
" Continua ad essere la fonte della mia felicità in questo momento, ti amo, Kim Taehyung "
( Tetap menjadi sumber kebahagiaanku saat ini, aku mencintaimu, Kim Taehyung )
Hati Grizzy kembali bergumam, senyum bahagia terukir di wajahnya, Dia meletakkan dagunya di bahu Taehyung yang membuat Taehyung ikut tersenyum karena tingkahnya.
***
Sesampainya di apartemen, Daniel menyapanya dan menanyakan Gongyoo pada Grizzy. Namun, Grizzy dengan segala kesantaian nya malah membanting tubuhnya ke sofa.
" Bagaimana dengan Gongyoo? " tanya Daniel.
" Aku sudah menyerahkannya kepada Kangsoo, kita akan bergerak lebih larut, jadi biarkan aku istirahat sebentar! ", ujar Grizzy yang sudah menutup matanya.
" Lalu, bagaimana dengan Kim Jongdae? ", tanya Daniel lagi.
" L'ho trovato, dillo al signor Kim! "
( Aku menemukannya, katakan pada Pak Kim! ) , jawab Grizzy dengan mata tertutup.
Hanya beberapa menit saja Grizzy terlelap, Dia kembali terbangun karena merasa panas meradang di tubuhnya. Dia pun berniat berendam sambil menunggu kabar baik dari Kangsoo.
Anh Kang-soo adalah anak dari salah satu asisten terpercaya di keluarga D'Angelo. Dia ikut tinggal di Italia sejak masih remaja dan baru kembali beberapa hari yang lalu untuk menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadi sekaligus kepala Body guard yang akan bekerja untuk Grizzy selama di Korea.
Disisi lain, Kangsoo tengah menunggu Gongyoo di dalam Vans, bersama dengan Soon-il dan dua bodyguard lainnya. Ada beberapa Bodyguard lagi yang menjaga area sekitar jika sewaktu-waktu Gongyoo sadar dan mencoba melarikan diri mereka bisa dengan mudah menangkapnya. Namun, sepertinya Gongyoo tidak menaruh kecurigaan apapun, dia mendekat dan masuk begitu pintu Vans terbuka. Dan saat Gongyoo lengah, Kangsoo menggunakan Stun Gun yang di berikan Grizzy untuk membuatnya tak sadarkan diri.
...
( Stun Gun )...
Gongyoo dengan mudah di taklukan, sekarang para bodyguard mengikat tangan dan kakinya, Kangsoo juga memasangkan gelang yang sama seperti Soon-il. Gelang yang bisa memberikan tegangan listrik jika tombol pada remote control nya di tekan. Dan remote itu ada pada Kangsoo, dia akan menggunakannya jika sewaktu-waktu mereka berbuat macam-macam.
Bodyguard keluarga D'Angelo dilatih keras, bahkan pelatihnya saja seorang komandan tentara yang di bayar bos besar D'Angelo untuk membuat mereka semua lebih kuat, lebih berani, dan patuh. Mereka dibuat tidak mempercayainya kematian, dengan kata lain jika ada yang mencoba membunuh mereka, mereka bisa lebih dulu membunuhnya. Sejauh ini tidak ada yang berkhianat, hanya saja insiden beberapa bulan yang lalu, ketika seorang pelayan dan seorang pengawas bisa begitu berani mencuri di kediaman D'Angelo, membuat Grizzy menghidupkan kembali hukum di kediamannya setelah hampir sepuluh tahun mati.
Grizzy selesai mandi dan kebetulan menerima telepon dari Kangsoo. Tanpa berpikir panjang, Grizzy pun menjawab teleponnya.
" Nona, Gongyoo sudah ada ditangan saya! "
" Baiklah, jangan bawa ke ruko karena aku perlu menghabiskan peluru malam ini! " , jawab Grizzy.
" Bene! "
( Baik ) ,
Grizzy bersiap, Daniel dan Kenzio pun sudah menunggunya di ruang tengah. Mereka berdua kembali melihat Grizzy yang lama dengan pakaian hitamnya, meskipun masih bisa di bilang dia feminim.
Grizzy, Daniel, dan Kenzio keluar dari apartemen menuju ke sebuah tempat yang cukup jauh dari pemukiman. Namun, sebelum menuju kesana Grizzy menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Gongyoo dan menemui putri kecilnya disana. Kedatangan Grizzy disambut ramah oleh istrinya, putri kecil Gongyoo juga terlihat menyukai Grizzy, karena Grizzy memberikannya sebuah boneka dengan ukuran yang cukup besar, bahkan lebih besar dari badannya. Grizzy juga memberikan beberapa makanan pada mereka yang membuat mereka berfikir kalau Grizzy adalah gadis yang sangat baik.
