Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Ospite Importante


__ADS_3

Mansion yang megah ini hanya di miliki oleh Sungkyuu, namun terlepas dari perawatannya membuat Mansion ini kusam dan berantakan. Dalam waktu seminggu, Grizzy membuatnya terlihat seperti waktu sepuluh tahun yang lalu, yang mana hal ini membangkitkan kenangan berdarah dari dalam diri Sungkyuu. Ini benar-benar terlihat sama persis bahkan posisi para bodyguard nya tidak berubah. Mansion megah yang tak terawat ini kembali memperlihatkan kemewahan dan suasana elegannya.


Memasuki lobi utama, menoleh ke arah kanan dan kiri terdapat ruang utama yang megah bak istana. Ada Grizzy yang duduk di sana menyambut kedatangan Sang Ayah namun enggan untuk bangkit.


" Hi! Tuan Lee Jungkyuu.. " sapa Grizzy.


" Gina... " ucap Sungkyuu lirih.


" Tunjukkan rasa hormatmu! Dia adalah bos besar Mafia D'Angelo! " tegas Kangsoo.


" Jangan terlalu keras, bawa dia kesini! " ujar Grizzy.


Kangsoo pun mendorong lebih dekat dengan Grizzy, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


" Aku tidak menyangka bocah itu berani memperlakukan mu dengan kasar! Pasti sangat sakit, benar kan, Ayah? " tanya Grizzy.


Tanpa ada aba-aba dari Grizzy, Sungkyuu menjatuhkan dirinya dan berlutut di hadapan Grizzy.


" Mohon ampuni aku! Aku bersalah! Ku mohon jangan bunuh aku! " ucap Sungkyuu memohon.


" Orang akan menganggap ku durhaka jika melihatmu berlutut padaku seperti ini! " balas Grizzy.


Hening, Grizzy yang tak kenal rasa belas kasihan hanya menatap datar lelaki paruh baya yang tengah berlutut sambil menangis memohon maaf di depannya.


" Katakan kepadaku, mengapa kau melakukan hal itu? Mengapa kau begitu keji namun sangat takut untuk mati? Mengapa kau melakukannya tanpa tahu apa resikonya? Katakan kepadaku dan berikan alasan yang jelas! " tekan Grizzy.


Sungkyuu mulai menarik nafas, menghembuskannya pelan lalu mulia bercerita.


" Ini tidak akan terjadi jika ayahmu tidak ikut campur dalam masalah kami! Ayahmu datang, membongkar semua semua rahasia yang kami jaga selama bertahun-tahun. Keberadaan Ayahmu benar-benar membuat kami rugi besar, terutama perusahaan Hwang. Dia membocorkan semua dana gelap, korupsi pejabat dan penyelundupan narkoba.


Yang pertama adalah terbongkarnya dana gelap dari perusahaan Hwang yang membuat mereka kehilangan kepercayaan dari Client bahkan sampai harus mengganti rugi saham yang sebelumnya di tanamkan oleh pihak lain. Setelah di selidiki lebih dalam ternyata ada korupsi dari pejabat negeri yakni Tuan Hong, yang tak lain untuk mendirikan perusahaan besarnya yang juga terlibat dana gelap dengan Perusahaan Hwang.


Kedua pihak itu terjebak denda tinggi yang mengharuskan mereka menyerahkan perusahaannya masing-masing. Sampai ide gila muncul, mereka berdua mencoba menyelundupkan obat terlarang ke rumah sakit Ku. Mereka berdua mendapatkan untung besar, begitu juga dengan ku. Namun, hal itu tak berlangsung lama, karena lagi-lagi Edard ikut campur dan menguak semua rahasia. Dia membuatku bangkrut sampai rumah sakitku di tutup pemerintah.


Saat itu aku hampir jatuh miskin dan tak memiliki apa-apa. Melihat rumah sakit adikku yang berjalan mulus aku mulai iri, sampai aku mencoba untuk membuat Edard membalasnya, ide gila itu di rancang oleh Hwang dan Hong, aku hanya membantu mereka dengan membayar beberapa pembunuh bayaran.


Aku yang hanya berniat menghabisi seluruh bodyguard dan pelayan mansion, tidak sampai berniat membunuh Edard dan adikku, namun Hwang, Hong dan Minseok membunuh mereka berdua, bahkan Minseok sampai memperkosa adikku. Aku sungguh tidak tahu hal itu terjadi karena saat itu aku mencarimu ke seluruh ruangan, tak ku sangka mereka melewati batas! " jelas Sungkyuu panjang lebar.


Meski sesak, Grizzy tetap menguatkan dirinya sendiri.


" Kau sedang membela dirimu, huh? " tanya Grizzy.


