Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Ospiti Non Invitati


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Grizzy akan pergi ke kampusnya, namun kali ini dia memilih untuk membawa mobil sendiri.


Dia ingin Kangsoo tetap dirumah sampai Kenzio datang. Sementara Grizzy akan pergi sendirian tanpa tahu kekhawatiran yang di rasakan oleh Kangsoo.


Sesampainya di kampus, Grizzy langsung berpapasan dengan Cloe saat memasuki gedung utama. Namun, saat Cloe mencoba menyapanya, Grizzy malah melangkah lebih dulu.


"Grizzy!" panggil Cloe mencoba menghentikannya.


"Ada apa?" tanya Grizzy dingin.


"Mengapa kau menghindari ku?" tanya Cloe.


"Ku rasa aku sudah pernah mengatakannya, jangan bersikap seolah-olah kita dekat. Enyahlah!!!" tegas Grizzy lalu melenggang pergi.


Cloe tidak terkejut lagi dengan sikapnya, justru dia semakin tertantang untuk mendapatkan Grizzy. Tidak peduli jika dia baru saja di buat malu saat one-on-one, selama dia bisa mengelak orang-orang akan tetap menganggapnya jantan.


Ditengah lorong Grizzy bertemu dengan Leon, dia menyapanya namun dengan cepat Cloe juga datang menghampiri Grizzy.


"Grizzy?" sapa Leon.


"Oh, Junior.. Ada perlu apa kiranya kau memanggil Grizzy? Kau mengenalnya?" tanya Cloe.


"Justru kau yang tidak ku kenal! Mari Pergi, Leon!" ajak Grizzy sambil menarik tangan Leon.


Sementara Cloe tidak menyerah begitu saja, dia tetap mengikuti kemana mereka pergi.


"Grizzy jangan bersikap begitu dingin pada teman lamamu! Kau bahkan baru mengenalnya, aku yakin kau belum tahu mengenai dia lebih jauh!" ujar Cloe.


Grizzy tak menanggapinya dan terus melangkah menuju ke perpustakaan, namun baru sampai di depan pintu, mereka kembali berpapasan dengan Ciel.


Ciel dengan cepat menangkap sosok Cloe diantara mereka, setelah mereka saling melihat, Cloe pamit sambil memperingatkan Grizzy.


"Baiklah sampai sini saja, kau harus tetap berhati-hati dengan orang baru! Jangan sampai lengah!" ujar Cloe lalu melenggang pergi.


Se-perginya Cloe, Grizzy segera melepaskan tangan Leon dan meminta maaf karena sudah lancang.


Leon yang mengerti akan situasinya pun tidak mempermasalahkannya.


"Dia teman lama mu?" tanya Ciel.


"Terserah apa yang dia katakan, aku hanya tidak perlu menanggapinya.." jawab Grizzy dingin lalu melenggang pergi.


"Eh, Grizzy? Ku pikir kau mau masuk ke perpustakaan? Kemana kau mau pergi?" tanya Leon sambil mengejar langkahnya.


"Mencari tempat yang lebih tenang!" balas Grizzy.


"Hey! Apa kau perlu menarik ku seperti ini??" protes Ciel.


"Jika tidak seperti ini, kau tidak akan ikut!" balas Leon.


Grizzy sampai di sebuah ruangan, namun dia jadi kesulitan melakukan beberapa hal karena kedua laki-laki itu ada disini.


Bagaimanapun juga, identitasnya sebagai putri D'Angelo tidak boleh bocor. Masih terlalu awal untuk dia menunjukkan dirinya.


"Grizzy apa yang akan kau lakukan di tempat seperti ini?" tanya Leon.


"Entahlah, aku hanya ingin tenang.." jawab Grizzy.


"Ngomong-ngomong, jika kau adalah teman lama Cloe, apa kalian berada di sekolah yang sama juga sebelumnya? Ku dengar dia warga negara Italia!" celetuk Ciel.


"Tidak, aku sekolah di Korea sebelum akhirnya melanjutkan kesini.. Kalau boleh jujur, aku sama sekali tidak mengenalnya!" balas Grizzy.


"Sepertinya hubunganmu dengan Cloe tidak baik!" ujar Leon.


"Bagus kalau kau menyadarinya!" balas Grizzy.