" Siapa namamu gadis manis? ", tanya Grizzy.
" Han Nara! " , jawab gadis kecil yang ditaksir berumur empat tahunan itu.
" Wah nama yang sangat cantik! ", puji Grizzy.
" Kau juga sangat cantik kakak! ", ujar Nara memuji balik.
Setelah itu, Grizzy berpamitan pada mereka, namun sampai depan pintu Grizzy baru membuka pembicaraan yang sebenarnya dengan istri Gongyoo karena istrinya itu menanyakan maksudnya mencari Gongyoo.
" Nona, apa kau memiliki pesan untuk disampaikan kepada suamiku sebelum kau pergi? ", tanya istri Gongyoo.
" Katakan saja kepadanya, seorang gadis yang orang tuanya dibunuh secara brutal olehnya sembilan tahun yang lalu datang kesini mencarinya! " , ujar Grizzy sambil tersenyum misterius.
" A-apa? "
" Kau bahkan tidak tahu kalau suamimu di bayar untuk membabi buta orangtuaku? Bayangkan jika putrimu ada di posisiku dan menyaksikan kebrutalan suamimu itu! Aku permisi! " , jawab Grizzy tegas lalu berbalik.
Istri Gongyoo mematung, dia tidak percaya dengan ucapan Grizzy yang seketika membuat hatinya sangat sakit bahkan matanya pun memerah saat itu juga. Dia masuk dan berusaha menelpon Gongyoo, namun usahanya sia-sia.
Grizzy sempat mengambil, fotonya bersama istri, anak, boneka besar dan makanan di meja yang di berikannya. Daniel yang memfotonya saat itu, sedangkan Kenzio tengah meretas kamera cctv yang ada di sekitar area itu agar, tidak meninggalkan jejak Grizzy dan Daniel. Setelah mereka berdua kembali ke mobil, mereka langsung melajukan mobilnya ke tujuan awal. Dimana Gongyoo dan Soon-il tengah di sekap di sebuah bangunan kosong.
Sesampainya disana, Grizzy turun disambut Kangsoo lalu berjalan mendahului diikuti orang-orang tadi di belakangnya. Tangan kanan Grizzy sudah memegang pistol kesayangannya. Soon-il dan Gongyoo duduk berdampingan dalam jarak dua meter. Gongyoo tersadar dan melihat Grizzy disana, tentu saja dia tidak mengenalnya. Mulutnya dibungkam menggunakan lakban agar tidak berisik, begitu juga dengan Soon-il. Kangsoo memberikan kursi untuk Grizzy dan membuatnya duduk berhadapan dengan kedua bedebah itu.
" Kau tahu siapa aku? ", tanya Grizzy.
__ADS_1
" Ah benar, mulutmu di bungkam jadi kau hanya perlu dengarkan aku baik-baik! ", pinta Grizzy.
Kangsoo memberikan remote control yang mengatur tegangan listrik di gelang yang di pakai Soon-il dan Gongyoo, lalu Grizzy mulai melanjutkan bicaranya.
" Kalian hanya perlu patuh, karena aku benci pembangkang! Aku akan membiarkan kalian hidup selama kalian mau bekerja untukku, jika kalian membantah, itu artinya kalian menyerahkan hidup kalian kepadaku! Apa ini cukup? Ada yang ingin ditanyakan? ", tanya Grizzy.
Lalu, Grizzy menyuruh salah satu bodyguard untuk melepaskan lakban di mulut kedua orang itu. Dengan begitu, Gongyoo yang emosi langsung membentak bahkan memaki Grizzy tanpa tahu siapa dia sebenarnya.
" Siapa Kau Sialan! Beraninya kau melakukan ini kepadaku! ", teriaknya.
Kangsoo yang mencoba meladeni pun di hentikan langkahnya oleh Grizzy. Grizzy masih duduk santai menunggu Gongyoo berteriak sekali lagi dan membuatnya mengambil tindakan.
" Kau tuli Nona? Siapa kau keparat!!! " , teriak Gongyoo.
Benar saja dugaannya, Gongyoo berteriak sekali lagi dan seketika tubuhnya menegang akibat aliran listrik yang menyentuh tangannya. Grizzy tersenyum, dia hanya menekan sebentar karena tidak mau menunggu lama.
" Berteriak lah sekali lagi, maka akan ku buat kau tak bisa menemui putrimu lagi! " ,ujar Grizzy.
" Si-siapa kau sial-lan!! " ,ujar Gongyoo yang masih memaki Grizzy.
Grizzy meletakkan remote itu dan berjalan menghampiri Gongyoo dengan pistol ditangannya. Grizzy memasukkan pelurunya, setelah siap, dia mengarahkan pistolnya ke pelipis Gongyoo. Lalu, menunjukkan foto yang diambil Daniel saat berada di rumah Gongyoo tadi.