" Aku menceritakan yang sebenarnya! Aku mengambil alih rumah sakit dan mansionnya untuk di kembalikan kepadamu! Aku memperlakukan mu dengan baik karena aku tahu kau keponakanku, dan aku ingin menebus kesalahanku, namun sepertinya itu saja tidak cukup! " jawab Sungkyuu.


" Apa kau pikir aku akan berbelas kasihan dan mempercayai mu? " tanya Grizzy dingin.


" Aku akan melakukan apapun demi menebus semua dosaku! " ujar Sungkyuu sambil menangis.


" Maka pergilah! Pergi sejauh mungkin sampai aku tak mendengar kabarmu lagi! Bahkan kematianmu pun aku tak ingin mendengar nya! " balas Grizzy ketus.


" Apa? "


" Habiskan sisa umurmu di tempat yang jauh! Setelah ini, jangan biarkan aku melihat wajahmu lagi, jika tidak, aku tidak segan-segan membunuhmu saat itu juga! " pungkas Grizzy lalu berlalu melewati Sungkyuu yang masih berlutut.


Keesokan harinya, Grizzy tengah berdiri di sebuah ruangan apartemen yang tak jauh dari gedung perusahaan Hong yang saat ini di kelola oleh Minseok. Dengan segelas Wine di tangannya, Grizzy menatap gedung tinggi itu.


Disisi lain, Minseok yang baru saja datang mendapat telepon dari seseorang untuk menemui Grizzy di lantai 28, tanpa banyak berfikir lagi, Minseok pun datang ke lantai yang di sebutkan Grizzy. Gedung ini terdiri dari 30 lantai, tak ada lantai di atap gedung, jadi letaknya hampir berada di bagian paling atas.


Sesampainya disana, Minseok kembali menghubungi orang itu, namun nomornya tidak aktif. Akhirnya dia pun menelepon ke nomor Grizzy dan langsung tersambung.


" Bos, aku sudah berada di lantai 28, Anda dimana? " tanya Minseok.


" Kau bisa lihat ke arah Apartemen di sisi utara gedung mu! "


" Sudah.. "


" Aku disini.. "


" Apa? Bukankah kau memintaku menemuimu di lantai 28? "

__ADS_1


" Tidak ada kesempatan hidup lagi untukmu, Bedebah menjijikkan! Beraninya kau menodai ibuku!! " sarkas Grizzy dari balik telepon.


Seketika bunyi sesuatu terdengar tak asing di telinga Minseok, setelah menengok ternyata di kedua sisinya sudah terdapat bom dengan lima detik terakhir.


" BEDEBAH!? KAU MONSTER!! WANITA IBLIS!!! " Maki Minseok sebelum detik terakhir bom itu.


Di waktu yang bersamaan, Grizzy melihat ledakan besar di lantai itu, senyuman nya terukir jelas sebelum akhirnya meneguk habis wine nya.


" Chi cerca di togliere la vita ad un altro deve pagare con la sua vita! "


( seseorang yang mencoba mengambil nyawa orang lain harus membayar dengan nyawanya! ) , pungkas Grizzy.


Enam dari target utamanya sudah di bereskan, satu di antaranya tengah menjalani hukuman seumur hidup yang mana orang itu akan menghabiskan hidupnya dalam kesendirian. Bahkan putranya pun di pastikan tidak dapat menemuinya, Grizzy ingin orang itu mati dalam sepi tanpa di ketahui orang lain. Entah kematian yang seperti apa benar-benar tidak di pedulikannya.


Orang yang awalnya ingin di selamatkan oleh Grizzy malah berkhianat, bahkan berani menyeret namanya ke hukum. Ketakutan akan kehilangan orang yang di cintai ya terjadi lagi, Grizzy benar-benar tidak bisa memaafkannya dengan mudah, hukum dalam dirinya masih berlaku, dia hanya perlu menunggu bedebah itu keluar dari penjara lalu menyelesaikan sisanya.


Rumah sakit milik ibunya yang sempat di ambil alih oleh Sungkyuu kini berpindah tangan kepada Grizzy. Pemilik sekaligus direktur utama atas nama Daniel Lesham D'Angelo, berikut wakil direkturnya Grizzy percayakan kepada Dr. Myun Hansik sebagai ungkapan balas Budi karena tidak hengkang dari jalur ibunya.


Sesuai keinginan Gabriel, dia menjadi tangan kiri Grizzy yang mengurus semua urusan Mafia di Italia, Kenzio menjadi ketua markas rahasia D'Angelo, sedangkan Christ Danny alias Kim Dong-Il akan menjadi ketua di markas senjata milik D' Angelo.


