
"Ciao! Grizelle! Danny! Danny è critico a causa di Lucas!!"
(Halo! Grizelle! Danny! Danny kritis karena Lucas). ucap seseorang terdengar panik.
"Apaa??", Grizzy terkejut bukan main, situasinya menjadi sangat mendesak saat ini.
Pembunuh bayaran lolos, dan sekarang pihak sekolah lamanya mempermainkan ucapannya. Grizzy benar-benar sangat marah kali ini, bukan karena pembunuhnya, melainkan karena seseorang menganggap remeh perkataannya.
"Gina? Kau baik-baik saja?", tanya Junghyun yang menyadari keanehan Grizzy.
Grizzy tidak menjawab, dia malah meraih ponselnya dan menekan satu nomor disana. Selang beberapa detik saja telfon terjawab.
"Signor Kim, prenoti un jet privato all'aeroporto di Busan, stasera torno in Italia"
(Pak Kim, pesan jet pribadi di Bandara Busan, saya akan kembali ke Italia malam ini), ujarnya lalu menutup telfon sepihak.
Junghyun nampak melongo melihat cara bicara Grizzy yang terkesan begitu dingin meski dia sendiri tidak tahu betul apa artinya.
"Barusan kau bicara apa?", tanya Junghyun.
"Kau tidak akan mengerti, itu bahasa Italia!", jawab Grizzy.
Junghyun hanya mengangguk paham, dia juga sedikit lega karena Grizzy tidak seperti orang kesetanan yang yang membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Namun, jika diperhatikan dari raut wajah Grizzy, seolah sesuatu sedang membuat kacau pikirannya, aura tegas dan dinginnya begitu kuat. Hening di dalam mobil, tak ada yang bicara sepatah kata pun sampai mereka tiba di bandara. Grizzy menghela nafas, lalu menghembuskan nya pelan.
"Park Soon Il?", panggilnya lirih.
"Iya?", jawab Soon Il.
"Gong Yoo adalah seorang pria dengan tato jangkar di pergelangan tangannya bukan?", tanya Grizzy lagi.
"Benar, bagaimana kau mengetahuinya?", tanya Soon Il.
"Bisakah kalian berdua meninggalkan kami, aku perlu berbicara dengannya!", ujar Grizzy.
Junghyun dan Taehyung pun menurutinya keluar dari mobil.
"Dengarkan aku! Aku akan membiarkanmu mencari Gong Yoo, kau hanya perlu membawanya sebelum aku kembali!", ujar Grizzy.
"Baik!", balas Soon Il.
"Kau tahu betul akibatnya jika kau melarikan diri? Jadi, jangan coba-coba lakukan itu, kecuali kalau kau sudah bosan hidup! Dan ingat ini, kau tidak akan sendiri karena aku akan selalu mengawasi mu!", jelas Grizzy panjang lebar.
"Aku bisa di percaya!", balas Soon Il.
Tanpa menjawab lagi, Grizzy keluar dari mobil menemui Junghyun dan Taehyung.
"Apa yang kau bicarakan dengannya?', tanya Junghyun penasaran.
"Aku ada urusan di suatu tempat, jadi aku tidak bisa ikut kembali ke Seoul, aku titip Soon Il kepada kalian, setelah sampai Bandara akan ada dua orang yang mengambil alih Soon Il, serahkan saja dia pada mereka!", ujar Grizzy lalu mulai melangkah.
"Kemana kau akan pergi?", tanya Taehyung.
Grizzy menghentikan langkahnya lalu berbalik, "Menghukum anak nakal!", ujar Grizzy sebelum akhirnya benar-benar melenggang pergi.
Terlihat dua orang laki-laki berbadan besar menghampiri Grizzy, sepertinya mereka berdua seorang bodyguard. Mereka membawa barang Grizzy dan memakaikan mantel pada Grizzy.
"Dia terlihat sangat berlagak!", gumam Junghyun.
Taehyung menatap heran kepergian Grizzy, dia terlihat mudah mengambil keputusan. Terlebih cara bicara Grizzy di telfon yang benar-benar membuat Taehyung mencurigai Grizzy lah Mafia yang sebenarnya. Taehyung duduk sedikit berjauhan dengan Park Soon Il, namun tatapan matanya tak terlepas dari pembunuh bayaran itu. Bagaimanapun juga dia memiliki sebuah kebencian yang sudah lama dia pendam. Karena tidak ingin terus menerus bergelut dengan rasa penasarannya, Taehyung pun memberanikan diri untuk mendekati Park Soon Il. Soon Il melihat ke arah Taehyung.
