Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Seconda Missione Completata!


__ADS_3

" Primo obiettivo completato! "


( Target pertama selesai! )


Grizzy sampai di apartemennya, Daniel dan Kenzio belum kembali. Grizzy memutuskan untuk pergi ke kamarnya, dia membersihkan tangannya yang berlumuran darah, juga wajahnya. Sejenak dia menatap dirinya di cermin. Tatapannya datar dan dingin.


" Ucciderò tutti i suoi complici, anche se alla fine dovrò marcire in quella dannata cella! "


( Aku akan membunuh semua kaki tangannya, bahkan jika aku akhirnya harus membusuk di sel terkutuk itu), ujar Grizzy.


Setelah itu, Grizzy kembali ke ruang makan untuk sekedar minum-minum. Namun, ternyata Daniel dan Kenzio sudah kembali. Mereka terkejut karena ternyata Grizzy kembali lebih dulu dari mereka. Grizzy mengabaikan mereka dan mengambil satu botol Wine dan membawanya ke ruang tengah, dimana Daniel dan Kenzio berada.


" Sudah selesai? ", tanya Daniel.


" giusto, stiamo andando al secondo gol! "


( Benar, kita menuju ke tujuan kedua! ), ujar Grizzy sebelum akhirnya meneguk habis gelas pertama.


" Hai ucciso di nuovo? "


( Apakah Anda membunuh lagi? ), tanya Kenzio.


" Certo, ho ucciso una coppia di marito e moglie! "


( Tentu, aku membunuh pasangan suami-istri! ), ujar Grizzy menuju ke gelas kedua.


" Apa??? Are you Crazy? "


( Kau gila? ), tanya Daniel shock.


" È vero? Sembro pazzo? "


( Benarkah? Apa saya terlihat gila? ), tanya Grizzy.


" Un po', sembri più uno psicopatico! "


( Sedikit, kamu lebih terlihat seperti psikopat! ), ujar Kenzio.


" Bene, questo significa che posso uccidere chi voglio! "


( Baguslah, itu artinya aku bisa membunuh siapapun yang aku mau! ), balas Grizzy santai.


Daniel hanya menggelengkan kepalanya saat itu, sedangkan Kenzio bergidik ngeri mendengar pernyataan Grizzy. Grizzy masih terus minum, dia tidak berhenti meskipun kakaknya sudah memintanya berhenti. Grizzy memang kuat minum tapi tetap saja minum terlalu banyak tidak baik untuk tubuhnya. Hingga akhirnya Grizzy benar-benar mabuk dan tertidur di sofa. Daniel jadi harus membereskan botol-botol wine yang berantakan di atas meja. Dia juga menyelimuti adiknya itu.


" Apa begitu menyakitkan sampai membuatmu seperti ini? ", tanya Daniel pada Grizzy yang sudah tertidur.


Daniel mencium kening Grizzy sebelum akhirnya pergi ke kamarnya.


Pagi harinya, Grizzy bangun lebih siang, bahkan dia sampai tidak masuk sekolah karena pengar. Daniel diam-diam menjawab telepon Taehyung pagi tadi, dan mengatakan kalau Grizzy tidak masuk sekolah hari ini. Namun, akhirnya Daniel mengatakan hal itu dan membuat Grizzy sedikit lega. Tetapi, pertanyaan muncul di benak Daniel, apakah Taehyung adalah pacar Grizzy.


Grizzy beranjak dari tidurnya, bahkan dia masih sempoyongan saat berjalan. Grizzy mencuci mukanya di westafel dapur dengan alasan jaraknya lebih dekat. Dia duduk kembali dengan minuman dingin di tangannya, sekali teguk dua kali teguk dia minum. Lalu melamun, mungkin masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


" Siapa Taehyung? " ,tanya Daniel.


" Amante! "


( Kekasih) , jawab Grizzy singkat meski dalam keadaan melamun.


" Apakah psikopat boleh pacaran? " ,tanya Daniel menggoda.


" Itu boleh, aku membuat hukum sendiri! ", balas Grizzy.


" Kalau begitu, kenalkan aku dengan teman perempuanmu! ", pinta Daniel.


" Kau mau pacar juga? ", tanya Grizzy.


" Hanya untuk bersenang-senang! ", jawab Daniel.


" Kau pikir teman-temanku ******? " ,tanya Grizzy.


" Aku akan bersungguh-sungguh jika ada yang menarik perhatianku! ", ujar Daniel.


" Baiklah, aku akan memperkenalkan mu dengan teman-temanku! " , ujar Grizzy.


Grizzy pun memutuskan untuk pergi mandi karena tubuhnya sudah bau busuk akibat alkohol semalam. Entah kenapa tubuhnya menjadi se menjijikan ini.


