
"Uhukk uhuuk Uhukk!" , ketiga orang itu batuk secara bersamaan mendengar pernyataan Grizzy.
" Apa yang kau katakan? ", tanya junghyun tidak percaya.
" Aku mengatakan yang sebenarnya agar kalian tidak termakan rumor yang tersebar! " jawab Grizzy santai.
Junghyun masih menatap tidak percaya ke arah Grizzy, lalu beralih menatap kedua temannya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Grizzy untuk mengencani Taehyung.
Setelah selesai makan malam, Grizzy mengajak Junghyun pulang. Namun, setelah sampai rumah, Junghyun heran karena Grizzy tak ikut turun bersamanya. Dia tetap di dalam mobil, bahkan mengucapkan sampai jumpa kepadanya.
" Kau mau kemana? Tidak mau pulang? ", tanya Junghyun yang sudah keluar dari mobil.
" Aku tidak tinggal disini lagi, aku akan sering berkunjung nantinya. Masuklah, dan berangkat sekolah besok! Ujian semakin dekat, jangan mengecewakan ayah! Aku pulang dulu, sampai jumpa, Kakak! ", Jawab Grizzy yang di akhiri dengan senyuman di wajahnya.
Junghyun semakin dibuat heran dengan sikap Grizzy yang berubah drastis. Saat pertama melihatnya, Dia mengenal Grizzy sebagai gadis yang dingin dengan tatapan tajam, aura menyeramkan nya terlihat begitu kuat. Namun, sepulangnya dari Italia, sikapnya menjadi lebih ramah, dia juga banyak tersenyum dan satu lagi, Dia terlihat lebih feminim. Junghyun juga masih bertanya-tanya dengan apa yang dikatakan Grizzy di cafe tadi, benarkah dia membunuh, seolah dia telah selesai membalaskan dendamnya, dia juga membatalkan kontraknya dengan sang ayah, itu akan menjadi masuk akal. Namun, yang Junghyun tahu rival nya jelas ada di Korea. Hal, itu jelas membuat Junghyun sakit kepala dan memutuskan untuk tidak ikut campur lagi dengan masalah mafia itu.
Disisi lain, Grizzy tidak langsung pulang ke apartemen, melainkan mengunjungi sebuah tempat berupa ruko kosong. Grizzy masuk, dan melihat ada dua body guard bertubuh kekar di tangga yang menuju ke lantai atas. Body guard itu pun terlihat menunduk saat Grizzy melewatinya. Grizzy sampai di lantai dua dan duduk di sebuah sofa yang ada di sana.
" Bawa dia kesini! ", perintah Grizzy langsung dilaksanakan oleh salah satu body guardnya.
Lalu, Park Soon Il datang dengan di kawal oleh dua bodygurad lagi. Wajah Grizzy nampak tidak senang, Dia belum mendapatkan apa yang dia minta, Soon Il dengan cepat berlutut.
" Ku mohon berikan aku waktu lagi! Dia benar-benar sangat sulit dihubungi saat ini! ", ucap Soon Il memohon.
" Berikan aku ponselnya! ", Pinta Grizzy, bodyguard itu pun langsung menyerahkan ponsel milik Soon Il yang ia sita.
Grizzy menekan nomor ponsel milik Gong Yoo, lalu menelponnya. Panggilan berdering, hanya butuh beberapa detik saja teleponnya terjawab. Grizzy mengeraskan volumenya, lalu mengarahkan ke Soon Il. Suara gadis kecil terdengar dari telepon.
" Halo! "
" Halo? Apa Ayahmu ada disana ? ", tanya Soon Il yang menjawab telepon.
Tidak ada jawaban, sampai suara laki-laki dewasa terdengar.
" Halo! "
" Halo, Gongyoo, ini aku, Pak Soon Il! ", jawab Soon Il.
" Ah, Soon Il, ada apa? ", tanya Gongyoo.
Grizzy membisukan panggilan lalu memberitahu Soon Il apa yang harus di katakan, seketika wajah Soon Il menunjukan ekspresi terkejut seolah Grizzy sudah tepat sasaran. Tidak ada penekanan, Soon Il cukup patuh untuk hal ini.
" Ada pekerjaan dari Kyung Hee Young, dia akan membayar mahal untuk ini! ", ujar Soon Il.
" Untuk apa dia memanggil kita lagi, bukankah dia bilang sudah selesai? ",
" Ini mendesak! Aku akan menemuimu besok! ", ujar Soon Il.
" Baiklah, temui aku di tempat biasa! ",
Telepon ditutup.
" Istirahatlah, besok akan melelahkan! " , ujar Grizzy.
