Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Assassino Amatoriale


__ADS_3

Balutan perban di tangan kanan Grizzy mencuri perhatian seisi ruangan begitu sampai di ruangan.


" Luka kecil! Aku mau tahu rekaman pertemuan Sungkyuu kemarin! ", ujar Grizzy dingin.


Grizzy pun menyaksikan kembali rekaman pertemuan Min-seok dan Sungkyuu kemarin. Grizzy puas namun dia juga marah begitu tahu.


" Dia mengakui kejahatannya tanpa tekanan apapun! Bedebah itu benar-benar tidak tahu siapa yang sedang di hadapinya! ", sahut Grizzy dingin.


Grizzy beranjak dan berbalik ke arah Pak Kim.


" Sudah menyiapkan apa yang aku minta? ", tanya Grizzy


" Tentu Nona! ", jawab Pak Kim lalu menyerahkan dokumennya.


" Gabriele? Sei pronto per il compito di oggi? "


( Gabriel? Sudah siap dengan tugasmu hari ini? ), tanya Grizzy.


" Molto Pronto! "


( Sangat siap! ), jawab Gabriel mantap


Grizzy dan Taehyung pergi menemui Junghyun, sedangkan Gabriel di temani Dongil, Kangsoo dan beberapa bodyguard menemui Sungkyuu untuk membahas hal yang sama seperti yang dibahas oleh Min-seok. Hanya saja peran mereka berbeda dan akan memberikan banyak tekanan untuk Sungkyuu.


Di sisi lain, di dalam keluarga Hwang tengah terjadi sedikit konflik namun sangat curam. Yang mana Ryeong mulai sedikit berani menentang keputusan ayahnya yang menjadikan Ryeon sebagai seorang pewaris.


" Ayah! Aku benar-benar tidak terima dengan keputusan Ayah! Ayah tidak lihat aku hampir mati di tangan Mafia Sialan itu namun ayah malah memilih anak pungut itu??! ", sarkas Ryeong.


" Tutup mulutmu Hwang Ryeong!! Kau tidak tahu apa-apa jadi diam dan ikuti saja apa perintahku!! ", ujar Tuan Hwang Tegas.


" Kau terus menyuruhku melakukan ini itu! Aku ini putra kandungmu, Ayah!! Tak bisakah kau membedakan siapa yang lebih pantas?? Aku mempertaruhkan nyawaku hanya untuk memenuhi tugasmu! Tak bisakah kau menghargai ku dan melihat perjuangan ku sedikit saja!! ", Pekik Ryeong yang benar-benar marah saat ini.


" Sebegitu inginnya kau menjadi pewaris? Bawakan aku Mafia itu, entah hidup atau mati! Bawa saja dia ke hadapanku, lalu aku akan menyerahkan semua kekuasaan ku kepadamu! ", pungkas Tuan Hwang lalu berlalu pergi meninggalkan ruangannya.


" Tidak tahu di untung! ", gumam Ryeong.


Di waktu yang bersamaan, Gabriel tiba di rumah sakit beserta dengan beberapa Bodyguard nya, kecuali Kangsoo yang menunggu di mobil. Kedatangan mereka jelas menjadi pusat perhatian seisi rumah sakit. Tanpa perlu membuat janji, Gabriel memaksa masuk ke ruangan Sungkyuu.


" Sia..


Ucapan Sungkyuu berhenti ketika dia melihat siapa orang yang menerobos masuk ke ruangannya.


" Tu.. Tuan D.. D'Angelo?? ", ucap Sungkyuu gugup.


" Why so nervous? Did my arrival bother you? " (-English Sub )


( Kenapa begitu gugup? Apa kedatangan ku mengganggumu? ), tanya Gabriel.


" No, sir. However, why did you come suddenly like this? "


( Tidak, Tuan. Namun, mengapa Anda datang secara mendadak seperti ini? ) , tanya Sungkyuu gugup.


" We met then? Why are you so scared when you see me, do I look like a criminal? "


( Kita sudah bertemu saat itu? Mengapa anda begitu ketakutan saat melihat saya, apa saya terlihat seperti seorang penjahat? ), tanya Gabriel dengan gaya santainya.

__ADS_1


" certainly not! "


( Tentu tidak! ), jawab Sungkyuu.


