
Di Mansion Gevda, Grizzy dan Zeano berbincang secara terbuka di ruang utama. Grizzy mencoba mencari tahu maksud sebenarnya dari kedatangan Zeano ke Korea secara tiba-tiba.
" Giovane Maestro Frans, ora puoi dire qual è il tuo scopo per cercarmi, penso che ci sia qualcosa che ti ha spinto a venire fino a trovarmi qui. "
( Tuan Muda Frans, sekarang Anda bisa mengatakan apa tujuan Anda mencariku, saya pikir ada suatu hal yang mendorong Anda datang jauh-jauh menemuiku kesini ) ucap Grizzy membuka pembicaraan.
" Big Miss è molto attenta, sembra che intendessi dire che era troppo appariscente dall'inizio "
( Nona Besar sangat jeli, sepertinya maksudku ini terlalu mencolok sejak awal ) puji Zeano
" Dire! "
( Katakan! ) pinta Grizzy sambil menuangkan Wine untuk Zeano.
" Ho sentito che hai finito con la tua missione, ho intenzione di avere uno dei tuoi subordinati, se necessario pagherò un prezzo alto "
( Ku dengar kau sudah selesai dengan misi mu, aku berniat memiliki salah satu bawahan mu, kalau perlu aku akan membayarnya dengan harga tinggi ) ujar Zeano.
" Wow, sembra che tu non abbia dimenticato il tuo amante "
( Wow, sepertinya anda belum melupakan kekasih mu ), balas Grizzy.
" Hm, dovrei inginocchiare? "
( Hm, Perlukah saya berlutut? ), tanya Zeano.
" Giovane Maestro Frans, lo sai vero? Mi sono preso la briga di farlo uscire di prigione? Ha lavorato così duramente per me, non posso semplicemente lasciarlo andare. Anche se rinunci alla tua ricchezza e ti inginocchi fino alle lacrime di sangue, io non ci rinuncerò, ma... "
( Tuan Muda Frans, Anda tahu bukan? Saya telah bersusah payah mengeluarkan dia dari Prison? Dia telah bekerja keras untuk saya, saya tidak mungkin melepasnya begitu saja. Sekalipun anda menyerahkan harta kekayaan dan berlutut sampai menangis darah pun, saya tidak akan menyerahkannya, tapi.. ), jelas Grizzy menggantung.
Zeano dengan cepat berlutut dan menggenggam tangan Grizzy dengan raut wajah memelas.
" Ma cosa? "
( Tapi apa? ), tanya Zeano.
Tiba-tiba saja, Taehyung datang dan melepaskan tangan Zeano dari tangan Grizzy. Wajah Zeano memerah, dengan segera Grizzy menarik tubuh Taehyung ke sampingnya dan mencoba menenangkan Zeano.
" Kenapa kau begini padaku? " tanya Taehyung.
" Apa maksudmu? " tanya Grizzy.
" Bagaimana bisa kau berselingkuh dariku? " tanya Taehyung lagi, raut wajah sedihnya malah membuat Grizzy ingin tertawa.
" Apa maksudmu? Duduklah dulu biarkan aku berbicara dengan Zeano dulu! " ucap Grizzy sambil menahan tawanya.
Taehyung menurut dan segera duduk di samping Grizzy.
" Zeano, scusa. Il mio amante ci ha frainteso! "
( Zeano, maaf. Kekasihku salah faham pada kita! ), ujar Grizzy.
" Va bene, me ne dimenticherò! Ma prima continua con il tuo discorso! "
( Baiklah, aku akan melupakan hal tadi! Tapi lanjutkan bicaramu dulu! ), pinta Zeano.
" Adesso è il capo della base segreta di D'Angelo, non posso lasciarlo andare perché è anche uno dei miei preferiti. Tuttavia, non ti impedirò di vederlo, anche se ogni tanto vorrai passare un po' di tempo con lui, finché so quali sono i tuoi obiettivi te lo permetterò! "
( Dia sekarang adalah ketua markas rahasia D'Angelo, aku tidak bisa melepaskannya karena dia juga salah satu kesayanganku. Namun, Aku tidak akan melarang mu menemuinya, bahkan jika sesekali kau ingin menghabiskan waktu dengannya, asal aku mengetahui apa tujuanmu aku akan mengizinkannya! ), jelas Grizzy.
