
" Hey, apa itu, sejak kapan kau berani seperti ini? ", tanya Taehyung yang hanya dibalas tertawa kecil dari Grizzy.
Grizzy tersenyum manis ke arah Taehyung, dan saat itu Yeon yang tengah menyaksikan mereka mengepalkan tangannya kuat. Dooshik yang duduk di sampingnya hanya menggelengkan kepala. Peluit berbunyi, memanggil kedua tim memasuki lapangan. Taehyung mengedipkan sebelah matanya sebelum berlari ke lapangan lebih dulu.
" Laki-laki melawan perempuan? Sudah jelas menang laki-laki ! ", gerutu Jieun sengit namun tidak ada respon apapun dari kedua temannya.
Pertandingan di mulai, Grizzy menatap datar ke Taehyung namun mendapat balasan tatapan tajam dari kekasihnya itu. Bola berada di pihak Taehyung, Grizzy masih terlihat santai di menit pertama. Sedangkan Taehyung sudah menunjukan kegarangannya. Taehyung mendribble bolanya ke arah ring, dia sudah bersiap untuk melayang ke udara dan memasukkan bolanya. Namun, dengan cepat Grizzy meloncat dan memblok bolanya. Bola ada di tangan Grizzy saat ini, Taehyung terus mengejar dan mencari celah untuk merebut kembali bolanya. Namun, Grizzy lagi-lagi menunjukkan keahliannya, melemparkan bola dalam jarak cukup jauh dan, Ya, poin pertama lagi-lagi diambilnya. Teman-teman di tribunnya bersorak ria tak terkecuali Yeon yang ikut senang.
Bola kembali berpihak pada Taehyung, bahkan Taehyung sudah mulai bergerak dan meninggalkan poin tim Grizzy jauh. Berbeda dengan teman-temannya yang sudah resah, Grizzy masih saja terlihat santai dan masih bisa menunjukkan senyumnya.
" Sudah cukup bersenang-senangnya Tuan Kim! " Ujar Grizzy sambil merebut bola dari Taehyung dengan mudahnya.
Poin kembali bertambah, namun waktu permainan tinggal sedikit lagi. Bahkan, poin Grizzy belum mengimbangi poin Taehyung.
" Ayoo Semangat!! Kalian Bisaaaaaaaa!!! ", Teriak Yeon dari tribun membangunkan semangat tim kelasnya.
Mereka mulai meneriaki nama pemain, dan itu semakin membuat Grizzy arogan di lapangan. Grizzy terus merebut bola begitu juga dengan Taehyung yang terus menerus menyerang agar mendapatkan bolanya, namun basket tidaklah terlalu sulit untuk Grizzy. Grizzy mulai tidak membiarkan Taehyung menyentuh bolanya. Keduanya benar-benar terlihat sepeti rival di lapangan, tidak ada situasi yang menunjukkan Taehyung mengalah pada Grizzy. Di menit terakhir poin mereka imbang, dan bola masih ada di pihak Grizzy, semua orang tercengang karena Taehyung sedikit mengganggu Grizzy yang sedang melemparkan bolanya. Bola itu mengelilingi ring sebelum akhirnya
" YAAAAAAAAA!!!!! ", Teman-teman sekelasnya berteriak puas.
Grizzy memenangkan kembali pertandingannya. Kelima gadis itu berpelukan dengan gembiranya di tengah lapangan, sedangkan tim Taehyung hanya tertawa kecil karena tidak akan menyangka akan kalah oleh tim perempuan.
" Bukankah harga diri kita di pertaruhkan disini? ", ujar Jihoon, salah satu teman satu tim Taehyung.
" Hey! Kekasih Taehyung itu tiada tandingannya! Dia bahkan tidak segan-segan menghajar pacarnya sendiri! ", ujar Seojoon.
" Ah ayolah, mari beri ucapan selamat dan salam damai! ", ajak Taehyung.
Mereka pun mulai mendekati tim lawan dan berjabat tangan dengan damainya. Terakhir saat giliran Taehyung berjabat tangan dengan Grizzy. Taehyung menunjukan senyum bangga kepada kekasihnya itu.
" Kau! Tidak ada duanya! ", ujar Taehyung.
" Terimakasih Tuan Kim! ", balas Grizzy.
" Apa ini? Apa ini? ", tanya Guru olahraga yang ada diantara mereka.
" Mereka sepasang kekasih! ", ujar Mijoo.
" Apa? Wah hebat kalian berdua sama-sama berbakat dalam basket! Tapi ingat jangan pacaran di sekolah! ", ujar Guru olahraga di luar dugaan.
Awalnya mereka mengira sang Guru akan memarahi mereka. Namun sebaliknya mereka malah mendapatkan pujian.
" Pak, gratis makan siang kan? ", tanya Eunji.
" Baiklah, kali ini Tim Taehyung akan dapat makan siang gratis! "
" Benarkah? Wahh! ", ujar Namjin bersemangat.
Mereka semua mengganti pakaian olahraganya dengan seragam sekolah, sebelum akhirnya menghabiskan waktu istirahat. Grizzy pun mengajak Minjeong untuk ikut bersamanya, sekarang Minjeong juga jadi lebih berani mendekatkan diri dengan teman sekelasnya. Taehyung dan keempat temannya datang dan duduk di meja yang sama dengan Grizzy. Taehyung duduk berhadapan dengan Grizzy. Lalu, dari ujung kantin terdengar suara orang tengah berteriak, Grizzy merasa sedikit terganggu dan mencari siapa yang tengah berteriak di kantin dan mengganggu makan siangnya. Saat tahu ternyata itu Junghyun dan kedua temannya, Grizzy diam-diam meminjam pisau ke ibu kantin lalu berjalan perlahan ke arah mereka yang tengah merundung salah satu siswa berkacamata.
