
Grizzy tiba dengan luka sayat di lengannya yang belum sempat di obati. Perlahan berjalan tanpa alas kaki memasuki aula, riasannya berantakan menggambarkan hatinya saat ini. Darah yang keluar dari sayatan pun tak sedikit namun tatapannya tidak seperti orang yang kesakitan, melainkan penuh dendam. Tangannya menggenggam kuat pistol atas nama dirinya.
Dia berjalan pelan, namun setiap langkahnya meninggalkan kebencian yang amat dalam. Sampai dia tiba di kursi kosong itu dan duduk disana. Menatap hina orang yang tengah berlutut di hadapannya.
" Bos Besar Gevda? Apa yang terjadi? ", tanya Dongil.
" Bos Besar Gevda? Apa maksudnya, dia adalah.. ", Ryeong tercengang begitu mendengar nama itu.
" Dengan keadaan hatiku yang buruk ini, pantaskah Anda menanyakan hal itu? ", tanya Grizzy dingin.
" Saya tidak berani, Bos! ", ucap Dongil lirih merasa bersalah.
Grizzy menatap tajam ke arah Ryeong.
" Masih berani menatapku? ", tanya Grizzy.
Dengan cepat Kangsoo menekan punggung Ryeong menggunakan kakinya agar Ryeong bisa menunduk lebih dalam lagi.
" Tatapan hina mu itu sungguh sangat menjengkelkan! Kejadian malam ini tidak akan pernah aku lupakan! Sebelumnya aku mau mempertimbangkan untuk memaafkan keluarga Hwang, tak ku sangka pengkhianatan tetap saja terjadi, bahkan di lakukan oleh orang yang berpura-pura suci! Menjijikan! ", ujar Grizzy penuh penekanan.
Tidak ada yang berani berbicara saat ini, mereka hanya tinggal menunggu perintah dari Grizzy lalu melakukannya.
" Bunuh semua keluarga Hwang jangan sisakan satu nyawapun di Mansion nya! ", ujar Grizzy.
" TIDAK! Kau tidak bisa membunuh mereka, terlebih kau tidak akan bisa membunuhku disini! ", ucap Ryeong lantang setelah bangun dari sujud nya.
" Apa maksud orang gila ini? ", tanya Grizzy.
" Hahaha kalian benar-benar orang-orang bodoh! Sungkyuu membayar ku untuk mengepung wilayah ini dan menghabisi kalian semua! Kalian tidak akan bisa lari dari sini! ", seru Ryeong begitu puas.
" Benarkah? Mari lihat seberapa banyak orang yang kau bawa untuk menjebak kami? " , tanya Grizzy.
Grizzy mempersilahkan Ryeong bangun dan memanggil anak buahnya. Namun, anak buahnya tak kunjung datang sampai dia harus meneleponnya barulah mereka semua muncul dan mengepung Grizzy. Tetapi, Grizzy malah menunjukkan senyum nya yang membuat Ryeong heran.
" Kau masih bisa tersenyum di saat-saat seperti ini? Kau tidak sadar mereka semua akan membunuhmu hanya dalam waktu satu menit saja? ", tanya Ryeong.
" Sombong! Kau pikir mereka orang mu? ", tanya Grizzy santai.
" Pegang dia! ", sambung Grizzy.
Dan benar saja, mereka menurut kepada Grizzy, hal ini tentu saja tidak bisa di percaya oleh Ryeong. Jelas-jelas dia yang menyiapkan semuanya bagaimana bisa anak buah sebanyak ini malah menurut pada perintah Grizzy.
Tanpa sepengetahuan Ryeong, Yeon yang diam-diam menguping membocorkan hal ini pada Grizzy. Hal ini membuat Grizzy lebih cepat bertindak daripada Ryeong, mereka memang orang-orang bayaran Ryeong namun Grizzy membeli mereka dengan harga yang lebih mahal hingga membuat mereka tunduk pada Grizzy.
Grizzy beranjak dan mengeluarkan kelewang nya, lalu mendekat ke arah Ryeong. Perlahan Grizzy mulai menyayat kulit wajah Ryeong tanpa kenal rasa kasihan sedikit pun. Wajah Ryeong tergores, darah keluar mengucur membasahi sebagian pipi Ryeong.
" Ini baru sedikit, aku akan mengupasnya secara perlahan, jangan banyak bergerak sayang atau sayatannya akan lebih dalam! ", ujar Grizzy lembut namun terdengar menyeramkan.
" WANITA IBLIS! KAU MONSTER! KAU BENAR-BENAR SEORANG MONSTER!!! ", Maki Ryeong.
