Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Nuova Missione


__ADS_3

Grizzy keluar dari ruangan itu sambil tersenyum puas, lalu dia kembali menelusuri lorong menuju jalan keluar. Tatapannya berubah datar mengarah ke depan, senyumannya tak lagi terlukis di wajahnya. Para siswa yang berkerumun tak lagi berani menatap ke arahnya. Sifat angkuh Grizzy memang sudah melekat kuat dalam dirinya, wajah tegas dan tatapan tajam selalu mendominasi ekspresinya.


Rumor tentang identitasnya sebagai seorang Mafia sudah terbukti, Grizzy hanya perlu mengalihkan perhatian mereka dengan caranya sendiri. Sejauh ini, kabar orangtuanya yang sudah meninggal belum di ketahui siapapun. Bahkan, orang-orang Mansion pun tidak mengetahui hal yang sebenarnya. Hal itu membuat Grizzy menemukan ide baru.


Seoul, Korea Selatan.



Disisi lain, Taehyung masih menggali informasi tentang Grizzy di samping pekerjaannya yang mengharuskan dia mengawasi cctv yang dipasangnya di area sekitar Mansion beberapa waktu lalu. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda keluar masuk kendaraan, hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang.


" Dia benar-benar berniat menutupi identitasnya! ", gumam Taehyung yang hampir menyerah mencari tahu identitas asli Grizzy.


Namun, sesaat dia mengingat sesuatu, yang membuat tangannya kembali mengotak-atik setiap huruf di keyboardnya.


" Identitasnya jelas palsu, silahkan menutupinya sebisa mungkin, aku akan tetap mencari tahu siapa kau sebenarnya! ", ujar Taehyung sambil mengetikkan sebuah nama disana.


Namun, usahanya tetap sia-sia, mencari tahu tentang D'angelo pun sangat sulit. Dia tidak menemukan apapun, Taehyung pun menyerah, dia menyandarkan bahunya di kursi. Dia tidak pernah mengalami kesulitan seperti ini saat sedang mencaritahu identitas seseorang. Hal ini menjadi yang pertama yang membuatnya frustasi karena tak kunjung menemukan klu. Padahal dia hanya sekedar mencaritahu tentang ayah nya, dia tidak akan menerima fakta kalau ayahnya sudah meninggal sebelum dia sendiri melihat mayat ayahnya.


Taehyung bangun dari duduknya lalu mengambil sebuah kardus berisi barang-barang milik ayahnya. Kardus itu sudah tersimpan lama dalam gudang hingga membuatnya terlalu berdebu. Taehyung pun sampai harus bersin berkali-kali saat membongkarnya. Dia melihat sebuah buku harian ayahnya lalu membuka album fotonya bersama sang ayah saat dia masih kecil dulu. Namun, ternyata ada satu album lagi yang belum pernah Taehyung lihat sebelumnya. Dia membuka halaman awal dan melihat kejutan disana, Famiglia D'Angelo menjadi pembuka yang membuat mata Taehyung berbinar. Taehyung membuka setiap halaman yang berisi foto keluarga D'Angelo, mulai dari Tuan Besar, Nyonya Besar, Tuan dan Nona Muda D'Angelo.


" Dia memiliki dua anak ternyata! ", gumam Taehyung.


Lalu, Dia mulai membuka lagi dan melihat foto ayahnya bersama kedua anak itu. Dia melihat kedekatan Ayah dan anak perempuan bosnya. Kedekatan itu terlihat hangat dan mengakibatkan sedikit percikan cemburu di hati Taehyung. Taehyung terus melihatnya sampai tiba di halaman terakhir, dimana disana tertulis nama-nama keluarga D'Angelo.


" Edard Lesham, Yoora Lee, Daniel Lesham, Grizelle Edard Viviana? Semuanya bermarga D'Angelo, apakah ibunya warga negara Korea, dilihat dari wajah dan namanya sepertinya iya, Grizelle pun cantik seperti ibunya, dia sekarang pasti sangat cantik, dia jelas-jelas seumuran denganku! ", ujar Taehyung berbicara dengan dirinya sendiri.


