
Di waktu yang bersamaan.
" Bene, Sto arrivando! "
( Baik, aku sedang dalam perjalanan ), balas Grizzy lalu menutup teleponnya dan beranjak dari duduknya.
" Kau mau kemana? ", tanya Taehyung.
" Ada urusan mendadak, aku harus pergi! ", jawab Grizzy.
" Aku akan mengantarmu! ", ujar Taehyung.
" Aku akan pergi sendiri, tetaplah disini aku akan menghubungimu begitu sampai di rumah! ", balas Grizzy lalu bergegas pergi dari sana.
Junghyun dan Taehyung tentu tidak akan diam saja, mereka melihat Grizzy masuk ke dalam Lamborghini yang pernah di pakai ia ke sekolah, lalu mereka berdua hendak menyusul, namun ban mobil mereka kempes, begitu juga dengan mobil yang lain, alhasil, mereka pun memilih untuk menuruti perkataan Grizzy.
Tak disangka tindakan mereka justru membuat beberapa temannya curiga, mereka bahkan bertanya-tanya ada apa Antara Junghyun dan Grizzy. Mereka kakak-adik namun tidak seperti kelihatannya. Hubungan keduanya seolah renggang, dan tidak baik-baik saja. Junghyun selalu terlihat ketakutan ketika di hadapkan dengan Grizzy, seolah sesuatu tengah mengancamnya. Namun, mau bagaimanapun juga, Junghyun tetap tidak bisa membuka mulutnya dan masih menggunakan alasan biasa, di bantu Taehyung yang setia melindungi wajah asli Grizzy.
Grizzy sendiri tiba di ruko, dia naik ke atas dengan membawa pistol kesayangannya yang ada di genggaman tangan kanannya. Kehadiran Grizzy tentu saja membuat Minseok bertanya-tanya, siapa dia.
Dongil beranjak dan mempersilahkan dia duduk berhadapan dengan Minseok yang masih ada di tempatnya.
" Begini caramu melayani tamu? Sangat tidak sopan, suguhkan lah sesuatu agar tenggorokannya tidak kering selama membahas sesuatu yang penting! " , ujar Grizzy.
Dongil pergi melakukan apa yang Grizzy katakan.
" Siapa Anda? ", tanya Minseok.
" Aku orang yang mengajukan kesepakatan denganmu! ", ujar Grizzy sambil melirik ke arah tabung yang berisi bola mata yang di letakkan di atas meja.
" Lebih dari itu? ", pinta Minseok.
" Aku Mafia muda, yang ingin membalaskan dendam ku.. ! ", ujar Grizzy santai sambil memainkan pistolnya.
" Dendam? Apa itu berkaitan dengan mansion itu? ", tanya Minseok.
" Mungkin saja, aku hanya perlu bantuanmu! ", jawab Grizzy.
" Jangan berbelit! Apa maksudmu melakukan ini semua? ", tekan Minseok
" Woah! Kau sedang menekan ku? " ,ucap Grizzy merasa tertantang.
" Katakan! ", tegas Minseok untuk kesekian kalinya.
" Baiklah, karena kau sangat tidak sabar, kau hanya menginginkan iris mata itu kan? Kau juga boleh mengambil semuanya jika kau mau, kau hanya perlu memberitahuku satu hal! ", ujar Grizzy.
" Apa itu? ", tanya Minseok.
" Beritahu aku siapa dalang yang ada di balik pembantaian itu? Setelah itu ku biarkan kau hidup sambil menikmati kekayaanmu! ", tawar Grizzy.
" Sudah aku duga! Kau pikir aku bodoh! Kau kah itu yang membunuh Hee-young? ", tanya Minseok dengan tatapan menjengkelkan bagi Grizzy
" Kenapa kau berfikir demikian? ", tanya Grizzy.
