
Di waktu yang bersamaan, anak buah Grizzy sudah sampai di hadapan Grizzy dan langsung mendapat perintah untuk membereskan mayat bibi oh. Grizzy melihat ponsel bibi oh yang ternyata masih dalam posisi merekam, belum sampai di kirim ke Sungkyuu. Ada beberapa pesan teks yang dikirim ke Sungkyuu, Grizzy tidak langsung memeriksanya, dia membuka tutup ponsel dan menemukan pelacak disana, Grizzy meminta salah satu anak buahnya untuk merusak lalu membuangnya sembarang di jalan agar terlihat seolah-olah Bibi Oh melarikan diri. Sedangkan ponselnya masih Grizzy simpan sendiri.
Grizzy mendekati Goeun, lalu mengajaknya untuk ke kamarnya.
" Goeun, mari ke kamarku aku perlu membersihkan sisanya! ", ucap Grizzy lembut.
Goeun menurut dan bersedia di papah oleh Grizzy menuju kamarnya.
" Istirahat dulu disini, tenangkan pikiranmu, anggap yang terjadi hari ini sudah berlalu! Aku tinggal membersihkan lantai dulu! ", ujar Grizzy lalu keluar.
Di luar anak buahnya sudah memasukkan mayat bibi oh ke dalam mobil. Mereka tinggal melakukan pemakaman seperti yang Grizzy minta.
Setelah itu, Grizzy tinggal membersihkan darah yang mengotori lantai, darah kental yang begitu menjijikkan tak mampu menggoyahkan Grizzy. Grizzy terlihat santai saja membersihkannya, dia bahkan hanya menggunakan kain untuk menyekanya lalu memerasnya dengan kedua tangannya. Lebih-lebih Grizzy melakukannya dengan telanjang tangan, padahal sebelumnya dia selalu memakai sarung tangan untuk menyelesaikan pembunuhannya.
Setelah selesai, barulah Grizzy menggunakan kain pel yang sudah di sertai sabun untuk menghilangkan bau amisnya. Tak bisa hanya satu kali dua kali pel, letaknya yang ada di depan ruang kerja ini akan sangat membahayakan jika sampai Sungkyuu tahu.
Setelah memastikan kalau lantainya sudah benar-benar bersih, Grizzy pun kembali ke kamarnya untuk menemui Goeun. Goeun masih duduk diam di tempat yang sama dengan tatapan kosong.
" Nona.. Aku.. Aku sangat takut.. " ucap Goeun ketakutan.
" Tidak apa-apa, semua sudah selesai, kau dan Junghyun tidak akan terlibat lagi, aku akan menanggung ini semua jika sampai ketahuan! ", balas Grizzy menenangkan Goeun.
Setelah melihat sedikit ketenangannya, Grizzy mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sampai Bibi Oh terbunuh.
" Aku datang siang tadi, lalu Junghyun memintaku membantunya mencari sebuah dokumen kepemilikan Mansion itu, namun sejak awal aku merasa bibi oh menguping kami, bahkan pandangannya tak lepas dari kami, aku curiga kalau Bibi Oh adalah sesuatu.
Junghyun mengajakku masuk ke ruang kerja ayahnya dan mencari dokumen itu, lalu Junghyun harus ke toilet sebentar jadi dia meninggalkan aku disini sendiri. Tak lama akhirnya aku menemukan dokumen itu, aku bahagia dan berniat memberitahu Junghyun, namun saat aku berbalik, Bibi Oh tengah menodongkan pisau ke arahku dan memintaku meletakkan kembali dokumennya.
Aku yang ketakutan dan berniat meletakkan kembali dokumen itu di kejutkan oleh Junghyun yang tiba-tiba memukul kepala Bibi Oh, melihat sebuah pisau di tangan Bibi Oh, Junghyun seperti orang gila, dia memukul kepala Bibi oh berkali-kali menggunakan tongkat baseball itu! ", Goeun cerita panjang lebar lalu di hentikan oleh Grizzy begitu saja.
" Tongkat baseball kau bilang?? Aku tidak melihat tongkat itu? Dimana kau meletakkannya? ", tanya Grizzy.
" Huh? Tidak mungkin, Junghyun masih memegangnya saat sadar apa yang dia lakukan, di melepas tongkat itu saat menelepon mu! ", jawab Goeun.
" Lantai satu! Mungkinkah tongkatnya jatuh? ", tanya Grizzy.
Ponsel Grizzy berdering, Taehyung meneleponnya. Grizzy pun menjawabnya.