Sore harinya, Kenzio dan Daniel memutuskan untuk keluar seperti biasanya. Karena hari ini Grizzy benar-benar tidak ingin melakukan apapun. Tak lama kemudian, seseorang menekan bel, Grizzy membukakan pintunya dan terkejut saat mendapati Taehyung disana. Grizzy pun tersenyum senang dan menyambut kedatangan Taehyung. Grizzy mempersilahkan Taehyung masuk dan menyuguhkan minuman.


" Apa ini? ", tanya Grizzy


" Kakakmu mengirimkan alamatnya kepadaku, ku pikir kau sakit makanya aku datang! ", jawab Grizzy .


" Kau merindukanku? ", tanya Grizzy


" Sepertinya begitu! ", jawab Taehyung.


" Jawaban macam apa itu? ", tanya Grizzy


Taehyung tertawa kecil sambil terus menatap Grizzy.

__ADS_1


" Jadi apa alasanmu tidak masuk sekolah? ", tanya Taehyung.


" Haruskah aku jujur? " ,tanya Grizzy


" Tentu saja, aku kekasihmu jadi kau tidak boleh berbohong kepadaku! ", ujar Taehyung.


" Baiklah, aku pengar dan tidak bisa bangkit pagi tadi, makanya aku tidak masuk! ", jawab Grizzy jujur.


" Kau minum-minum? ", tanya Taehyung.


" Sedikit! ", jawab Grizzy.


" Jangan lakukan itu lagi, tubuhmu akan rusak jika kau terus menerus minum alkohol! " , ucap Taehyung menasehati.


" Baiklah baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi! ", ujar Grizzy.


" Bisa berjanji? "


" Tidak! " ,jawab Grizzy sambil tertawa.


" Gadis nakal! Kemarilah aku merindukanmu! ", ujar Taehyung sambil membentangkan tangannya.


Grizzy pun dengan senang hati memeluk Taehyung, hubungan keduanya berjalan dengan baik. Terlebih Taehyung yang sudah mengetahui identitas asli Grizzy, begitu juga sebaliknya. Hanya saja Grizzy belum siap membuka mulut dengan apa yang dia lakukan dibalik ini semua. Meski dia tahu perlahan Taehyung akan mengetahui semuanya, tetapi dia masih belum ingin memberitahunya sampai waktu yang menentukan.


Malam tiba, Daniel dan Kenzio belum kembali, sedangkan Taehyung juga masih menemani Grizzy di apartemennya. Tak berapa lama kemudian, seseorang menekan bel apartemennya. Grizzy beranjak dan membukakan pintu, dan ternyata itu Kangsoo yang mengantarkan sebuah tas gitar.


" Pesanan mu, Nona! ", ujar Kangsoo.


Grizzy terdiam sambil mengingat kembali apa yang di pesannya, setelah mengingatnya dia tersenyum.


" Bawakan itu ke kamarmu, lalu kembali bekerja! ", perintah Grizzy.


Grizzy kembali duduk di samping Taehyung.


" Siapa itu tadi? ", tanya Taehyung.


" Kangsoo, ah benar bukankah kalian saling mengenal? ", tanya Grizzy.


" Anh Kang-Soo? ", tanya Taehyung memastikan, Grizzy hanya mengangguk.


Setelah Kangsoo kembali dari kamar Grizzy, dia pun berpamitan untuk kembali menjalani tugasnya. Namun, Grizzy memanggilnya untuk sedikit berbincang dengan teman lamanya Kim Jongdae alias Kim Taehyung. Kangsoo yang tidak menyangka pun langsung memeluk orang yang sempat dianggap adik kecilnya saat itu, kini dia sudah tumbuh besar bahkan tinggi mereka hampir sama.


" Kau tumbuh dengan baik, kau juga tampan! ", puji Kangsoo.


" Kau juga, aku tidak percaya kita akan bertemu lagi! " balas Taehyung.


Grizzy membiarkan mereka berbincang, sedangkan dirinya pergi ke meja makan untuk mencoba menghubungi Kenzio. Tidak butuh waktu lama, sekali dering telepon terjawab.


( Halo! )


" Ho un compito per te! "


( Aku punya tugas untukmu! )


" Che cos'è "


( Apa itu )


" Cerca dove si trova Kyung Hee-Young! "


( Cari dimana Kyung Hee-Young berada! ), perintah Grizzy.


" Bene! "


( Baik! )


Telepon ditutup, Grizzy kembali menghampiri Taehyung dan Kangsoo. Kangsoo beranjak dan pamit untuk pulang karena masih ada yang harus di kerjakan. Kangsoo pergi dan kembali meninggalkan Taehyung berdua bersama Grizzy disana.