" Namun, kemana perginya keluarga itu, kenapa hanya mayat para pelayan, mayat ayahku pun tidak ada saat itu, mungkinkah mereka kabur dan membawa ayahku? Aish menyebalkan sekali!! ", gerutu Taehyung kesal sambil membereskan kembali isi kardus itu.


Keesokan harinya, disekolah masih tampak seperti biasanya. Na Yeon sampai di sekolah dan di sambut oleh Jieun, Dia dengan berani merangkul lengan Yeon namun segera di tepis oleh Yeon.


" Enyahlah! ", ucap Yeon dingin lalu langsung pergi.


" Apa yang dia katakan? ", tanya Jieun tidak percaya.


" Sejak kapan dia menjadi sangat dingin? ", ujar salah satu teman Jieun.


" Kejamnya! ", ucap teman yang lain menimpali.


Na yeon berjalan menelusuri lorong lalu sebuah tangan tiba-tiba merangkul pundaknya. Yeon tidak merasa terusik dan membiarkan orang itu terus merangkulnya.


" Kau datang lebih awal! " ,ujar Yeon.


" Itu pertanyaan atau sebuah pujian! ", jawab Dooshik.


" Aku lapar! ", balas Yeon keluar topik.


Dia pun berbelok menuju kantin, Dooshik masih setia menemaninya sarapan. Sampai seseorang menampakan dirinya melewati Yeon yang membuat Yeon hilang selera. Dia menatap sinis lalu beranjak dari duduknya.


" Kau mau kemana? ", tanya Dooshik lalu mengikuti arah pandang Yeon.


" Ke kelas! ", ujar Yeon lalu meninggalkan Dooshik disana.


" Taehyung rupanya, sampai kapan kalian begini? ", tanya Dooshik entah pada siapa lalu bergegas menyusul Yeon.


Sesampainya di kelas, Yeon sempat mampir ke meja Minjeong untuk bertanya soal Grizzy namun Minjeong bilang Dia belum mendapat balasan dari Grizzy dua hari ini. Tak lama setelah itu, Junghyun datang, kali ini Dia sendirian.


" Siapa ketua kelasnya? ", tanya Junghyun sedikit berteriak.


Yeon pun mengangkat tangannya, tidak seperti biasanya yang selalu menghampiri lebih dulu. Kini dia menunggu orang itu datang sendiri kepadanya. Junghyun memberikan sebuah surat kepada Yeon, dia pun menerimanya.


" Apa ini? ", tanya Yeon.


" Surat Izin milik Lee Gina, ku harap kau mau memakluminya ketidakhadirannya belakangan ini! ", jawab Junghyun yang tidak biasanya berbicara santai.


" Kemana dia? ", tanya Yeon lagi.


" Haruskah aku menjawabnya? ", kali ini sikap dingin Junghyun keluar.


Junghyun langsung meninggalkan kelas begitu menjawab pertanyaan Yeon. Yeon yang masih penasaran dengan alasan Grizzy di sisi lain Dia takut kalau ternyata Jieun yang membuatnya enggan masuk sekolah. Sepulang sekolah, Yeon berpapasan dengan Taehyung di lorong sekolah. Pandangan mereka sempat bertemu namun Taehyung bersikap acuh tak acuh kepada Yeon.

__ADS_1


Yeon lagi-lagi mendapatkan telfon dari Paman Joo, sekretaris ayahnya. Entah kenapa belakangan ini ayahnya selalu melibatkannya dalam masalah yang ayahnya buat.


Disisi lain, Taehyung pergi ke sebuah bangunan kosong yang mana ia jadikan tempat tongkrongan untuk para teman-temannya. Kedatangannya tentu saja di sambut oleh beberapa orang yang sudah menunggunya disana.


" Ini dia, kemana saja kau Pak ketua? ", tanya Hyunjo.


" Aku sibuk! ", balas Taehyung singkat.


