Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Pagare Grandi Errori


__ADS_3

"Perché ti farò pagare dieci volte tanto!"


( Karena Saya akan membuat Anda membayar sepuluh kali lipat!) , ujar Grizzy dengan suara berat.


"Aaarrghhhh!!!", suara Lucas yang berteriak kesakitan.


Seisi kelab heboh terutama teman-teman Lucas yang menyaksikan sendiri Grizzy memotong jempol Lucas menggunakan tang. Darahnya pun sampai menodai wajah Grizzy.


"'Ini baru satu sayang!", ujar Grizzy menggunakan bahasa yang tentu saja tidak di mengerti oleh orang-orang disini.


"Portalo di sopra! Obbedisci se non vuoi morire!"


( Bawa dia ke atas, patuhlah jika tidak mau mati!) , ujar Grizzy yang langsung di patuhi oleh keempat teman Lucas.


Semua orang menatap ke arah Grizzy dengan rasa takut yang terlihat jelas di wajah mereka, Grizzy membalas dengan senyuman tanpa rasa bersalah.


"Solo una piccola ferita! Non c'è più niente di cui preoccuparsi, buona notte"


(Hanya luka kecil! Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, selamat malam), ucapnya lalu pergi menyusul mereka.


Grizzy berjalan menelusuri lorong dengan tangan kanan yang sudah memegang sebuah pistol. Dia mencaritahu pasti dimana orang-orang itu bersembunyi. Sampai sebuah suara terdengar dari kamar sebelah kanan, Grizzy masuk dan mendapati salah seorang teman Lucas berniat menghubungi polisi. Tanpa berpikir panjang, Grizzy langsung menutup pintunya rapat-rapat lalu menembakan peluru ke arah ponsel yang sudah di letakkan di telinga, alhasil peluru menembus ponsel dan mengenai telinga teman Lucas yang langsung meninggal di tempat. Suara tembakannya tidak akan terdengar dari luar, karena kamar ini kedap suara di tambah Grizzy yang lebih dulu memasang peredam ke pistolnya. Tersisa lima orang lagi termasuk Lucas yang sudah berkeringat dingin karena ketakutan. Wajah mereka semua memucat, dan mengundang tawa untuk Grizzy. Grizzy tertawa dan semakin membuat takut mereka, terlebih satu tangan yang memegang pistol dan tangan lainnya memegang tang.


"Dovresti chiudere bene la porta in modo che le altre persone non sentano la tua voce!"


( Anda harus menutup pintu rapat-rapat agar orang lain tidak mendengar suara kalian! ), ujar Grizzy sambil berjalan menuju sofa dan duduk disana.


"Cos'hanno le tue facce?"


( Ada apa dengan wajah kalian? ), tanya Grizzy.


"Basta con tutto questo Grizelle!"


( Cukup dengan ini semua Grizelle! ), teriak Lucas.


"Vuoi che smetta?"


( Anda ingin Saya berhenti? ), tanya Grizzy sambil tersenyum tipis.


Lucas hanya menatap dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Grizzy melihat seberapa pengecutnya Lucas saat tidak berdaya di depannya. Semua tidak akan terjadi kalau saja dia tidak meremehkan perkataannya saat itu. Rasa belas kasihan tidak akan dimiliki oleh seorang Grizzy, mereka tetap harus membayar perbuatan mereka, seperti katanya sepuluh kali lipat.


"Tuttavia, mi fermerò dopo che sarete tutti morti, quindi muori!"


( Namun, aku akan berhenti setelah kalian semua mati, jadi matilah! ), ucap Grizzy sambil menodongkan pistol ke arah Lucas.


Namun, saat itu juga teman Lucas yang lain bersujud di depan Grizzy dan meminta ampun sambil menangis.


"Perdonami, Lucas mi ha costretto a farlo a Danny. Sono davvero dispiaciuto!"


( Maafkan aku, Lucas memaksaku melakukan ini pada Danny. Aku sangat menyesal! ), ujar salah seorang teman.


Grizzy terdiam lalu mendapatkan sebuah ide.


"Cosi prendi tutte le dita!Allora prendi tutte le dita!"


( Kalau begitu, ambil semua jarinya! ), ujar Grizzy sambil memberikan tang kepada orang itu.


"Che cosa?"


( Apa? ), ucap orang itu terkejut.


"Tu non vuoi? muori!"


( kau tidak ingin? Mati saja! ), ujar Grizzy lalu mengarahkan pistolnya ke dahi orang itu.


Namun, siapa sangka kalau orang itu justru mengambil tang nya lalu mulai menyerang Lucas. Dua yang lainnya pun tidak diam saja, mereka membantu menahan Lucas yang terus meronta-ronta. Lucas melawan mereka dengan memukul kepala menggunakan Vas bunga sampai pecah, orangg itu terkapar dengan kepala yang berdarah-darah. Mereka terdiam sejenak saat melihat temannya meningal lagi, kini tersisa tiga orang.