" Kapan kakakmu pulang? ", tanya Taehyung.


" Dia sedang dalam perjalanan! ", jawab Grizzy berbohong.


" Kalau begitu aku juga akan pulang, mau berangkat bersama besok? Kita hanya perlu berangkat tiga hari lagi, setelahnya kita semua libur karena Junghyun akan ujian! ", ujar Taehyung.


" Tentu! ", jawab Grizzy sambil tersenyum.


" Sudah memutuskan untuk berlibur kemana? ", tanya Taehyung.


" Entahlah, mungkin kembali ke Sisilia! Mau ikut? ", tawar Grizzy.


" Apa boleh? ", tanya Taehyung.


" Tentu saja! ", jawab Grizzy.


Mereka pun beranjak, Grizzy mengantarkan Taehyung sampai ke depan pintu. Lalu, sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponselnya. Grizzy langsung buru-buru mengganti pakaiannya sebelum akhirnya bergegas pergi.


Entah apa yang ada di dalam pikiran Grizzy hingga dia memakai mini dress dengan bagian punggung sedikit terbuka. Grizzy keluar dari lift dan menuju parkiran dengan tangan kanan memegang telfonnya dan tangan kiri memegang pistol kesayangannya. Grizzy kembali menghubungi Kenzio, namun Daniel yang menjawabnya.


" Invia la posizione della discoteca e prepara il gas! Allora vieni nella posizione che ho inviato, spegni tutte le telecamere a circuito chiuso nella zona circostante! "

__ADS_1


( Kirim lokasi klub dan siapkan bensin! Lalu datang ke lokasi yang saya kirim, matikan semua kamera CCTV di area sekitar! )


Setelah mengatakan hal itu, Grizzy langsung menutup teleponnya sepihak lalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan area parkir.


Disisi lain, Daniel tengah mendengus kesal karena misi dadakan yang Grizzy buat. Dia perlu mengatur semua persiapan namun Grizzy dengan entengnya langsung memberikan tugas. Meskipun begitu tetap saja mereka semua tidak bisa mengatakan tidak dan masih tetap patuh pada semua perkataan Grizzy.


Kangsoo dan beberapa bodyguard lainpun ikut pergi ke kelab malam yang dituju Grizzy. Soonil dan Gongyoo pun ikut serta dalam misi kali ini. Sesampainya disana, Gongyoo dan Soonil pergi ke ruangan cctv untuk mematikan kamera pengintai yang ada di area kelab. Sedangkan Kangsoo mengawasi mereka dari luar. Grizzy sampai dan masuk ke dalam kelab, salah satu bodyguard masuk ke mobil Grizzy. Dua bodyguard lainnya masuk kedalam mobil target.


Grizzy masuk, dan mulai mencari-cari dimana targetnya berada. Tak lama, dia pun bertemu dengan targetnya dia sedang duduk sendirian sambil menikmati minumannya. Wajahnya cukup tampan dan masih terlihat muda, Grizzy mendekatinya.


" Tuan Kyung? Bolehkah aku duduk disini? ", tanya Grizzy dengan nada lembut.


" Tentu! ", jawab Kyung Hee-Young


" Kau sendiri saja? Apa mau ku temani? ", tanya Grizzy.


" Kau mau menemaniku malam ini? ", tanyanya.


" Kenapa tidak? ", ujar Grizzy.


" Kau tahu namaku, siapa namamu sayang? ", tanya Kyung Hee-Young.


Grizzy menjadikan suasana Kelab sebagai alasan untuk membawa Kyung Hee-Young keluar dari sana. Namun, ternyata tidak hanya tampan, Kyung Hee-Young pun begitu bodoh hingga masuk kedalam jebakan Grizzy dengan mudahnya.


" Disini terlalu berisik! Mau keluar dan bersenang-senang denganku di tempat lain? ", tawar Grizzy.


" Baiklah, mari kita pergi! ", ujar Kyung Hee-Young lalu merangkul Grizzy dan keluar dari tempat itu.


Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, Kyung Hee-Young yang enggan melepaskan mautnya. Grizzy melirik k arah vans dan mengedipkan sebelah matanya sebagai isyarat misi perama sukses dan pergi ke misi kedua.


" Dimana mobilmu sayang? ", tanya Grizzy manja.


" Sebelah sini! Awas kepalamu cantik! ", ujar Kyung Hee-Young sambil melindungi kepala Grizzy.


Grizzy dan Heeyoung masuk, namun Heeyoung sepertinya tidak menyadari ada dua orang lainnya bersembunyi di dalam mobilnya.


" Mau ke hotel sayang?", tanya Heeyoung.


" Tidak, bermain di rumah ku saja Babe! ", jawab Grizzy.