" Lalu apa maksudmu mencaritahu siapa saja yang terlibat di balik pembantaian Mafia sialan itu? Kau tahu, kalaupun kau berhasil menemukan mereka, kau tidak akan bisa membunuh mereka, bahkan Mafia lemah itu tidak bisa berbuat apa-apa saat seisi Mansion nya dibantai! ", sarkas Minseok yang langsung membuat Grizzy memanas.
" DANNAZIONE! "
( SIALAN! ), bentak Grizzy sambil melempar tabung berisi bola mata itu ke arah kepala Minseok sampai darah mengucur.
" Anda pikir siapa yang Anda bicarakan, brengsek!! " , amarah Grizzy menggelegar membuat Dongil juga buru-buru datang membawa wine di nampannya.
Soon-il dan Gongyoo datang dari belakang Minseok. Tatapan panas Grizzy membuat mereka memegang erat tangan Minseok yang tengah kesakitan.
" Anda tahu dengan siapa Anda berbicara??! Grizzy Edard Viviana D'Angelo!!! Dan yang sedang Anda hina adalah Ayah saya!!! Manusia tidak tahu malu! Dengan bangganya Anda memamerkan perbuatan keji Anda di hadapan maut!!!", Sarkan Grizzy yang masih berdiri.
Dongil menyentuh bahu Grizzy, dan menuntunnya duduk kembali di sofa. Sedangkan Minseok tengah berusaha melihat sekitarnya, tabung itu cukup berat hingga membuatnya pusing dan pandangannya sedikit kabur.
Dongil menuangkan wine untuk Grizzy, Grizzy pun meneguknya dalam satu tegukan. Matanya masih menatap tajam ke arah Minseok.
" Kau masih mau hidup? Aku akan memberimu kesempatan jika kau mau memberitahuku sesuatu! ", tawar Grizzy sekali lagi kali ini suaranya ia pelan kan.
Tak ada jawaban, Grizzy mengisi peluru ke pistolnya lalu memasang sebuah peredam suara disana. Grizzy kembali meneguk wine nya sebelum akhirnya kembali beranjak ke hadapan Minseok.
" Katakanlah, kau tidak punya banyak waktu untuk bertahan! ", ujar Grizzy.
Tetapi lagi-lagi Minseok tidak menjawab, dia hanya meringis pelan, sampai akhirnya Grizzy mengarahkan pistolnya ke dahi Minseok. Pistol sudah siap di tembakkan, Grizzy hanya perlu menarik pelatuknya, namun saat itu juga Minseok membuka suaranya.
" Hong Baekho, Hwang Dongyoo, Lee Jungkyuu! ", ujar Minseok lirih.
" Lee Jungkyuu? ", tanya Grizzy
" Pemilik pengganti Mansion Lee D'Angelo ", jawab Minseok sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
Grizzy mundur, lalu kembali duduk di sofanya.
__ADS_1
" Dia masih hidup! ", ujar Soonil.
" Sekap dia! Periksa seluruh tubuhnya, jangan sampai ada pelacak atau apapun yang bisa mengetahui keberadaannya! ", perintah Grizzy langsung dilakukan oleh Kangsoo di bantu beberapa Bodyguard, sedangkan Soonil dan Gongyoo kembali ke tempatnya.
" Mari pergi dan cari siapa Lee Jungkyuu! " sambung Grizzy.
Sesampainya di apartemen, Grizzy mendapati wajah Kenzio panik, begitu juga dengan Daniel. Spontan Grizzy langsung menanyakan hal buruk apa yang telah datang.
" Ada apa? ", Tanya Grizzy langsung.
" L'assistente di Minseok è scomparso, non riesco a rintracciare dove si trovi, temo che scopra cosa è successo veramente al suo padrone! "
( Asisten Minseok menghilang, aku tidak bisa melacak keberadaannya, aku khawatir dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya! ) , Ujar Kenzio gugup.
" Dannazione! Come puoi essere così negligente? Trovalo!!! Foragli le orecchie e cavagli gli occhi appena li trova!!! Adesso!!! "
( Sialan! Bagaimana bisa kau selalai itu, huh?? Cari dia!!! Tusuk telinga dan congkel matanya keluar begitu menemukannya!!! Sekarang!!! ), Ujar Grizzy marah sambil menekan kata-katanya.