Berbeda dengan yang lainnya, Pak Kim dan Kangsoo memilih mengabdi dan mengikuti langkah Grizzy sebagaimana yang biasa Pak Kim lakukan dengan Tuan Edard dan Kangsoo yang ingin menggantikan ayahnya yang selalu berdiri di sisi Bos Besar. Grizzy menghargai hal itu dan mengizinkan mereka melakukannya.


Hari berikutnya, Grizzy datang ke rumah sakit bersama Kangsoo. Sejak ia datang, dia meminta Goeun pulang untuk beristirahat, Goeun yang sekarang tinggal bersama Grizzy pun mengiyakan tanpa berani membantah lagi.


Junghyun masih terbaring lemah, peluru yang di tembakkan Yeon hampir melukai jantungnya, bahkan saat operasi dokter tidak bisa menjamin keselamatan Junghyun saat itu. Namun, takdir berpihak kepada Junghyun, operasi berjalan lancar namun kondisi jantung yang melemah membuatnya tak sadarkan diri dalam waktu hampir setengah bulan ini. Grizzy biasa bergantian menunggu Junghyun dengan Goeun, belakangan ini juga dia jarang bertemu dengan Taehyung, karena Taehyung mulai belajar bisnis dengan Kim Taehan. Grizzy memberikannya sebuah perusahaan sebagai hadiah, namun Taehan akan menjalankannya hanya sampai Taehyung lulus sekolah. Dia berniat menjadikan anaknya pengusaha sukses dan berhenti menjadi ketua gangster.


Grizzy menghela nafasnya, tatapannya menjadi sendu ketika melihat Junghyun terbaring lemah di hadapannya. Tangannya menggenggam lembut tangan Junghyun.


" Kak, Lama sekali aku menunggumu bangun, aku merindukan saat-saat kau cerewet kepadaku, bangunlah.. jangan terus-terusan membuatku bergantian menunggumu dengan Goeun! Haish, menyebalkan! " ucap Grizzy yang semakin lama semakin terdengar kesal.


Hari demi hari berlalu, sudah saatnya Grizzy dan Goeun kembali ke sekolah sebagai siswa kelas tiga. Hanya tinggal satu tahun lagi mereka akan bebas dari sekolah ini. Grizzy yang awalnya berniat pulang setelah misinya selesai pun akhirnya menetap dan merawat Junghyun sampai benar-benar pulih.


Taehyung menjemput mereka di Mansion Gevda, lalu berangkat menuju ke sekolah. Di tengah perjalanan mereka banyak berbicara mengenai hal-hal yang menyenangkan, Goeun dan Taehyung mencoba membawa Grizzy keluar dari kesedihan dan rasa bersalahnya pada Junghyun.


" Apa kali ini kelasnya akan berubah? " tanya Goeun.


" Setahuku iya! Semoga aku bisa sekelas dengan kekasihku.. " jawab Taehyung.


" Eh, bukankah kekasihku adalah kau? " tanya balik Taehyung.


" Kenapa tidak langsung menyebut namaku saja, bodoh! " ketus Grizzy.


" Gawat! Aku menyinggung mafia besar " ujar Taehyung sambil menunjukkan wajah cemberutnya.


" Aku akan membunuhmu! " pungkas Grizzy.


" Menakutkan.. " timpal Goeun.


Sesampainya di sekolah, Grizzy di sambut lima teman lainnya. Kali ini Grizzy sekelas dengan Goeun, Haneul dan Eunji, sedangkan Mijoo, Sooah, Minjeong dan Taehyung akan berada di kelas yang sama bersama dengan Dooshik juga. Ini akan menjadi awal yang baru, harapan Grizzy saat ini adalah semoga tidak ada orang yang akan menguji kesabaran dan menyebarkan dendam terhadapnya, bagaimanapun juga statusnya berbeda dan bisa menjadi sangat berbahaya.


Sepulang sekolah, Grizzy mendapat kabar dari Pak Kim kalau Junghyun sudah siuman, karena Goeun dan Taehyung sedang ada urusan di sekolah, Grizzy pun pergi di jemput oleh Kangsoo, Goeun dan Taehyung akan menyusul kalau urusannya sudah selesai.


Sesampainya di rumah sakit, karena tidak bisa mengendalikan rasa bahagianya, Grizzy tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan di depannya, dengan cepat Grizzy pun memohon maaf pada orang itu.


" ah, Maaf, aku sungguh tidak sengaja.. " ujar Grizzy sambil membungkuk.


" Grizelle? "


Grizzy terkejut dan memberanikan diri untuk mendongak dan melihat siapa laki-laki yang baru saja di tabrak nya.


" Zeano Frans? " panggilnya lirih.