Sejenak, Grizzy mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Cloe. Meski tidak terlihat serius, entah mengapa dirinya setuju dengan perkataannya.


Masih banyak yang belum diketahui oleh Grizzy, terlebih tujuan mereka mendekatinya sampai sejauh ini.


Bahkan mereka sampai ikut repot-repot mengikutinya setelah Grizzy melepaskannya.


Tak lama setelah itu, sebuah notifikasi berita muncul di layar ponsel Leon. Dia langsung bergumam setelah membaca judul beritanya.


"Orang hilang lagi? Baru-baru ini ramai sekali berita mengenai orang hilang! Aku heran kemana perginya semua orang itu, apa mereka benar-benar di telan bumi?" tanya Leon.


"Mana ada hal semacam itu?" balas Ciel.


Grizzy sendiri tengah menahan diri agar tidak terlibat dalam topik tersebut, bagaimanapun juga dia masih menggali semua informasinya.


"Tapi, mereka menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun, bukankah itu aneh?" tanya Leon.

__ADS_1


"Meskipun aneh, kau tidak bisa langsung termakan rumor kalau bumi menelan manusia! Jelas hanya orang bodoh yang mempercayai hal itu!" balas Ciel lagi.


'Meski terdengar membantah, entah mengapa aku merasa ada yang ganjil dalam perbincangan ini!' celetuk Grizzy dalam hati.


Leon terlihat tidak senang dengan jawaban Ciel, terlebih Ciel terus menerus menyangkal semua rumornya.


"Kau terus menyangkal ku sebenarnya apa yang kau ketahui mengenai hilangnya orang-orang itu? Jika mereka benar-benar tidak di telan bumi, benarkan The International Criminale terlibat dalam kasus ini?" tanya Leon dengan tegas.


'Tunggu! Mengapa aku merasa Leon ini terlalu bersemangat?' gumam Grizzy.


"Mungkin saja! Soal ini siapa yang tahu? Bahkan polisi sekalipun tidak tahu jawabannya!" balas Ciel dengan nada santai yang sama.


Grizzy sendiri masih bungkam meski sebenarnya ingin sesekali menyeletuk, hanya saja dia tidak tahu harus mengatakan apa dalam situasi yang membuatnya tetap waspada.


Dia termakan omongan Cloe sampai membuat batasan komunikasi antara dirinya dengan Ciel dan Leon.


Alasannya hanya satu, selama Grizzy belum mengetahui siapa mereka sebenarnya, dia akan tetap membatasi dirinya dan terus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap.


Ditengah-tengah perdebatan antara Ciel dan Leon. Grizzy malah mendapatkan panggilan telepon dari nomor tak terdaftar.


Meskipun demikian, dia tetap menjauh untuk menjawabnya.


"Halo?"


"Oi! Gevda!"


(Yo! Gevda)


"Cloe Dieter Fez? Apa mau mu?" tanya Grizzy sambil menekan kata-katanya.


"Beh, sembra che il mio avvertimento non sia stato sufficiente per tenerti lontano da loro! Sono infatti diversi, ma anche pericolosi con le rispettive abilità! Fai solo attenzione, non lasciarti cadere nella trappola di uno o anche di entrambi!!"


(Yah, sepertinya peringatanku tidak cukup untuk menjauhkanmu dari mereka! Mereka memang berbeda, tapi juga berbahaya dengan skillnya masing-masing! Hati-hati saja, jangan sampai diri Anda terjerumus ke dalam jebakan salah satu atau bahkan keduanya!!)


"Dari pada itu, mengapa tidak langsung kau katakan saja sekarang!" ujar Grizzy.


"Certo, ma non è tutto gratis.. La mia offerta è sempre la stessa di prima, che ne dici?"


(Tentu, tapi tidak semuanya gratis.. Penawaran saya masih sama seperti sebelumnya, bagaimana menurut Anda?)


"Cih. Kau pikir siapa dirimu, huh? Berani sekali berbicara tanpa mengenali posisi diri sendiri? Pastikan kau berhati-hati dalam berbicara setelah ini, jangan sampai aku sendiri yang membuatmu diam!!" tekan Grizzy.


Telepon di tutup sepihak oleh Grizzy.