" Sungkyuu sedang dalam perjalanan pulang! "
Telepon ditutup.
Mendengar hal itu, Grizzy buru-buru mengajak Goeun keluar mencari tongkat itu, bagaimanapun juga tongkat baseball itu adalah alat yang di gunakan Junghyn untuk membunuh Bibi Oh, pasti meninggalkan bekas darah juga di sana. Grizzy menelusuri koridor lantai dua namun tidak menemukannya, sangat mungkin tongkatnya jatuh melalui celah pagar pembatas.
Grizzy dan Goeun turun, mereka harus cepat-cepat menemukannya sebelum Sungkyuu tiba. Lalu, sebuah mobil tiba di halaman rumah.
" Gawat!! Ada yang datang!! ", seru Goeun.
" Aku akan lihat, kamu cari tongkat itu! ", ujar Grizzy lalu berlari keluar untuk melihat siapa yang datang.
Grizzy membulatkan matanya saat tahu siapa yang datang dan masuk dengan tergesa-gesa.
" Ada apa? Kenapa kamu pulang sendirian dimana ayah? ", tanya Grizzy.
" Ayah sudah pulang sejak siang tadi, perawat memberitahuku begitu aku sampai disana! ", jawab Junghyun yang panik.
" APA? Apa dia pulang siang tadi? Tae memberitahuku kalau ayah sedang dalam perjalanan pulang, sekarang bantu aku cari tongkat baseball mu itu! Harus ketemu sebelum ayah datang!! ", tanya Grizzy.
" Tongkat? ", begitu Junghyun sadar dia langsung berlari ke bawah tangga.
Goeun masih mencari di semua sisi, bagaimana bisa benda sebesar itu tidak bisa di temukan dengan cepat. Setelah beberapa saat, Goeun menemukan tongkat yang ternyata ada di bawah meja kabinet di bawah tangga.
" Ketemu! ", seru Goeun yang masih mengakali tongkat itu.
__ADS_1
Wajah Junghyun dan Grizzy yang baru saja terlihat lega, tiba-tiba kembali terlihat tegang saat suara yang tak asing terdengar di telinga mereka.
" Apa yang ketemu? ", tanya Sungkyuu yang baru saja tiba.
Goeun yang masih tengkurap dengan tangan kanan yang sudah menyentuh tongkat baseball itu pun ikut membelalakkan matanya. Ada bercak darah di tongkatnya namun di antara mereka bertiga tidak ada yang terluka. Grizzy dan Junghyun tak kunjung berbalik melihat ke arah ayahnya. Keduanya sama-sama menatap Goeun menunggu dia keluar dan berharap tidak mengeluarkan tongkatnya.
" Siapa yang ada dibawah? Sedang mengambil sesuatu? Apa sulit? Junghyun kenapa tidak membantunya? ", tanya Sungkyuu bertubi-tubi.
" Tid-tidak, tidak perlu aku sudah meraihnya! ", ujar Goeun.
" Keluarlah, apa yang kau ambil dari bawah sana? ", ujar Sungkyuu.
" Bedebah ini benar-benar! ", gerutu Grizzy dalam hati.
Diam-diam Grizzy mengambil kelewang dari sakunya lalu menggenggam kuat sebelum akhirnya memasukkan kembali kelewang itu.
Benar saja, Goeun keluar dengan membawa tongkat itu, Junghyun terkejut namun tidak bisa mengelak lagi. Goeun menunjukkan tongkat itu ke Sungkyuu, dan tentu saja Sungkyuu tidak akan pura-pura tidak lihat.
" Kenapa ada darah di tongkat itu? ", tanya Sungkyuu.
" Itu darahku! ", ujar Grizzy lalu menunjukkan telapak tangannya yang mengeluarkan banyak darah.
" Astaga? Apa yang terjadi?? Bagaimana bisa seperti ini? ", tanya Sungkyuu cemas.
" Junghyn panggilkan bibi oh! ", suruh Sungkyuu.
Junghyun terkejut, dia hanya diam di tempatnya tak tahu harus melakukan apa. Grizzy meliriknya memberi kode untuk berpura-pura mencari bibi oh.
" Kenapa kau berdiri saja! Cepat cari! ", bentak Sungkyuu.
" Apa sakit? ", tanya Sungkyuu lembut.
Grizzy hanya menggeleng.
" Kita ke rumah sakit ya! JUNGHYUN!! MAU IKUT KE RUMAH SAKIT TIDAK?? ", teriak Sungkyuu lagi memanggil Junghyun.
