
Grizzy dan Taehyung sampai disebuah cafe yang tidak terlalu ramai pelanggan. Mereka turun lalu memasuki Cafe itu, suasana hening semenjak mereka turun dari motor hanya sekali bicara pada pelayan soal menu yang dipesannya. Grizzy menyodorkan sebuah dokumen yang berisi perjanjian kontrak kerja yang harus di tandatangani Taehyung. Namun, sebelum itu dia memberitahu resiko terburuknya terlebih dahulu.
"Sebelumnya biar ku beritahu cara kerjamu, kau bisa membatalkan kontraknya jika kau tidak setuju!" ujar Grizzy santai.
"Apa itu?" tanya Taehyung.
"Ku dengar kau seorang hacker muda yang sudah membantu ayahku selama hampir dua tahun. Pekerjaanmu kali ini tidak jauh berbeda dengan apa yang kau lakukan untuk ayahku, hanya saja ini lebih berat dari yang kau kira!" jelas Grizzy.
"Jangan membuatku pusing!" bala Taehyung yang merasa penjelasan Grizzy terlalu berbelit.
"Kau akan bekerja untuk seorang Mafia, kau akan membantunya melacak keberadaan targetnya, bahkan sesekali kau harus mengotori tanganmu dengan terlibat dalam aksinya, Bagaimana?" tawar Grizzy.
"Mafia?" tanya Taehyung lirih.
"Aku akan memberimu perlindungan penuh, untukmu dan keluargamu, selama kau tidak mengkhianati perjanjian ini!" tawar lagi Grizzy.
Taehyung terdiam mendengar hal itu, dia terlihat sedang berfikir keras untuk memutuskan hal ini. Grizzy berhasil membuatnya menunjukan sebuah keraguan, terlebih sedikit celah yang membuat Taehyung gelisah.
"Ada apa? Kau meragukan ku?" tanya Grizzy.
"Siapa Mafia itu?" tanya Taehyung.
Grizzy mendekatkan dokumen itu lebih dekat dengan Taehyung, sebuah isyarat agar Taehyung menandatanganinya terlebih dahulu.
"Apa kau mencoba menjebak ku?" tanya Taehyung dengan tatapan tajamnya.
"Apa aku terlihat seperti seorang penipu? Aku tahu kau bukan orang bodoh, aku pun tahu kau memiliki rahasia yang kau simpan selama ini, entah itu luka ataupun dendam!" ujar Grizzy yang sukses membuat Taehyung diam terkejut.
Strike!
Grizzy berhasil menyerang titik terlemah Taehyung. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, Grizzy sudah semalaman berlarut-larut dalam layar laptopnya hanya untuk mencari informasi tentang Taehyung. Namun, anehnya informasi itu tidak menunjukan asal muasal Taehyung, melainkan hanya sejak Taehyung menjadi anak adopsi dari Kim Tae Han, seorang anggota dari Badan Intelijen Nasional. Ayahnya seorang Anggota badan intelijen namun, dia sendiri adalah seorang hacker, Taehyung pasti punya alasan khusus mengapa dia melakukan ini. Sesuatu yang terjadi di masa lalu pasti mendorongnya melakukan ini, tetapi dia belum menemukan jawaban yang tepat.
Grizzy melihat tangan Taehyung yang perlahan mengambil pena. Grizzy memperhatikan detail dari gerak-gerik Taehyung, meskipun begitu dia terlihat sangat santai. Taehyung menandatanganinya. Tatapan matanya tertuju pada Grizzy yang duduk di depannya, tatapan itu seolah mengulang pertanyaannya yang belum terjawab.
"Baiklah, akan ku beritahu, Aku adalah tangan dan kaki dari Bos Mafia Italia, Aku yang akan menjalankan misi balas dendamnya disini, dan Bos ku adalah Bos Besar D'Angelo!", ujar Grizzy.
Taehyung terkejt bukan main saat mendengar bagian akhirnya, nama itu baru terdengar lagi setelah sekian lama. Entah kebetulan macam apa yang membawanya sampai saat ini, kebetulan itu lebih mirip dengan sebuah takdir.
"Senang bisa bekerjasama denganmu tuan Kim Taehyung, semoga misi ini berjalan dengan baik sampai akhir!!" ujar Grizzy sambil mengulurkan tangannya.
Butuh sedikit waktu untuk Taehyung membalasnya.
"Aku akan membantumu sebisa mungkin sampai ini selesai!" balasnya.
Mendengar jawaban itu membuat Grizzy senang, dia tersenyum tipis dan mulai memikirkan langkah awal mereka. Tentu tidak hanya mereka berdua yang terlibat, ada Lee Sungkyuu, Jamarie, dan juga Daniel yang membantu mereka.