" Dev'essere molto fortunato ad essere al tuo fianco, beh, visto che l'hai detto, allora torno subito a vedere la mia dolce metà! "
( Dia pasti sangat beruntung berada di sisimu, baiklah, karena kau sudah mengatakan hal itu, maka aku akan segera pulang dan menemui kekasihku! ), jawab Zeano bersemangat.
" Ora? "
( Sekarang? ), tanya Grizzy.
" Certo, non ce la faccio più a trattenermi, spero che non cambierai idea in futuro. Poi Mafia Frans dice addio a Big Miss D'Angelo, fino a quando non ci incontreremo di nuovo! "
__ADS_1
( Tentu, aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku harap kau tidak akan berubah pikiran kedepannya. Kalau begitu Mafia Frans pamit undur diri dari hadapan Nona Besar D'Angelo, Sampai Bertemu Lagi! ), ucap Zeano sambil membungkuk.
" Va bene, stai attento. Porta i miei saluti a lui! "
( Baiklah, hati-hati. Titipkan salamku untuknya! )
" Bene! "
( Baik ), sahut Zeano lalu melenggang pergi.
Grizzy menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zeano yang sulit di tebak. Pria tampan dan bertubuh kekar itu bahkan tidak seperti kelihatannya, berbeda dengan Mafia lain yang suka bermain perempuan, yang satu ini bahkan tidak tertarik kepada perempuan. Jika ditanya siapa wanita kesayangannya, dia pasti akan menjawab Gevda. Hanya Gevda seorang, bukan sebagai kekasih melainkan sebagai seorang adik kesayangannya. Jika di ceritakan, orang tidak akan percaya jika dia adalah orang yang seperti itu.
" Apa yang kalian bicarakan? " tanya Taehyung.
" Dia memintaku memberikan kesayanganku, namun aku menolaknya. Aku hanya mengizinkannya menemuinya dan memberinya izin untuk menghabiskan waktu bersama orang itu! " jawaban Grizzy tentu saja membuat Taehyung berpikir.
" Apa dia menyukai orang mu? Namun, siapa kesayangan mu? " tanya Taehyung.
" Mungkin bisa di katakan mereka adalah kekasih, tentu saja dia yang sudah bekerja keras untukku! " jawab Grizzy.
" Kekasih? Aku tidak melihat seorang perempuan pun yang menjadi bawahan mu " ucap Taehyung heran.
" Apa aku mengatakan kalau dia perempuan? " tanya Grizzy.
" Maksud mu? " tanya Taehyung dengan wajah tak percaya.
" Benar, dia laki-laki. Kenzio D'Angelo! " ujar Grizzy.
" Kenzio? Si peretas handal?? Dia adalah.. Gay? " tanya Taehyung dengan wajah terkejut yang semakin menjadi.
" Jadi, apa kau masih berfikir aku berselingkuh dengan Zeano yang jelas-jelas adalah milik Kenzio? " tanya Grizzy.
" Tidak, Aku tidak akan membuka celah untuk Gay sekalipun! Kau hanya satu, dan itu milikku! " ucap Taehyung yang mulai tenang.
" Tae tanganmu! " ujar Grizzy sambil menepis tangan nakal Taehyung.
Hubungan mereka yang sebelumnya hampir tak terlihat karena fokusnya Grizzy yang beralih ke misinya, kini kembali terlihat lagi. Mereka terlihat saling membahagiakan satu sama lain.
" Kim Go-Eun.. " panggil Junghyun.
" Hm? "
" Apa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan Gina? Atau kau mengetahui sesuatu tentang apa yang terjadi pada ayahku? Kenapa dia tidak datang menemuiku? " tanya Junghyun..
Goeun terdiam, pasalnya Grizzy pun tidak pernah menceritakan apapun tentang ayahnya. Dia tidak tahu apapun tentang hal ini, namun setelah Junghyun menanyakan hal ini dia jadi ikut curiga. Grizzy adalah sosok gadis yang tak tahu ampun, dirinya di penuhi oleh aura iblis dengan banyak tangan yang mengaturnya. Meski Grizzy ada disini, siapa tahu tangan dan kakinya menjalani sesuatu yang tidak pernah di ketahui oleh orang lain. Dia punya seribu satu cara untuk membunuh orang yang ingin di bunuh, di tambah Grizzy tidak pernah pandang bulu.
