
Setelah mendengar apa yang ingin ia dengar, Grizzy pun menenangkan Junghyun dan mulai menyusun rencana yang hanya di ketahui oleh mereka berdua.
" Hanya ada satu cara dan kau harus benar-benar membantuku! ", ujar Grizzy.
" Katakan apa itu? Aku pasti akan membantumu demi ayah! ", jawab Junghyun tegas.
" Mari cari dokumen kepemilikan mansion itu! Setelah mendapatkannya, aku akan memanipulasinya dan kau harus meminta tanda tangan ayah! ", ujar Grizzy.
" Itu saja? ",tanya Junghyun.
" Tentu saja tidak, aku akan membuat kakakku mengambil alih mansion nya, dengan begitu Kakak akan berhenti memburu dan ayah akan selamat! Namun, kita harus hati-hati melakukannya, ayah tidak boleh tahu karena kemungkinan besar dia berhubungan dekat dalang di balik pembantaian itu! Kita harus tetap berhati-hati dengan ayah! ", pungkas Grizzy.
" Mari lakukan ini se rapih mungkin! Jika itu benar, ayah pasti tidak akan melepaskan mansion itu dengan mudah! ", ujar Junghyun yang mulai sedikit mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran Grizzy.
****
" Nona, Tuan, kenapa tidur di luar?? nanti masuk angin!! ", teriak bibi Oh di depan pintu.
Grizzy dan Junghyun pun bangkit, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Bibi Oh ikut masuk dan menutup pintu. Grizzy dan Junghyun kembali ke kamarnya masing-masing, di dalam kamar Grizzy, Grizzy mulai menelepon Pak Kim untuk menanyakan apa yang Dongil dan Taehyung dapat.
Namun, sebelum itu, dia memeriksa kembali area kamarnya karena mungkin saja masih ada pengintai di dalamnya. Tetapi, lagi-lagi nihil, tidak ada yang mencurigakan disini. Grizzy pun lanjut menelepon Pak Kim.
" Halo, Nona? "
" Com'è il risultato? Danny sa già chi ha incontrato Sung. Em, signor Lee? "
( Bagaimana hasilnya? Danny sudah tahu siapa yang di temui oleh Sung.. Em, Tuan Lee ? ) , tanya Grizzy tanpa basa-basi lagi.
" Maaf Nona, namun Danny tidak melihat wajah orang itu, tetapi ada kemungkinan dia adalah orang yang sama dengan orang yang di temui Gongyoo hari itu! ", jawab Pak Kim.
" Stupido! È così difficile vedere la sua faccia!! Inutile!!! Dì a Taehyung e Kenzio di trovare l'identità di quella persona!! Trova le sue gambe e braccia se necessario!! Non lo voglio sapere, ci deve essere un risultato o io stesso prenderò una strada spericolata!! "
( Bodoh! Apakah begitu sulit untuk melihat wajahnya!! Tidak berguna!!! Suruh Taehyung dan Kenzio cari identitas orang itu!! Cari kaki dan tangannya kalau perlu!! Aku tidak mau tahu, harus ada hasil atau aku sendiri akan ambil cara nekat!! ), tekan Grizzy.
" Baik, Nona. Ku pastikan mereka tidak akan beristirahat sebelum menemukan datanya! ", Ujar Pak Kim mencoba menenangkan Grizzy.
Grizzy membanting ponselnya, merasa sangat frustasi karena tidak melihat kemajuan. Ini sama halnya dengan bekerja dua kali, alih-alih menuntaskan dendamnya dengan cepat dia semakin membuang-buang waktu. Dia memerlukan orang yang bisa cepat namun rapih, misinya jelas bukan untuk orang berleha-leha dan mengandalkan lain waktu untuk menyelesaikan nya. Bagaimanapun juga, Grizzy punya batas waktu tersendiri, ada saatnya dia harus meninggalkan negara ini, dia ingin pergi setelah menyelesaikan para bedebah itu, namun orang-orangnya tidak selalu dapat membantunya. Hal itu seolah membuatnya kehabisan waktu perlahan.