( Kediaman Lee )
Malam tiba, Grizzy baru saja turun dari motor Taehyung, dia sempat melirik kearah jendela kamar atas dan melihat Junghyun disana. Setelah Taehyung meninggalkan halaman mansion, barulah Grizzy masuk kedalam rumah. Sungkyuu sudah duduk kursinya untuk makan malam, Junghyun pun keluar dari kamarnya dan menatap Grizzy dengan tatapan sinis. Makan malam berlangsung damai, tidak ada yang bicara sampai makan malam selesai.
"Ayah apa kau mempunyai kenalan seorang detektif?" tanya Grizzy tiba-tiba.
"Detektif? Aku rasa tidak ada, apa Kau memerlukannya juga? Aku akan mencarikannya untukmu!" jawab Sungkyuu.
"Itu tidak perlu, aku hanya bertanya, besok aku harus pergi ke suatu tempat, Junghyun, maukah kau menemaniku?" ucap Grizzy.
"Aku? Kemana? Kenapa aku?" tanya Junghyun bertubi-tubi.
"Aku tidak akan memaksamu, Ayah aku sudah selesai, jadi aku akan pergi ke kamarku!" ujar Grizzy yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari sang ayah.
Setelah selesai mandi, Grizzy kembali membuka laptopnya dan memutar rekaman video sembilan tahun yang lalu. Dia melihat rekaman cctv yang terpasang di lobi mansion nya. Semua rekaman cctv yang ada di mansion itu dibawa dan disembunyikan oleh Grizzy dengan sengaja sehingga pelaku tidak memiliki bukti kuat untuk di musnahkan seperti bukti-bukti lainnya.
Rekaman itu memperlihatkan beberapa orang yang di duga penjahat yang dibayar oleh dalang untuk membabi buta seisi mansion. Lalu, beberapa orang dengan pakaian rapih turun dari sebuah mobil mewah.
__ADS_1
"Uno, duee, tre, quattro, cinque, sei?"
(Satu, dua, tiga, empat, lima, enam?), Grizzy menghitung setiap pria berpakaian rapih yang keluar dari mobil.
Grizzy mengulang-ulang bagian itu untuk melihat orang-orang itu lebih jelas agar lebih mudah di lacak. Setelah Grizzy menangkap wajahnya barulah dia meminta bantuan Taehyung. Grizzy tersenyum misterius sambil terus mengulang video itu.
"Cominciamo prima dal basso!"(Mari kita mulai dari bawah dulu!), gumamnya.
Junghyun tiba-tiba masuk ke kamar Grizzy dan mendapati Grizzy sudah ada di hadapannya. Grizzy seolah tahu kalau dia akan datang.
"Kau sudah terbiasa menerobos masuk ya?" tanya Grizzy dingin lalu kembali duduk di sofa.
"Apa kau dukun?" tanya Junghyun lalu ikut duduk.
Junghyun sempat melirik ke arah layar laptop Grizzy untuk mencari tahu apa yang sedang dia lakukan saat ini, namun lagi-lagi Grizzy mengejutkannya.
"Kau mencoba mencari tahu tentang apa yang akan aku lakukan? Kau juga bertanya-tanya kenapa aku bersama kapten basket itu?" tanya Grizzy di luar dugaan Junghyun.
Junghyun ingin sekali mengumpat saat itu juga, namun dia tahu betul siapa orang yang ada di hadapannya saat ini. Grizzy memutar laptopnya dan memberitahu Junghyun sebuah foto. Junghyun menatapnya heran, dia menatap foto itu dan Grizzy secara bergantian seolah menanyakan suatu hal.
"Mansion? Kau mau membeli mansion?" tanya Junghyun dengan polosnya.
Grizzy tertawa kecil melihat reaksi Junghyun, itu mengingatkannya pada seseorang.
"Kau benar-benar mirip Daniel, tidak. Daniel jauh lebih tampan, dan yang pasti dia tidak bodoh!" ucap Grizzy yang semakin membuat Junghyun bingung.
"Apa maksudmu?" tanya Junghyun.
"Itu mansion ku, seseorang mengambilnya dariku, jadi aku berniat mengambilnya kembali!" jawab Grizzy.
"Benarkah? Apa itu di korea?" tanya Junghyun lagi.
"Tentu saja, Mansion ku dulu seperti surga bagi orang-orang yang ada di dalamnya, lalu tikus-tikus itu datang dan membuatnya menjadi mansion berdarah, itulah mengapa tempatnya menjadi sangat menyeramkan saat ini!" jelas Grizzy yang sontak membuat Junghyun merinding.