Bodyguard itu kembali membawa Soon Il masuk. Lalu, salah satu bodyguard lainnya datang membawa sebuah koper ke hadapan Grizzy.
" Sudah dapat? ", tanya Grizzy.
Bodyguard kali ini terlihat berbeda dengan yang lainnya. Dia membuka koper yang dia bawa, yang ternyata berisi du pistol.
" Ini cukup, besok awasi Soon Il, jangan kembali tanpa Gongyoo! ", ucap Grizzy santai.
" Baik, Nona! ", jawab bodyguard itu.
" Ah iya, hampir lupa, sudah mendapatkan alamat rumah Pak Kim? ", tanya Grizzy lagi.
" Tuan Daniel sudah menerimanya! ",
" Siapa nama anaknya? ",
" Kim Jongdae! Dia teman kecilku namun semenjak insiden itu aku tidak dapat menemukan keberadaannya! ",
" Jadi kalian benar-benar berteman? ",
__ADS_1
" Benar, dia sudah seperti adikku sendiri! "
" Baiklah, kalau begitu aku akan pulang! Awasi semuanya, aku mempercayaimu! ", ujar Grizzy sebelum melenggang peri dari bangunan itu.
Hanya butuh lima belas menit untuk sampai di apartemennya. Grizzy masuk dan mendapati pemandangan tak terduga, mungkin karena sebelumnya dia tak pernah melihat hal ini. Melihat Daniel dan Kenzio seperti melihat Daniel dan Gabriel, kedekatan mereka hampir serupa. Tak mau mengganggu, Grizzy pun segera menuju kamarnya untuk beristirahat.
Keesokan harinya, seperti hari sebelumnya Grizzy tidak membawa mobil untuk pergi ke sekolah, jika kemarin berangkat bersama Yeon, mulai hari ini kekasihnya akan berangkat dan pulang bersamanya. Grizzy menunggu Taehyung di halte yang sama seperti hari sebelumnya, selang beberapa menit saja Taehyung datang, kali ini Dia membawa helm khusus untuk Grizzy.
" Apa itu? ", tanya Grizzy.
" Helm, aku melihatnya kemarin dan teringat padamu, jadi ku belikan khusus karena mulai hari ini kau akan mengisi jok belakangku! ", ujar Taehyung panjang lebar dan diakhiri dengan senyuman khasnya.
" Wow! ", ujar Grizzy .
Taehyung memakaikan helmnya, sebelum akhirnya mereka melaju menuju ke sekolah. Seperti biasa, suasana sekolah yang penuh dengan mulut dan mata, lagi-lagi menyebarkan rumor tentang Grizzy, namun kali ini bukanlah rumor, melainkan kenyataan. Taehyung membantu Grizzy melepas helmnya, lalu turun. Baru beberapa langkah yang mereka ambil, Grizzy melihat Minjeong menunggunya di tepi. Grizzy melirik ke arah Taehyung.
" Pergilah! Semangat untuk hari ini! ", ujar Taehyung.
" Kau juga! "
" Tentu! ", balas Taehyung manis.
Grizzy pun berlari menghampiri Minjeong yang tertawa kecil melihat lucunya Grizzy saat berlari kecil ke arahnya. Minjeong yang punya postur tubuh sedikit gemuk dan pipi yang bulat, membuatnya menyipitkan mata saat tertawa, hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi Grizzy. Grizzy merangkul tangan Minjeong lalu berjalan bersama menuju kelas, meninggalkan Taehyung di belakangnya. Junghyun dan kedua temannya ternyata sudah menunggu Taehyung untuk mencari kebenaran tentang hubungannya dengan Grizzy, namun baru sempat menghadang, Taehyung sudah menyerangnya lebih dulu dengan kata-kata, yang membuatnya segera minggir dan memberi jalan.
" Mau Mati? ", tanya Taehyung dingin.
Pertanyaan itu membuat kedua teman Junghyun tercengang dan teringat dengan perkataan Grizzy semalam.
" Apa itu tadi? ", tanya Taeil.
" Ya! Apa mereka pasangan psikopat, kenapa setiap kata yang keluar membuatku merinding? ", Ujar Youngsik
" Mari membenarkan hubungan mereka dan berhenti ikut campur! ", ujar Junghyun lalu berjalan menuju kelasnya di susul kedua temannya.
Sesampainya di kelas, Grizzy dan Minjeong berbicara banyak mengenai pelajaran Grizzy yang sudah tertinggal jauh. Minjeong juga mengajak Grizzy untuk ikut belajar mingguan yang di adakan ketua kelas, mereka biasa melakukannya di akhir pekan. Grizzy pun menyetujuinya, meskipun dia tidak yakin akan selalu hadir.