Junghyun datang dan langsung menjawab Sungkyuu. Dengan balutan sederhana untuk menahan pendarahan di telapak tangannya, Grizzy di bawa ke rumah sakit. Goeun dan Junghyun pun ikut serta. Goeun melihat raut wajah Grizzy yang bahkan tak terlihat kesakitan, padahal darah yang keluar cukup banyak setidaknya perih atau ngilu dapat di siratkan melalui ekspresinya. Grizzy ini sangat lain seolah mati rasa dia terlihat biasa saja, bahkan saat membersihkan genangan darah bibi Oh yang bahkan cairan kentalnya pun ada di sana.
" Nona ini.. Apa dia psikopat? Kenapa tak menunjukkan ekspresi apapun mengenai lukanya? ", gumam batin Goeun yang duduk di sebelah Grizzy.
Di waktu yang bersamaan.
" Anak ini! Tunjukkanlah sedikit ekspresi mu! Bukankah kau pandai ber-akting? Kenapa sekarang malah terlihat santai saja! Benar-benar psikopat! ", gerutu Junghyun yang khawatir semuanya akan terbongkar.
Junghyun tidak tahu kalau itu luka sungguhan dan berfikir kalau ini adalah bagian dari rencana Grizzy. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah ini memang sebagian dari rencana Grizzy namun bukan akting melainkan luka yang berasal dari kelewang itu.
Sesampainya di rumah sakit, barulah Junghyun sadar kalau Grizzy benar-benar terluka sampai harus di jahit, hanya ada lima jahitan namun hal itu cukup ngeri untuk seorang Junghyun.
" Kau merasa lebih baik? ", tanya Sungkyuu.
Grizzy hanya mengangguk.
" Kenapa bisa sampai terluka seperti ini? ", tanya Sungkyuu.
Grizzy terdiam, dia sadar belum menyiapkan jawaban untuk hal ini.
" aku tidak ingat ayah,sepertinya aku tidak sengaja berpegangan pada benda tajam! ", jawab Grizzy yang mencoba santai.
" Apa tongkat itu tajam? Tapi kenapa tongkatnya bisa sampai ke bawah sana? ", tanya Sungkyuu.
" Sialan! Orang ini mencoba mendesak ku?" , gumam Grizzy.
" Sebelumnya aku memegang tongkat baseball milik kakak, namun aku terkejut saat melihat darah di tanganku, aku refleks dan melempar tongkat itu sampai jatuh ke bawah! ", ujar Grizzy.
__ADS_1
Sungkyuu mengangkat sebelah alisnya lalu mendekati Junghyun, dia menarik telinga Junghyun hingga membuat Junghyun meringis kesakitan.
" Aaaa, sakit, sakit, sakit, ayah mengapa malah menarik telingaku?? ", tanya Junghyun.
" Ini hukuman untukmu karena membiarkan adikmu terluka! Dia sedang terluka tapi kau malah membiarkannya mencari tongkat baseball mu!! ", oceh Sungkyuu terdengar marah.
" Maaf, maaf lepaskan dulu ini sakit!! Aduhhh!! ", rengek Junghyun.
" Minta maaflah kepadanya dan berjanjilah kau akan menjaganya lebih baik lagi! ", tekan Sungkyuu.
" Aku akan melakukannya setelah ayah melepaskan telingaku! Lepaskan dulu ini!! Rasanya ingin putus! ", ujar Junghyun dengan cepat.
Sungkyuu melepaskan tangannya, telinga Junghyun sampai memerah karena di tarik oleh Sungkyuu. Junghyun mendekati Grizzy dan mulai meraih telapak tangan Grizzy yang baru saja di perban.
" Ini pasti sakit.. Maafkan aku, ini semua salahku sampai kau harus menanggung rasa sakit ini..
" Eh, aku merasa aneh dengan kata-katanya.." , gumam batin Grizzy.
" Maaf, seharusnya hal itu tidak terjadi, maafkan ayah juga, aku bersedia menanggung semua dosanya, tapi ku mohon maafkan kesalahan kami! ", ucap Junghyun lirih.
Bukan hanya Grizzy, Sungkyuu pun ikut merasa aneh dengan apa yang di katakan oleh putranya itu.
" Dulu, saat aku terluka ibu selalu meniup lukaku untuk menghilangkan sakitnya.. Aku juga akan melakukan hal yang sama untuk adikku.. ", sambung Junghyun lalu meniup luka Grizzy yang bahkan sudah di balut perban.