"Jangan bicara omong kosong!" cetus Junghyun tidak percaya.
Junghyun semakin merinding belum lagi Grizzy yang terus menerus menunjukan senyuman misteriusnya. Itu membuatnya seolah akan di terkam oleh psychopath.
"Ini sudah malam, pergilah beristirahat, kau masih bisa memikirkannya sampai besok!" ucap Grizzy.
Junghyun pun beranjak dan pergi dari kamar Grizzy. Sedangkan Grizzy baru akan menelpon Taehyung untuk melacak beberapa orang.
"Halo?"
"Aku mengirimkan beberapa foto, bisakah kau memberikan aku informasi tentang itu, sertakan juga alamat lengkapnya!", Ujar Grizzy.
"Baik, Aku akan memberikannya kepadamu besok!"
"Dan juga, Kita akan pergi ke suatu tempat, bisakah kau membantuku sepulang sekolah besok?"
"Tentu!"
Telfon ditutup.
Sebelum tidur Grizzy melepaskan sebuah kalung yang sudah menjadi hadiah dari mendiang Ibunya, kalung dengan inisial GEVDA yang menjadi kalung kesayangan. Sejenak Grizzy memikirkan ruangan rahasia yang terletak di bawah tanah mansionnya, tempat dimana dia bersembunyi dari orang-orang itu. Tempat itu hanya punya akses masuk berupa iris mata anggota keluarga D'Angelo.
Saat tengah malam, Grizzy melihat kejadian itu lagi di dalam mimpinya. Mimpi buruk yang hampir menghilang selama beberapa tahun belakangan ini kembali muncul menghantui malamnya. Keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya, Grizzy merasa tidak tahan lagi, dan saat dia terbangun ternyata hari sudah pagi. Suara ponsel yang terus menerus berdering membuat suasana gaduh di kamarnya. Saat Grizzy melirik ternyata terdapat delapan belas panggilan tak terjawab dari Junghyun. yang lebih mengejutkannya lagi, waktu hampir menunjukan jam Delapan. Grizzy pun meloncat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian, dia keluar dan menuruni tangga dengan terburu-buru. Dia sudah tidak melihat ayahnya di ruang makan, hanya ada pelayan yang sedang membereskan bekas sarapan ayahnya. Dari luar Junghyun meneriakinya cukup keras sambil membunyikan klakson mobil. Grizzy langsung berlari keluar dan masuk kedalam mobil.
"Aku akan membawanya, masuklah jika kau mau ikut!" ujar Grizzy cepat.
"Apaa??" tanya Junghyun terkejut namun langsung duduk di samping Grizzy.
"Hey, kau tidak bisa seenaknya pada mobilku!" ujar Junghyun.
"Berpegangan lah!" ucap Grizzy yang seolah tidak mendengar apa yang baru saja di katakan Junghyun.
__ADS_1
Tepat setelah mereka keluar dari halaman mansion, Grizzy menginjak gasnya tiba-tiba dan membuat Junghyun hampir terjungkal. Ini hal pertama yang hampir membuat jantung Junghyun melompat dari tempatnya. Junghyun merasa kalau dia sedang berada dalam pengawasan malaikat maut, entah mimpi buruk apa yang baru saja di alaminya, dia tidak pernah membawa mobil dengan kecepatan yang terlalu berlebihan seperti ini. Tubuhnya gemetar hebat ditambah keringat dingin yang keluar dari tubuhnya. Junghyun memegang tas nya kuat-kuat.
"Ayah maafkan aku! Aku belum bisa menjadi putra yangg baik untukmu! Maafkan aku jika aku pergi lebih dulu sebelum dirimu, jika aku terlahir kembali aku akan menjadi anak yang baik dan menceritakan kepada orang-orang kalau kau adalah ayah terbaik yang pernah aku kenal! Huuuaaaa!!" tangis Junghyun semakin menjadi dan membuat Grizzy jengkel.
"HEY! BERISIKLAH BODOH! Apa kau sudah gila? Kita terlambat dan kau malah menangis, apa yang akan orang katakan kepadaku jika melihatmu seperti ini?" tanya Grizzy.
Saat Junghyun sadar mereka sudah sampai di sekolah dan sudah ada Guru Na yang menyiapkan hukuman untuk mereka, Junghyun pun menghapus air matanya sebelum keluar dari mobi.
"Sial ini memalukan! Aku hampir kencing di celana!" gerutunya yang baru saja keluar dari mobil.