Grizzy yang tidak tahan pun langsung mengeluarkan tembakannya ke langit-langit.
" Eh, kenapa wajahmu sangat ketakutan? Apa kau benar-benar takut mati? Lalu kenapa kau berani menguji kesabaran seorang Bos Besar Mafia? ", tanya Grizzy.
Bicaranya yang lembut tak bisa menyembunyikan tampang iblisnya dari Ryeong. Ryeong benar-benar takut, dia tidak mau mati hari ini, namun secara tidak sadar dia menyinggung sosok monster di depannya.
" Aku akan memberimu kesempatan hidup asal kau mau melakukan sesuatu untukku! ", tawar Grizzy.
" Orang seperti mu apakah bisa di percaya? ", tanya Ryeong dengan nada bicara yang ketus.
Grizzy berbalik dan kembali duduk di kursinya, lalu memberi isyarat kepada Dongil. Tak lama kemudian munculah Minseok ke hadapan Grizzy.
" Tuan Kang, apa aku adalah orang yang bermulut besar? ", tanya Grizzy.
" Tidak Bos Besar, Anda selalu menepati janji! ", jawab Minseok tanpa ragu.
" Katakanlah dengan jujur dan tanpa penekanan, apa jaminan yang aku berikan kepadamu sama sekali tidak memuaskan? ", tanya Grizzy.
" Aku tidak mendapatkan penekanan apapun, aku sungguh puas dengan kebaikan anda selama ini! ", jawab Minseok lagi.
__ADS_1
" Katakan bagaimana caranya membuatmu berada di sisiku? ", tanya Grizzy.
" Aku hanya menuruti perkataan mu sekali dan mencoba tidak berkhianat, itu sudah cukup untuk membawaku menjadi salah satu orang mu! ", jawab Minseok lagi.
" Kalau begitu, orang ini menolak tawaran yang aku berikan dan memilih mati. Kamu, bunuh lah dia untukku! ", perintah Grizzy.
" Baik, Bos! ", jawab Minseok tanpa ragu.
Minseok mulai mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kepala Ryeong, terlihat Ryeong yang sangat ketakutan saat ini. Dia masih bertanya-tanya mungkinkah dia akan selamat jika menerima tawaran Grizzy, namun jika dia tidak menerimanya dia pasti akan mati hari ini dan tidak mendapatkan kesempatan untuk menguasai warisan Hwang.
" Tembak! ", ujar Grizzy.
" TUNGGU!! TUNGGU....
" Tunggu! Aku.. aku bersedia. Aku menerima tawaranmu.. tolong jangan bunuh aku.. ! ", Ucap Ryeong sambil memohon.
Grizzy tersenyum licik, bagaimana pun juga kebodohan orang ini perlu di hargai.
" Begitukah caramu memohon? ", Tanya Grizzy.
Ryeong seketika langsung bersujud di hadapan Grizzy sambil terus memohon.
" Aku mohon jangan bunuh aku, aku akan melakukan apapun untukmu! ", Ujar Ryeong.
" Kalau begitu lakukanlah! ", Balas Grizzy.
Ryeong sedikit mendongak.
" Bunuh Ayahmu! ", Ucap Grizzy dingin.
Ryeong membelalakkan matanya, apa yang diinginkan Grizzy benar-benar tidak masuk akal untuknya. Bagaimana dia bisa membunuh ayahnya sendiri, namun jika dia tidak melakukannya dia akan mati disini. Sejenak pikiran iblis merasuki dirinya.
" Baik! ", Jawab Ryeong pelan namun sukses membuat Grizzy tersenyum.
" Aku ingin ayahmu mati! Kalau rencana ini gagal! Aku pastikan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! ", Pungkas Grizzy lalu beranjak.
Malam ini Ryeong akan berada dalam pengawasan Grizzy, dia akan menjalankan misinya besok, lebih cepat lebih baik, terlebih Grizzy yang sudah di khianati benar-benar tidak sedang dalam kondisi hati yang baik.
Gabriel masih belum tahu apa yang tengah terjadi, ini tidak berjalan seperti apa yang di rencanakan. Grizzy berontak di tengah rencana sudah pasti ada sesuatu yang terjadi. Baik Gabriel, Dongil maupun Kangsoo, masing-masing bertanya-tanya siapa yang berani melukai Grizzy dan menghancurkan emosi nya. Grizzy terlihat santai namun sebenarnya dia benar-benar tengah marah besar. Hanya saja dia masih mengendalikan emosi nya saat ini.
