
" Addio Tesoro! "
( Selamat Tinggal, Sayang! )
Ungkapan Grizzy terucap begitu ledakan mobil berlangsung, senyumnya menyala saat itu juga. Sedangkan, diwajah Daniel terlihat jelas kekhawatiran disana. Banyak hal yang mengganggu pikirannya ketika Grizzy melakukan aksinya, dia selalu takut jika di antara mereka melakukan sedikit kesalahan dan membuat Grizzy dalam bahaya saat itu juga.
" Kau terlihat begitu senang! ", celetuk Daniel.
" Aku tersenyum karena kita semakin dekat dengan target utama, tak peduli berapa orang lagi yang harus aku bunuh, aku akan membunuhnya bahkan jika dia hanya menghalangiku rencana ku! Aku juga akan membunuh seluruh keluarganya kalau perlu! ", ujar Grizzy yang masih melihat keluar jendela mobil.
Daniel hanya menghela nafas, dia bingung harus mengatakan apa lagi. Mobil berhenti di parkiran apartemen, mereka segera masuk dan membersihkan diri masing-masing. Setelah itu, mereka kembali berkumpul di ruang tengah untuk menyaksikan bria terbarunya. Kenzio datang dengan botol wine nya lalu duduk di sebelah Daniel.
Benar saja kabar itu langsung di ketahui oleh media. Kini lokasi ramai dengan mobil polisi dan ambulance, banyak juga orang yang datang hanya untuk sekedar ingin tahu.
" Non Siamo Appena Tornati Da Lì? "
( Bukankah kita baru saja kembali dari sana? ), tanya Kenzio.
Grizzy hanya tersenyum, lalu meminum wine yang ada di gelasnya.
" Ho un nuovo incarico per te! Scopri chi è Kang Min-Seok, scopri anche la principale compagnia di Hong "
( Aku punya tugas baru untukmu! Cari tahu siapa Kang Min-Seok, juga cari tahu perusahaan utama Hong ), ujar Grizzy.
" Apa yang akan kau lakukan sekarang? ", tanya Daniel.
" Sparerò un proiettile per due prede contemporaneamente! "
( Aku akan menembakkan peluru untuk dua mangsa sekaligus ! ) , balas Grizzy.
Daniel lagi-lagi tidak bisa berkata-kata, lalu berita selanjutnya memberitahukan tentang penemuan mayat laki-laki di kamar apartemen, dan di duga korban di bunuh oleh istrinya, Yo Eun-Byul.
" Siete tutti così lenti! "
( Anda semua sangat lambat! ), cibir Grizzy lalu beranjak menuju ke kamarnya.
" Perdona il bambino, o Signore! "
( Ampuni anak itu Ya Tuhan! ), gumam Daniel, Kenzio yang mendengar hal itu hanya menggelengkan kepalanya.
Keesokan harinya, Grizzy sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, dia terlihat sedikit lelah setelah melalui malam-malam yang panjang belakangan ini. Daniel dan Kenzio masih tertidur lelap di ruang tengah, Grizzy sengaja tak membangunkannya dan pergi ke sekolah diam-diam.
Taehyung belum datang, Grizzy menunggu di halte dengan gosipan orang-orang di belakangnya yang membicarakan berita semalam, Grizzy hanya tersenyum miring menanggapinya. Tak lama kemudian, Taehyung datang, kali ini tidak dengan motornya melainkan dengan mobil mewah. Taehyung keluar dan menghampiri Grizzy.
" Sudah lama disini? ", tanya Taehyung,
" Tidak, dimana motormu? ", tanya Grizzy
" Di bengkel, ayo berangkat! ", ajak Taehyung.
Taehyung membukakan pintu mobil untuk Grizzy, dia juga melindungi kepala Grizzy sampai masuk dengan aman.
Sesampainya di sekolah, Taehyung kembali membukakan, pintu mobil. Seperti biasa, Grizzy selalu di sambut teman-temannya dan masuk ke kelas bersama. Pelajaran pertama dan kedua berlangsung dengan baik sampai tiba saatnya untuk istirahat dan makan siang. Mijoo dan Eunji merangkul lengan lengan Grizzy, mereka berpapasan dengan Jieun dan kedua temannya, namun hal terduga terjadi. Jieun yang sudah menatap tajam ke arah Grizzy pun sampai menjadi bingung.
" Hai, Gina! ", sapa Haera, teman Jieun.
" Haera aku sudah,Gina? ", ujar Goeun terkejut.