" Mi scusi, signorina Gevda. Non sono stato gentile con te.. "


( Maaf, Nona Gevda. Saya baru saja tidak sopan kepada Anda.. ), ucap Zeano sambil membungkuk.


" Nessun problema, giovane maestro Fran. Sei arrivato fin qui, c'è qualcosa di importante? "


( Tidak masalah, Tuan Muda Frans. Anda datang jauh-jauh kesini, apa ada sesuatu yang penting? ), tanya Grizzy.

__ADS_1


" Mi sto godendo le vacanze e visto che la signorina è ancora qui ho intenzione di farvi visita "


( Saya sedang menikmati liburan, dan mengingat Nona masih ada di sini Saya berniat mengunjungi Anda ), jawab Zeano.


" Il signor Kim ha detto che ero qui, giusto? Puoi venire con me a vedere mio fratello maggiore! "


( Pak Kim memberitahumu aku disini bukan? Anda bisa ikut saya menjenguk kakak saya! ), ujar Grizzy.


" Daniele è malato? "


( Daniel sakit? ), tanya Zeano.


" No, vieni a seguirmi "


( Bukan, mari ikuti saya ) , pungkas Grizzy.


Zeano bersama seorang sekretaris nya mengikuti Grizzy dari belakang sampai tiba di ruang VVIP dimana Junghyun dirawat. Sesampainya disana, kedatangan mereka di sambut hangat oleh Pak Kim. Grizzy tersenyum sumringah melihat Junghyun sudah sadarkan diri, dia juga memperkenalkan Junghyun pada Zeano. Setelah mengetahui Junghyun yang baru saja bangun dari koma, Zeano pun membiarkan mereka berbincang dan menunggu di ruang utama bersama Pak Kim dan Kangsoo.


" Gina... " panggil Junghyun lembut.


" Ya? " sahut Grizzy.


" Bagaimana keadaanmu? " tanya Junghyun.


" Bodoh di saat-saat seperti ini kau malah mengkhawatirkan keadaanku! " umpat Grizzy dalam hati.


" Aku baik-baik saja, segeralah sembuh.. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini terlalu lama! " balas Grizzy dingin.


" Kau masih seperti biasanya! " racau Junghyun.


Hening.


" Dimana Ayah? " sambung Junghyun.


( Deg. )


Grizzy tidak bisa langsung menjawab. Tiba-tiba seseorang menerobos masuk dan meneriaki nama Junghyun dengan Histeris.


" LEE JUNGHYUN!!! " teriak Goeun dan Taehyung secara bersamaan.


" Mereka menyelamatkan aku! " batin Grizzy


Grizzy beranjak dan pamit pulang pada Junghyun dan dua lainnya. Karena kedatangan Zeano yang secara tiba-tiba ini pasti bukan hanya sekedar liburan saja.


" Karena Goeun dan Tae sudah datang, aku akan pamit, ada tamu penting dan aku harus segera menyuguhi nya.. Aku pamit dulu! " ujar Grizzy sebelum akhirnya melenggang.


" Aku baru saja tiba, kau sudah mau pergi? " ucap Taehyung memotong langkah Grizzy.


" Ada hal penting! Mengertilah.. " ujar Grizzy lalu tersenyum ke arah Zeano dan pergi dari ruangan.


Seketika timbul kecurigaan di benak Taehyung, dia merasa sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Zeano. Seolah kehadirannya mengganggu kenyamanan hubungannya dengan Grizzy.


" Tampan dan gagah, siapa dia? Kelihatannya dia sangat akrab dengan Nona! " ucap Goeun.


" Hey! Perhatikan lelakimu itu! " ketus Taehyung.


" Dia tangan kanan Grizzy di Italia, jangan coba-coba menyinggungnya! Kau akan tahu akibatnya nanti! " ujar Junghyun.


" Kau kenal? " tanya Goeun.


" Dia Tuan Muda Frans, Mafia Besar Frans yang berjaya di bawah Mafia D'Angelo, namanya Zeano Frans, dia seumuran dengan Daniel D'Angelo namun sudah memegang kendali dunia Mafia! " jelas Junghyun.


" Woah, kau tahu banyak ya? " gumam Taehyung.


" Dia juga memegang kendali persenjataan Mafia D'Angelo, Gina mendapat hadiah istimewa darinya, dia sungguh bijak dan perhatian pada Gina! " tambah Junghyun.


" Tidurlah!! Kau baru sadar sudah banyak bicara! Belum lagi semua kata-katamu menyakitiku!! " tukas Taehyung.


" Kau sedang cemburu? Zeano sepertinya lebih cocok untuk Nona! " goda Goeun.

__ADS_1


" DIAMM !!! " teriak Taehyung kesal.


__ADS_2