Grizzy dapat melihat ketulusan Junghyun dari sikap polosnya, meski dia adalah peran pendukung dalam misinya, namun kehadirannya benar-benar membuatnya merasakan bagaimana menjadi seorang adik. Perlakuannya sangat hangat meski sedikit menyebalkan, berbeda dengan Daniel yang jelas-jelas kakak kandungnya.
Sepulangnya dari rumah sakit, Grizzy masuk ke kamarnya di temani Goeun. Goeun akan menginap hari ini untuk menemani Grizzy. Sedangkan Junghyun membersihkan tongkat baseball nya.
Grizzy sendiri tidak bisa langsung pergi demi menghindari kecurigaan Sungkyuu. Setelah mengetahui dokumennya hilang Sungkyuu pasti langsung bertindak untuk menemukannya kembali. Grizzy memutuskan untuk pergi besok pagi setelah mengantarkan Goeun pulang.
Disisi lain, Sungkyuu tengah duduk di sofa kamarnya. Dia tidak menaruh kecurigaan mengenai luka Grizzy, melainkan dia masih memikirkan apa yang Minseok dan sekretaris nya katakan.
" Jika bukan Gina dan Daniel yang mengambil alih posisi Edard, lalu siapa yang menduduki posisi itu? Kenapa begitu arogan dan agresif? Membunuh dengan obsesi tinggi untuk mendapatkan mansion itu kembali? Bahkan sepertinya kekejamannya hanya sebanding sebelas dua belas dengan kekejaman Edard! Tapi, kenapa Min-seok bisa bersembunyi dengan baik selama ini? Bukankah dia seharusnya mati juga? Apa Minseok bekerjasama dengan Mafia itu untuk merebut kembali Mansion Lee D'Angelo? Ini tidak benar! Siapa dalang yang ada di balik pembunuhan itu? Mengapa begitu rapih! Lee Gina? ",
Pikiran Sungkyuu terus mengacu pada topik yang ia bahas bersama Minseok, kecurigaannya saat ini perlu di kupas begitu juga dengan kecurigaannya kepada Grizzy.
Sungkyuu keluar dan mengelilingi mansion nya, mencari sosok bibi oh yang tidak di ketahui keberadaannya. Orang itu jelas berada di dalam kendalinya mengapa menghilang tiba-tiba.
" Ayah? ", panggil Junghyun begitu melihat Sungkyuu melewatinya.
" Ah, Junghyun, kau melihat Bibi Oh? ", tanya Sungkyuu.
" Aku melihatnya buru-buru keluar rumah siang tadi! ", jawab Grizzy yang tengah menuruni tangga dengan Goeun.
" Apa di dapur ada? ", tanya Sungkyuu.
"Ayah, jelas-jelas aku keluar dari dapur, biasanya jam segini dia sibuk untuk makan malam namun dapur sepi! ", jawab Junghyun.
" Eh, makan malamnya belum siap? Padahal aku turun untuk makan malam! ", ujar Grizzy dengan raut wajah kecewa.
" Apa dia sakit? Junghyun tolong periksa ke kamarnya! ", titah Sungkyuu.
Junghyun pun pergi ke kamar Bibi Oh.
" Kalian bersiaplah, kita makan malam di luar saja! ", ujar Sungkyuu.
Grizzy yang baru saja turun pun harus naik lagi untuk mengganti bajunya, begitu juga dengan Goeun. Junghyun benar-benar memeriksa sampai kamarnya dan tidak menemukan bibi oh yang mungkin sudah di makamkan oleh Grizzy. Setelah itu dia kembali ke ayahnya dan memberitahu kalau bibi oh tidak ada di kamarnya.
Setelah semua siap, mereka pun bergegas pergi ke restoran untuk makan malam. Terlihat Junghyun dan Goeun yang masih ketakutan dan Sungkyuu yang terlihat gelisah karena tidak menemukan keberadaan Bibi Oh. Padahal Bibi Oh adalah sumber informasi nya selama dia tidak ada di rumah. Namun sekarang sumbernya hilang entah kemana. Makan malam berjalan dengan damai, tidak ada sikap yang menarik kecurigaan apapun.
Keesokan harinya, Goeun pulang di antarkan oleh Junghyun. Sedangkan Taehyung menjemput Grizzy untuk pergi ke mansion dan menemui orang-orang nya disana. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mereka pun sampai.
" Ada apa dengan tanganmu? ", tanya Daniel khawatir.
__ADS_1