" Aku tidak tahu, hal ini bagaimana jika kau tanyakan langsung pada adikmu, aku yakin ayahmu baik-baik saja! " ujar Goeun.
Junghyun hanya mengangguk pelan dan menunggu Grizzy datang.
Namun, tiga hari berlalu, Grizzy tak kunjung datang sampai tiba saatnya Junghyun pulang. Lalu, sesuatu yang berbeda di sadari oleh Junghyun saat banyak orang yang menjemputnya.
" Siapa orang-orang ini? " tanya Junghyun.
" Mereka semua bawahan Nona, tidak perlu takut! " jawab Goeun.
Junghyun dan Goeun masuk ke Van mewah yang disiapkan Grizzy khusus menjemput mereka dan membawa mereka ke tempat tinggal Grizzy, yakni mansion Gevda. Hal itu juga di sadari oleh Junghyun saat jalan ini tidak asing namun tidak menuju ke rumahnya.
" Mau kemana kita? " tanya Junghyun.
" Pulang! " jawab Goeun.
" Tapi bukan ini jalannya! " ujar Junghyun.
" Kata siapa kita akan tinggal di rumah ayahmu, kita akan tinggal di rumah Nona! " balas Goeun.
" Lalu, apa ayahku ada disana? " tanya Junghyun lagi.
" Aku tidak tahu, apa kau tidak sadar kalau selama ini aku bersamamu? Bagaimana aku bisa tahu siapa saja yang ada di rumah itu! Jangan-jangan kau menganggap ku orang lain selama ini? " tiba-tiba pertanyaan Goeun terdengar marah di telinga Junghyun.
__ADS_1
" Kim Go-Eun.. " panggil Junghyun.
Namun, Goeun mengabaikannya dan keluar duluan dari Van. Tidak peduli pada Junghyun yang memanggilnya sejak tadi, dia sangat kesal dan merasa sangat rendah. Bagaimana bisa dia menghabiskan waktu berhari-hari menemani laki-laki tak berperasaan. Sesampainya di pintu, Goeun melihat Grizzy tengah duduk di sofanya. Grizzy seolah tahu dengan suasana hati Goeun.
" Istirahatlah, aku perlu bicara penting dengannya! " ujar Grizzy lembut.
Selang beberapa detik menit, Junghyun datang dan segera menghampiri Grizzy yang duduk di sana. Namun, tatapannya yang dingin seketika membuat Grizzy tidak senang.
" Dimana ayah? " tanya Junghyun dingin.
" Duduklah dulu, biar aku suguhkan teh lalu kita berbincang dengan santai disini, mengapa begitu terburu-buru? " balas Grizzy.
" Dimana ayah? " tanya Junghyun lagi, kini dia sedikit meninggikan suaranya.
Grizzy terdiam, dia merasa seolah orang yang berdiri di depannya ini tidak mengenal siapa dirinya.
" Kau baru saja memarahi ku? " tanya Grizzy.
" Katakan Gina, dimana ayah? " tanya Junghyun lagi.
" Ayahmu baik-baik saja, kau tidak perlu secemas itu! " balas Grizzy.
" Dimana dia, aku mau bertemu dengannya! " ucap Junghyun seolah tengah berontak.
Lagi-lagi Grizzy terdiam, wajahnya menjadi tidak senang mendengar hal itu.
" Alih-alih bertemu dengan nya, mengapa tidak tinggal saja bersamaku? Aku akan mengurus semua biaya hidupmu, Aku masih membutuhkanmu, kak! " ucap Grizzy lirih.
" Tapi aku membutuhkan ayah! " Tekan Junghyun.
Grizzy menghela nafas dan mencoba untuk tenang, dia mengeluarkan pistolnya dan mengelapnya menggunakan sapu tangan. Melihat pistol di tangan Grizzy menuai kecurigaan dalam benak Junghyun.
" Kau tidak membunuhnya kan? Kau sudah janji tidak membunuhnya! " bentak Junghyun.