Grizzy hanya duduk santai menyaksikan tempat orang itu saling membunuh dan berhasil membunuh satu di antaranya. Satu orang yang lainnya yang merasa tidak terima dengan kematian sahabatnya pun mulai membabi buta Lucas, namun Lucas masih kuat melawan mereka. Lucas kembali membenturkan kepala orang itu ke tembok sampai tak sadarkan diri. Grizzy kini menyaksikan satu lawan satu antara Lucas dan teman yang mengkhianatinya. Meski sudah babak belur, Lucas masih belum menyerah, namun pada akhirnya temannya itu berhasil membuat Lucas kehilangan jari telunjuknya.


Lucas berteriak kesakitan, lantaran tiga jarinya dipotong begitu saja. Hanya tersisa jari kelingking di tangan kanannya saat ini, temannya masih terus menerus berusaha memotong kelingkingnya. Lucas yang kehabisan tenaga pun mulai pasrah, namun siapa sangka kalau Grizzy sudah berdiri di belakang orang itu sambil mengarahkan pistol ke kepalanya.


"Non essere stupido prendendo scorciatoie che contengono cose pericolose, a volte la morte è la scelta giusta!"


( Jangan bodoh dengan mengambil jalan pintas yang mengandung hal berbahaya, terkadang kematian adalah pilihan yang tepat! ), ujar Grizzy sebelum akhirnya menarik pelatuknya.


Lucas yang masih hidup dan menyaksikan bagaimana teman-temannya terbunuh pun marah dan meminta Grizzy untuk membunuhnya saat itu juga, namun Grizzy malah tersenyum miring mendengarnya.


"Sei un mostro! Uccidimi subito, dannazione!"


( Anda adalah monster! Bunuh Aku sekarang, sialan! ) , teriak Lucas.


"donna senza cuore! Diavolo! Le persone come te non capirebbero come si sente la pietà! dannata donna!"

__ADS_1


( wanita tak berperasaan! Setan! Orang sepertimu tidak akan mengerti seperti apa rasanya kasihan! wanita sialan! ) , makian bertubi-tubi keluar dari mulut Lucas.


Hal itu membuat Grizelle kembali mengarahkan pistolnya ke kepala Lucas. Tatapan tajamnya penuh amarah, dia memegang kuat-kuat pistolnya, rahangnya pun ikut mengeras.


"Da dove viene la compassione? Non lo avrò perché sono Grizelle Edard Viviana D'Angelo!"


( Darimana datangnya rasa belas kasihan? Aku tidak akan pernah memilikinya, karena Aku Grizelle Edard Viviana D'Angelo ), ujar Grizzy lalu kembali menembakkan pelurunya.


Grizelle juga menembak orang yang terbentur kepalanya, karena mungkin saja dia masih hidup dan akan membuka mulut. Setelah itu, Grizelle mengeluarkan pistol lain dan meletakkannya di tangan kiri Lucas. Semua orang tahu Lucas kidal, alibi yang cukup kuat untuk menetapkan Lucas sebagai tersangkanya. Setelah itu, Grizelle pergi dengan noda darah di wajahnya dan juga tangan kanannya. Darah mereka juga mengenai pistolnya, untuk menghilangkan jejak, Grizelle pergi ke toilet untuk membersihkan sepatunya. Lalu, keruang Cctv untuk menghapus rekaman yang memperlihatkan dia keluar masuk kamar tempat Lucas dan keempat temannya dibunuh.


Setelah itu, barulah dia menelepon polisi menggunakan. telepon Bar. Setelah urusannya selesai, dia pun keluar dari Bar dan mendapati Daniel dan Kenzie tengah menunggunya. Saat Grizelle mendekati mereka notif di ponselnya berbunyi, dan itu adalah Bodyguardnya yang mengirimkan foto rumah Lucas dengan kondisi terbakar.


"Stai Bene?"


( Kamu tidak apa-apa?) ,tanya Daniel.


"Si!"


( Iya), balas Grizzy lalu tersenyum.


Grizzy masuk ke dalam mobilnya lalu mulai meninggalkan area Bar. Begitu juga dengan Daniel dan Kenzie yang masih setia mengikutinya dari belakang. Namun, kali ini Grizzy tidak pergi ke rumah sakit, melainkan ke kediaman D'Angelo. Grizzy turun dari mobil lalu masuk dan di sambut ramah oleh para pelayan mansion itu.


...



( Kediaman Bos Besar D'Angelo )...