Sesampainya di Mansion, Grizzy langsung di obati oleh Dokter Myun yang memang masih tinggal disana. Di samping itu, Grizzy juga meminta Kangsoo untuk membawa anak buahnya menahan Tuan Hwang di rumahnya. Kangsoo langsung berangkat begitu mendapatkan perintah. Di saat Dokter Myun tengah membalut obat, Grizzy mengatakan sesuatu yang membuat Pak Kim sedikit bertanya-tanya.
" Signor Kim, si occupi del ritorno, Daniel, Gabriel e Danny domani mattina! Quanto a Kenzio, starà qui con me! "
( Pak Kim, urus kepulangan, Daniel, Gabriel dan Danny besok pagi! Sedangkan Kenzio, dia akan tetap bersamaku disini! ), ujar Grizzy dengan pandangan kosong.
" Perché all'improvviso? C'è qualche problema? "
( Kenapa tiba-tiba? Apa ada masalah? ), tanya Pak Kim.
" Non farmelo dire di nuovo! "
( Jangan membuatku mengatakannya lagi! ), tekan Grizzy.
" Bene, me ne occupo io! "
( Baik, Saya akan mengurusnya! ) , jawab Pak Kim.
" Uno in più! Chiama un Jet privato per trasportare tutte le mie armi, libera l'appartamento in un giorno! "
( Satu lagi! Panggil Jet pribadi untuk mengangkut semua persenjataan ku, kosongkan apartemen itu dalam satu hari! ), pungkas Grizzy.
" Baik Nona, Saya akan mengurus semua itu besok! ", balas Pak Kim.
Luka sudah selesai di balut, malam ini mungkin Sungkyuu, Goeun dan Taehyung masih ada di rumah sakit. Grizzy ingin datang juga, namun dirinya masih terlalu takut untuk melangkah kesana. Kedatangannya hanya akan membuatnya membenci dirinya sendiri, bagaimanapun juga ini kesalahannya tidak bisa menjaga kakak bodohnya itu.
" Dopotutto, un traditore deve ottenere ciò che si merita, ti farò supplicare di morire! Aspettami, Hwang Ryeon "
( Bagaimanapun juga, seorang pengkhianat harus mendapatkan balasan yang setimpal, aku akan membuatmu memohon padaku untuk mati saja! Tunggu aku, Hwang Ryeon), gumam Batin Grizzy.
__ADS_1
Keesokan harinya, Grizzy terbangun dari tidurnya. Sejak semalam dia tinggal di mansion barunya ini bersama dengan yang lainnya. Saat Grizzy terbangun, dia mendapat telepon dari Kangsoo.
" Bagaimana? ", tanya Grizzy begitu telepon tersambung.
" Hwang Ryeon tidak kembali sejak semalam, Tuan Hwang sudah kami tahan! ",
" Baik! Beri makan dia untuk yang terakhir kalinya, urusan Hwang Ryeon biar aku yang mengaturnya! ", jawab Grizzy
" Baik Bos! ",
Telepon ditutup.
Setelah selesai mandi dan bersiap, Grizzy keluar untuk sarapan bersama saudaranya. Suasana hening, karena mungkin mereka sudah tahu kalau mereka akan di pulangkan. Meski penasaran, mereka tidak berani bertanya dan hanya bisa menuruti keputusan Grizzy.
" A che ora torni a casa? "
( Pukul berapa kalian pulang? ), tanya Grizzy memecahkan keheningan.
" Dieci! "
( Pukul sepuluh ), jawab Gabriel.
" Mancano ancora due ore, mangia in pace! "
( Masih ada dua jam lagi, makanlah dengan tenang! ), ujar Grizzy.
Setelah sarapan selesai, Pak Kim datang menghampiri Grizzy yang tengah duduk bersama kedua saudaranya namun saling mendiami. Pak Kim memberikan sesuatu kepada Grizzy, sesuatu yang hanya pernah di lihat oleh Grizzy dan Pak Kim saja.
" Nona.. ", panggil Pak Kim lirih sambil menyerahkan benda itu.
" Woah, darimana kau mendapatkannya? ", tanya Daniel.
" Era un regalo di zio Edard? ",
( Apa itu hadiah dari Paman Edard? ), tanya Gabriel.
" Benar! Grazie! ''
( Terimakasih! ), balas Grizzy.