" Dia masih hidup, di banding dengan kematian, dia ingin hidup lebih tenang dan jauh dari pandanganku, dia baik-baik saja di sana, di Mansion besar dengan kemewahan yang mengelilinginya, makan kenyang, dilayani dan tidak perlu bekerja, aku memberikannya kepada ayahmu namun kau dengan tidak tahu dirinya meninggikan suaramu padaku! Aku sudah begitu baik memberikan umur panjang pada ayahmu, namun sikap mu ini benar-benar tidak membuatku senang! " ujar Grizzy sambil terus mengelap pistolnya.
Junghyun terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Grizzy, entah bagaimana bisa dia berpikir sejauh itu, namun hatinya juga ragu apa Grizzy sedang membohonginya atau tidak.
" Pak Kim, tolong siapkan keperluan Tuan Muda Lee ini, dia menolak tinggal bersamaku dan memilih menemui ayahnya, tidak perlu pesan tiket pesawat, pakai jet pribadi saja biar lebih cepat! Setelah itu lakukan apa yang seharusnya di lakukan! " titah Grizzy yang langsung di jalankan oleh Pak Kim.
Grizzy beranjak dan berjalan melewati Junghyun begitu saja. Junghyun sendiri masih terdiam di tempatnya, entah apa yang membuat dirinya berani menyinggung mafia besar itu, namun hal tadi benar-benar di luar kendalinya. Dia hanya memikirkan ayahnya tanpa tahu perasaan Grizzy setelahnya.
Malamnya, Junghyun sungguh akan pergi. Grizzy hanya melihatnya dari jendela kamar, melihat punggung Junghyun yang semakin menjauh lalu menghilang di balik pintu mobil. Tatapannya dingin seolah sudah tidak peduli lagi, setelah sebelumnya sempat sangat bahagia.
Paginya, Pak Kim menghubungi Grizzy dan memberitahukan kalau dirinya sudah sampai di kediaman Lee, di Australia. Mansion megah itu akhirnya mempertemukan sang ayah dan sang anak. Di saat yang bersamaan, Daniel dan Taehyung datang, Pak Kim mencoba untuk melakukan panggilan video yang memperlihatkan mansion milik Lee di sana. Grizzy menyambungkan Video itu ke televisi agar bisa di lihat oleh yang lainnya. Goeun datang dan duduk di samping Grizzy.
" Woah, Mansion yang sangat indah, namun bukankah terlalu berlebihan jika untuk Jungkyuu saja? " tanya Daniel.
" Tidak, anaknya pun datang, biar mereka hidup enak dalam beberapa waktu ini! " balas Grizzy.
" Nona, semua sudah siap! " suara Pak Kim dari sana terdengar jelas.
" Dia sudah makan? " tanya Grizzy.
" Grizzy kau masih sempat menanyakan hal itu? " tanya Daniel tidak terima.
" Tuan Muda Lee sudah makan bersama ayahnya, aku pergi setelah mereka makan tadi! " jawab Pak Kim.
" Kalau begitu lakukanlah! " ujar Grizzy.
Seketika layar memperlihatkan sebuah remot yang sama persis seperti remot yang pernah Taehyung lihat.
" Bom? " gumam Taehyung terkejut.
" Jika dia saja tidak mau mengerti perasaanku, bagaimana aku bisa mengerti perasaannya? Seseorang harus lebih menghargai apa yang orang lain lakukan, jika tidak aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk memberitahukannya! " ujar Grizzy.
Lima detik setelahnya, sebuah bom meledakkan mansion megah itu beserta orang-orang di dalamnya. Sekitar ada tujuh ledakkan di sana, Grizzy tersenyum puas melihat hal itu. Tidak hanya itu bahkan Goeun, Daniel dan Taehyung pun melakukan hal yang sama.
" Ho fatto del mio meglio, ma se scegli ancora di andare, allora vai. Ti aiuterò a non tornare mai più. Arrivederci fratello e padre "
__ADS_1
( Aku sudah melakukan yang terbaik, namun jika kau tetap memilih pergi, maka pergilah. Akan ku bantu dirimu agar tidak pernah kembali lagi. Selamat tinggal Kakak laki-laki dan Ayah )