Malam semakin larut, Grizzy benar-benar lelah dan butuh istirahat untuk menyiapkan dirinya. Masih ada beberapa pihak yang harus di selesaikan, dah hal itu harus di selesaikn secepat mungkin. Rencananya pagi tadi cukup memuaskan meskipun masalah Sunkyuu belum sepenuhnya bisa di kendalikan, setidaknya Grizzy mendapat petunjuk kalau Sungkyuu msih berhubungan dekat dengan Hwang.
Pagi tadi, Grizzy dan Taehyung bergerak lebih dulu untuk menyelesaikan putri Hong, yakni Hong Jieun. Saat Grizzy pergi ke kelas lebih dulu, Taehyung diam-diam memasang bom di bawah mobil Jieun. Bom itu ada di bawah kendali Grizzy, karena Grizzy memiliki remote yang terhubung dengan bom itu. Bom itu hanya punya waktu limadetik setelah tombolnya di tekan. Mobil Jieun meledak setelah keluar beberapa kilometer dari area sekolah, namun ledakannya tetap membuat gedung sekolah bergetar. Setelah menyelesaikan anaknya, Grizzy bergegas untuk peri menyelasaikan Ayah Jieun.
Singkat cerita, di dalam pengadilan, Grizzy membayar seseorang dengan bantuan Taehan untuk datang sebagai saksi dan membebaskan Hong saat itu juga. Grizzy membuat alibi yang meyakinkan, hingga dia membutuhkan orang lain untuk menjadi saksi kedua. Yang mana mereka akan mengatakan kalau mereka melihat sosok perempuan berpakaian seperti Detektif membunuh Asisten Minseok dan menembaki para bawahan Hong yang memang datang setelah asisten minseok menelepon dan meminta tolong. Mereka juga memberikan alasan kalau mereka sangat takut hingga tidak langsung melarikan diri.
Kesaksian mereka di terima dan Hong dapat di bebaskan namun tetap dalam pengawasan hukum. Meskipun begitu setidaknya Hong dapat keluar dan Grizzy dapat membidiknya. Selain itu, para bodyguard yang menjemput Hong sebenarnya adalah anak buah Grizzy karena kabar ini sudah di manipulasi dan membuat pihak Hong tidak ada satu pun yang hadir ke persidangan.
Hong selesai dan meninggal di tempat, begitu juga dengan Jieun meskipun mayatnya baru di konfirmasi pagi ini. Grizzy sangat yakin tubuhnya sudah tak terbentuk lagi, hukuman itu cukup untuk orang yang berani merendahkannya bahkan meletakkan tangan kotornya di hadapan wajah Grizzy.
Grizzy terlepas dari pengawasan badan intelijen, namun dia harus lebih berhati-hati menjalankan misinya, karena mungkinn banyak mata-mata yang mengintai yang tengah memburu terduga teror!s.
Keesokan harinya, Grizzy bangun dan turun untuk sarapan. Kali ini lengkap, ada dirinya dan juga Junghyun. Sungkyuu masih bersikap normal begitu juga Junghyun, mereka semua terlihat seolah sedang baik-baik saja, tidak terlihat seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu atau menjalankan misi. Tetap, Grizzy tidak heran dengan Sungkyuu, karena bagaimanapun juga dialah yang paling pandai menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
" Ada kegiatan apa hari ini? ", tanya Sungkyuu.
" Aku akan pergi kencan! ", ujar Grizzy.
" Kemana? ", tanya Junghyun.
" Itu bukan urusanmu! ", balas Grizzy acuh.
" Goeun akan datang! ", ucap Junghyun.
" Benarkah? Kalau begitu aku akan membawa Taehyung juga kesini! ", sahut Grizzy.
" Eh, anak ayah sudah punya kekasih semua?", Tanya Sungkyuu.
Junghyun hanya tersenyum hambar.
" Ayah tidak akan melarang kalian berpacaran, namun kalian harus tetap menjaga diri kalian dan jangan sampai melewati batas! Ingat, diri kalian berharga, jangan membuatku gagal menjadi sosok ayah hanya karena kalian tidak bisa mengendalikan pergaulan kalian! ", nasihat Sungkyuu panjang lebar.
Hal itu membuat Grizzy tersentuh, Grizzy terdiam mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Sungkyuu. Dia merasa seolah sedang mendengarkan ayahnya bicara. Sungkyuu beranjak lalu pamit dan berangkat kerja, sedangkan Junghyun dan Grizzy masih duduk di tempatnya. Junghyun yang masih menyelesaikan sarapannya dan Grizzy yang perlahan meneteskan air mata yang sejak tadi ia tahan.