Gabriel tersenyum tipis, lalu mulai memangku satu kakinya dan duduk rileks di sofa ruangan itu.


" Let me introduce myself first, I am Gabriel Jamarie D'Angelo, do you know who I am? D'Angelo's Big Mafia!! Replacing Lee Gina to take the seat of Big Boss D'Angelo! "


( Biar aku perkenalkan diri dulu, Aku adalah Gabriel Jamarie D'Angelo, kau tahu siapa aku? Mafia Besar D'Angelo!! Menggantikan Lee Gina menduduki kursi Bos Besar D'Angelo! ), ujar Gabriel yang setiap katanya terdengar seperti tekanan.


" Ja-Ja-Jamarie??? ", ucap Sungkyuu terbata.


" True! "


( Benar! ), balas Sungkyuu.


Sungkyuu benar-benar tidak menyangka kalau apa yang di katakan Minseok saat itu benar-benar terjadi. Dia terlihat ketakutan saat mengetahui orang yang duduk di depan nya saat ini adalah Mafia besar D'Angelo yang melakukan lima pembunuhan tokoh penting di negara ini.


" What is the purpose of Mr. D'Angelo coming here? "


( Ada kepentingan apa Tuan D'Angelo datang kesini? ), tanya Sungkyuu.


Mendengar pertanyaan itu, Dongil langsung pergi ke sisi Sungkyuu dan menodongkan pistol ke arah pelipisnya.


" Why does that question sound offensive to me? Am I wrong to visit my hospital? "


( Mengapa pertanyaan itu terdengar menyinggung ku? Apa aku salah mengunjungi rumah sakit milikku? ), ucap Gabriel tidak senang.


Sungkyuu membelalakkan matanya tidak berani berkutik sedikit pun.


" Hey! You deceived my father and hid this truth! You think you can get away from me? Can't you see your comrades have been killed? It's not in vain to kill them if I can finally uncover the truth! You're still not satisfied? There is still time to surrender and obey me! "


" I don't understand what you mean sir! "


( Aku tidak mengerti maksud Anda Tuan! ), ujar Sungkyuu.


" Danny, make him understand! "


( Danny, buat dia mengerti! ), titah Gabriel.


Dongil mulai mengatur pistolnya dan mulai menembak Sungkyuu.


Karena kondisi ruangan yang kedap suara di tambah peredam suara pada pistol, tembakan tidak sampai membuat riuh orang luar.


Dongil menembak paha Sungkyuu tanpa segan, cara kasar Gabriel mungkin saja tidak akan di setujui oleh Grizzy. Namun, ini salah satu cara agar Sungkyuu mengakui kejahatannya dan menyerah, maka Gabriel sebagai anggota keluarga dari korban pembantaian Mansion Lee D'Angelo akan memaafkannya dengan terhormat.


" That's not satisfying! I'll give you one more chance, take the Mansion ownership documents tonight to D'Angelo's vineyard! Come alone and don't try to tell the police about this or Lee Junghyun will die by my hands! "


( Itu tidak memuaskan! Aku akan memberimu satu kesempatan lagi, bawa dokumen kepemilikan Mansion itu malam ini ke kebun anggur milik D'Angelo! Datang sendiri dan jangan coba-coba membocorkan hal ini pada polisi atau Lee Junghyun akan mati di tanganku! ), pungkas Gabriel.


Sungkyuu tidak mampu menjawab di tengah rasa sakit akibat tembakan itu, dia hanya bisa patuh dan menuruti apa perkataannya. Mau tidak mau dia harus menyerahkan Mansion itu demi menyelamatkan hidupnya.


Gabriel beranjak dan segera pergi dari tempat itu, membiarkan Sungkyuu berlumuran darah. Bahkan jika Sungkyuu di vonis cacat pun dia tidak peduli, dia hanya ingin melihat bagaimana Sungkyuu menghadapi hukumannya karena telah membunuh adik kandung beserta suaminya secara brutal.


" Tak ku sangka bedebah ini benar-benar berani menunjukkan wajahnya! Kau kira aku bisa dengan mudah menyerahkannya begitu saja? Lihat apa yang akan ku lakukan padamu malam nanti, aku akan menjamin kau masuk tanpa harus keluar hidup-hidup! ", sarkas batin Sungkyuu penuh amarah.