" Apa yang membuatmu sibuk sampai kau melupakan kami semua? ", tanya Hyunjo sambil menyeringai.


" Apa dia cantik? ", tanya Dongyeo.


" Sangat, Dia lebih cantik dari yang kau bayangkan! ",jawab Taehyung.


" Waah benar-benar tidak dapat di percaya! Diana kau mendapatkannya? ", tanya Dongyeo.


" Kau pikir aku mendapatkannya dengan mudah? Bersiaplah! Aku akan mentraktir kalian semua makan malam! ", ujar Taehyung.


" Benarkah? Apa ada bir? ", tanya Hyunjo tidak sabaran.


Tanpa sepengetahuan orang lain, Taehyung diam-diam mendirikan sebuah gengmotor yang terkenal dengan sebutan Demonstreet. Berawal dari Taehyung yang terlibat perkelahian dengan gangster lain demi menyelamatkan Hyunjo dan Dongyeo yang saat itu belum dikenalnya, lalu kemenangannya membuat Hyunjo menawar kan Taehyung untuk bergabung dengan mereka dan mereka akan menjadikan Taehyung ketuanya. Awalnya Taehyung sempat menolak, namun karena dia merasa bosan seorang diri dan hampir tidak memiliki teman akhirnya Taehyung menyetujuinya dan mengganti namanya dari Midnight God menjadi Demonstreet.


Saat sedang menikmati makan malam bersama teman-temannya. Panggilan internasional masuk ke ponselnya, dengan segera dia pun menjawabnya.


" Halo! "


" Kim Taehyung, bisakah aku meminta bantuanmu? ", suara seorang gadis yang tentu ia kenal.


" Lee Gina? Tentu! ", jawabnya tanpa ragu.


Setelah mendapatkan perintah dari Grizzy, Taehyung pun beranjak. Dia juga meminta Hyunjo dan Dongyeo ikut bersamanya. Kedua temannya itu mengiyakan dan pergi mengendarai motornya masing-masing. Taehyung membawa mereka ke jalan yang menuju mansion, lalu membagi tugas untuk mengambil kamera keamanan yang di pasang Taehyung beberapa hari yang lalu. Taehyung tidak tahu apa yang di pikirkan Grizzy sampai menyuruhnya mengambil kembali kamera cctv itu. Setelah mendapatkannya, setelah itu Grizzy memintanya untuk memberikan kamera itu kepada Junghyun. Di tengah perjalanan Taehyung menyuruh kedua temannya itu pulang sedangkan dia sendiri akan pergi ke rumah Junghyun.


Sesampainya di kediaman Lee, rupanya Junghyun juga baru tiba di rumahnya. Dia turun lalu menghampiri Taehyung yang berdiri di depan rumahnya.


" Midnight God? Kau benar-benar ketua gengmotor itu? ", ujar Junghyun tiba-tiba.


" Dua orang itu jelas-jelas tangan dan kaki ketua geng Midnight God, yaitu kamu, benar bukan? ", ujar Junghyun lagi.


" Midnight God? Ku rasa kau salah, jika kau membayar informan untuk ini pastikan keselamatannya agar bisa terus memberikanmu informasi, namun jika kau sendiri yang mencari tahu, maka perhatikan keselamatanmu! ", ujar Taehyung yang malah membalikkan keadaan membuat Junghyun terdiam.


Taehyung memberikan kamera cctv itu kepada Junghyun, butuh sedikit waktu untuk Junghyun menerimanya. Terlihat jelas kalau Junghyun tidak mengetahui hal ini, itu artinya Grizzy tidak memberitahu apa-apa kepada Junghyun. Setelah urusannya selesai Taehyung pun pergi dari mansion itu. Sesampainya di rumah, Taehyung tidak menyadari kalau Ayahnya pulang hari ini, ternyata dia menunggu Taehyung di ruang tamu. Taehyung tentu saja terkejut karena ayahnya tidak mengatakan kalau dia akan pulang.