" Gina? Kau tidak apa-apa? ", tanya Junghyun.
" Bagaimana? Bagaimana kalau ternyata ayahmu lah yang membunuh ayahku? Bagaimana jika akhirnya itu adalah sebuah kenyataan? Bagaimana aku menghadapinya? Bagaimana???", Tanya Grizzy sambil menekan kata-katanya.
Dia beranjak dan pergi ke kamarnya meninggalkan Junghyun yang masih tersentak dengan perkataan Grizzy.
" Itu tidak mungkin kan? Ayah tidak mungkin membunuh kan? ", tanya Junghyun kepada dirinya sendiri.
Disisi lain, Grizzy sudah bersiap untuk pergi menemui Pak Kim dan yang lainnya. Karena dirinya tidak membawa mobil, maka Taehyung menjemputnya ke rumah. Terlihat bibi Oh tengah membereskan meja makan, sedangkan keberadaan Junghyun tidak di ketahui oleh Grizzy.
Grizzy turun dan langsung pergi keluar karena Taehyung sudah menunggunya. Grizzy sempat merasa curiga karena bibi Oh memperhatikan langkahnya sejak menuruni tangga, dia khawatir kalau bibi Oh adalah mata-mata Sungkyuu, tidak ada yang tidak mungkin, Grizzy hanya perlu mengawasi dan berhati-hati dengan tindakannya selama berada di rumah itu.
" Mood mu sedang tidak baik? ", tanya Taehyung yang sedaritadi melihat Grizzy diam.
" Entahlah, aku sangat emosional, aku sangat benci namun orang itu berusaha meluluhkan aku! ", ujar Grizzy yang nampak kesal.
" Siapa? ", tanya Taehyung.
" Lee Jungkyuu! ", balas Grizzy judes.
" Maafkan aku sayang, kau juga pasti kesal karena informasi yang aku dan Dongil dapat tidak memuaskan! ", ucap Taehyung yang juga merasa bersalah.
" Aku tidak mau pilih kasih, aku juga akan menghukummu setelah ini selesai, maka bersiap saja! ", balas Grizzy.
" Kau menakuti ku! ", pungkas Taehyung.
Grizzy hanya tersenyum tipis.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Mansion Lee, mereka pun sampai. Grizzy dan Taehyung menemui yang lainnya sdi ruang tengah, kali ini tidak ada Dongil. Minseok pergi menemui Sungkyuu dengan di asisteni Kangsoo dan juga Dongil yang mengawasi Minseok. Kenzio tengah memantau lewat kamera yang terpasang di jam tangan Kangsoo dan juga di mobil.
" Sungkyuu mengawasi ruangan ku! Namun aku sudah membereskannya, untuk saat ini mai selesaikan Hwang terlebih dahulu! Aku akan menahan Sungkyuu sampai aku bisa mendapatkan kembali Mansion ku, bagaimanapun juga makam ayah ibuku ada di sana! ", ujar Grizzy
__ADS_1
" Ayahku sedang dalam perjalanan kemari! ", ujar Taehyung.
" Bagus! Kita akan membuka semua topeng Hwang dan membuka motif pembantaian nya, bagaimana pun juga aku harus tahu alasan mereka membunuh orang tuaku! ", ujar Grizzy.
" Semuanya akan segera berakhir, tenanglah Grizzy, kita akan menyelesaikannya bersama-sama! ", gumam Daniel.
Grizzy tersenyum mendengar hal itu, sekilas dia menjadi khawatir dan merasa bersalah karena banyak melibatkan orang-orang yang tidak bersalah ke dalam masalahnya, Grizzy tidak tahu bahaya apa yang akan menghampiri mereka nantinya.
Setelah beberapa saat berbincang, Taehan pun datang membawa data keluarga Hwang, yang mana salah satunya membuat Grizzydan Taehyung sangat terkejut.
" Ini adalah data keluarga Hwang, dia memiliki dua orang putra yang bernama Hwang Ryeong dan Hwang Ryeon! ", ujar Taehan.
Grizzy dan Taehyung menatap tidak percaya ke arah data yang sama.
