Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Prima Missione?


__ADS_3

Namun, saat Jieun berbalik Grizzy langsung menangkap lehernya dan mendorong Jieun tanpa melepaskan cengkeramannya. Tubuhnya berbaring di meja guru, Grizzy terus mencekiknya dengan ekspresi datar namun tatapan tajamnya tak terlepas dari Jieun.


"Aku yakin, dalam kondisi seperti ini pun telingamu masih berfungsi dengan baik!" Ujarnya datar.


"Jadi, dengarkan aku baik-baik. Aku akan mengampuni mu kali ini, namun jika kau mencoba bermain-main denganku, ku pastikan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, dan yang pasti seluruh keluarga dan orang yang mengenalimu bahkan tidak akan ada yang menemukan mayat mu!" Ujar Grizzy yang semakin kuat mencekik Jieun.


Tetapi, sebuah tangan mencoba melepaskan cengkraman tangan Grizzy. Saat Grizzy menoleh ternyata itu Taehyung.


"Cukup! Kau akan membunuhnya!" Ujarnya pelan.


Perkataan Taehyung seolah magis yang menghipnotis Grizzy. Grizzy melepaskan tangannya, terdengar batuk yang keluar dari Jieun.


"Kau bisa menahannya? Bagus. Aku punya sesuatu untuk ditunjukan kepadamu" ujar Taehyung yang masih memegang pergelangan tangan Grizzy.


Grizzy belum melepas tatapannya sejak dia menoleh ke arah Taehyung, dia terdiam dengan mata yang perlahan berkaca-kaca. Tangan Taehyung turun lalu mulai menggenggam tangan Grizzy, Grizzy tidak terkejut dengan hal itu. Taehyung mengalihkan tatapannya ke arah Jieun yang sedang memegangi lehernya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengganggunya lagi, lakukan itu jika kau sudah bosan hidup!" Ujar Taehyung pada Jieun.


Taehyung keluar dengan menggenggam tangan Grizzy yang juga ikut berjalan di belakangnya. Suatu ketenangan tersendiri untuk Grizzy. Sesuatu yang lain tengah ia rasakan saat ini, sesuatu yang sangat asing baginya.



( Multimedia Room )


Taehyung membawa Grizzy ke sebuah ruangan multimedia yang tak jauh dari kelas Junghyun. Taehyung menyuruh Grizzy duduk dan menunggunya disini. Tak lama kemudian Taehyung datang dengan membawa sebuah kertas dan minuman.


"Minumlah dulu agar kau lebih tenang!" Perintahnya.


Grizzy menurut, Taehyung lalu menunjukan beberapa lembar kertas yang ia bawa.


"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh semalam, dan aku menemukan identitas dan alamat, namun dari keenam orang ini hanya tersisa dua yang masih hidup, Park Soon Il dan Han Gong Yoo!" Jelas Taehyung sambil menunjukan dua kertas.


"Kemana yang lain?" Tanya Grizzy.


"Keempatnya meninggal tepat satu tahun setelah rekaman ini!" Jawab Taehyung.


"Secara bersamaan?" Tanya Grizzy lagi merasa aneh.


"Benar, dalam sebuah kecelakaan mobil, mereka semua ada di dalam dan dinyatakan meninggal di tempat, polisi tidak meneruskan kasusnya karena ini dianggap murni kecelakaan!" Jelas Taehyung panjang lebar.


Grizzy merasa janggal dengan kejadian ini, namun dia mengesampingkan perasaannya itu dan fokus pada dua target tersisa.


"Dimana mereka?" tanya Grizzy.


"Busan" jawab Taehyung cepat.


Busan adalah tempat yang cukup jauh dari Seoul, namun bukan masalah besar untuk seorang Grizzy. Hening cukup lama diantara mereka sampai Youngsik yang kebetulan lewat melihat mereka dan memanggil Junghyun. Junghyun yang datang sebagai tamu tak di undang pun dibuat bingung oleh Grizzy.


"Hey, sedang apa kalian berdua disini?" tanya Junghyun yang baru saja sampai.


"Kau, pesankan tiket pesawat untuk dua orang, aku akan berangkat ke Busan malam ini!" ujar Grizzy pada Junghyun.


"Apaa? Aku? Kenapa Aku?" protes Junghyun.


"Lakukan itu atau ku tunjukan jadwal eksekusi mu!" balas Grizzy,


"Kau boleh menambah satu tiket lagi jika kau tertarik!" sambungnya sambil membantu Taehyung merapikan kertas-kertas tadi.


