Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
He is Kim Taehyung?


__ADS_3

Junghyun terkejut bukan main saat mengetahui yang mengendarai lamborghini itu adalah adiknya, Grizzy. Grizzy keluar dari lamborghini dengan kharismanya. Namun, aura dinginnya tak terlepas dari raut wajahnya.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Youngsik.


"Bagaimana aku tidak mengenalnya, dia adikku!" jawab Junghyun.


"APAA??!!" teriak Youngsik dan Taeil serentak.


Keduanya tak kalah terkejutnya dengan Junghyun, lantaran Junghyun yang tidak pernah cerita kalau dia punya adik perempuan secantik Grizzy. Kini adiknya tiba-tiba muncul dan bersekolah di sekolah yang sama dengan Junghyun.


Grizzy berjalan melewati Junghyun dan kedua temannya. Kedua pasang netranya bertemu namun tak ada satu katapun yang terucap diantara keduanya. Grizzy bersikap seolah-olah tak mengenal Junghyun, sedangkan Junghyun sendiri mencoba untuk tidak peduli terhadap sikap adiknya itu.


Hal itu justru mengundang kecurigaan kedua temannya, mereka berfikir kalau Junghyun hanya berbicara omong kosong dan mengaku-ngaku saja.


"Apa itu tadi, kau bilang dia adikmu, tapi dia baru saja melewatimu seolah kau tak terlihat" tanya Taeil penuh curiga.


"Lebih baik seperti itu!" balas Junghyun yang langsung melenggang pergi.


Disisi lain, Grizzy berjalan menelusuri lorong sekolahnya. Dia merasa kurang nyaman lantaran semua siswa menatapnya dengan tatapan aneh. Grizzy tidak paham betul dengan perasaan mereka, hal itu tentu saja membuat canggung, bahkan Grizzy bingung saat tersesat dan tak bisa menemukan ruang guru.


Saat dia sedang melihat-lihat, sebuah bola hampir saja mengenai kepalanya. Beruntung seorang siswa memblok bolanya hingga hal itu tak terjadi, Grizzy yang terkejut pun meletakkan tangannya di depan wajahnya. Perlahan dia melihat punggung siswa itu, dia masih membelakangi Grizzy, Grizzy menurunkan tangannya.


"Memalukan? Ide bodoh ini sangat memalukan!" Ujar siswa itu.


Grizzy masih menatap punggung siswa itu, sampai-sampai dia terkejut saat siswa itu membalikan badannya.


"Kau, ikut aku!" Ujarnya dingin lalu langsung berjalan.


"Hah? Aku?" Tanya Grizzy bingung.


Mau tidak mau, Grizzy pun menurutinya dan mengikutinya dari belakang, sekilas dia melihat ke arah depan dimana seorang laki-laki tengah memegang bola yang hampir mengenainya. Laki-laki itu, Grizzy seperti pernah melihatnya, namun dia tidak ingat dimana mereka bertemu. Karena merasa hal itu tidaklah penting, Grizzy mengesampingkan perasaannya itu dan memilih untuk memprioritaskan cara membalas mereka yang hampir membuatnya mengalami hal memalukan.


Ternyata siswa laki-laki itu membawa Grizzy ke ruang guru. Grizzy sedikit lega karena dia tidak perlu repot-repot bertanya kepada orang lain. Namun, lagi-lagi dia dibuat terkejut saat laki-laki itu berbalik secara tiba-tiba. Grizzy tercengang saat mengetahui siapa yang telah mengantarnya sampai ke depan pintu ruang guru. Tidak hanya Grizzy, siswa laki-laki itu pun ikut terkejut melihat Grizzy.


"Kau?" Suara pelan Grizzy dengan tatapan yang terus tertuju pada siswa laki-laki di depannya.


Sadar akan dirinya yang larut dalam tatapannya sendiri, Grizzy pun membungkuk untuk menghentikannya.


"Terimakasih sudah mengantarku kesini!" Ujarnya lalu berlari kecil masuk ke dalam ruangan.


Siswa itu tertawa kecil melihat tingkah Grizzy.


"Taehyung!" Seseorang memanggil namanya dan saat sadar ternyata momen tadi juga disaksikan oleh banyak siswa.


Terlihat Junghyun datang menghampiri Taehyung. Saat Taehyung mencoba berbalik ternyata dua orang yang lainnya tengah berjalan dari arah yang berlawanan. Hal itu membuat Taehyung kehilangan kesempatan dan membuatnya mengikuti permainan Junghyun, seniornya.