" Hari ini olahraga di gabungkan dengan kelas sebelah! ", ujar Yeon keras sambil berjalan menuj kursinya.
" Apa itu? ", bisik Grizzy.
" Ya! Ketua kelas, apa ada kompetisi? ", tanya Minjeong kali ini sedikit berteriak ke Yeon.
" Tentu saja! Kau mau ikut basket perempuan? ", tanya Yeon.
Grizzy yang mendengar hal itu pun merasakan hal menarik, terlebih Dia berpikir bagaimana jika hari ini mempermalukan si ****** Jieun.
" Aku akan ikut basket! ", usul Grizzy sambil melirik ke arah Yeon.
" Kau yakin? ", tanya Yeon memastikan.
" Kau bisa lihat nanti, Aku tipe orang yang tidak suka di remehkan! ", ujar Grizzy lalu kembali memalingkan wajahnya.
Pelajaran olahraga telah tiba, kini giliran siswa perempuan yang mengganti baju. Rambut Grizzy yang di cepol pun terlihat kembali. Grizzy, Minjeong dan beberapa murid perempuan lainnya memasuki lapangan basket indoor .
Tidak sedikit dari mereka yang melihat kagum ke arah Grizzy, termasuk Taehyung dan Yeon. Selebihnya, ada Jieun yan menatap penuh dendam ke arah Grizzy namun malah di balas senyum manis oleh Grizzy. Tentu saja, hal itu menjadi sangat menjengkelkan bagi Jieun. Guru Olahraga meminta masing-masing kelas berkumpul dan menentukan regu yang akan bermain basket.
" Baiklah, regu laki-laki yang akan bermain ada Dooshik, Hanbin, Kangjoon, Hyuk dan kapten Yeon! ", ujar Yeon.
" Regu perempuan, Haneul, Soo Ah, Eunji, Mijoo dan Kapten Gina, mereka semua bisa di andalkan, jadi tolong kerjasamanya! ", sambung Yeon menyudahi diskusinya.
" Aku penasaran dengan aksimu, jika keempatnya, mereka memang pemain basket wanita terbaik angkatan ini, namun kaptennya ada disana Haera! ", ujar Minjeong memberitahu.
" Kita lihat saja, aku akan mematahkan posisinya sebagai kapten basket wanita! ", balas Grizzy.
" Itu bagus karena pacarmu adalah kapten basket sekolah ini! ", ucap Minjeong bersemangat.
" Menarik! "
Semua siswa dikumpulkan lagi, Guru olahraga mulai memutuskan lawan masing-masing.
" Baiklah, pertandingan awal Tim Na Yeon akan melawan Tim Kim Taehyung, lalu yang kedua Tim Hong Jieun melawan Tim Lee Gina, Kedua tim yang menang akan di tandingkan kembali! ", ujar Guru olahraga.
" Perempuan melawan laki-laki? ", tanya Dooshik.
__ADS_1
" Benar! ",
" Bukankah pemenangnya cukup jelas? ", tanya Jieun.
" Kita akan melihatnya bersama-sama nanti! ", Ujar Guru itu lalu memulai pertandingan pertama.
Grizzy tidak ikut bersorak meneriaki timnya, seperti siswa lain. Dia hanya duduk dan sesekali tersenyum saat Taehyung melihat ke arahnya. Dari jauh, Grizzy melihat gadis yang pernah Dia lihat saat di atap. Dia ingin tahu, apa gadis bear-benar Go Eun atau bukan. Namun, dia masih saja menyembunyikan tangannya, padahal yang Grizzy butuhkan saat ini adalah gelang pemberiannya. Grizzy perlu tahu dia memakainya atau tidak, namun sepertinya hal itu akan sulit jika dia diam saja. Setidaknya kini dia tahu kalau gadis itu satu kelas dengan Taehyung. Tanpa sadar Poin timnya sudah imbang dan mulai memutuskan siapa pemenangnya.
" Tidaaaakkkkk! ", teriakan histeris Minjeong membuat Grizzy terkejut bukan main.
Minjeong berteriak lantaran bola Taehyung yang berakhir masuk ke dalam ring, membuat timnya unggul dan memenangkan pertandingan. Taehyung melihat ke arah Grizzy dengan tatapan sombongnya.
" Bersiaplah, Sayang! ", gumam Grizzy yang masih di dengar Minjeong.
" Kau mengatakan sesuatu? ", tanya Minjeong yang tidak mendengar begitu jelas.
" Tidak, ini giliran aku, Doakan aku ya! ", pinta Grizzy.
" Gina, semangat! ", seru Minjeong.
Grizzy memasuki lapangan bersama timnya, dan kembali di kejutkan karena gadis itu juga ternyata masuk dalam tim lawan, dan satu kebenaran lainnya.