Kenzio bergegas pergi dengan Daniel diikuti beberapa Bodyguard yang menunggunya di bawah. Sedangkan Dongil masih mencoba menenangkan Grizzy.
" Ini kacau!! Bagaimana bisa tikus kecil itu hilang dari perhatian predator!! ", Gerutu Grizzy yang masih di selimuti amarah.
" Kau! Cari mata-mata! Aku butuh mata-mata untuk mengawasi sisa mangsaku!! " , Sambungnya sambil menunjuk Dongil
" Dimana aku bisa menemuinya? ", Tanya Dongil yang justru membuat Grizzy semakin kesal.
" Jangan tanyakan padaku! Tanyakan itu pada Kim Daeshim!!! ", Balas Grizzy.
Dongil pun ikut pergi dari apartemen melakukan apa yang Grizzy katakan. Sedangkan Grizzy tengah frustasi di apartemennya, dia menjambak rambutnya sendiri saking kesalnya. Amarahnya memang sampai tak pandang bulu, semua yang ada di sekitarnya kena sembur begitu emosinya meledak.
Sekarang yang pikirannya kembali lagi ke Taehyung, masih ada peluang untuk memanggilnya kembali dan membuat bergabung dalam misi balas dendamnya. Ini memang berbahaya, Grizzy sendiri bahkan tidak tahu siapa orang pertama yang akan di korbankan dalam misinya ini. Mengetahui mangsanya sangat sulit, di tambah dia melewatkan satu sosok penting yang bahkan tidak dia ketahui.
" Taehyung akan sangat berguna untuk membantu Kenzio, namun ini terlalu berbahaya! ", Gumam Grizzy seorang diri.
Dia kembali berfikir sambil terus berjalan mondar-mandir berusaha memikirkannya baik-baik.
" Jika aku bisa menggunakan Danny sebagai boneka ku, dan Daniel sebagai topengku. Tidak akan masalah bukan jika aku menggunakan seseorang sebagai tameng ku? ", Sambungnya sambil menyeringai.
Grizzy berjalan ke kamar yang memang hanya di datangi olehnya di apartemen itu. Kamar yang mana di gunakan untuk menyimpan senjata-senjata miliknya, termasuk sniper yang akan ia gunakan untuk mencabut nyawa sang dalang. Grizzy mengambil sebuah pistol di sana lalu mengisinya dengan peluru, dan juga peredam suara yang tak pernah ketinggalan.
Grizzy beralih ke tempat dimana sebuah layar monitor memperlihatkan rekaman Cctv yang ia pasang tepat di depan kediaman Hong. Melihat tidak ada pergerakan mencurigakan, Grizzy beralih melihat Cctv dimana barisan mobil Minseok berada. Dan benar saja tepat saat Grizzy tiba, salah satu mobilnya keluar dari parkiran. Orang yang membawanya tak lain adalah asisten Minseok sendiri.
Dengan cepat jari-jarinya melacak keberadaan mobil itu, instingnya tak pernah salah. Mobil itu mengarah ke dua kemungkinan. Ruko tempat dimana Minseok di kurung atau kediaman Hong.
Telepon berdering. Kangsoo.
" Bagus, bawa benda itu pergi ke gudang kosong di tepi kota! Bawa dalam keadaan utuh dan jangan sampai merusaknya! Pergilah sendiri aku akan segera menyusul! ", Ujar Grizzy.
" Baik! "
Telepon ditutup.
Grizzy bersiap untuk pergi dan menyusul Kangsoo. Namun sebelumnya, dia juga menelepon Daniel untuk berjaga-jaga di sekitar kediaman Hong karena ada kemungkinan Asisten Minseok akan datang melapor.
" Una Lunga Notte "
( Malam yang panjang ) , ujar Grizzy sambil berjalan keluar ruangan.
