Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Non Sono Tua Madre


__ADS_3

Keesokan harinya, Grizzy terbangun dari tidurnya, tak lama setelah itu, Alexa pun datang untuk membukakan tirai kamar Grizzy.


Sambil membuka tirai, Alexa juga memberitahu Grizzy mengenai rutinitas nya.


"Signorina, il bagno è pronto"


(Nona, bak mandinya sudah siap), ujar Alexa.


"Sì, presto farò una doccia. Che ne dici di Kenzio?"


(Ya, aku akan segera mandi.. Bagaimana dengan Kenzio?) tanya Grizzy dalam kondisi yang masih setengah sadar.


"Il signor Kenzio è sveglio, ma non è ancora arrivato in sala da pranzo."


(Tuan Kenzio sudah bangun, namun dia belum datang ke ruang makan..) jawab Alexa dengan nada sopan.


"Ah, va bene.. Per favore prepara i miei vestiti.."


(Ah, baiklah.. Tolong siapkan pakaianku..) pungkas Grizzy sebelum akhirnya turun dari atas ranjangnya.


"Bene."


(Baik).


Grizzy pergi menuju kamar mandinya, selang beberapa menit dia keluar dengan menggunakan kimono handuknya.


Satu set pakaian berwarna hitam sudah berada di atas ranjangnya, di bawahnya juga ada sepasang kaus kaki hitam panjang sampai ke paha dan sepasang sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi.


Gayanya masih sama dengan Grizzy yang terdahulu, yang mana pakaian hitam adalah ciri khasnya.


Selesai memakai semua yang di siapkan oleh Alexa, Grizzy pun keluar dan pergi ke ruang makan.


Disana sudah ada Kenzio yang siap menyapanya.


"Buon giorno, Gevda!"


(Selamat Pagi, Gevda!) sapa Kenzio.


"Yo! Buon giorno!"


(Yo! Selamat Pagi!) balas Grizzy.


Kangsoo mempersiapkan kursi Grizzy sebelum akhirnya Grizzy duduk.


"Non ti ho visto la scorsa notte.. Abbastanza sorprendentemente perché non riuscivo a vederti dormire velocemente!"


(Aku tidak melihatmu, semalam.. Cukup mengherankan karena aku tidak bisa melihatmu tidur cepat!) ujar Kenzio.


"Ah, scusa se non ti ho accolto, sono stato troppo stanco ultimamente.. Buon appetito, dopo questo ti farò parlare molto!"


(Ah, maaf karena tidak menyambut mu, belakangan ini aku terlalu kelelahan.. Nikmati makananmu, setelah ini aku akan membuatmu bicara banyak!) balas Grizzy.


"Certo!"


(Tentu!)


Mereka berdua menikmati sarapan mereka masing-masing, setelah selesai, Grizzy mengundang Kenzio ke ruang belajarnya untuk berbincang lebih lama sebelum Grizzy mulai memberikan pekerjaan padanya.


Selain itu, Grizzy sudah mempersiapkan semuanya, seperti sebuah base yang akan menjadi tempat dimana Kenzio bekerja.


Tempatnya ada di lantai paling atas dengan jalan yang cukup tersembunyi hingga tidak ada orang lain selain Grizzy, Kangsoo dan Kenzio yang tahu.


Tempat itu khusus untuk Kenzio, karena sebelum mengundangnya kesini, Grizzy sudah memperkirakan ada seorang penghambat.


Jadi, demi menjaga konsentrasi Kenzio dan kerahasiaan misinya, Grizzy sementara akan mencegah pertemuan antara Zeano dan Kenzio.


Selesai berbicara mengenai keseharian mereka yang tidak tinggal dalam bangunan yang sama, Grizzy pun mulai membahas topik intinya.


"Ho bisogno che tu cerchi i siti di commercio degli schiavi in questo paese, più persone mancano, più sono sicuro che voglio andarci!"


(Aku membutuhkanmu untuk mencari tempat perdagangan budak yang ada di negara ini, semakin banyaknya orang yang hilang, semakin yakin juga keinginan ku untuk pergi kesana!) ujar Grizzy.


"Vuoi comprare degli schiavi?"


(apa Kau ingin membeli budak?) tanya Kenzio.


"No, c'è qualcosa che mi interessa davvero, se riesco a trovare informazioni su International Criminal!"


(Tidak, ada hal yang sangat sangat membuatku tertarik, jika bisa temukan informasi mengenai International Criminale!) jawab Grizzy.