" Jadi, Hwang Ryeon adalah..
Ucapan Grizzy terhenti, dia masih begitu tidak percaya dengan kenyataan saat ini. Pasalnya semua orang yang bersangkutan dengan masalah ini tak lain adalah orang yang jelas-jelas dia kenal dan bahkan hampir berhubungan dekat dengannya. Dia tidak heran jika Jieun adalah anak Hong karena dari awal dia di pertemukan dengan Jieun pun untuk menjadi lawan, jadi membunuhnya sebagai anak dari salah satu pembunuh orang tuanya tentu bukan hal yang sulit untuk di lakukan seorang Grizzy. Hanya saja hal ini lebih mengejutkannya lagi, bahkan Taehyung sendiri tidak pernah menyangka nya.
" Namun, bagaimana Hwang Ryeon adalah dia? " , Tanya Grizzy yang masih belum percaya.
" Apa kau mengenalnya? ", Tanya Taehan.
" Ini pasti ada kesalahan! Hwang Ryeon tidak mungkin dia adalah Na Yeon!! ", Tanya Grizzy sekali lagi, kali ini nadanya terdengar tidak terima.
" Na Yeon? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu ", ujar Taehan sambil kembali mengingat-ingat dimana dia mendengarnya.
" Dia adalah orang yang pernah aku ceritakan ayah! ", Ujar Taehyung membantu mengingatkan ayahnya.
" Ah benar, dia seorang sahabat yang pernah kau ceritakan kepadaku! ", balas Taehan.
Seketika wajah Taehyung berubah menjadi masam, tanpa alasan kebenciannya kembali muncul di lubuk hatinya.
" Katakan kepadaku! Data ini pasti salah, dia bukan Na Yeon bukan!! Tolong cek lagi!! ", pinta Grizzy.
" Nona, data ini tidak mungkin salah, Hwang Ryeong dan Hwang Ryeon adalah kakak adik, mereka adalah dua orang putra dari Hwang! ", ujar Taehan sambil coba menenangkan Grizzy.
" Jadi, Na Yeon juga termasuk ke dalam targetku? Bagaimana mungkin? ", ucap Grizzy lirih.
" Jadi, apa kau mau membuat pengecualian untuknya? ", tanya Daniel.
Grizzy terdiam, jika diingat-ingat sosok Na Yeon adalah teman laki-laki yang lembut dan perhatian,dia tak terlihat seperti seorang perundung yang hobi menggertak bahkan matanya menunjukkan kalau dia sangat kesepian dan tertekan oleh sesuatu yang tidak di ketahui orang lain. Grizzy sudah beberapakali melakukan kontak mata dengan Yeon, dia sangat yakin Yeon tidak seperti ayahnya.
" Tentu saja tidak, aku akan membuatnya memilih sendiri hidup atau mati! ", jawab Grizzy pada akhirnya.
Semua orang tahu Grizzy adalah penyusun rencana yang cepat namun teliti dan waspada, dia selalu menyertakan jalan keluar atau rencana cadangan jika sewaktu-waktu misinya cacat dan mendapat kemungkinan untuk gagal. Dia selalu berhati-hati dalam menyusun strateginya, tidak mengherankan jika selama ini tindakannya belum pernah bocor atau membuat namanya terseret ke jalur hukum.
Dengan kata lain, semua permainannya sangat bersih dan juga memuaskan. Namun, untuk kali ini, saat dia di hadapi dengan kenyataan yang membuka topeng targetnya yang memperlihatkan sosok temannya. Keraguannya perlahan muncul, namun dia tetap berusaha yakin kalau dia bisa melewatinya.
" Tinggalkan aku sendiri, biarkan aku memikirkan misi ini matang-matang, aku tidak ingin ditemani atau diikuti siapapun! Jika bosan hidup boleh mencobanya! ", ujar Grizzy dingin lalu pergi meninggalkan mansion membawa mobil mewahnya.
Taehan juga pamit pulang, dia sempat mengajak Taehyung namun Taehyung menolak dan akan tetap tinggal. Mengetahui ayah kandungnya juga disini, Taehan pun tidak berani memaksa. Dokter Hansik pun masih tinggal di sana untuk berjaga-jaga dan untuk menjadi dokter pribadi Grizzy.
__ADS_1