"Sial, aku menyesal datang kesini!" gerutu Junghyun.


"Aku akan membawa semua data ini, ingat pulang sekolah nanti!" ujar Grizzy lalu berniat pergi.


"Aku akan ikut!" ucap Junghyun menghentikan langkah Grizzy, Grizzy pun berbalik.


"I Know!"


(Aku Tahu!), balas Grizzy lalu pergi.


Taehyung yang berniat pergi pun di cegah oleh Junghyun. Taehyung menepis tangan Junghyun yang menahannya, lalu berbicara sedikit berbisik.


"Tanyakan pada ayahmu jika ingin jawabannya!" ucap Taehyung lalu pergi.

__ADS_1


Terlihat jelas dari ekspresi wajahnya kalau Junghyun sangat kesal, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih Taehyung yang sepertinya akan menjadi tangan kanan Grizzy. Tugasnya saat ini hanya mengingat pesan ayahnya, dia memang anak nakal di sekolah, namun dia percaya dia bisa menjadi anak yang baik untuk ayahnya, meskipun hal yang harus dilakukannya ini diluar keinginannya.


'Tetaplah menjadi orang yang berada di bawah naungan Tuan mu,bagaimanapun juga dia yang membuat kita seperti ini, Ayah masih hidup sampai saat ini atas bantuan Tuan D'Angelo, kita sudah banyak berhutang padanya, jadi salah satu cara membalasnya adalah melindungi putrinya!', sebuah pesan dari Lee Sung Kyuu untuk Jung Hyun,


"D'Angelo?", celetuk Junghyun tiba-tiba.


"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Youngsik.


"Tidak!" balasnya singkat lalu keluar dari ruangan itu di ikuti Youngsik.


Grizzy sampai di kelasnya, masih belum ada guru yang masuk. Namun, semua mata menatap takut ke arahnya, kecuali Na Yeon yang terkejut saat berpapasan dengan Grizzy. Grizzy mengabaikan semua itu dan memilih kembali duduk di kursinya. Minjeong yang duduk di depannya berbalik dan mencoba bertanya pada Grizzy.


"Kau baik-baik saja?" tanya Minjeong sedikit terbata karena ragu.


"Seperti yang kau lihat!" balas Grizzy dingin.


"Baguslah kalau begitu" ujar Minjeong tersenyum ragu dan mencoba kembali ke posisi awal.


"Apa kau.." suara Grizzy membuatnya kembali berbalik,


"takut padaku?" tanya Grizzy.


"Tidak, maksudku hanya sedikit, namun kau tahu, kau tadi sangat keren, sebelumnya tidak ada yang berani melawan Jieun dan kau adalah orang pertama!" jawab Minjeong bersemangat.


"Benarkah?" tanya Grizzy lagi.


"Itu benar!" balasnya lagi.


"Apa kau mau membantuku mengejar ketertinggalan?" tanya Grizzy sedikit ragu.


"Tentu saja, aku punya kelompok belajar, kau bisa ikut jika kau mau!" ucapnya terdengar tulus.


"Baiklah, Terimakasih!" balas Grizzy.


Guru masuk menghentikan obrolan mereka, Minjeong berbalik dan Yeon baru kembali ke kelas. Dari matanya terlihat seolah Yeon punya sesuatu untuk dikatakan kepada Grizzy, namun hal lain menahannya. Grizzy sangat pandai menebak gerak- gerik orang lain, dia hampir bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap matanya saja.


Sekolah berakhir, Junghyun ternyata sudah menunggu di dalam mobil. Tak lama kemudian, dia melihat Grizzy dan Taehyung sedang berjalan menuju mobilnya. Mereka masuk dan Taehyung duduk di kursi belakang. Tanpa bicara apapun Grizzy langsung menunjukan sebuah tempat yang akan ditujunya.


Namun, bukannya dia mendapat jawaban yang tepat, Grizzy justru menjawabnya dengan tatapan tajam yang membuat Junghyun tak berkata-kata lagi. Sesampainya disana merekapun turun mengikuti Grizzy dari belakang.Junghyun dan Taehyung memang tidak akur, namun mereka juga tidak bisa bertingkah saat sedang bersama Grizzy. Grizzy berjalan menelusuri barisan Cctv, dia terlihat sangat teliti memilih barang yang ia cari.


"Aku mau ini, tiga!" ujar Grizzy.


Setelah selesai, mereka pun menuju ke tempat berikutnya, Mansion D'Angelo. Junghyun sedikit terkejut saat mendengar nama itu, begitu juga yang dirasakan Taehyung. Perjalanan cukup jauh membuat mereka sampai saat sore. Grizzy meminta mereka berhenti sedikit jauh dari pintu utama karena mungkin Mansion ini punya penjagaan yang ketat.