" Baiklah, tunjukan jalannya! ", ujar Heeyoung.


Grizzy mulai menunjukkan jalannya, tangan laki-laki itu terus meraba paha Grizzy, namun sepertinya Grizzy tidak terusik selama paha kanannya aman. Mobil mereka mulai memasuki terowongan namun terowongan itu tidak seperti biasanya, penerangannya mati sehingga hanya ada lampu mobil saja. Terlihat mobil Daniel dan Van di belakang mobil mereka. Grizzy mulai menjalankan misi keduanya.


" Menepi sebentar sayang! ", ucap Grizzy.


Heeyoung pun menepi di dalam terowongan itu, lalu Grizzy mulai duduk di pangkuan Heeyoung dengan posisi berhadapan.


" Kau nakal! ", ujar Heeyoung.


" Sayang, bolehkah aku menanyakan sesuatu sebelum kita memulainya? ", tanya Grizzy.


" Apa itu? ", tanya Heeyoung.


" Aku dengar kau membayar detektif untuk menghanguskan bukti pembantaian sembilan tahun yang lalu? ", tanya Grizzy.


" Kenapa kau tiba-tiba membahas ini? Siapa kau sebenarnya? ", tanya Heeyoung.


" Apa kau mencurigai ku? Aku hanya tidak ingin bercinta dengan orang sejahat itu, kau hanya perlu mengatakan kalau kau tidak melakukannya dengan sengaja dan ada orang yang membuatmu terpaksa melakukannya! ", ujar Grizzy masih dengan nada manjanya.


" Sayang, apa kau masih menginginkanku? Kalau ternyata rumor itu benar, aku akan turun dari sini! Lupakan tentang rencana bersenang-senang kita! ", ujar Grizzy lalu beranjak turun namun Heeyoung menahannya.


" Baik-baik, aku melakukannya secara terpaksa agar perusahaan ku tidak jatuh, aku juga mendapat sepuluh persen kekayaan dari keluarga yang di bantai saat itu! ", jawab Heeyoung yang tentu saja membuat Grizzy marah, namun Grizzy masih bisa menahannya.


" Siapa itu? Siapa yang memberikan sepuluh persen kekayaan itu? ", tanya Grizzy..


" Kang Min-Seok, dia adalah CEO dari anak perusahaan Hong! ", jawab Heeyoung.


" Kau punya bukti? ", tanya Grizzy.


" Perusahaan ku masih bekerja sama dengannya, dia juga salah satu pemegang saham perusahaan ku, itu sudah cukup untuk di jadikan bukti! ", jawab Heeyoung.


" Benarkah? ", tanya Grizzy sambil tersenyum, tangannya mulai mengalungi leher Heeyoung.


" Apa sejak tadi aku terlihat seolah sedang becanda, ayolah Sayang, aku sudah tidak tahan karna kau mendudukinya! ", ujar Heeyoung berat.


Wajah mereka sudah dekat, namun sepertinya Heeyoung menemukan sesuatu yang ada di paha Grizzy.


" O-ow! Aku ketahuan! ", ujar Grizzy sambil tersenyum misterius lalu mulai mengatur tali di leher Heeyoung.


Bodyguard yang ada di belakangnya menarik tali tersebut hingga mencekik leher Heeyoung. Tangannya memberontak mencoba melepaskan tali itu, namun Grizzy semakin menjadi dengan mengarahkan pistolnya ke jakun Heeyoung.


Salah satu bodyguard lainnya mengambil bensin yang ada di mobil Daniel dan memasukannya ke mobil Heeyoung. Setelah itu mulai memutuskan rem mobil Heeyong.


" Sayang, apa kau tahu, sepuluh persen kekayaan yang kau dapat adalah milikku, jadi mau tidak mau kau harus membayarnya! Hanya saja aku lebih menginginkan nyawamu daripada kekayaan itu! Jadi biarkan aku mengirim mu ke neraka malam ini juga! ", ucap Grizzy dengan suara beratnya.


Grizzy keluar dan beralih ke mobil Daniel. Sedangkan Bodyguardnya mengikat leher Heeyoung dengan sandarannya. Lalu mulai menyalakan mesin mobilnya. Kedua bodyguard itu cepat-cepat keluar sebelum mobil itu melaju kencang.


Di dalam mobil Daniel, Grizzy tersenyum puas. Mereka mengikuti kemana mobil Heeyoung pergi, mobil Heeyoung melaju cepat ke luar terowongan dan menabrak pembatas jalan sehingga membuatnya melayang sebelum akhirnya jatuh ke jurang. Ada ledakan disana, Grizzy tertawa puas melihat hal itu.

__ADS_1


" Addio Tesoro! "


( Selamat Tinggal, Sayang! )


__ADS_2