Pistol kesayangan mendiang Edard D'Angelo ini memang di buat khusus untuk Grizzy. Grizzy sudah di pilih menjadi penerus nya dan mewarisi semua kekayaan D'Angelo, sedangkan Daniel yang sejak kecil hanya di perkenalkan dengan dunia bisnis hanya akan menjalankan kembali bisnis ayahnya yang saat ini di jalankan oleh Jamarie.
Bukan tanpa alasan, kehidupan Daniel dan Grizzy sejak kecil sangat berbeda. Meski tumbuh bersama di tempat yang sama, namun keduanya memiliki cara didik yang berbeda. Sebelum ada Grizzy, Edard sudah mencoba membiasakan Daniel kecil untuk beradaptasi dengan dunia Mafia, namun semenjak Daniel di hadapkan dengan pembunuhan yang di lakukan oleh Edard, dirinya menjadi traumatis dan membenci segala sesuatu yang berbau kriminal. Sejak saat itu mentalnya sedikit terganggu dan membuat Edard berhenti membawa Daniel demi kesehatan mental putra pertamanya itu.
Namun, berbeda dengan Daniel, Grizzy justru malah nampak santai dan biasa saja. Meski awalnya Edard hanya mengajaknya berburu di hutan milik Keluarga D'Angelo, Grizzy kecil yang ikut berburu malah penasaran dan meminta ayahnya mengajari cara membidik. Bahkan saat kejadian serupa di depan matanya dan Edard melepaskan tawanannya Grizzy malah meminta Edard menembaknya dan menghabisinya segera. Edard yang tidak ingin putrinya salah faham dan menyalahgunakan kekuasaan untuk membunuh sesuka hati pun mengajarinya dengan baik. Setiap hari, Grizzy berlatih menembak, memanah, beladiri setiap minggunya secara bergantian. Edard juga selalu mengingatkan Grizzy untuk tidak menyakiti orang yang lemah, dia meminta kelak Grizzy harus menjadi lebih baik dari dirinya.
Seketika ingatan itu muncul dan perlahan menyesakkan dadanya saat hari berdarah itu kembali teringat.
"Non cercare di ferire gli altri se non sei pronto per essere ferito di nuovo! Il mondo e la mia vita hanno le loro leggi. Se il mondo può regolare le sue leggi con la volontà di Dio, allora io ho le mie leggi di vita, come chi cerca di togliere la vita a un altro deve essere disposto a ripagare con la sua vita!"
( Jangan mencoba menyakiti orang lain jika kamu belum siap untuk disakiti lagi! Dunia dan hidup saya memiliki hukumnya sendiri. Jika dunia dapat mengatur hukumnya dengan kehendak Tuhan, maka saya memiliki hukum kehidupan saya, seperti seseorang yang mencoba mengambil nyawa orang lain harus bersedia membayar dengan nyawanya! ) , gumam batin Grizzy.
" Semua persenjataan sudah selesai di kembalikan ke Kediaman D'Angelo, barang yang Nona minta sudah ada di mobil! ", ujar Pak Kim.
" Baik, kau urus Kakak, Kakak sepupu dan Danny! Aku akan pergi bekerja lebih awal! ", pungkas Grizzy lalu beranjak pergi.
Grizzy pergi menggunakan Lamborghini mewahnya. Pagi ini dia akan bertemu dengan teman-temannya setelah lama tak bertemu. Meski kedengarannya aneh untuk seorang Grizzy yang setiap hari menyibukkan dirinya untuk ajang balas dendamnya, namun hal ini juga termasuk ke dalam rencananya.
Setelah dua puluh menit menempuh perjalanan dari mansion terpencil nya, Grizzy pun sampai di tempat yang sudah di tentukan. Teman-temannya sudah berada disana, termasuk kedua teman Junghyun, Dooshik dan juga, Yeon.
Grizzy tetap santai semenjak datang, membalas lambaian tangan teman-temannya dan juga membalas sapaannya. Siklus, dingin-ceria-dingin-ceria terjadi begitu saja, namun teman-temannya tidak menaruh kecurigaan apapun kecuali satu orang ini.
" Wajahmu berseri, kau sedang bahagia? ", tanya Haneul.
" Apa aku terlihat menyedihkan sebelumnya? ", ucap Grizzy balik tanya.
" Ah, bukan begitu maksudku! Tapi kau datang sendiri? Dimana Tae? ", tanya Haneul.
" Dia sibuk, jadi aku datang sendirian.. Em, Yeon ada apa dengan wajahmu? ", tanya Grizzy.
__ADS_1
Seketika Yeon terlihat gugup, bahkan ketakutannya tersirat jelas di matanya. Dia tidak berani menatap Grizzy saat itu.