" Apa yang kau lakukan kepadanya? ", tanya Gongyoo.
" Tidak perlu khawatir! Aku tidak akan membuatnya mengalami hal buruk sepertiku! " ,ujar Grizzy.
" Apa maksudmu, Brengsek! " ,maki Gongyoo.
" Menyaksikan orangtuanya dibunuh secara brutal! Lalu dikubur sembarang di teras belakang! " , jawab Grizzy.
" Hahaha kau anak mafia itu? ", tanya Gongyoo.
" Benar! " jawab Grizzy lalu kembali duduk di kursinya.
Grizzy meminta Kangsoo menunjukan foto tadi dan meminta Gongyoo memperhatikan baik-baik.
" Asal kau tahu, makanan yang aku berikan kepada istrimu itu mengandung narkoba, begitu istri dan anakmu memakannya mereka akan langsung menjadi seorang pecandu! ", ujar Grizzy santai.
" Bajingan ini! ", Gongyoo terlihat mengeraskan rahangnya saat itu.
" Apa maumu sialan!! ", tanya Gongyoo yang sudah benar-benar marah.
" Bawa Yoo Eun-Byul kepadaku! Lalu lakukan tugas terakhir, setelah itu aku akan membebaskan kalian berdua! ", ujar Grizzy.
Setelah mengatakan hal itu, Grizzy bersama Daniel dan Kenzio pun kembali pulang dan menyerahkan sisanya kepada Kangsoo. Ditengah perjalanan, Grizzy menelpon Jamarie dan meminta sesuatu yang membuat Daniel dan Kenzio terkejut.
" Ciao, Grizelle? "
" Zio, ho bisogno di un fucile, dammi AWM! " ( Paman, Aku butuh senapan, beri Aku AWM ! ), pinta Grizzy yang tidak tanggung.
" Bene! "
( Baik!)
Kira-kira semudah itu dia mengajukan permintaan dan langsung dituruti. Kenzio dan Daniel masih dalam keadaan terkejut, mereka tidak percaya Grizzy akan meminta sesuatu yang sangat beresiko seperti itu.
" Kau tahu resikonya sangat besar? " , tanya Daniel dalam bentuk peringatan.
" Aku tahu, aku pemilik resmi senapan yang akan dikirimkan, tidak perlu khawatir! ", ujar Grizzy yang terus-menerus bersikap santai.
" Kau selalu membuat semua orang berdebar-debar dengan kemauanmu ! " , gumam Daniel.
" 'cause I'm Gevda! "
( Karena Aku adalah Gevda! ), balas Grizzy.
Grizzy tertidur dalam perjalanan pulang. Bahkan Daniel sampai harus menggendong nya sampai ke unit karena mungkin dia terlalu lelah hari ini.
Pagi harinya, Kenzio terlihat tengah mempersiapkan sarapan berupa makanan ala Italia. Grizzy yang merasa rindu pada negara asalnya itu menyempatkan diri untuk ikut sarapan bersama Daniel dan Kenzio setelah sebelumnya tidak pernah sarapan bersama mereka. Saat sudah merasa cukup, Grizzy pun pamit karena Taehyung juga sudah menelponnya. Grizzy turun dan melihat Taehyung di seberang sana, dari jauh Grizzy melihat sebuah mobil yang mencurigakan, samar wajah pengemudi terlihat disana. Grizzy tersenyum lalu menyebrang dengan santainya. Benar saja, mobil berniat menabrak Grizzy namun, Grizzy dengan cepat menghindar, mobil itu melaju cepat melarikan diri.
" Kau tidak apa-apa? ", tanya Taehyung khawatir.
" Tidak apa, aku sudah tahu dia akan melakukannya! " , ujar Grizzy.
" Dia? ", tanya Taehyung tidak mengerti.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama lagi, mereka pun memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Grizzy menanyakan sesuatu kepada Taehyung.
" Apa ada gadis bernama Kim Go-Eun di kelasmu? ".
" Iya, kau mengenalnya? " , tanya Taehyung.
" Benar, aku akan menemuinya nanti! ", ujar Grizzy.
" Temanmu datang! ", ucap Taehyung ketika melihat Minjeong.
" Kalau begitu aku akan pergi lebih dulu! ", ujar Grizzy sebelum akhirnya berlari ke arah Minjeong.
Disisi lain, Taehyung menyadari sesuatu, mobil yang hampir menabrak Grizzy ada di parkiran sekolahnya. Dia pun mencari tahu apa yang ada di dalamnya, dan ada sebuah foto yang sangat dia kenal disana.
" Perempuan gila itu! ", umpat Taehyung lalu pergi ke kelasnya.