" Mau ke kantin bareng? ", tanya Miijoo.
" iya dong, Go eun ikut juga nih! ", ujar Haera.
Grizzy mendekat ke arah Jieun dan membalas tatapannya.
" Singkirkan tatapan aneh mu itu, pecundang! ", ujar Grizzy pedas lalu melangkah sambil menabrakkan bahunya dengan Jieun.
Haera sudah bergabung dengan Grizzy semenjak kalah pertandingan basket. Haera juga bercerita kalau setelah selesai pelajaran olahraga Jieun tengah merundung Goeun saat dia tidak ada disana. Dan itu untuk yang pertama kalinya Haera berani menampar Jieun dan merendahkannya. Dia menjadi lebih berani saat bertemu Grizzy, kalau saja Grizzy tidak ada mungkin sampai lulus pun dia akan tetap di perbudak oleh Jieun.
Di kantin, mereka semua makan di satu meja yang sama, Minjeong, Haneul dan Sooah pun menyusul mereka. Setelah selesai makan, mereka pun menghabiskan sisa waktu istirahat mereka untuk bergosip, mereka membicarakan berita semalam.
" Tahu tidak, ternyata korban mobil yang masuk ke jurang dan meledak disana itu di duga si ceo muda tampan Kyung Hee-Young!! ", ujar Mijoo mengawali pergosipan.
" Benarkah? ", tanya Minjeong.
" Si tampan Hee-young?? Itu tidak mungkin! ", ujar Haneul.
" Jika itu benar dia akan sangat di sayangkan bukan, di tampan, kaya dan muda, pasti istrinya sangat terpukul mendengar berita ini! ", ujar Haera menimpali.
" Bukankah dia belum menikah? ", tanya Haneul.
__ADS_1
" Benarkah? ", tanya Haera.
" Tapi apa kalian sudah mendengar penemuan mayat laki-laki di kamar apartemen, ternyata yang membunuhnya benar-benar istrinya! ", ujar Sooah beralih ke berita terbaru.
" Wahh!! ", celetuk Minjeong dengan eksprresi tidak percaya.
" Benarkah? ", tanya Eunji.
" Itu benar, tembakan kepalanya sempurna, pistolnya di temukan di bawah tempat tidurnya dan ada sidik jari istrinya! ", jawab Sooah.
" Lalu, apa istrinya sudah tertangkap? ", tanya Mijoo.
" Belum, dia masih menjadi buron saat ini! ", ujar Sooah.
" Wah aku jadi takut berpergian! ", ujar Minjeong.
" Gina, kau dari tadi hanya mneyimak! ", ujar Haneul.
" Kau tersenyum di sepanjang pembicaraan? ", tanya Goeun.
" Benar,aku jadi takut! ", ujar Mijoo yang juga memperhatikan Grizzy sejak tadi.
" Ck Wajah kalian begitu serius saat bergosip! ", ujar Grizzy sambil tertawa kecil.
" Ngomong-ngomong, bahasa apa yang kau pakai saat mengumpat pada Jieun? ", tanya Haera.
" Bahasa Italia! " , jawab Grizzy santai.
" Benarkah? Itu yang kau gunakan saat mengumpat di kelas saat Jieun mengacaukan sarapanmu? ", tanya Minjeong, Grizzy hanya mengangguk.
" Lalu, apa kau berasal dari sana? Wajahmu seperti orang asia namun bahasamu sepertinya sangat fasih! ", tanya Haneul.
" Aku belajar bahasa Italia sejak kecil, aku akan kuliah di sana setelah lulus! ", ujar Grizzy
" Lalu, apa Junghyun juga fasih berbahasa Italia? ", tanya Minjeong.
" Jangan tanyakan anak itu, aku berpisah cukup lama sehingga membuat aku tidak akur dengannya! ", ujar Grizzy.
Belum sempat melanjutkan obrolan, bel sekolah berbunyi. Mereka pun memutuskan untuk mengakhiri gosipnya dan kembali ke kelas masing-masing. Grizzy terlihat sangat santai pada serangan pertanyaan itu, dia berhasil membuat semua temannya itu mempercayainya. Kebohongannya sempurna tanpa celah.
Sepulang sekolah, Mijoo meminta teman-temannya menemaninya mencari kado untuk temannya yang akan ulang tahun. Namun, Minjeong, Eunji dan Sooah tidak bisa ikut, alhasil hanya Grizzy dan Haneul yang menemani Mijoo. Taehyung yang baru saja mau masuk ke kelas Grizzy malah berpapasan dengan pacarnya itu.