__ADS_1


Disisi lain, Yeon diam-diam mengawasi Ryeong setelah mendengar perseteruannya dengan sang ayah. Dia menyadari apa yang di katakan Grizzy benar-benar terjadi, dia mulai memutuskan apa yang akan di lakukannya setelah ini. Yeon terus mengamati gerak-gerik Ryeong, sampai dia bahkan diam-diam menguping pembicaraan Ryeong dengan seseorang lewat telepon. Meski tidak mendengar jelas apa yang sedang di bicarakan oleh mereka, setidaknya Yeon mendapat kesimpulan yang keluar dari mulut Ryeong. Dengan begini seharusnya seseorang dapat mengetahui inti dari permasalahan nya.


Tak lama setelah itu, Tuan Hwang memanggil Yeon untuk membahas sesuatu. Tuan Hwang ingin Yeon melakukan misi penting yang hanya di ketahui mereka berdua, bahkan Ryeong pun tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Yeon. Yeon sendiri sempat menolak untuk melakukannya, namun sang ayah terus mendesaknya dan memberikan beberapa penekanan yang membuatnya tetap menjalankan misi itu.


Malam pun tiba, Gabriel, Kangsoo dan Dongil pergi menemui Sungkyuu di tempat yang sudah di tentukan. Sesuai dengan apa yang di arahkan Grizzy, mereka pun masuk tanpa menaruh kecurigaan apapun. Sampai di sebuah aula yang terletak di tengah-tengah kebun, mereka bertiga turun dan masuk menemui Sungkyuu yang sudah menunggu. Negoisasi berlangsung membahas tentang Mansion dan pembebasan Sungkyuu dari tangan Mafia D'Angelo. Sungkyuu terlihat santai dengan senyuman misteriusnya, sedangkan Gabriel juga masih tetap tenang dan tidak terlihat curiga.


Disisi lain, di kediaman Lee, Grizzy tengah bersantai dengan Junghyun di ruang tengah. Mereka masih menunggu kedatangan Sungkyuu yang memang tak terlihat dari sore hari. Grizzy tahu kemana Sungkyuu pergi namun dia bungkam dan tetap bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Semakin lama semakin membosankan, di tambah Taehyung dan Goeun yang tak kunjung datang setelah sebelumnya mengatakan kalau mereka akan datang.


Grizzy pun memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di teras, namun malam ini tak seperti biasanya. Malam ini lebih sunyi seolah rumah ini telah lama tak berpenghuni. Tidak ada Bodyguard yang menjaga, bahkan lampu pos satpam yang ada di samping gerbang pun terlihat redup.


" Kemana perginya semua Bodyguard? Apa mereka terbiasa bermalas-malasan ketika tuannya tidak ada? Dasar sampah! ", gerutu Grizzy.


Saat Grizzy sampai di halaman samping yang menuju ke gudang barang, Grizzy mulai curiga ada orang yang mengikutinya. Tidak ada senjata apapun yang di bawanya kecuali kalungnya, Grizzy melangkah penuh waspada mencoba menjebak siapa yang tengah mengikutinya.


Perlahan dia bergerak cepat untuk bersembunyi, lalu seseorang dengan topi dan masker muncul mencari-cari keberadaannya. Grizzy muncul dari belakang dan menendang punggung orang itu sampai terdorong kedepan, kehilangan keseimbangan lalu terjatuh. Saat Grizzy mencoba membuka topinya, orang itu bergerak cepat dan menyerang Grizzy menggunakan pisau, jika di lihat-lihat bentuknya seperti bumerang. Beruntung Grizzy cepat menghindar sehingga bumerang itu tak menyayat kulitnya


Orang itu tidak menyerah, Dia terus menyerang Grizzy yang jelas-jelas tidak mempunyai senjata. Meski pandai beladiri, jika lawannya mahir menggunakan senjatanya hal itu bisa mengancam nyawa Grizzy. Grizzy sendiri bahkan belum mengimbangi perkelahiannya dengan lelaki ini.


" Siapa dia? ", tanya Batin Grizzy saat kehilangan keseimbangan dan tersungkur.


Tidak puas, lelaki itu melemparkan bumerang nya ke arah Grizzy, telat satu detik saja mungkin kulit wajahnya akan robek.


" Sialan! Beraninya kau?! ", umpat Grizzy.