Sore harinya, Grizzy baru memutuskan untuk pulang setelah putus asa mencari tahu mengenai informasi orang hilang.


Mereka semua tidak memiliki hal yang berhubungan, hanya saja cara mereka menghilang sama persis. Dengan ini, bisa di simpulkan kalau pelakunya adalah orang yang sama.


Entah bagian mana yang membuat Grizzy tertarik sampai memanggil Kenzio datang jauh-jauh dari Italia.


Dan juga, Grizzy sampai berniat datang ke perdagangan budak hanya untuk mencaritahu hubungan orang hilang dengan hal itu.


Sesampainya di Mansion, Grizzy tidak di sambut oleh Kangsoo, Alexa mengatakan kalau Kangsoo sedang pergi untuk menjemput Kenzio beberapa saat sebelum Grizzy tiba, itu artinya dia masih belum lama pergi.


"Ok, Alexa. Puoi prepararmi il bagno e la cena!"


(Baiklah, Alexa. Kau boleh menyiapkan bak mandi dan makan malam saya!) ujar Grizzy sambil berlalu menuju kamarnya.


"Bene!"


(Baik)


Sekedar informasi, semua orang yang ada di dalam Mansion ini adalah warga Italia.


Gabriel memberikan semua orang ini untuk menjaga Grizzy selama dia menyelesaikan kuliahnya.


Sementara Alexa adalah pelayan pribadi Grizzy yang sudah lama bekerja dengannya, sebelumnya dia di tempatkan di Mansion D'Angelo dan berada jauh dengan tuannya. Namun, setelah diberikan kesempatan lagi, dia menjadi lebih bersemangat karena akhirnya akan berada di kediaman yang sama dengan Grizzy setelah beberapa tahun lamanya.


Grizzy sendiri tidak memandang lebih ataupun rendah. Mereka yang layak pun akan ia hargai, tak terkecuali para pelayan atau bodyguardnya.


Hal itu bisa dikatakan sifat turun temurun dari pemimpin D'Angelo.


Setelah menunggu beberapa saat, Alexa pun datang untuk memanggil Grizzy. Rasanya sedikit aneh karena sudah lama lepas dari pelayanan Alexa, belum lagi selama Kangsoo berada disisinya, dia lah yang melayani Grizzy.


Setelah selesai mandi, Grizzy langsung menuju ke ruang makan untuk makan malam. Namun, hal tak terduga malah di dapatkannya bahkan sebelum dia sampai ke meja makan.


"Zeano Frans??" ucap Grizzy dengan mata yang membulat sempurna.


"Grizzelle!!!! È da tanto che non ci vediamo, eh? Stai diventando sempre più allettante...."


(Grizzelle!!!! Sudah lama tidak bertemu, ya? Anda menjadi lebih dan lebih menggoda ..) ucap Zeano setelah melompat dan memeluk Grizzy.

__ADS_1


Grizzy memaksa untuk melepaskan diri dari pelukan Zeano, bagaimanapun juga hal ini tidak benar, terlebih sepertinya Grizzy tahu alasan dia datang.


"Smettila Zeano!!! Sei venuto per lui vero? Kenzio non è ancora arrivato, ma tu sei arrivato prima!"


(Hentikan Zeano!!! Anda datang untuknya kan? Kenzio belum datang, tapi kamu yang datang duluan!) protes Grizzy.


"Kenzio non è ancora arrivato? Anche se sono venuto a seguirlo.."


(Kenzio belum sampai? Padahal aku yang datang untuk mengikutinya..) ucap Zeano yang mulai tidak bersemangat.


"Non ha senso che tu lo dica se raggiungi un jet privato da solo!"


(Percuma saja kau mengatakan itu jika kau sendiri menyusul menggunakan jet pribadi!), gerutu Grizzy sebelum akhirnya duduk.


"Ma come ospite posso unirmi a te per cena giusto??"


(Tapi sebagai tamu aku boleh bergabung makan malam dengan mu kan??) ujar Zeano dengan percaya diri.


"No! Finché non ti invito, non hai nemmeno il diritto di toccare niente in questa casa! Vincent! Portalo in albergo, non venire senza il mio invito!"