" Sepertinya kita tidak bisa pulang bersama hari ini, aku akan menemani Mijoo mencari kado, maaf! ", jawab Grizzy.
" Baiklah, tidak apa-apa, aku titip Gina ya! ", ujar Taehyung .
" Dia akan baik-baik saja bersama kami! ", balas Haneul.
" Benar, tenang saja jangan khawatir! ", tambah Mijoo.
Taehyung mendahului mereka, lalu mereka pergi ke halte bus. Grizzy bingung karena tidak pernah menggunakan Bus, kedua temannya menyadari hal itu dan memakluminya. Seorang gadis spesial seperti Grizzy untuk pertama kalinya mengunakan bus.
Tak beberapa lama, bus datang, Grizzy masuk dan duduk di sebelah Mijoo. Mijoo si gadis manis nan feminim juga ceria selalu tersenyum belakangan ini, setelah sebelumnya murung tanpa alasan. Kehadiran Grizzy benar-benar mengubah suasana sekolah, dia bahkan bisa menaklukan si es batu itu, bahkan Taehyung pun terlihat lebih manis sekarang.
Mereka sampai di sebuah Mall, ini juga yang pertama kalinya bagi Grizzy, menggunakan seragam sekolah bersenang-senang di Mall bersama kedua temannya. Mereka memasuki satu persatu toko laki-laki untuk menemukan kado yang di cari Mijoo, namun sepertinya Mijoo belum menemukannya. Sampai mereka kelelahan dan memutuskan untuk menikmati ice cream sebelum melanjutkan penelusuran mereka.
" Dasar aneh! Tak adakah rasa lain selain cokelat mint? ", cibir Mijoo yang melihat Haneul lagi-lagi memiih rasa favoritnya.
" Aku ini tipikal cewek setia, meski banyak rasa lain yang lebih enak, aku akan tetap memilih rasa favoritnya! ", jawab Haneul.
Grizzy hanya tertawa kecil menanggapi kelakuan kedua temannya itu. Lalu, matanya menangkap sebuah toko jam tangan dengan arloji mewah terpampang di sana.
" Guys, bisakah kalian menemaniku? ", tanya Grizzy.
Grizzy menarik kedua temannya itu sampai ke depan pintu toko, mata mereka takjub melihat arloji mewah berbaris rapi. Ada satu yang membuatnya tertarik, arloji dengan warna hitam pekat itu sepertinya cocok dengan seseorang.
" Bisakah aku melihat yang itu? ", tanya Grizzy pada salah satu pelayan.
Pelayan itu pun mengambilkannya untuk Grizzy, Grizzy benar-benar terlihat menyukainya. Kedua temannya pun menduga-duga siapa akan di belikan arloji mewah ini oleh Grizzy.
" Tolong bungkus yang ini! ", pinta Grizzy.
" Apa itu untuk Taehyung? ", tanya Haneul.
" Ah, bukan, ini untuk sahabatku! ", jawab Grizzy.
" Wahh, beruntungnya, dia pasti sangat tampan dan baik padamu! ", ujar Mijoo.
" Dia tampan, bahkan Taehyung saja kalah! ", jawab Grizzy sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita makan malam bersama, bawa kekasih kalian juga! ", ajak Haneul.
" Wah kau punya pacar tapi tak memberi tahuku! ", ujar Grizzy tidak terima.
" Wah kau benar-benar! ", tambah Mijoo.
" Inilah alasanku mengajak kalian, kita harus memperkenalkan pacar kita! ", jawab Haneul.
" Baiklah, jadi haruskah kita beli baju? ", tanya Grizzy .
" Tentu saja itu perlu! ", jawab Mijoo menyetujui.
" Berangkat! " , seru Haneul.
Setelah berjam-jam berada di dalam Mall, mereka pun akhirnya selesai dan keluar dengan membawa beberapa paper bag di tangan masing-masing. Grizzy pulang di jemput Taehyung, namun Taehyung juga menawarkan tumpangan kepada keduanya yang tentu saja di terima oleh Mijoo dan Haneul. Heboh sepanjang perjalanan, Taehyung tidak terlihat keberatan dengan hal itu, dia bahkan ikut tertawa saat Haneul melontarkan lelucon-lelucon bodohnya. Mijoo dan Haneul sudah sampai di depan apartemen mereka, mereka memang tinggal di gedung apartemen yang sama, itulah sebabnya mereka sangat dekat dan terlihat selalu bersama.