" Kau pulang sangat larut? ", tanya Taehan begitu Taehyun memasuki rumah.


" Ayah? Ah begini Temanku mengadakan makan malam di luar setelah latihan basket ", jawab Taehyung sedikit ragu namun langsung di percaya oleh Taehan.


" Besok pulanglah lebih awal! ", ujar Taehan.


Taehyung seketika sadar saat mengingat tanggalnya.


" Tentu saja, besok satu tahun ibu pergi! Aku akan langsung pulang! ", ujar Taehyung.


" Kalau begitu beristirahatlah! "


Taehyung pun mengangguk, lalu pergi ke kamarnya.


Sisilia, Italia.



Grizzy kembali ke rumah sakit untuk menemui Dong Il, dia masih belum sadarkan diri. Pak Kim pun senantiasa berada di sampingnya, Grizzy menghampirinya Pak Kim lalu berdiri di sampingnya.


" Aku melihatnya seperti melihat putraku sendiri! ", ujar Pak Kim tiba-tiba.


" Benar, kau memiliki seorang putra, dia pasti sudah lebih tinggi dariku, dimana dia? ", tanya Grizzy namun dia hanya melihat raut wajah sendu Pak Kim.


" Jangan katakan kepadaku kalau kau tidak menghubunginya selama ini! ", tanya Grizzy lagi.


" Signor Kim! "

__ADS_1


( Tuan Kim! ),panggil Grizzy.


" Esatto, ho perso i contatti con lui per tutto questo tempo e non sono riuscito a trovarlo! "


( Itu benar, aku sudah tidak berhubungan dengannya selama ini dan tidak bisa menemukannya ), ujar Pak Kim dengan rasa bersalahnya.


" è difficile chiedere il mio aiuto? "


( Apakah sulit meminta bantuan saya? ), tanya Grizzy.


" Tidak Nona! ",


" Katakan siapa namanya, tunjukan juga alamatmu! Aku akan mencarinya begitu tiba di Korea! ", ujar Grizzy.



Pak Kim tentu saja sangat berterimakasih kepada Grizzy. Dia bersedia dengan senang hati membantu mencari anaknya. Ditengah kegembiraan hati Pak Kim, perlahan Dong Il menggerakkan jarinya. Dia membuka matanya pelan-pelan dan mulai melihat langit-langit. Grizzy yang sadar pun langsung meminta Pak Kim memanggilkan dokter.


" Danny?? Sono qui, senti ancora dolore? "


( Danny, Aku disini, apa kau masih merasa sakit? ), tanya Grizzy tak bisa menahan rasa senangnya.


" Griz.. zy ? ", ucap Dong Il lirih.


Dokter pun datang dan memeriksa kondisi Dong Il yang semakin membaik. Namun, dokter meminta agar mereka tidak membahas hal yang berat yang dapat mempengaruhi fikiran Dong Il, karena Dong Il masih dalam pemulihan dari trauma yang di alaminya. Setelah memeriksa perkembangan Dong Il dokter itupun pergi.


" Danny, kau bisa mendengarku bukan? Dengarkan aku baik-baik, Aku akan kembali ke Korea lagi, aku harap bisa lebih lama berada disisimu, namun aku tidak bisa melakukan itu! Jadi, segeralah sembuh dan susul aku ke Korea, dengarkan perkataan dokter, aku juga akan membayar suster untuk merawatmu sampai sembuh! Kau mengerti maksudku kan? ", jelas Grizzy panjang lebar.


" Aku akan segera sembuh, aku akan membayar kebaikanmu, sungguh! Abbi cura di te fino al mio arrivo! " ( Jaga dirimu sampai aku tiba! ), ujar Dong Il lirih.


" Si!"


( Iya), balas Grizzy.


" Jaga dia untukku! " , ujar Grizzy pada Pak Kim.