" Kim Go Eun? ", ujarnya lirih.
" Kau mengenalnya? ", tanya Eunji.
" Tidak! ",
Grizzy menatap tajam ke arah Jieun, Dia terus menatap seolah tak akan melepaskan Jieun dari pandangannya. Pertandingan di mulai, bola pertama berpihak pada Grizzy, permainannya lebih bagus dari pemain lainnya. Bahkan Guru Olahraga pun sampai kagum dengan cara bermain Grizzy, Grizzy memberikan poin pertama dengan mudahnya.
Kebobolan di menit pertama membuat Haera merasa kalau lawannya akan sulit, terlebih Jieun yang hanya ingin mendapatkan nama sebagai kapten namun permainannya lemah. Grizzy kembali melemparkan bola dari jarak cukup jauh namun, bola nya pas dan menambah poinnya. Sekilas, Grizzy menatap rendah Jieun.
Bola terus menerus berpihak pada Grizzy, sorakan dari tribun lawan sudah hampir tidak terdengar, hanya saja Taehyung yang tertawa kecil saat Grizzy mengedipkan satu mata ke arahnya. Haneul mengoper bola ke Mijoo, lalu dengan sengaja Mijoo melempar keras bolanya ke arah Jieun sampai Jieun terjatuh. Grizzy menghampirinya lalu membungkuk di depan Jieun, Jieun sudah mengulurkan tangannya saat itu, namun rnyata Grizzy hanya ingin mengambil bola bukan untuk menolong Jieun.
" Maaf tanganku tidak menyentuh hal-hal kotor dan menjijikan seperti dirimu! ", bisik Grizzy sambil menatap tajam ke arah Jieun.
Grizzy kembali ke tengah dan menyerahkan bolanya, dia melirik ke arah Haneul dan Mijoo sambil mengedipkan sebelah matanya. Hal ini memang sudah di rencanakan mereka bertiga, karena Mijoo dan Haneul sudah terlanjur kesal karena sempat menjadi korban Bully Jieun. Alhasil tak ada satupun teman se-timnya yang membantu Jieun bangkit, Dia bangkit sendiri dengan rasa malu yang ia dapatkan.
Bola ada di pihak lawan, Grizzy membiarkan lawannya bersenang-senang dengan bolanya dan mengejar poinnya, namun saat poinnya imbang, Grizzy kembali mempermainkan mereka dan membuat bolanya kembali berada di pihaknya. Permainan ini hanya sekedar untuk menghibur Grizzy terlebih memberi pelajaran pada perempuan itu. Permainan di menangkan oleh tim Grizzy, setelah ini Timnya akan melawan tim Taehyung, amun sebelum itu Guru olahraga memberi mereka istirahat selama lima belas menit sebelum final.
" Permainan mu sangat bagus! Dimana kau belajar teknik basket seperti itu? ", tanya Guru olahraga.
" Saya belajar di luar negeri! ", jawab Grizzy sopan.
" Dimana itu? ", tanya Guru Olahraga itu.
" USA! "
" Benarkah? Aku baru tahu! ", ujar Haneul yang di samping Grizzy.
" Wah tidak heran jika cara mainmu berbeda! ", puji Sooah.
" Jadikan Dia Kapten basket perempuan! ", ujar Guru sekolah.
" Waah lihat itu, Pak Guru terlihat berbinar saat menemukan kapten baru! " ujar Eunji.
" Beristirahatlah, waktu kalian tidak banyak, jika kali ini kalian bisa menang melawan pemain basket terbaik, saya akan memberi nilai A sekaligus makan siang gratis selama satu pekan! ", ujar Guru olahraga itu sebelum akhirnya pergi.
Tim basket Grizzy bersorak dan bersemangat dengan keputusan itu.
" Taehyung datang! ", ujar Mijoo yang langsung membawa ketiga temannya menjauh.
Taehyung memberikan minuman dingin kepada Grizzy, yang langsung di terima dengan senyuman di wajah Grizzy. Taehyung duduk di samping Grizzy membuat teman--teman Grizzy menyoraki mereka berdua.
" Berisiknya! ", ucap taehyung lirirh.
" Masa bodo! ", balas Grizzy.
" Sudah siap melawanku? ", tanya Taehyung.
" Apa kau yakin bisa menang dariku? ", tanya Grizzy.
" Jangan tersenyum seperti itu, aku jelas tak akan mengalah! ", ujar Taehyung.
" Baguslah, jangan sampai kalah sayang! ". gumam Grizzy terang-terangan.
__ADS_1
" Hey, apa itu, sejak kapan kau berani seperti ini? ", tanya Taehyung yang hanya dibalas tertawa kecil dari Grizzy.