"Kau salah satu pembantai di kediaman D'Angelo? Tak ku sangka ternyata kau mudah dikalahkan oleh seorang gadis!", ujar Taehyung.
"Apa mau mu?", tanya Soon Il.
Taehyung menunjukan sebuah foto.
"Kau tahu orang ini?", tanya Taehyung.
"Aku tidak mengenalnya!", balas Soon Il lalu memalingkan wajahnya.
"Kau yakin? Dia adalah sekretaris pribadi Tuan D'Angelo!", tanya Taehyung sekali lagi.
"Benar, aku melihatnya mati, seharusnya kau sudah menguburnya mengapa kau malah bertanya kepa..
Belum sempat menyelesaikan bicaranya, Taehyung sudah melayangkan tinjunya terlebih dahulu. Hal itu membuat heboh seisi pesawat, begitu juga Junghyun yang hampir terlelap. Namun, alih-alih meringis kesakitan Soon Il justru malah tertawa konyol.
"Kau, kau putranya? Pantas saja! Kau sama tidak berguna nya dengan ayahmu! Mafia itu pasti punya rencana lain untukmu!", ujar Soon Il.
"Apa maksudmu? Mafia?", tanya Taehyung.
__ADS_1
"Apa? Jangan bilang kepadaku kalau kau belum tahu siapa Mafia yang menggantikan D'Angelo? Tepat sekali, kau benar-benar tidak tahu soal itu!", ujar Soon Il dengan nada sedikit mengejek.
Junghyun yang mendengar hal ini pun langsung bertindak, dia menutup mulut Soon Il lalu mengajak Taehyung untuk kembali ke tempat duduknya. Taehyung yang merasa penasaran pun sempat menepis tangan Junghyun, namun Junghyun terus menerus mendesaknya dan membuat Taehyung risi.
Menjaga identitas asli Grizzy adalah salah satu tugas Junghyun. Meskipun dia tidak tahu nama asli Grizzy, setidaknya dia tahu siapa Grizzy. Salah satu pesan ayahnya yang seharusnya dia bisa untuk tetap tutup mulut, namun pembunuh itu hampir saja mengacaukannya.
Seoul, 18.55 KST
Setelah empat puluh lima menit lamanya, Junghyun dan Taehyung pun sampai di Seoul. Sebelum masuk ke mobil, dua orang datang menghampiri mereka sesuai dengan yang diberitahu Grizzy. Soon Il akan ikut mereka di mobil yang berbeda, sedangkan Junghyun akan mengantar Taehyung lebih dulu. Di dalam mobil, Taehyung mulai merasa ada yang di sembunyikan oleh Junghyun namun dia tetap memilih diam.
Disisi lain, Grizzy masih menikmati perjalanan nya, dia tak henti-hentinya memikirkan bagaimana kondisi Dong Il saat ini. Grizzy pun tak memiliki keberanian untuk bertanya pada Danny, dia tidak akan menyangka kalau orang-orang itu akan lalai. Sejenak dia teringat dengan ucapannya saat pertama kali datang ke Korea setelah sembilan tahun lamanya. Benarkah dia gagal untuk melindunginya dan menjadi pengecut untuk yang kedua kalinya.
Sisilia, 22.10 CEST
Setelah beberapa jam penerbangan, Grizzy pun sampai dan di sambut beberapa Bodyguard yang akan menemaninya menuju ke rumah sakit dimana tempat Dong Il dirawat. Sesampainya disana, rupanya ada Pak Kim yang tengah menunggu Dong Il di dalam ruangan. Kepala Dong Il penuh perban, begitu juga dengan lengannya, entah kemalangan seperti apa yang telah menimpanya sampai dia terbaring lemah di ranjang pasien seperti itu. Pak Kim yang sadar akan kedatangan Grizzy pun membungkuk memberi salam, Grizzy sendiri hanya menatap kosong ke arah Dong Il sambil perlahan mendekatinya.
"Kenapa dia terlihat pulas? Kenapa banyak alat bantu?", tanya Grizzy lirih.
"Dia mengalami kerusakan di saluran pencernaannya, terakhir kami menemukannya kondisi dua jarinya sudah hilang, luka lebam di sekujur tubuh, dan juga benturan keras di kepalanya, tidak ada kerusakan otak, dia juga negatif anemia!", jelas Pak Kim panjang lebar.