"Taehyung, bisakah kau meretas kamera keamanan yang ada di sekitar sini?" tanya Grizzy.


"Tentu, aku hanya perlu jarak yang cukup untuk meretas perangkat utamanya!" jawab Taehyung.


"Bagaimana dengan disini?" tanya Grizzy.


Taehyung pun mulai mengotak-atik laptopnya. Sedangkan Grizzy mencari sudut teraman untuk meletakkan kameranya sendiri. Disisi lain, Junghyun terdiam lantaran tidak bisa menangkap topik yang tepat antara Grizzy dan Taehyung.


"Tersambung!" ujar Taehyung tiba-tiba.


"Bagus!" ucap Grizzy menimpali.


"Lalu kau ingin aku melakukan apa?" tanya Taehyung.


"Aku hanya ingin kau mematikan listrik di sekitar sini, termasuk kamera keamanan itu karena kemungkinan besar listrik di Mansion itu tidak akan mati, buat seolah-olah cctv nya rusak!" ujar jelas Grizzy.


"Apa kau sudah gila?" ucap Junghyun.


"Ini bukan apa-apa, kita harus bersiap lebih dulu, kita akan melakukannya tepat sebelum kita pergi ke bandara, jadi waktu kita tidak banyak!" ujar Grizzy.


Junghyun yang kesal terlebih dia tidak bisa menentang apapun yang sudah dikatakan Grizzy pun pasrah dan mengikuti setiap perkataan Grizzy. Mereka sampai di Mansion Lee, Taehyung pun ikut karena dia tidak punya waktu untuk pulang ke rumahnya. Sungkyuu menyambut kedatangan kedua anaknya dan juga Taehyung. Rupanya Sungkyuu sudah tahu kalau mereka akan pergi ke Busan, dia juga sudah memesankan hotel untuk mereka bertiga. Tidak hanya itu, Sungkyuu juga sudah menyiapkan mobil yang akan mereka gunakan untuk mencari lokasi target.


Setelah selesai mandi, Grizzy mengemasi barang yang akan dibawanya, termasuk pistol miliknya. Sekilas Grizzy melihat kearah meja kecil di samping tempat tidurnya, benar kejadian pagi tadi membuatnya lupa memakai kalung kesayangannya itu. Setelah memastikan semuanya sudah siap, Grizzy pun berniat turun untuk makan malam bersama ayahnya sebelum berangkat, namun telfonnya berdering. "Daniel Bro".


" Ciao, Grizzy ?"


(Halo, Grizzy)

__ADS_1


"Si Daniele?"


(ya, Daniel?) jawab Grizzy.


"Come stai?"


(Apa kabar?)


"Bene, E tu?"


( Baik, dan Kamu?)


"Bene, scusa se ti ho contattato solo ora, ho trovato alcune informazioni che possono aiutarti a trovare chi è la mente dietro tutto questo!"


(Baik, maaf jika aku baru menghubungimu, aku menemukan informasi baru yang mungkin saja bisa membantumu menemukan siapa dalang di balik semua ini?), jelas Daniel di sana.


"Apa itu??"


"Ti mando il file, puoi vedere di persona!"


(Saya kirimkan filenya, kau bisa lihat sendiri!)


Telfon ditutup sepihak karena Junghyun tiba-tiba masuk ke kamar Grizzy.


"Ayah menunggumu!" ujar Junghyun lalu kembali pergi.


Grizzy pun bersiap lalu menyusul Junghyun. Mereka sudah berkumpul disana, mereka makan malam lebih awal karena harus cepat pergi, belum lagi hal pertama yang sudah direncanakan Grizzy entah akan memakan waktu berapa lama. Setelah semua selesai, Grizzy menyempatkan diri untuk mengambil tongkat baseball dan membawanya. Junghyun yang heran pun hanya diam dan menahan dirinya untuk tidak bertanya. Mereka berangkat menggunakan vans milik Sungkyuu, Sungkyuu pun menyempatkan diri untuk mengantar mereka sampai pintu utama. Mereka pun berangkat menuju Mansio D'Angelo. Sesampainya disana Taehyung mulai membuka laptopnya untuk meretas cctv mansion sekaligus mematikan listrik di sekitarnya.


"Waktu kita hanya sepuluh menit jadi lakukanlah sebaik mungkin!" ujar Taehyung.