"Per favore porta due bottiglie di vino a bordo piscina, ho bisogno anche di tre bicchieri vuoti"


( Tolong bawa dua botol anggur di tepi kolam renang, saya juga butuh tiga gelas kosong ), ujar Grizzy kepada salah satu pelayan.


"Bene!"


(Baik)


Grizzy melepas mantelnya yang penuh dengan bercak darah, lalu meletakkan pistolnya di meja. Dia duduk di tepi kolam, menikmati tenangnya suasana teras di tepi Mansion. Tak lama kemudian salah seorang pelayan datang membawa anggur, belum sempat menuangkan anggur Grizzy menghentikannya.


"Lasciami! Se Daniel viene, fagli sapere che sono qui!"


(Aku saja! Jika Daniel datang, katakan padanya aku ada disini! ) , ujar Grizzy.


"Bene!"


(Baik)


"Sono un mostro?"


( Apakah aku seorang Monster? ) , tanya Grizzy yang seketika membuat keadaan canggung.


"Che dici?"


( Apa yang kamu katakan? ) , tanya Daniel.


"Li Ho Uccisi!"


( Aku membunuh mereka ) , ujar Grizzy terang-terangan.


Daniel tahu hal itu, namun dia tidak tahu harus mengatakan apalagi, begitu juga dengan Kenzie yang hanya menyimak sejak tadi. Suasana menjadi semakin canggung, tak ada yang bergeming sedikit pun. Sampai akhirnya Grizzy mengangkat gelas wine nya.


"Non dovremmo festeggiare il mio ritorno?"


( Bukankah seharusnya kita merayakan kepulanganku? ), ujar Grizzy.


"Certo!"


( Tentu saja ), Balas Daniel.


"Cheers!!" , ucap Kenzie menimpali sambil ikut mengangkat gelasnya.


Suasana masih terasa canggung dengan Grizzy yang terus menerus minum. Meski begitu, Grizzy tidak terlihat seperti seseorang yang sedang mabuk, dia terlihat biasa saja walaupun sudah minum banyak. Hening sangat lama, sampai seseorang berseru dari dalam Mansion.


" Grizelle D'Angelo ! "


Grizzy yang merasa terpanggil pun menoleh dan mendapati Pamannya tengah berjalan ke tempatnya. Grizzy beranjak lalu memeluk pamannya itu.


" Sei tornato tra meno di un mese, sembra che tu non possa starmi lontano! "


( Anda kembali dalam waktu kurang dari sebulan, sepertinya Anda tidak bisa menjauh dari saya! ) , ucap Jamarie memecahkan keheningan.


" È troppo urgente, ho risolto solo il cinquanta per cento del problema "

__ADS_1


( Ini terlalu mendesak, saya pun baru menyelesaikan lima puluh persen masalahnya ) , ujar Grizzy.


" Vuoi dire qualcosa di incompiuto? Lucas è scappato? "


( Maksudnya sesuatu yang belum selesai? Apakah Lucas melarikan diri? ) , tanya Daniel.


" No, anche chi ha infranto la sua promessa deve spiegare perché è successo "


( Tidak, bahkan mereka yang melanggar janji harus menjelaskan mengapa itu terjadi ), ucap Grizzy yang masih belum di pahami oleh Daniel.


" Pagherò le persone per farlo! "


( Saya akan membayar orang untuk melakukannya ) , ucap Jamarie melontarkan saran. Namun, Grizzy menggeleng.


" Lo risolverò da solo "


( Saya akan menyelesaikannya sendiri )


" Puoi chiedere il mio aiuto "


(Anda dapat meminta bantuan saya ), ujar Kenzie menawarkan diri.


" Certo! "


( Tentu saja! )


Grizzy memutuskan untuk bermalam di mansion nya, sedangkan Jamarie sudah kembali setelah obrolannya selesai. Daniel dan Kenzie bergantian dengan Pak Kim untuk menemani Dong Il di rumah sakit, sedangkan Pak Kim akan kembali ke Mansion untuk membantu Grizzy. Dong Il masih dalam keadaan koma, Grizzy menanggung semua biaya rumah sakit Dong Il dan meminta Pak Kim untuk merawatnya sampai dia benar-benar sembuh. Bagi Grizzy, Dong Il adalah satu-satunya teman yang mampu mengerti nya, sedangkan bagi Dong Il sendiri Grizzy adalah satu-satunya seorang teman yang menerimanya, Grizzy juga sudah menjadi bagian dari keluarganya. Tanpa Grizzy mungkin Dong Il akan tersesat dalam kejamnya kota dengan hukum yang ditegakkan masing-masing orang.