Mereka membawa Taehyung ke tepi lapangan. Lalu, menunjukan foto Taehyung yang mengenakan jaket berlogo sama dengan gangster yang menyerangnya beberapa waktu lalu. Taehyung tidak terkejut sama sekali, dia malah menatap tajam ke arah Junghyun yang setengah mengintimidasinya.


"Kau benar-benar orang yang tidak tahu terimakasih ya? Aku kasihan padamu!" Suara dingin itu keluar begitu saja dari mulut Taehyung.


Saat Taehyung mencoba melangkah pergi, Junghyun menarik seragamnya untuk mencegah Taehyung pergi.


"Jika kau bagian dari anggota gangster itu, mengapa kau menolong kami? Kau mencoba untuk menjadi jagoan?" Sarkas Junghyun mengundang perhatian siswa lainnya.


Taehyung menepis kasar tangan Junghyun hingga melepas seragamnya. Lalu, mulai melangkah maju menyita semua jarak antara Dia dan Junghyun.


"Aku kira seorang senior bisa lebih pintar , nyatanya kau bahkan lebih bodoh dari orang-orang yang kau risak! Ku katakan sekali lagi, Aku kasihan padamu! Dan satu lagi, I'm not member, but I'm Leader!" Ujar Taehyung lalu melangkah melewati Junghyun yang terdiam saat mendengar bagian akhirnya.


Bel sekolah berbunyi, semua siswa berhamburan masuk kedalam kelasnya masing-masing. Taehyung masih teringat pada gadis itu, entah kebetulan apa yang membawanya kepada gadis itu sebanyak dua kali. Gadis itu, wajahnya yang menenangkan membuatnya berbeda dengan gadis lain. Orang yang sedang dipikirkannya ternyata tengah berjalan di belakang seorang guru melewati kelasnya. Semua siswa yang ada di kelas melihat keluar ke arah gadis itu, Grizzy. Taehyung tetap pada tempatnya menatapnya dari jauh.


Grizzy ternyata ditempatkan di kelas sebelah, atau satu kelas dengan Na Yeon. Na Yeon yang tidak percaya dengan rumor anak baru cantik dan membawa lamborghini ke sekolah pun tercengang saat Grizzy memasuki kelasnya. Belum lagi anak baru itu ternyata orang yang sama dengan gadis yang ditemuinya di bandara kemarin.


"Hai! Aku, Lee Gi Na!" ujarnya singkat.


Sang guru menyuruh Grizzy untuk duduk di bangku belakang, tepat di seberang Na Yeon. Grizzy yang menangkap jelas wajah Na Yeon pun sontak mengingat kejadian pagi tadi. Dengan wajah datarnya, grizzy berjalan ke arah bangkunya dan duduk disana. Salah seorang siswa perempuan yang duduk di depannya mengajaknya berkenalan, namun sikap yang dimiliki Grizzy tak memungkinkan orang asing untuk menjadi sok dekat dengannya.


"Halo, namaku Park Minjeong!" ujarnya ramah .


"Apa aku menanyakan hal itu?" balas Grizzy dingin.


Mendapat respon yang seperti itu, Minjeong menjadi kesal dan membalikkan badannya. Namun, dia akan terus berusaha agar Grizzy bisa bergabung dengan gengnya. Disisi lain, Na Yeon tengah menatap Grizzy dari tempat duduknya. Grizzy yang sadar akan hal itu pun membalasnya dengan tatapan tajam. Sebuah peringatan tak tertulis untuk Na Yeon.

__ADS_1


Disaat jam istirahat, Junghyun datang ke kelas Grizzy untuk mencarinya. Grizzy sudah merasa malas bahkan hanya dengan melihat Junghyun.


"Ikut aku!" ujar Junghyun sembari menarik tangan Grizzy.


Namun, hal itu di cegah oleh Na Yeon.


"Tunggu! Kau tidak bisa membawanya begitu saja! Kau pikir siapa dirimu?" ujar Na Yeon tegas.


"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, siapa kau berani menghentikan ku?" tanya balik Junghyun.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku!"


"Aku Kakaknya!" ujar Junghyun lalu pergi membawa Grizzy di ikuti Youngsik dan Taeil.


Mereka membawa Grizzy ke atap sekolah, tempat dimana Junghyun biasa melakukan perundungan. Grizzy menepis tangan Junghyun namun tidak terlalu kasar.


"Apa mau mu?" tanya Grizzy.


Sejenak Junghyun meminta kedua temannya untuk sedikit lebih jauh dari mereka agar Junghyun bisa lebih leluasa berbicara dengan Grizzy.