Grizzy melajukan mobilnya menuju ke tempat yang ia maksud lalu. Berusaha untuk sampai secepat mungkin namun tidak menimbulkan masalah di jalanan. Sampai akhirnya ponselnya kembali berdering. Kangsoo lagi.
" Nona, sebuah mobil mengikutiku, dia berhenti tepat di belakangku! "
" Kau bawa pistol mu? ", Tanya Grizzy yang masih dalam perjalanan.
" Ya, aku membawanya! "
" Tahan dan jangan keluar dari mobil sampai aku datang! Aku akan segera tiba! "
" Baik, Nona! ",
Grizzy menambah kecepatannya agar segera sampai di tempat.
Disisi lain, Kangsoo melihat dari cermin kalau orang itu keluar, dia juga sepertinya membawa pistol. Dia berjalan mendekati mobilnya, Kangsoo juga sudah bersiap dengan pistolnya.
Orang itu semakin dekat, namun samar Grizzy muncul dari jauh dan menembak ke arah orang itu hingga terjatuh. Kangsoo pun mendapat kesempatan untuk keluar, dan menangkap orang itu.
Tembakkan mengenai kaki, namun dia masih bisa menodongkan pistol ke arah Kangsoo yang hendak menangkapnya.
" Jangan bergerak! Atau aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu! ", Ujar Grizzy sambil berjalan .
Orang itu tertegun dan berhenti bergerak.
" Turunkan pistol mu! Aku tahu dimana orang yang kau cari, patuh lah maka aku akan mempertemukan mu dengannya, turunkan pistolnya sekarang! " Tekan Grizzy.
Perlahan pistol yang tadinya mengarah ke dahi Kangsoo di diturunkannya, namun sesuatu hal tak terduga dilakukannya.
__ADS_1
" Kalian pikir aku bodoh! Mempercayai kalian begitu saja! ", Sarkas nya.
Orang itu dengan cepat menembak Kangsoo dan Grizzy bergantian. Namun, tembakan yang di arahkan ke Grizzy meleset. Grizzy dengan cepat menembak tepat di kepala asisten itu hingga dia tewas di tempat.
Grizzy berlari ke arah Kangsoo yang tertembak di bagian perutnya.
" Sudah ku bilang jangan keluar! ", Ujar Grizzy.
" Maaf Nona, tapi aku melihat dia menelepon seseorang tadi ! ", Balas Kangsoo.
Dengan cepat, Grizzy memeriksa ponselnya, benar saja dia baru saja menelepon Hong.
" Bedebah! ", Umpat Grizzy.
" Kau bawa pelacak nya?? ", Sambung Grizzy bertanya pada Kangsoo.
Kangsoo memberikan benda kecil itu, Grizzy menghancurkannya lalu, membantu Kangsoo bangkit.
" Kita tidak boleh meninggalkan jejak apapun disini, apa kau masih cukup kuat untuk mengemudi? Mobilku ada di depan jalan sana! ", Ujar Grizzy.
" Aku bisa! ", Balas Kangsoo lirih.
" Mengemudi sampai kedai di sisi jalan saja! Orang ku yang lain akan menjemput mu! ", Ujar Grizzy.
Grizzy membantu Kangsoo masuk ke mobilnya, lalu membiarkan Kangsoo pergi lebih dulu. Sedangkan dia akan membawa ponsel Asisten itu dan memberikan satu peluru lagi untuk memastikan kalau orang itu benar-benar mati.
" Merepotkan saja! Aku jadi tidak bisa mencongkel matamu!! ", Gerutu Grizzy lalu segera berlari ke tempat dimana mobilnya berada.
Grizzy juga menelepon beberapa bodyguard nya untuk datang mengambil mobil yang di bawa Kangsoo. Melihat mobilnya berhenti tidak jauh dari tempat itu membuat Grizzy khawatir.
Kangsoo sudah tidak sadarkan diri, Grizzy memindahkannya ke mobilnya, lalu memberitahu letak mobilnya berada. Beruntung bodyguardnya tidak terlalu jauh jadi, mobilnya akan aman. Sementara Grizzy membawa Kangsoo ke sebuah tempat yang dimana seorang dokter kenalan Kim Daeshim tinggal disana.