Keesokan harinya, Grizzy sudah bersiap untuk pergi ke sebuah sekolah. Sekolah yang belum lama ini ia tinggalkan, tempat dimana Dia mempercayakan keselamatan Dong Il pada seseorang. Namun, kepercayaannya dilukai begitu saja, saat teleponnya berbunyi menyerukan sebuah kabar buruk. Membawanya ke tempat dimana orang-orang yang kesakitan berkumpul. Orang itu membuat salah satu keluarganya terkapar tak berdaya dalam tempat tidur pasien. Tubuhnya di penuhi dengan alat bantu, melihatnya saja sudah sangat menyiksa.


Grizzy pergi di temani Pak Kim dan dua bodyguardnya menggunakan Vans mewah. Pakaian serba hitamnya digunakan khusus olehnya. Sesampainya di sana semua siswa yang tengah berjalan menuju gerbang sekolah tentu saja saling berbisik. Lantaran mobil yang hampir sepuluh tahun hilang itu muncul lagi, dengan plat bertuliskan ' D'Angelo '. Nama yang melegenda di kota itu, tiba-tiba muncul setelah hampir sepuluh tahun lamanya menghilang.


Namanya cukup populer karena D'Angelo dikenal sebagai mafia besar dengan hukum di kediamannya yang cukup kejam. Meskipun begitu, D'Angelo sangat di segani oleh masyarakat sekitar karena keberadaannya mampu menghapus para koruptor. Meskipun begitu cara mengadilinya cukup terbilang kejam.


Rumor nya D'Angelo akan terus menerus menyiksa korbannya sampai korbannya sendiri yang meminta untuk di bunuh. Dia tidak akan membiarkan korbannya mati dengan cepat, melainkan dia akan memainkannya selama hidupnya, jika korbannya sekarat namun belum menginginkan kematiannya, D'Angelo akan merawatnya dengan perawatan yang menjamin dia sembuh. Setelah tubuhnya benar-benar pulih D'Angelo akan mempermainkannya lagi.


Semua orang terkejut saat mengetahui siapa yang turun dari Vans itu. Jelas-jelas mereka semua mengenalnya namun bagaimana bisa dia menyembunyikan identitasnya sesempurna itu. Grizelle EVD, mereka semua mengenalnya tanpa tahu arti dibalik inisial itu. Jadi secara tidak langsung mereka tidak menyadarinya kalau Grizzy adalah orang yang cukup berpengaruh dalam lingkungannya. Dia berjalan di ikuti sekretaris dan dua bodyguardnya. Jalannya yang angkuh menelusuri lorong sekolah membuat orang yang dicarinya berusaha bersembunyi namun tidak sempat karena ternyata Grizzy sudah sampai di depan pintunya.


" Parliamo Dentro! "


( Mari kita berbicara di dalam ) , ujar Grizzy membuat kepala sekolah itu mengambil langkah mundur mengantarnya kembali ke tempat duduknya.


Namun, tempat duduk itu di ambil alih oleh Grizzy. Dengan santainya Grizzy duduk di kursi kepala sekolah, dan membiarkan kepala sekolah itu berdiri layaknya pelayan di Mansion nya. Kepala sekolah saja tidak membuatnya tunduk, dia bahkan jauh lebih berani daripada sebelumnya.


" Che tipo di persona merita rispetto? "


(Orang seperti apa yang pantas dihormati? ), ujar Grizzy.


Grizzy melirik ke arah Kepala Sekolah yang terdiam membisu. Dia tersenyum tipis.


" Immagino che ricordi ancora cosa ho detto allora? Giusto? "


( Saya kira Anda masih ingat apa yang saya katakan saat itu? Benarkan ? ), sambung Grizzy.


" Gi- Giusto! "


( Benar ).


" Allora come puoi mostrare il peggio? Mi sottovaluti?! "


( Jadi bagaimana Anda bisa menunjukkan yang terburuk? Anda meremehkan saya ?! ) , tanya Grizzy dengan nada tinggi.


" Perdonami! "


( Maafkan Saya! ) ,ucap Kepala Sekolah kepalang takut.


" Sai? I cinque stupidi umani sono morti invano per mano mia? "


( Anda Tahu? Kelima manusia bodoh itu mati sia-sia ditangan Saya? ) , ucap Grizzy sambil mengeluarkan pistolnya.


Kepala sekolah itu membulatkan matanya sempurna, rasa takut itu membuat jantungnya berdegup kencang. Grizzy meletakkan pistolnya diatas meja.


" Fai qualcosa per me! Se non vuoi avere la loro stessa sorte! "


( Lakukan sesuatu untukku! Jika tidak mau bernasib sama seperti mereka! ), tawar Grizzy.


" Farò Come Mi È Stato Detto! "


( Saya akan melakukan apa yang di perintahkan ), balas Kepala Sekolah tanpa ragu.


Grizzy menunjukkan senyuman misteriusnya yang membuat Kepala Sekolah itu semakin merasa takut.

__ADS_1


__ADS_2