"Dimana Daniel?", tanya Grizzy.
"Daniel sedang menemui Kenzio!", ujarnya.
"Kirimkan lokasinya kepadaku, aku pun perlu menemuinya, jangan lupa memberitahunya aku akan datang!", ujar Grizzy sambil melangkah keluar.
Grizzy keluar dari ruangan, dia berlari kecil menuju ke lobi tempat dimana para Bodyguardnya menunggu. Setelah sampai di lobi dia berhenti berlari dan hanya melangkah cepat diikuti para bodyguardnya. Sesampainya di parkiran Grizzy menyuruh mereka pulang.
"Sono andato da solo, sono andato a casa e ho aspettato la mia chiamata!"
( Saya akan pergi sendiri! Kalian pulang saja dan tunggu telefon dari saya!), ujar Grizzy dingin lalu memasuki mobil.
"Pronto grande capo!"
(Siap Bos Besar), jawab para bodyguard serentak.
Disisi lain, Daniel tengah berada di sebuah cafe bersama dengan Kenzio. Lalu, ponsel ponsel Daniel berdering.
( Ya, Pak Kim), jawab Daniel.
"La signorina Grizelle sta andando dove lei è signore, ha detto che deve parlare con il signor Kenzio!"
(Nona Grizelle akan pergi ke tempat Anda berada, Tuan, dia berkata dia harus berbicara dengan Tuan Kenzio!), jawab Pak Kim.
"Grizzelle è tornata?? Quando torna a casa?? Ah giusto è venuto!"
(Grizzelle kembali ?? Kapan dia pulang?? Ah benar dia datang!), bicara Daniel berhenti saat Grizzy tiba.
Belum sempat Daniel dan Kenzio menyapa, Grizzy lebih dulu memberi tugas kepada Kenzio yang membuat keduanya menelan kembali kata-kata yang bahkan belum sempat keluar sepatah pun.
"Trova la posizione della residenza di Lucas, controlla le telecamere a circuito chiuso intorno a lui!"
(Temukan lokasi kediaman Lucas, periksa kamera CCTV di sekitarnya!), ujar Grizzy dingin.
Tanpa mampu menjawab Kenzio langsung mengotak-atik laptop di depannya. Grizzy mengamati dengan serius, seolah mendapatkan suatu ide, Grizzy menghampiri meja kasir disana, lalu kembali dengan laptop di tangannya. Rupanya dia meminjam laptop karyawan untuk meretas kamera cctv yang ada di sekitar rumah Lucas.
"L'ho trovato!"
(Aku menemukannya!), ujar Kenzio.
Tanpa berlama-lama lagi Grizzy pun langsung mencaritahu datang perginya Lucas, sebelum dia pergi. Namun, seorang karyawan sedikit mengganggunya.
"Mi scusi! Il nostro caffè sarà chiuso, signore e signori possono lasciare il posto?"
(Permisi! Kafe kami akan tutup, bisakah tuan dan nyonya meninggalkan tempat), ujar seorang pelayan.
"Vai e non disturbarmi!"
(Perilah dan jangan ganggu aku!), balas Grizzy dingin.
"Ma signora.."
(Tapi Nona..), Daniel yang melihat tatapan tajam Grizzy pun akhirnya membawa pelayan itu menjauh dan mencoba bernegosiasi dengannya.
"Restiamo qui più a lungo, pagheremo caro, questa è un'emergenza perché la vita del nostro amico è in pericolo, per favore capisci"
__ADS_1
(Biarkan kami tinggal disini lebih lama, aku akan membayar mahal, ini mendesak nyawa teman kami dalam bahaya, tolong mengertilah!), ujar Daniel yang kemudian mendapat kesepakatan kalau dirinya akan membayar mahal untuk ini.
Daniel kembali menemui Grizzy, dia berhasil meretas kamera cctv yang berada di depan rumahnya, rekaman itu menunjukan kalau Lucas baru saja tiba di rumahnya. Grizzy yang menyaksikan hal ini pun langsung beranjak dari duduknya.
"Me ne vado, tienilo d'occhio e fammi sapere quando Lucas se ne va di nuovo, riguardo al laptop, per favore compralo per me!"
(Saya pergi, awasi dan beri tahu saya ketika Lucas pergi lagi, tentang laptop, tolong belikan untuk saya!), ucap Grizzy cpat lalu melenggang pergi).