" Siapa? ", Tanya Dokter begitu membuka pintu dan mendapati seorang gadis membawa pria terluka.
" Gevda, tolong! " ,Ujar Grizzy
" Huh, mari saya bantu! ", Jawab dokter itu lalu membantu Grizzy membawa Kangsoo masuk.
Dokter memeriksa luka tembaknya, dia juga membantu mengobatinya. Grizzy hanya diam sambil memijat bahunya sendiri, dia tak menyangka kalau Kangsoo akan seberat itu. Setelah selesai, Dokter itu segera menghadap Grizzy.
" Pelurunya menembus, jadi tidak cukup parah, Anda tidak perlu khawatir lagi! ", Ujar Dokter ramah.
" Terimakasih.. Maaf mengganggumu selarut ini! ", Ujar Grizzy.
" Tidak apa-apa, Nona. Tamu besar sepertimu bagaimana bisa aku keberatan untuk membantu! Namun, benarkah Anda Gevda? ", Tanya Dokter itu.
" Tentu saja, Kau meragukan ku? " ,Tanya Grizzy.
" Aku tidak bermaksud.. ", ujarnya lirih.
Grizzy menunjukkan kalungnya yang menjadi identitas dirinya, dan dengan hal itu sang dokter mempercayainya.
" Aku belum mengenalmu, hanya saja Tuan Kim pernah memperkenalkan tempat ini kepadaku, dia bilang kau memihak ayahku.. Jadi aku datang untuk meminta bantuan ", ujar Grizzy.
" Kalau begitu izinkan saya memperkenalkan diri, Saya adalah Myun Hansik, Saya dulu bekerja di rumah sakit Ny. Yoora sebagai dokter bedah, namun, setelah rumah sakit berpindah tangan saya keluar! ", ujar Hansik.
" Kenapa? ", tanya Grizzy.
" Pemilik rumah sakit yang baru memang mengganti semua dokter beserta perawat, dia membersihkan seluruhnya, jadi mau tidak mau saya harus pindah ke rumah sakit lain! ", jawab Hansik.
Jawaban itu tidak pernah di dengar oleh Grizzy sebelumnya. Sedangkan pemilik rumah sakit itu adalah Lee Sungkyuu, seharusnya Sungkyuu memberitahunya soal ini, bagaimana bisa Grizzy mengethuinya dari mulut orang lain. Kali ini ada dua pihak yang Grizzy curigai, Dokter ini dan Sungkyuu. Namun, Grizzy tetap profesional dengan karakternya saat ini, bagaimana pun juga dia tidak boleh gegabah.
" Begitu ya... " , balas Grizzy setelah terdiam cukup lama.
" Melihatmu seperti ini, sepertinya kau mewarisi sikap Ayahmu, dulu Ayahmu juga seringkali membantu bawahannya, dia tak pernah gengsi untuk mengulurkan tangannya kepada orang-orang kecil, aku mengaguminya meski tak banyak bertemu dengannya! ", cerita Hansik panjang lebar.
" Dia sangat mengenal Papa, apakah dia benar-benar berada di pihak ku? Lantas, bagaimana dengan rumah sakit itu, bukankah sangat mencurigakan? "
Saat sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba ponsel Grizzy berdering dan membuyarkan semua lamunannya. Anak buahnya menelepon.
" Aku akan menjaab teleponku.. ", pamit Grizzy lalu pergi keluar.
Diluar..
" Ada apa? ", tanya Grizzy.
" Gawat Nona, mobil sedang di selidiki oleh orang-orang Hong! ",
" Kalian terlambat? "
" Maaf Nona.. "
" Baiklah, selama mereka berkumpul, lempar granat dan bom mobil beserta penyelidiknya! ", titah Grizzy.
" Akan kami lakukan Nona! "
__ADS_1
Telepon ditutup.