(Tidak! Selama aku tidak mengundangmu, kau bahkan tidak berhak menyentuh apapun di rumah ini! Vincent! Antarkan dia ke hotel, jangan sampai datang tanpa undangan dariku!) tegas Grizzy.


"Aspettare! È troppo crudele Grizzy!"


(Tunggu! Itu terlalu kejam Grizzy!)


"Altrimenti non merito di essere chiamato Gevda!"


(Jika tidak demikian, aku tidak pantas di panggil Gevda!) balas Grizzy.


"Va bene, va bene, ma mi assicuro di tornare per Kenzio, se necessario installerò una bomba per tenere il cancello spalancato per me!"


(Baiklah baiklah, tapi aku pastikan aku kembali untuk Kenzio, kalau perlu aku akan memasang bom agar gerbang terbuka lebar untukku!) ucap Zeano yang mulai mengalah.


"dai, signor Frans, ti porto io"


(Silahkan, Tuan Frans, saya antar) ucap Vincent.


"Sfortunato! Mentre sono nella residenza di D'Angelo, non riesco nemmeno a disprezzare un servitore! Non posso sfogare la mia frustrazione qui! In cambio Kenzio deve ripagare quello che mi ha fatto Gevda!"


(Nasib buruk! Saat aku berada di kediaman D'Angelo, aku bahkan tidak bisa membenci seorang pelayan! Saya tidak bisa melampiaskan frustrasi saya di sini! Sebagai imbalannya, Kenzio harus membalas apa yang Gevda lakukan padaku!) gumam batin Zeano.


Vincent mengantar Zeano untuk pergi ke hotel dan meninggalkan mansion, sementara Grizzy hanya menghela nafas setelah kepergiannya.


Rasanya beban berat baru saja di angkat dari pundaknya. Dia bisa makan malam dengan tenang meskipun sedikit terlambat dari jam yang seharusnya.


Saat di tengah-tengah makan malamnya, dia mulai menyadari sesuatu.


"A proposito, come faceva a sapere il mio indirizzo?"


(Ngomong-ngomong, bagaimana dia bisa tahu alamatku?) gumam Grizzy.


Setelah makan malam, Grizzy pergi ke ruang belajar hanya untuk sedikit menghilangkan beban di kepalanya.


Dia sadar dia terlalu memaksakan diri dalam mencari tahu hal yang hanya menarik perhatiannya.


Dia sampai rela membuang-buang waktu hanya untuk mengenal lebih jauh mengenai The International Criminale.


Sebagian dari kasusnya sudah Grizzy ketahui, hebatnya berbagai kasus berat di lalui namun dia masih lolos sampai saat ini.


Dia masih hidup dengan tenang setelah melakukan banyak dosa besar, sementara Grizzy yang hanya berniat membalas dendam malah dibayang-bayangi adegan berdarah di setiap aksinya.


Tak lama setelah itu, seseorang mengetuk pintu dari luar, Alexa datang dan memberitahu Grizzy sesuatu.


"Miss, Kangsoo e Mr. Kenzio sono arrivati"


(Nona, Kangsoo dan Tuan Kenzio sudah tiba) ujar Alexa.


"Va bene, lasciali riposare. Aggiungi una porzione di colazione domani mattina, dì anche a Kangsoo che non vado al college domani!"


(Baiklah, biarkan mereka beristirahat.. Tambahkan porsi sarapan besok pagi, katakan juga kepada Kangsoo kalau aku tidak masuk kuliah besok!) ujar Grizzy.


"Bene!"


(Baik)


Alexa undur diri, sementara Grizzy juga pergi ke kamarnya untuk segera beristirahat.


"Tutto inizierà domani mattina! Voglio che sia divertente in modo che il mio periodo uggioso finisca presto!"


(Semuanya akan dimulai besok pagi! Aku ingin hal ini menjadi menyenangkan agar masa suram ku segera berakhir!) gumam Grizzy sambil berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Selain itu, Grizzy pun sudah memutuskan untuk mengubah sistem kerja besok pagi. Karena sebelumnya sistem mereka diatur oleh Gabriel, jadi Grizzy ingin mengubahnya dengan gayanya sendiri.


Posisi baru masing-masing pelayan dan bodyguard, serta mengatur ulang seisi mansion yang nampak seperti kediaman D'Capital.


__ADS_2