Daniel menghela nafas panjang, menjadi seorang kakak untuk Grizzy tentu bukanlah hal yang mudah. Setelah sembilan tahun lamanya, baru kali ini Grizzy lebih banyak bicara dengannya, setidaknya hal itu sudah lebih dari cukup untuk mengetahui perkembangan Grizzy.Dia perlu berterimakasih kepada orang-orang di Korea yang tanpa sadar membuatnya seperti ini. Namun, tiba-tiba saja dia mengkhawatirkan sesuatu pada adiknya itu.
"Ken, pensi che Grizzy comincerà a uccidere?"
( Ken, menurutmu Grizzy akan mulai membunuh? ), tanya Daniel.
"Perchè no? Grizzy ha una pistola!"
(Kenapa tidak? grizzy punya pistol!), jawab Kenzio dengan santainya.
"Sì, ha una pistola!"
(Ya, dia punya pistol!(, uucap Daniel tanpa sadar.
"Aspettare! Hai appena detto che aveva una pistola?"
(Tunggu! Apa Anda baru saja mengatakan dia punya pistol?), ujar Daniel sadar.
"Dannazione! Seguilo ora, non dobbiamo lasciarlo uccidere! Ehi, dammi il tuo numero di conto! Pagherò anche il tuo portatile!"
(Sial! Ikuti dia sekarang, kita tidak boleh membiarkan dia membunuh! Hei, beri aku nomor rekening mu! Aku akan membayar laptop mu juga!), ucap Daniel terburu-buru lalu mulai menyusul Grizzy.
Disisi lain, Grizzy hampir sampai, namun Kenzio menelponnya.
"Lucas se n'è andato, non è lontano, gira a destra e vedrai la macchina!"
(Lucas pergi, dia tidak jauh, belok kanan dan kamu akan melihat mobilnya).
"Manda al signor Kim il suo indirizzo di casa e poi brucialo!"
(Kirim Tuan Kim alamat rumahnya dan kemudian bakar!), balas Grizzy.
"Bene!"
(Baik).
Grizzy sendiri mulai mencari mobil Lucas, samar sebuah mobil yang mirip terlihat melaju di depannya. Grizzy mengikuti mobil itu dengan tenang, dia juga sedikit menjaga jarak. Lalu, mobil itu berhenti di sebuah kelab malam. Lucas sepertinya tidak menyadari kalau Grizzy tengah mengikutinya. Setelah Lucas masuk, Grizzy pun masuk dan mulai mencari Lucas, dan ketemu, Lucas sedang bersama dengan teman-temannya. Dengan santainya Grizzy menghampiri mereka dan duduk di sebelah Lucas, kedatangannya tentu saja membuat mereka semua tercengang, belum lagi Grizzy yang mengambil alih gelas wiski yang sedang di pegang Lucas lalu meminumnya.
"Grizzelle, Tu..?"
(Grizelle, kamu..), ucap Lucas sedikit ragu.
"Le tue facce sono come vedere i morti tornare in vita, rilassati, prendi questa come una sorpresa da parte mia"
(Wajahmu seperti melihat orang mati hidup kembali, santai, anggap ini sebagai kejutan dariku), ujar Grizzy santai sambil menuangkan wiski ke gelasnya.
"Cosa vuoi?"
(Apa yang kau inginkan?), tanya Lucas sedikit terdengar ketakutan.
"Tu non sapevi?"
(Kau tidak tahu?), tanya Grizzy.
"Pensavo l'avessi fatto perché ti mancavo, mi sbagliavo, vuoi solo divertirti senza di me!"
(Kupikir kau melakukannya karena kau merindukanku, aku salah, kau hanya ingin bersenang-senang tanpaku), sambung Grizzy.
"Non capisco cosa intendi!"
( Saya tidak mengerti apa yang anda maksud! ) ,ucap Lucas dengan ketakutan yang semakin menjadi.
"Allora lascia che ti dica il motivo per cui non dovresti farlo a Danny,!"
( Lantas, izinkan saya memberi tahu Anda mengapa Anda tidak harus melakukan ini pada Danny), ucap Grizzy dengan suara lirih.
Grizzy mulai meraih jari-jari Lucas, dan membuat Lucas sadar akan sesuatu. Dia berusaha melepaskan tangannya, namun ternyata Grizzy cukup kuat menahannya.
"Perché ti farò pagare dieci volte tanto!"
__ADS_1
"Aaarrghhhh!!!", suara Lucas yang berteriak kesakitan membuat seisi kelab heboh,,