Taehyung sampai di kelas namun tidak menemui Jieun disana. Mobil itu milik Jieun yang sudah pasti Jieun melakukannya dengan sengaja. Dia benar-benar membuat Taehyung geram saat itu juga.
Disisi lain, bel sudah berbunyi dan semua siswa sudah berada dalam kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan kelas Grizzy, hari ini nampak kosong, tidak ada guru yang masuk, Mijoo dan Haneul ikut bergabung ke meja Grizzy untuk melakukan rutinitas gosipnya saat jam kosong. Merasa sangat menarik, Dooshik pun ikut duduk diantara Grizzy dan Haneul, topik mereka kali ini adalah Jieun, meski begitu Grizzy hanya cukup mendengarkan saja. Rasanya banyak berkata saja tidak cukup, Grizzy akan langsung mengambil tindakan kalau dia mau.
" Kau tau Jieun? Dia katanya hampir bunuh diri karena hubungannya dengan Yeon berakhir! ", celetuk Mijoo tanpa memperdulikan Yeon yang duduk di seberang Grizzy, lebih tepatnya di belakang Mijoo saat ini.
Yeon yang merasa terpanggil pun ikut bergabung dan duduk diantara Mijoo dan Grizzy, pemandangan itu jelas sangat asing di mata mereka.
" Mau apa kau kesini? ", tanya Minjeong.
" Dia menyebutkan namaku, jadi aku harus ikut serta dalam pembahasan kali ini! ", jawab Yeon.
" Ck. Apa yang dia katakan? ", ujar Haneul.
" Jadi rumor itu benar? ", tanya Mijoo
" Semua orang tahu, dia wanita gila! ", jawab Yeon.
" Tapi aku merasa kasihan pada Goeun, dia pasti sangat tertekan berada di antara Jieun dan teman-temannya! ", ujar Haneul.
Seketika, wajah Grizzy berubah saat mendengar nama itu.
" Dia menjadi budak selama hampir dua tahun, Jieun bahkan pernah melucutinya dan merekamnya di kamar mandi, Jieun mengancam akan menyebarkan video itu jika Goeun tidak menurutinya! ", sambung Haneul.
" Dia pasti sangat tersiksa! Aku ingin memeluknya saat mendapati dia menangis di kamar mandi, namun aku tidak terlalu berani untuk itu! " , ucap Mijoo menambahkan.
Grizzy yang mendengar hal itu semakin memanas, belum lagi tindakan Jieun yang hampir membunuhnya pagi tadi, Grizzy sudah tidak bisa membiarkan Jieun bebas lagi. Dia menggebrak meja, wajah datarnya terpasang disana, tangannya mengepal kuat, sebelum akhirnya meminta Dooshik untuk minggir dan memberinya jalan. Grizzy melenggang pergi dari sana.
" Ya! Gina kau mau kemana? " tanya Mijoo.
Ketiga temannya itu akhirnya mengikuti Grizzy, Dooshik dan Yeon yang awalnya hanya saling bertatapan pun ikut beranjak dan mengejar mereka.
Disisi lain, kelas Taehyung yang baru saja selesai dalam pelajarannya dan guru pun sudah pergi dari kelasnya. Mulai menghampiri meja Jieun dengan tatapan marahnya. Jieun yang merasa aneh pun dengan berani membalas tatapan itu, Jieun tahu betul apa maksud Taehyung saat ini.
" Kau ingin aku menjelaskan kenapa aku mencoba mencelakai si ****** itu? ", ujar Jieun sambil tersenyum licik.
" Beraninya kau! ", ucap Taehyung.
Tangan Taehyung sudah melayang dan bersiap menampar Jieun, namun sebuah tangan menahannya. Dan itu adalah Grizzy, entah apa yang dilakukan Grizzy saat ini, hal itu jelas membuatnya sangat bingung. Namun, jika dilihat dari matanya, Grizzy terlihat sangat marah, bahkan saat tangan menahan Taehyung, tatapan tajamnya tidak berhenti melihat ke arah Jieun. Sejenak Grizzy menurunkan tangan Taehyung dan membuatnya berdiri di belakang Grizzy. Tatapan Grizzy kini berubah datar ke arah Jieun.
" Jangan mengotori tanganmu untuk wanita gila ini! " , ujar Grizzy tegas.
" Hey! Perhatikan perkataan mu dasar jal...
Plaaakkk!!!!
Tamparan keras di pipi kanan Jieun, murni dari tangan Grizzy.
" Siala.....
Plakkkkk!!!
Sekali lagi, lebih keras dari sebelumnya, bahkan Jieun sampai tersungkur ke lantai.
" Hai ancora il coraggio di parlare? ",
Suara lirih itu terdengar menakutkan.
....
__ADS_1