Mendengar hal itu, sedikit mengejutkan untuk Kenzio, pasalnya nama yang sudah hampir punah itu tiba-tiba di sebut lagi oleh Grizzy.


"Aspettare! Perché sei attratto da quella figura pericolosa?"


(Tunggu! Mengapa kau malah tertarik dengan sosok berbahaya itu?) tanya Kenzio.


"Quanto è pericoloso?"


(Seberapa berbahayanya?) ujar Grizzy tanya balik.


Kenzio terdiam sejenak sambil mencoba membandingkan kekejaman antara Gevda dan Si International Criminale itu.

__ADS_1


"Non credo di potervi confrontare voi due, quello che è chiaro è che siete ugualmente crudeli, l'unica differenza è che l'IC è più identico agli attacchi in mischia con armi affilate, mentre voi usate attacchi a distanza con fucili o altre armi da fuoco ."


(Ku rasa aku tidak bisa membandingkan kalian berdua, yang jelas kalian sama kejamnya, hanya saja perbedaannya si IC itu lebih identik ke serangan jarak dekat menggunakan senjata tajam, sedangkan kau menggunakan serangan jarak jauh dengan senapan atau senjata api lainnya) jelas Kenzio panjang lebar.


"Ehi, quanto ne sai di lui?"


(Hei, sejauh mana kau tahu mengenai dia?) tanya Grizzy yang merasa heran namun puas dengan analisis Kenzio yang sangat jelas.


"Vostra Altezza Gevda, avete dimenticato che sono il vostro Occhio.. Sarei inutile se non riconoscessi un personaggio con un **** così sorprendente!"


(Yang Mulia Gevda, apa kau lupa aku adalah Mata mu.. Aku akan tidak berguna jika sampai tidak mengenali tokoh dengan nama yang mencolok itu!) ujar Kenzio dengan percaya diri.


"Si si. Non c'è bisogno che tu mi chiami così esagerato, suona così ridicolo!!"


(Ya, ya. Kau tidak perlu memanggilku secara berlebihan seperti itu, terdengar sangat menggelikan!!) gerutu Grizzy.


Mendengar hal itu, Kenzio hanya terkekeh pelan.


Hubungannya dengan Grizzy bukan seperti atasan dan bawahan, melainkan lebih terlihat seperti seorang teman yang saling mengandalkan.


Meskipun demikian, di balik sikap santainya itu, Kenzio adalah sosok yang paling menghormati Grizzy.


Dalam sudut pandangnya, derajat mereka tetaplah berbeda sangat jauh.


Kenzio membantu Grizzy dan Grizzy memberi tempat untuknya. Itu sudah lebih dari cukup, belum lagi semua yang Kenzio butuhkan berasal dari Grizzy.


Hidupnya sangat bergantung pada gadis yang satu tahun lebih muda darinya, bahkan sampai hubungan rumitnya juga harus melibatkan Grizzy.


Ya, hubungan rumit antar sesama jenis, meskipun awalnya Kenzio jijik, bahkan sampai sempat meremehkan hal tersebut. Sikap Zeano yang terus mendesaknya membuat dia perlahan luluh.


Hanya saja saat ia perlahan jatuh, dia mulai sadar kembali dan mulai menjauhkan diri dari hubungan tidak masuk akal itu.


Hal itu membuatnya membutuhkan Grizzy untuk sekedar menghindari pertemuannya dengan Zeano.


Grizzy adalah satu-satunya yang tahu mengenai detail hubungan mereka berdua, meskipun demikian dia juga dapat di andalkan dalam masalah rahasia.


Setelah selesai berbincang, Grizzy meminta Kangsoo untuk menemani Kenzio melihat tempat kerjanya, sedangkan dia sendiri akan pergi ke luar dengan di temani oleh Alexa.


Grizzy tidak meminta supir untuk mengantarnya, dia lebih memilih untuk membawa mobil sendiri agar statusnya tidak terlalu mencolok.


Tempat yang Grizzy datangi, yang tak lain adalah toko buku yang sama, toko ini adalah langganannya, hingga karyawan toko pun mulai mengenali wajahnya.


Alexa terus menerus berada di belakang Grizzy meski sesekali matanya tertarik untuk mencoba melihat-lihat buku yang menarik perhatiannya.


Namun, dia tetap mengingat tugasnya hingga tidak punya waktu untuk menikmati waktunya sendiri.