"Aku disini akan berbicara sebagai seorang kakak, jadi dengarkan aku baik-baik. Tak peduli apa misi mu disini, tapi ku mohon, perlakukan ayahku selayaknya dia ayahmu. Bagaimana pun juga dia memperlakukanmu seolah kau adalah putrinya, aku sedikit cemburu karena dia lebih memanjakan mu dibandingkan aku. Namun, saat melihatnya tersenyum aku pikir itu tidak apa-apa, ku mohon agar kau melakukan ini untukku" ujarnya terdengar tulus.


"Kau lupa aku siapa? Ini hanyalah kepalsuan, aku tidak bisa melakukannya, minta ayahmu untuk berhenti memanjakan ku!" suara datar Grizzy cukup terdengar kejam bagi Junghyun.


Namun, demi melihat ayahnya tersenyum, dengan berat hati Junghyun pun berlutut di hadapan Grizzy agar Grizzy bisa memikirkan hal itu sekali lagi. Grizzy terkejut dengan apa yang telah di lakukan Junghyun, dia sedikit mengambil langkah mundur sampai sebuah suara teriakan mengalihkan perhatian mereka. Grizzy berlari ke arah sumber suara, di ikuti Junghyun dan kedua temannya. Ternyata suara itu ada tak jauh dari tempat awal Grizzy dan Junghyun berdiri. Suara seorang perempuan yang tengah dirisak oleh beberapa murid perempuan lainnya.


Grizzy mendekati mereka sampai salah seorang siswa perempuan sadar akan kedatangan Grizzy dan Junghyun. Mereka semua menghentikan aksinya dan menatap sinis ke arah Grizzy sebelum akhirnya meninggalkan tempat. Grizzy pun tak kalah dengan tatapan tajamnya, lalu mulai melihat ke arah korban perundungan yang sudah dicoret-coret wajahnya menggunakan alat make up berupa lipstik dan mascara. Dia terlihat ketakutan dan langsung berlari. Sekilas Grizzy melihat gelangnya yang diberikan kepada Go Eun dipakai oleh siswa korban perundungan itu. Namun, karena coretan nya, Grizzy tidak bisa mengenali wajahnya dengan jelas. Saat Grizzy mencoba mengejar, tangan Junghyun menahan bahu Grizzy. Dengan gerak refleksnya Grizzy menariknya hingga tubuhnya terbanting ke lantai.


"Lakukan apa yang aku perintahkan, atau kau akan menjadi salah satu dari mangsaku!" ujar Grizzy lalu pergi.


Sekolah kali ini tidak terlalu buruk, Grizzy pulang saat sekolah sudah mulai sepi. Ditengah lorong dia bertemu dengan siswa yang mengantarkannya ke ruang guru. Matanya membulat sempurna, suasana menjadi semakin canggung saat siswa itu berhenti tepat di depannya. Grizzy berusaha bersikap se santai mungkin, dia pun mulai mengangkat wajahnya, memberanikan diri menatap siswa itu lagi.


"Menyingkirlah! " ujar Grizzy dingin.


"Maaf kau yang menghalangi jalanku!" balas Taehyung tak kalah dingin.


Grizzy yang sadar kalau dia berdiri tepat di tengah-tengah pintu masuk perpustakaan pun menjadi gugup lantaran malu yang tak lagi bisa dia tahan.


Taehyung yang lagi-lagi melihat tingkah lucu Grizzy pun tertawa kecil. Grizzy tampak menggemaskan bagi Taehyun, namun Taehyung sendiri tidak punya cukup keberanian walaupun hanya untuk menanyakan nama saja. Taehyung yang baru saja memasuki ruang perpustakaan mendapat sebuah telfon yang mengharuskannya datang ke rumah sakit. Dia pun bergegas pergi ke sana.


Di waktu yang bersamaan, Grizzy baru saja mengendarai mobilnya keluar dari wilayah sekolah menuju ke sebuah tempat. Sebuah mansion yang menjadi kenangan terburuknya sembilan tahun yang lalu, menjadi tempat pertama yang dikunjunginya saat ini. Grizzy tidak langsung turun dari mobilnya, melainkan hanya memantau dari luar. Lalu, ponselnya kembali berdering, sebenarnya bukan untuk pertama kalinya melainkan sudah beberapakali namun kali ini, Grizzy benar-benar mengangkatnya.


"Datanglah ke rumah sakit, seseorang menunggumu!", ternyata hal itu yang ingin di sampaikan oleh Lee Sungkyuu.


