakku! " ujar Grizzy.


" Tentu, kami akan berusaha menangkap pelakunya! " balas Detektif.


Grizzy selesai dan keluar bersama Haera. Di lorong, Grizzy menunjukkan senyuman misteriusnya, sebagaimana sebagian dari dendamnya sudah terbayar. Meski tidak dengan tangannya sendiri, dia tetap puas karena umpannya sangat istimewa.


" Andiamo alla missione finale! "


( Mari menuju ke misi terakhir ) gumam Grizzy.


Tiga hari berlalu setelah penangkapan Yeon. Selain sebagai pembunuh Ayah dan Kakak kandungnya, Yeon juga di tetapkan sebagai tersangka atas tindak percobaan pembunuhan, kekerasan dan penganiayaan atas korban Lee Junghyun dan Lee Gina.


Grizzy tersenyum puas, kini tinggal memberi kesempatan untuk Minseok yang mana dirinya akan menjadi pemilik dari perusahaan Hong, bahkan Grizzy membantu namanya bersih dari tindak kriminal. Grizzy tinggal menyelesaikan misi terakhir, hanya tinggal menunggu target terakhir siuman, Grizzy akan membuatnya mengatakan alasan di balik pembantaian keluarga nya.


Seminggu berlalu, Kenzio sudah pulang ke Sisilia. Hari ini adalah kepulangan Sungkyuu setelah hampir dua Minggu menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan Junghyun, dia masih dalam keadaan Koma, teman-temannya masih sering mengunjungi nya meski Junghyun tak kunjung bangun.


Sungkyuu pulang di jemput oleh beberapa bodyguard, namun kali ini dia tidak pulang ke kediaman Lee. Melainkan ke Mansion Lee D'Angelo yang kini di ubah namanya menjadi Mansion Gevda. Kondisi kakinya yang belum sepenuhnya pulih membuatnya harus menggunakan kursi roda untuk memudahkannya. Dia terkejut saat seseorang mendekati nya dan mendorong kursi rodanya. Wajahnya yang familier membuat Sungkyuu bertanya-tanya.


" Apa kita pernah bertemu? " tanya Sungkyuu.


" Benar, saat itu aku membantu Minseok menjelaskan alibi dari Bos Besar! " jawab Kangsoo.


" Bos Besar? "


" Bos Besar Mafia D'Angelo, Grizelle Edard Viviana D'Angelo! " balas Kangsoo.

__ADS_1


Mata Sungkyuu membulat sempurna, mencoba tak percaya namun ketakutan sudah merasuki seluruh tubuhnya.


__ADS_2