Kini Taehyung tinggal mengantarkan Grizzy ke apartemennya. Grizzy terlihat menikmati harinya bersama teman-temannya itu.
" Kau lelah? ", tanya Taehyung.
" Tidak terlalu! ", jawab Grizzy sambil tersenyum.
" Sudah makan? ", tanya Taehyung.
" Sudah, kami makan sebelum pulang, mungkin aku akan beli beberapa makanan untuk Daniel dan Kenzio! ", ujar Grizzy.
" Baiklah, mari kita beli makanan untuk mereka, um tapi ngomong-ngomong berita semalam, aku harap mereka tidak ada hubungannya denganmu! ", ujar Taehyung.
" Aku tidak mungkin melakukan itu, kau mencurigai ku? ", tanya Grizzy.
" Tidak, hanya saja aku teringat pada kontrak kita! Tapi, lupakanlah! ", ujar Taehyung gugup.
Setelah itu, Grizzy tak berbicara lagi, dia sedikit tidak nyaman dengan perkataan Taehyung. Bahkan sampai mereka tiba, di apartemen, Taehyung ikut membawakan belanjaan Grizzy, Grizzy tetap tidak berbicara, hanya sesekali tersenyum saja. Pintu apartemen terbuka, seseorang mengejutkan Grizzy karena kedatangannya yang tiba-tiba. Orang itu tersenyum ke arah Grizzy.
" Danny?? ", panggil Grizzy lalu melompat ke pelukan Dong-Il tepat di depan mata Taehyung.
" Ti sono mancato? "
( Apa kamu merindukan saya? ), tanya Dong-Il.
" perché sei improvvisamente qui? "
( Kenapa tiba-tiba kamu disini? ), tanya Grizzy.
" Kau memintaku untuk datang, maka aku datang ! ", jawab Dong-Il.
Pemandangan itu masih di saksikan langsung oleh Taehyung, dia masih terpaku di tempatnya. Dan baru tersadar saat Kenzio menghampirinya. Grizzy melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Taehyung.
" Perkenalkan ini Kim Jongdae, hanya saja sekarang namanya Kim Taehyung, jadi kalian bisa memangilnya Taehyung! ", ujar Grizzy.
" Wah, ayahmu cerita banyak tentangmu saat merawat ku, Aku Christ Danny, kau bisa memanggilku Kim Dong-Il! ", ujar Dongil sambil menjabat tangan.
" Taehyung! ", ucap Taehyung sambil membalas jabatan tangan Dongil.
Taehyung melihat Grizzy yang terus terusan tersenyum kepada Dongil, hal itu membuatnya sedikit tidak nyaman, tak mau berlama-lama Taehyung pun pamit pulang.
" Gina, sepertinya aku harus segera pulang! ", celetuk Taehyung.
" Kenapa buru-buru sekali? Bukankah kau luang? ", tanya Grizzy.
" Aku akan lebih lama lain kali, aku pulang dulu yah! ", ujar Taehyung.
Grizzy agak sedih dengan keputusan Taehyung, namun apa boleh buat. Grizzy mengantarnya sampai depan pintu apartemen. Lalu, kembali menemui orang-orang di dalam. Malam ini Grizzy banyak berbicara dengan Dongil setelah sebelumnya sangat dingin. Dongil pun merasa sedikit senang karena banyak perubahan yang di tunjukkan Grizzy.
" Kenzio, hai trovato qualcosa su Kang Min-Seok? "
( Kenzio, sudah menemukan sesuatu tentang Kang Min-Seok? ), tanya Grizzy.
" Proprio ora, wow, non posso crederci, puoi vederlo da solo? "
( Sekarang, wow, saya tidak percaya, dapatkah Anda melihatnya sendiri? ), ujar Kenzio.
Grizzy pun mendekat dan melihat lokasi kantor dan tempat tinggal target berikutnya. Sesaat matanya melihat ke gedung di sebelah kiri dan kembali menatap ke layar monitor.
" È una sorpresa? edificio alto di fronte e anche lo stesso appartamento? Dio mi benedica vero? "
( Apakah kejutan? gedung tinggi berseberangan dan juga apartemen yang sama? Tuhan memberkati saya kan? ) , ujar Grizzy di sertai senyum misterius.
Grizzy mulai memutar otaknya dan menyusun rencananya setelah mengetahui Kang Min-Seok tinggal di gedung apartemen yang sama dan gedung kantor yang tidak lebih dari tiga kilometer dari apartemennya.
__ADS_1
" Aiutami A Giocare Questa Volta "