Karena mereka terlambat, mereka harus menjalankan hukuman berupa lari mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali. Keduanya tak bergeming selama berlari, sama-sama fokus pada hukumannya masing-masing. Sekilas Junghyun melihat wajah Grizzy yang sedikit lesu, Junghyun pun teringat pada Grizzy yang belum sarapan pagi ini. Setelah hukumannya selesai Grizzy dan Junghyun duduk sebentar di tepi lapangan, karena merasa hari semakin panas Junghyun pun beranjak.
"Masuklah ke kelas, disini panas!" ujar Junghyun lalu melenggang pergi.
Tak lama kemudian, seseorang menyodorkan sebuah minuman dingin ke Grizzy. Grizzy menoleh dan mendapati Na Yeon berdiri di sampingnya. Namun, tak dapat di pungkiri kalau Grizzy haus belum lagi kepanikannya tadi pagi membuatnya lupa dengan apa saja yang harus dibawanya. Grizzy mengambil minuman itu lalu meminumnya.
"Terimakasih, juga untuk yang kemarin!" ucap Grizzy santai.
"Itu bukan apa-apa, jika kau butuh seseorang untuk membantumu mengejar ketertinggalan, kau bisa memintaku, teman-teman yang lain juga akan membantumu!" ujar Na Yeon tulus.
"Ide bagus!" balas Grizzy.
Dari kejauhan Grizzy melhat siswa perempuan itu, seorang perundung yang ia temui beberapa hari yang lalu. Na Yeon mengajaknya memasuki kelas karena saat ini jam kosong, karena guru yang mengajar sedang ada halangan untuk hadir. Grizzy pun mengiyakan ajakan Na Yeon. Tak lama sejak Grizzy duduk di kursinya, kakaknya datang bersama dua temannya. Dia memberikan sebuah kotak makan pada Grizzy.
( Grizzy's Class )
"Makanlah, kau belum sarapan pagi tadi!", ujarnya lalu pergi begitu saja.
"Waah aku sangat iri kepadamu!" ujar Minjeong.
Grizzy hanya tersenyum melihat perlakuan kakaknya, dia pun tak menanggapi perkataan Minjeong dan memilih memakan makanan itu sebelum guru datang. Tetapi, saat Grizzy sedang menikmati makanannya, siswa perempuan itu datang bersama kedua temannya. Dia menghampiri meja Na Yeon, lalu merangkul bahu Na Yeon. Hal itu tentu saja membuat selera makan Grizzy hilang, terlebih dia jijik dengan apa yanng dilakukan gadis itu.
"Ji Eun, hentikan ini!" ucap Na Yeon dengan suara pelan.
Namun, gadis itu semakin menjadi sambil terus memperhatikan Grizzy. Na Yeon tiba-tiba berdiri dan berteriak membuat seisi kelas terkejut.
"JI EUNN!!" teriak Na Yeon.
"Sayang, apa itu? Kau baru saja meneriakiku?" jawab gadis bernama Ji Eun itu.
"Apa-apaan ini? Jangan mempermalukan aku disini, Keluar!" ujar Na Yeon tegas.
"Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu kepada ke kasihmu sendiri?" tanya Ji Eun.
"Aku sudah memutuskanmu beberapa waktu lalu!Jadi berhentilah mengaku-ngaku!" sarkas pelan Na Yeon.
"Waah hahaha, apa itu karena murid baru ini?" Ujar Jieun sambil mendekati Grizzy yang tengah melanjutkan makannya.
" Baru-baru ini dia mendatangiku dengan tiga orang pria, lalu aku melihatnya pergi bersama Taehyung, dan sekarang dia mencoba merayumu?" sambung Jieun membuat Grizzy berhenti mengunyah.
"Hey ******?" Jieun menumpahkan air ke kotak makanan Grizzy,
"Berhentilah merayu pelajar disini termasuk Na Yeon atau kau tahu akibatnya! Hahaha.." tertawanya cukup keras sampai membuat telinga Grizzy sakit.
Jieun pun melangkah menjauh dan berniat pergi, namun sebelum itu dia harus menanggung apa yang telah dilakukannya kepada Grizzy, terlebih kata-kata yang sangat mengganggu Grizzy.
"Dannazione!"
(Sial!) umpat Grizzy.
Grizzy beranjak sambil membawa kotak makannya, dia mengambil satu langkah lalu melemparkan kotak makannya ke arah Jieun cukup keras. Tepat sasaran. Kotak makan itu mengenai tengkuk leher Jieun dan mengotori rambut dan seragamnya.
"SIALAN!!", umpat Jieun.
__ADS_1
Namun, baru saja dia berbalik Grizzy..