" Bene! "


( Baik )


Grizzy pun pergi meninggalkan ruangan, setidaknya dia sempat berbicara dengan Dong Il sebelum kembali ke Korea. Dia sudah memutuskan untuk menghentikan kontraknya dengan Taehyung begitu juga dengan keluarga Lee. Setelah ia tahu sedikit informasi kalau lawannya tidak semudah yang ia bayangkan. Rencana balas dendamnya bisa mengancam nyawa orang-orang terdekatnya, dia tidak bisa mengorbankan keluarga angkat dan juga temannya itu. Mereka cukup membantu sampai hari ini saja, selebihnya Grizzy akan menggunakan dirinya sendiri untuk memancing dalang itu keluar.


Grizzy tidak kembali sendirian, melainkan ada Kenzio dan Daniel yang akan ikut bersamanya. Grizzy meminta Kenzio untuk membantu menemukan pelakunya satu persatu, sedangkan Grizzy dan Daniel aku membersihkan sisanya. Daniel sudah mengetahui kalau Grizzy menggantikan posisi ayahnya, namun dia tidak marah dan bahkan merasa senang kalau adiknya bisa membuat nama D'Angelo kembali terdengar setelah bertahun-tahun menghilang. Sedangkan Kenzio, akan memulai kembali perannya sebagai tangan kiri Grizzy. Kali ini dia harus lebih ekstra hati-hati karena menjalankan misinya di negeri orang yang bisa dibilang pengawasannya cukup ketat.


Mereka berangkat menggunakan private jet milik D'Angelo, mereka juga membayar pihak bandara untuk membungkam kedatangan mereka agar tidak di dengar juga oleh target.


Seoul, Korea Selatan.



Sesampainya di bandara, mereka bertiga di kawal oleh dua bodyguard sampai masuk kedalam vans mewah. Setelah itu dua bodyguardnya kembali masuk untuk pulang ke Italia. Kali ini Grizzy tidak pulang ke kediaman Lee melainkan akan tinggal di sebuah apartemen mewah yang tidak jauh dari sekolahnya. Mereka memutuskan untuk istirahat dalam sisa waktu sebelum pagi tiba. Hanya tinggal tiga jam untuk kembali membuka mata, Grizzy pun langsung terlelap begitu sampai di tempat tidurnya. Semua ini sudah di bicarakan dengan Jamarie di teras belakang mansion tempo lalu, Jamarie juga yang sudah mengatur semuanya sehingga mereka bisa langsung menempati.


Keesokan harinya, Grizzy bangun tepat waktu meski tidur beberapa jam saja. Namun, dia sengaja tidak membawa mobilnya karena jarak sekolahnya tidak terlalu jauh, dia memutuskan untuk mengunakan bus seperti anak sekolah pada umumnya. Ini kali pertamanya, bahkan dia masih belum mengerti bus mana yang harus di naikinya untuk sampai ke sekolah. Namun, di tengah kebingungannya sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Kaca nya turun perlahan dan memperlihatkan pengemudinya. Na Yeon.


" Masuklah! ", ucap Na Yeon sedikit berteriak.


Tanpa berfikir dua kali Grizzy pun masuk. Yeon menatap Grizzy sejenak sebelum menggeluarkan senyum tipisnya lalu melaju menuju sekolah.


" Kau izin selama hampir seminggu? ", ujar Yeon membuka pembicaraan.


" Saudaraku sakit, dia orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku, aku tidak bisa meninggalkannya! ", jawab Grizzy sedikit berbohong.


" Waah perhatian juga ya? ",puji Yeon.


Sesampainya di sekolah, saat Yeon keluar dari mobilnya. Jieun datang dan langsung merangkul lengannya. Namun, Yeon menepisnya saat itu juga, Jieun yang tadinya senang menjadi menatap tidak suka ke arah Yeon. Disaat yang bersamaan, Grizzy keluar dari mobil Yeon membuat Jieun beserta dua temannya tidak percaya.


" Kau! Apa yang akau lakukan disitu! ", sarkas Jieun.


" Dia kekasihku! ", ucap Yeon menjawab pertanyaan Jieun.

__ADS_1


__ADS_2