Hal itu di sadari oleh Grizzy. Grizzy sendiri merasa kalau Alexa terkekang karena dia terlalu merantai nya, untuk membuat masing-masing merasa nyaman, Grizzy pun memberikan ruang untuk Alexa menikmati waktunya selagi dia melihat-lihat.


(Alexa, kau boleh melihat-lihat buku yang kau suka.. Jangan terlalu merasa terkekang seperti itu, santai saja, aku tidak keberatan jika kau tidak terlalu jauh dariku..) ujar Grizzy.


Mata Alexa berbinar, dia nampak senang sebelum akhirnya mulai menjawab.


"No, signorina. sarò sempre dalla tua parte"


(Tidak, Nona. Aku akan terus berada di sisimu) balasnya.


"Ehi, questo negozio non è molto grande, finché siamo nello stesso posto non sono preoccupato, smettila di considerarmi qualcosa di prezioso, anche la tua felicità è preziosa sai, quindi goditi il tuo tempo, ok?"


(Hei, toko ini tidak terlalu luas, selama kita berada di tempat yang sama aku tidak khawatir, berhenti menganggapku sesuatu yang berharga, kebahagiaan mu juga berharga lho, jadi nikmati waktu mu, okay?) ucap Grizzy meyakinkan Alexa.


Akhirnya, Alexa pun memberanikan diri untuk melangkah sendirian ke tempat yang sebelumnya, namun dia berjanji pada dirinya sendiri untuk segera kembali ke sisi Tuannya.


Sementara Grizzy terus mencari komik yang ia suka, namun saat tidak sengaja melewati barisan buku anak-anak, dia melihat seorang bocah laki-laki kecil yang tengah menetap ke buku yang tidak dapat di jangkau oleh tangannya.


Grizzy tidak menyukai anak-anak, namun saat melihat hal ini, hatinya jadi tergerak hanya untuk meraih kan buku yang diinginkan oleh bocah tersebut.


Dengan hanya mengikuti timingnya, Grizzy berhasil menarik perhatian bocah itu, raut wajah nya menjadi sedikit sedih karena Grizzy mengambil bukunya.


Namun, tanpa berlama-lama lagi, Grizzy mengambil posisi berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan bocah itu, lalu memberikan buku yang tengah ia pegang.


"Ini milik mu!" ujar Grizzy.


Bocah itu tersenyum dengan pasang mata yang berbinar, Grizzy jadi tidak tahan melihat betapa lucunya sosok bocah saat sedang bahagia.


Tak lama setelah itu, seorang laki-laki dengan pakaian mewah dan satu orang lagi yang terlihat seperti bodyguard datang menghampiri anak itu. Sedikit kesalahpahaman muncul saat laki-laki dengan pakaian mewah itu menyadari Grizzy di dekat anak laki-lakinya.


"Ray? Kau disini ternyata..." ujar laki-laki dengan pakaian mewah yang tiba-tiba datang dan langsung memeluk anak laki-laki yang ia panggil Ray.


Hal itu membuat Grizzy segera menjauh agar tidak mengganggu momen tersebut. Namun, sebelum ia benar-benar jauh, Grizzy di hentikan oleh bodyguard laki-laki tadi.


Tangan Grizzy di kunci, dia juga di paksa berlutut karena di kira hendak menculik anaknya.


"Kau, apa kau baru saja mau menculik anakku?" tanya laki-laki itu tanpa basa-basi lagi.


Grizzy memasang wajah heran, dia sampai berfikir apa yang membuat orang itu berkata demikian.


"Apa aku terlihat seperti penculik? Jangan sembarang berkata, aku bisa menuntut mu!" balas Grizzy.


"Kau memakai pakaian serba hitam dan berada di sekitar anakku, hal itu sudah cukup mencurigakan!" ujar laki-laki itu.


"Sfortunato! Sfortunato! Sfortunato! Le persone qui sono di mentalità superficiale!"

__ADS_1


(Nasib buruk! Nasib buruk! Nasib buruk! Orang-orang disini berpikiran dangkal!) gerutu Grizzy dalam bahasa kebangsaan nya.


"Apa yang kau gerutu kan?!!" tanya laki-laki itu.


"Sepertinya dia baru saja memakai bahasa Perancis!" timpal bodyguard yang mengunci tangan Grizzy.


"Stupido! È molto diverso!"


(Bodoh! Itu beda jauh!) gerutu Grizzy lagi.