Grizzy melepas paksa kalungnya yang teryata adalah kelewang kesayangannya yang biasa dia bawa kemanapun. Grizzy mulai tidak peduli dengan senjata yang ada di tangan lelaki itu, jika dia berani melemparkan bumerang nya untuk melukai Grizzy, maka Grizzy akan merobek kulit lelaki itu terlebih dahulu.


Perkelahian itu masih berlanjut hingga lelaki itu kembali melemparkan bumerang nya, tak mau melewatkan kesempatan, Grizzy menghalaunya dengan sendal yang ia kenakan. Tepat sasaran, bumerang jatuh dan tidak kembali ke pemiliknya. Lengan Grizzy sudah beberapa kali tersayat, namun dia tidak menunjukkan kalau dirinya kesakitan. Lelaki itu juga tidak terlihat putus asa, dia seolah masih punya cara lain untuk melawan Grizzy.


" Menyerahlah! ", ujar Grizzy lirih


" Tak semudah itu! ", jawab Lelaki itu.


" Suara ini.. Suara ini sangat familier.. Siapa dia? Kenapa mau membunuhku? ", gumam Grizzy.


Tanpa Grizzy sadari lelaki itu sudah menodongkan pistol ke arahnya. Jika Grizzy bisa menghindari bumerang itu, bisakah Grizzy menghindari pistol ini. Bahkan kecepatan peluru yang di keluarkan saja belum tentu bisa Grizzy hindari.


" GINAAA??? ", teriak seseorang dari jauh.


" Junghyun?? ", ucap Grizzy lirih.


Lelaki itu menembak ke arah Grizzy namun Grizzy bisa menghindarinya, tetapi setelah itu sasarannya adalah Junghyun. Dia sengaja mengalihkan perhatian Grizzy agar dapat menghabisi Junghyun.


Suara tembakkan yang cukup memekakkan telinga sampai-sampai membuat Grizzy terdiam sejenak, sukses membuat air mata Grizzy tak terbendung. Amarah itu lagi-lagi terkumpul dalam kepalan tangan Grizzy. Seketika memori kembali memperlihatkan kenangannya bersama Junghyun, saat pertama kali hingga malam ini, hati Grizzy sangat sakit melihat hal itu. Mungkinkah ini akhir dari ceritanya bersama Junghyun.


" TIDAK!! KAKAK!!!!! ", sarkas Grizzy.


Grizzy berlari menghampiri Junghyun yang terkapar lemah dengan tembakan di dadanya. Tangisnya pecah melihat sesosok kakak di hadapannya berlumuran darah, tak lama Taehyung dan Goeun datang, mereka tak kalah terkejutnya.


" JUNGHYUN? ", Teriak keduanya secara bersamaan.


" Tae bantu aku bawa dia ke rumah sakit cepat!! " , Ujar Grizzy.


Taehyung dan Goeun membantu Grizzy membawa Junghyun ke rumah sakit. Pelurunya tidak tembus dan Grizzy khawatir ada racun yang melekat di peluru itu. Junghyun masih bernafas, dia seharusnya masih bisa selamat, Grizzy menangis begitu juga dengan Goeun.


Sesampainya di rumah sakit, beberapa perawat membantu mereka membawa Junghyun masuk, mengetahui Junghyun tertembak mereka langsung mengambil tindakan untuk operasi dan mengeluarkan peluru itu dari tubuh Junghyun.

__ADS_1


Grizzy sendiri menelepon seseorang, lalu menelepon ayahnya agar datang. Setelah itu, dia langsung pamit dan menitip Junghyun kepada Taehyung dan Goeun. Grizzy pun melenggang pergi meninggalkan rumah sakit menuju suatu tempat.


Di waktu yang bersamaan, Dongil membuka topeng asisten Sungkyuu yang ternyata adalah Ryeong. Setelah menerima telepon dari Grizzy, Sungkyuu langsung meminta mengundurkan diri mengetahui Junghyun masuk rumah sakit. Atas perintah Grizzy, Gabriel pun mempersilahkan dia pergi tanpa pengawalan dari siapapun, alias pergi seorang diri. Sedangkan Ryeong di tahan dan di paksa berlutut oleh Kangsoo di depan kursi kosong dengan kedua sisi yang Gabriel dan Dongil. Ryeong tak terlihat ketakutan saat itu, dia merasa baik-baik saja dan terlihat percaya diri.


__ADS_2