Tanpa menjawab, Grizzy mematikan telfonnya sepihak lalu kembali mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, Grizzy langsung menuju ke tempat dimana ayahnya berada. Sebelum dirinya membuka pintu, Grizzy teringat pada perkataan junghyun saat di atap siang tadi. Perkataan itu terus terngiang-ngiang di telinga Grizzy dan membuat Grizzy jengkel. Dia menghela nafas lalu masuk ke ruangan ayahnya, seperti biasa Sungkyuu menyambutnya dengan hangat. Namun, Grizzy terkejut saat menyadari siswa laki-laki tadi ternyata ada di ruangan ayahnya. Begitu juga dengan Taehyung yang terkejut kenapa tiba-tiba Grizzy datang kesini.


"Kau?" lagi-lagi mata Grizzy membulat sempurna.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Taehyun.


"Apa?"


"Dia putriku.."


"Apaa??" teriak Taehyung terkejut, "Ah, maafkan aku, tidak tahu hal itu!" sambungnya sambil membungkuk.


"Mengapa dia disini?" tanya Grizzy heran.


"Duduklah dulu, biar Ayah jelaskan!" ujar Sungkyuu mencoba menenangkan keduanya.


"Taehyung, perkenalkan, dia putriku Lee Gina! Gina, dia Kim Taehyung, orang yang akan membantumu!" jelas ayahnya.


"Apa? Apakah Ayah yakin dia bisa membantuku? Aku benar-benar tidak yakin, apalagi dia seorang pelajar" keraguan Grizzy sudah memenuhi hatinya,dia tidak yakin dia bisa menjadi orang kepercayaannya.


"Aku mungkin seorang pelajar, tapi aku tahu cara mendapatkan informasi secara ilegal aku juga dapat dipercaya. Aku akan membantumu jika kau menyetujuinya, selebihnya itu kembali kepada dirimu sendiri" ujar Taehyung yang berbicara layaknya orang profesional.


Grizzy menatap lekat Taehyung, mencari celah keraguannya. Namun sepertinya, Taehyung sangat yakin dengan apa yang dia katakan. Grizzy hanya perlu mengenalnya lebih dahulu sebelum Dia menyetujuinya. Taehyung harus setuju dengan resiko terburuknya dan harus siap sedia kapanpun Grizzy membutuhkannya. Karena pekerjaannya kali ini bisa merenggut nyawanya kapan saja jika dia membuat celah, meskipun itu ketidaksengajaan. Grizzy pun harus berhati-hati karena setiap orang yang bersangkutan dengan misinya harus tahu siapa dirinya sebenarnya.


"Temui aku di perpustakaan sepulang sekolah besok! Aku ingin berbicara empat mata denganmu!" ujar Grizzy lalu beranjak dari duduknya,

__ADS_1


"Ayah, aku akan pulang duluan, pulanglah jika kau merasa lelah, Aku permisi!" sambungnya lalu melenggang pergi.


Selepas kepergiannya Grizzy, Taehyung pun ikut berpamitan kepada Lee Sungkyuu. Hubungan mereka memang sudah berlangsung lama semenjak Taehyung memasuki tahun pertama sekolah menengahnya, itu artinya sudah hampir dua tahun. Taehyung seringkali membantu Sungkyuu melacak kegiatan kotor di rumah sakitnya yang tak mampu dilihat olehnya. Bahkan sudah beberapa dari tikus-tikus rumah sakit itu tertangkap berkat bantuan Taehyung. Karena itulah rumah sakit ini bebas korupsi, meski sempat dikabarkan menjadi tempat penyelundupan obat terlarang, namun rumor itu di bantah tegas oleh pengadilan, karena sampai saat ini tidak terbukti adanya obat-obatan terlarang.


Keesokan harinya, Grizzy dan Sungkyuu sudah duduk di kursinya. Seperti biasa Junghyun menuruni tangga dengan terburu-buru, saat tangannya hendak menyentuh rotinya Grizzy berbicara padanya.


"Sarapan lah dulu bersama kami, Kak! Kita masih punya banyak waktu!" Grizzy menatap tajam ke arah Junghyun yang langsung membuatnya duduk dikursinya.


"Aku akan berangkat bersama Kakak hari ini! Kau tidak keberatan kan?" sambung Grizzy.


"Tentu!" balasnya gugup.


Sungkyuu yang mulai melihat kedekatan Junghyun dan Grizzy pun tersenyum. Seolah dia benar-benar sedang melihat kedua anaknya.