"Aku akan mengatakannya sekali, Lepaskan aku!" ujar Grizzy kali ini dengan nada tenang.


"Tidak" balas Bodyguard.


"Baik, hati-hati, jangan sampai terluka!" ujar Grizzy.


Grizzy memutar pergelangan tangannya agar posisi ibu jarinya sejajar dengan genggaman bodyguard itu, kemudian dia menyentaknya dengan cara menekuk siku dengan cepat.


Dia bebas dari bodyguard itu dan langsung melancarkan serangan balik yang membuat bodyguard itu tidak berkutik.


Grizzy memukul area diantara telinga dan leher bodyguard hingga membuatnya kehilangan kesadarannya.


Laki-laki yang merupakan ayah dari anak bernama Ray itu hanya diam tercengang melihat bodyguardnya di kalahkan dalam sekali serang.


"Kau---


"Mommy" panggil Ray dengan suara imutnya.


Laki-laki itu terkejut, namun Grizzy biasa saja karena tidak sadar apa yang baru saja Ray katakan.


"Jika kau meminta maaf, aku akan mengurungkan niatku untuk melaporkan mu atas tuduhan yang mencemarkan nama baik!" ujar Grizzy.


"Daddy, minta maaf sama Mommy.." ujar Ray.


Mendengar hal itu, Grizzy spontan langsung terkejut, namun akhirnya ia berfikir kalau telinganya agak bermasalah.


"Kenapa baru terkejut sekarang.." gumam Laki-laki itu seorang diri.


Laki-laki itu berjongkok di hadapan Ray, dan mencoba menanyakan langsung pada anaknya itu.


"Ray, apa yang dia lakukan padamu?" tanyanya.


"Mommy mengambilkan ku buku, Dad.. Dia baik, jadi kau harus minta maaf!" jawab Ray dengan suara imutnya.


"Sial! Jika aku jadi dia aku akan malu karena di nasehati oleh anak umur tiga tahun!" gumam Grizzy dalam hati.


Mendengar jawaban anaknya, laki-laki itu hanya menghela nafas, dalam hatinya ada rasa malu yang tak terelakkan.


Dia terlalu memikirkan banyak hal hingga tidak bisa berpikir jernih.


Karena Ray mengatakan demikian, dia pun akhirnya meminta maaf pada Grizzy atas kesalahannya, bahkan sudah sampai menahan tangan Grizzy. Meskipun demikian, dia juga menganggap hal itu impas karena bodyguardnya di buat pingsan oleh seorang gadis.


"Maaf, aku menyadari kesalahan ku, aku terlalu banyak berfikir hingga tidak bisa berfikir jernih, mohon nona memaafkan.." ujar laki-laki itu.


Grizzy pun ikut menghela nafas, dia tidak ingin masalahnya lebih panjang lagi. Jadi, dia memilih untuk melupakan apa yang terjadi hari ini.


"Tidak masalah, kejadian hari ini tidak akan ku ingat lagi, namun jika sampai kau meninggalkan putramu seorang diri, jangan menyesal kemudian!" balas Grizzy.


Tak lama setelah itu, Alexa datang dengan tergesa-gesa, rupanya dia mencari Grizzy kemana-mana namun dia tidak menemuinya karena orang-orang mengerumuninya.


"Signorina, ti ho cercato ovunque"


(Nona! Aku mencari mu kemana-mana..) ujarnya setelah berhasil menemukan Grizzy.


"Scusa se ti ho fatto preoccupare, sono annoiato, andiamo a casa.."


(Maaf membuatmu khawatir, aku sudah bosan, kita pulang saja..) balas Grizzy.


Alexa mengangguk, sebelum mereka mulai melangkah, Ray menghentikan Grizzy.


"Mommy!!!!"


Grizzy yang tidak berniat untuk menyahut malah berbalik. Ray mendekat ke arahnya.


"Mommy, aku Ray Flo siapa namamu?" tanya Ray.


"Namaku? Grizelle.." jawab Grizzy.


"Mommy Gisel?" gumamnya.


"Ya, kau bisa menyebutnya begitu.." ujar Grizzy.


"Tidak perlu mengingat ayahku, ingat saja aku, semoga bisa bertemu kembali!" ujar Ray.


Grizzy hanya tersenyum sebelum akhirnya melenggang pergi.


Dalam hatinya dia menggerutu berkali-kali.


"Non sono tua madre"


(Aku bukan Ibumu)

__ADS_1


__ADS_2