"Aku akan memasang kamera cctvnya, Junghyun akan merusak kamera cctv milik mansion ini!" ujar Grizzy.


"Apa? Aku? Kenapa Aku?" protes Junghyun namun langsung diam saat Grizzy memberikan tongkat baseball yang ia bawa.


Setelah lampu mati Grizzy keluar di bantu supir pribadi yang membawakan beberapa kameranya, dia juga menyeret Junghyun keluar untuk melakukan bagiannya. Junghyun yang merasa kesal pun melampiaskannya lewat pukulan, dia memukul kamera itu secara terus menerus disertai dengan erangan konyol khasnya. Grizzy yang mengetahui hal itu pun hanya menggelengkan kepalanya sambil terus fokus. Ada tiga sudut yang ia pasang, yang pertama tepat di depan gerbang utama Mansion dan yang dua sisanya terpasang disisi kanan dan kiri untuk mencari tahu darimana dan kemana perginya. Grizzy sudah selesai memasang dua kameranya, hanya sisa satu namun waktunya tersisa tiga menit lagi. Grizzy meminta supirnya itu untuk menghentikan Junghyun yang terus menerus memukul kamera yang sudah hancur berkeping-keping. Grizzy sudah selesai, namun kepanikan muncul di wajah Taehyung.


"Gawat Grizzy harus segera kembali sebelum lampunya menyala! Tinggal dua puluh detik lagi!" panik Taehyung yang tak lagi bisa disembunyikan.


Grizzy yang sadar pun langsung berlari ke arah Vans, Taehyung yang terus menghitung waktu dan Junghyun yang terus melihat Grizzy. Grizzy cukup baik dalam hal kecepatan, Dia sampai tepat sebelum dua detik terakhir, dan detik itu juga vans melaju meninggalkan tepat. Lampu menyala, Grizzy kembali. menanyakan koneksi kameranya, Taehyung membalasnya dengan senyuman. Namun, Grizzy memalingkan pandangannya saat Taehyung tersenyum. Mereka sampai di bandara dan siap terbang menuju Busan. Kedua laki-laki itu duduk di samping kanan dan kiri Grizzy, Junghyun sudah tidur, ini pasti melelahkan baginya, namun bagi Grizzy dia bahkan merasa belum sampai ke misi awalnya.


"Lee Gina? Bolehkah aku bertanya?" tanya Taehyung.


"Tanyakanlah!"


"Kenapa kau mau bekerja untuknya dan melakukan semua ini?" tanya Taehyung lagi.


"Karena seorang gadis kecil yang menyaksikan bagaimana kedua orang tuanya dihabisi secara brutal, aku ingin membuatnya adil untuk gadis itu. Bagaimanapun juga orang-orang biadab itu harus dihukum!" jawab Grizzy santai.


"Siapa gadis kecil itu?" tanya Taehyung yang masih penasaran.


"Kau akan mengetahuinya nanti, dan untuk hal itu, jangan ceritakan kepada siapapun, itu adalah sebuah rahasia yang akuu simpan selama ini!" ujar Grizzy.


Dalam sisa waktu perjalanan, Grizzy pun ikut tertidur, sedangkan Taehyung masih terjaga bahkan sampai mereka tiba ditempat tujuan. Hanya butuh waktu sekitar satu jam saja untuk sampai, sekarang masih pukul sebelas lewat dua puluh menit. Junghyun masih mengantuk bahkan setelah mereka tiba, melihat Taehyung yang belum tidur pun Grizzy menawarkan diri untuk mengemudi.


"Aku akan menyetir!" ujar Grizzy yang seketika langsung membuat mata Junghyun terbelalak.


"Apaa? Tidak, tidak, jangan lakukan itu!" protes Junghyun.


"Aku tidak akan melakukannya lagi!" ucap Grizzy meyakinkan.


"Ku bilang tidak!"


"Biar aku membawanya!" ucap Taehyung menimpali.


Saat mereka sedang sibuk berdebat tentang siapa yang akan membawa mobilnya, Grizzy tidak sengaja menabrak seorang laki-laki menggunakan masker dan topi yang membuat Grizzy tidak bisa melihat wajahnya.


"Maaf, aku tidak sengaja!" ujar Grizzy refleks.


"Tidak apa-apa, ini salahku, maafkan aku!" balas laki-laki itu pergi.


Grizzy melihat gerak-gerik aneh pria itu, dia juga melihat detail dari ujung kepala sampai ujung kaki pria itu, sampai satu titik yang menjadi fokusnya.

__ADS_1


"Tatto jangkar?"


__ADS_2