Sesampainya disekolah, seperti biasa semua siswa menatap kagum seorang Grizzy yang baru saja turun mobil. Namun, saat Junghyun turun dari mobil semua berprasangka kalau mereka berpacaran, sebagian dari mereka meyakinkan yang lainnya kalau mereka adik-kakak. Grizzy seolah terbiasa dengan tatapan mereka, dia melangkah menuju kelasnya, dia sampai tepat sebelum bel berbunyi. Kali ini pelajaran matematika yang menjadi makanan pembuka sekolah kali ini.


"Dannazione! Sai quanto odio la matematica!"


(Sial! kau tahu, betapa aku sangat membenci matematika!), umpatnya setengah berbisik namun masih bisa di dengar oleh Minjeong.


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Minjeong yang tiba-tiba berbalik membuat ekspresi Grizzy berubah seketika.


"Apa aku mengatakan sesuatu?" Grizzy mengembalikan pertanyaan Minjeong yang lagi-lagi membuat gadis itu kesal.


"Baiklah, hari ini kita ulangan harian matematika!" ucap Guru Choi.


Grizzy yang terkejut saat guru memberitahukan hal itu pun sontak berdiri,


"Apaa?" suasana canggung seketika Grizzy berusaha menenangkan diri


"Maksudku, Aku murid baru disini, aku bahkan tidak tahu apa materinya"


"Duduklah dan jangan beralasan, aku tahu kau hanya sedang menipuku agar ulangannya dibatalkan!" jawab Guru Choi.


"Apa?" tanyanya dengan suara seperti orang yang kehabisan banyak tenaga.


Suasana kelas riuh dan memprotes ulangan harian itu, Grizzy yang merasa putus asa dan dirinya tidak bisa di selamatkan pun menyerah untuk yang pertama kalinya. Hal itu ternyata disaksikan Na Yeon sejak awal tanpa Grizzy sadari.


"Come potrebbe quella persona dirmi una cosa del genere, ti inginocchierai davanti a me quando scoprirai chi sono veramente!"


(Bagaimana bisa orang sepertimu mengatakan hal itu kepadaku, Anda akan berlutut dihadapanku saat tahu siapa aku sebenarnya), Gumam Grizzy dengan suara pelan.


"Dannazione!"


(Sialan!) celetuknya sembari memukul meja namun saat semua orang di kelas melihat ke arahnya dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Ulangan sudah berlangsung selama lima belas menit, Grizzy benar-benar putus asa dan hanya bisa pasrah sampai jam pelajaran ini berakhir. Tetapi, Na Yeon melemparkan sebuah kertas ke arahnya. Grizzy membuka kertasnya ada sebuah tulisan disana.


"Lihat ke arahku, aku akan memberikanmu semua jawabanmu, namun hanya untuk hari ini saja! waktumu lima belas menit, jangan salahkan aku jika kau tertinggal!"


Grizzy pun melihat ke arah Na Yeon yang sedang menunjukan lembar jawabannya. Dia tidak percaya kalau Na Yeon akan melakukan ini untuknya.


"Anak itu benar-benar nekat!" gumam Grizzy.


Grizzy menyelesaikannya dalam waktu sepuluh menit, lebih cepat daripada ancaman yang diberikan oleh Na Yeon. Na Yeon tersenyum ke arah Grizzy, namun Grizzy tidak membalasnya.


Bel berbunyi menandakan kegiatan sekolah telah berakhir berbunyi, sesuai dengan janji, Grizzy pergi ke perpustakaan untuk menemui Taehyung, sebelumnya Grizzy sudah memberitahu Junghyun kalau dia akan pulang sendiri hari ini.


Grizzy masuk ke ruangan dan mendapati Taehyung tengah duduk menatap laptop di depannya. Grizzy menghampiri Taehyung dan menutup laptopnya tiba-tiba sehingga membuat Taehyung terkejut.


"Aku rasa tempat ini tidak terlalu aman, mari bicara ditempat lain!" ajak Grizzy.


Namun, wajah Grizzy langsung berubah saat tahu kalau dia harus berboncengan dengan Taehyung menggunakan motornya.


"Aku bahkan tidak pernah melihatnya di negaraku, aku tidak yakin aku bisa menaikinya" ujar Grizzy sedikit ngeri.


"Tidak apa-apa, Kau akan aman selama kau bersamaku!" balas Taehyung lalu membantu Grizzy naik ke motornya.


"Berpeganglah jika tidak mau mencicipi aspal kota ini!" Karena merasa tidak mendapat jawaban Taehyung pun iseng menarik gasnya sampai Grizzy refleks memeluk Taehyung dari belakang,


"Itu lebih baik!", sambungnya lalu melaju.

__ADS_1


__ADS_2