" Berikan saja kami uangnya, lalu kami akan membiarkanmu makan dengan tenang! ", pinta Youngsik dengan nada memaksa.
Junghyun tiba-tiba menggebrak meja yang bahkan membuat Grizzy di belakangnya sampai terkejut.
" HEYYY! Kau tidak Dengarkah! Kau Tuli? ", maki Junghyun.
Grizzy mengangkat alisnya takjub dengan cara Junghyun merundung. Siswa lain yang sedang makan pun menghentikan aktivitas mereka. Mereka semua melihat ke arah Junghyun, bukan, lebih tepatnya penasaran apa yang akan di lakukan Grizzy dengan pisau di tangannya. Grizzy meletakkan jari telunjuk dibibir mengisyaratkan seisi kantin agar tetap diam.
" YAA! Berikan saja kami uangnya!! Kau tidak lihat semua orang disini terdiam karena Junghyun marah!! ", sarkas Taeil.
" YAA!!!", bentak Junghyun sekali lagi.
__ADS_1
" Berapa yang kau butuhkan? ", Tanya Grizzy dari belakang mereka dengan nada santainya.
Tubuh Junghyun, Youngsik dan Taeil menegang saat itu juga, mereka tiba-tiba berdiri tegak dengan mata yang melotot menatap ke depan.
" Ya! Apa kalian akan terus membelakangi ku seperti ini, Aku disini dan sedang berbicara dengan kalian! ", ujar Grizzy masih santai.
" Katakan kepadaku, berapa banyak yang kau butuhkan? Aku akan memberikannya! ", tanya Grizzy lagi.
Mereka pun perlahan membalikkan badannya, dan melihat Grizzy disana tengah menggigit Black card miliknya. Dan yang paling membuat semua orang tercengang adalah tangan kiri Grizzy tengah bermain-main dengan sebilah pisau.
" Ya! Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu? ", tanya Jungyhun terbata.
Grizzy mengambil Black card dari mulut nya namun tangan kirinya masih memutar-mutar kan pisau itu.
" Aku yakin kalian tidak melupakan perkataan ku tempo hari, Katakan kepadaku berapa yang kalian butuhkan? Lalu.. ",
Tanya Grizzy berhenti lalu langsung melemparkan pisaunya ke belakang tidak terlalu keras, hanya asal saja karena ada tiga meja yang kosong di belakangnya, lalu pisau itu jatuh dengan posisi menancap meja kayu kantin yang membuat semua orang membuka matanya tidak percaya.
" Aku akan memotong seluruh jari kalian! ", ujar Grizzy lirih namun tatapannya seolah ingin membunuh.
Ketiga laki-laki di depannya langsung menelan salivanya kasar, lalu mulai merogoh saku mereka dan memberikan uang kepada siswa berkacamata itu sebelum akhirnya lari terbirit-birit. Mereka yang berpapasan dengan Taehyung segera mengubah arah untuk melarikan diri. Situasi tegang itu seketika berubah menjadi tertawa puas karena sang legenda perundung itu akhirnya menyerah. Grizzy mendekati siswa berkacamata itu, lalu memberikan alat bantu dengar yang kebetulan dilihatnya di bawah meja. Siswa itu memakainya lalu mulai berbicara pada Grizzy.
" Terimakasih! ", ucapnya terbata, masih ada sisa rasa ketakutan di matanya.
" Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja, lanjutkan makan mu! ", ujar Grizzy sambil tersenyum membuat siswa di depannya sedikit lebih tenang.
" Uangnya..
Siswa berkacamata itu kembali mengatakan sesuatu saat Grizzy membalikkan badannya.
" Itu hadiah, terima saja, mereka tidak akan mengganggu mu lagi! ", ujar Grizzy sebelum akhirnya melangkah.
" Terimakasih! "
" Maafkan aku, Bibi. Aku akan mengganti mejanya! " ujar Grizzy.
" Ah tidak apa-apa, awalnya aku berfikir kau akan membunuh bajingan kecil itu namun ternyata tidak, kau keren tadi! "
" Jadi tidak apa jika aku mengganti mejanya! "
" Ah sudahlah lupakan saja, itu bukan masalah besar! Kau sudah makan? ", tanya ibu kantin itu.
" Ah aku sedang makan siang tadi, namun teriakannya terlalu menggangguku, jadi aku ingin menyelesaikannya lebih dulu!
" Kalau begitu lanjutkan lah, kau bisa datang lagi jika kurang! ",
" Ah Terimakasih bibi, aku permisi dulu! ", ujar Grizzy.
Baru saja berbalik Taehyung sudah ada di belakangnya dengan posisi tangan dilipat di depan dada.
" Lain kali jangan menggunakan cara ekstrim sayang, sekarang apa tanganmu terluka? ", tanya Taehyung sambil membolak-balikkan tangan Grizzy.
" Apa yang kau lakukan? Semua mata melihat! ",
" Biarkan saja, semua orang tahu kau milik Kim Taehyung! ", ujar Taehyung lalu mulai menggenggam tangan Grizzy.
" Wah kalian serasi sekali! ", puji ibu kantin yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Grizzy hanya tersipu sebelum akhirnya Taehyung membawanya ke tempat semula. Teman-temannya memberi tepuk tangan atas tindakan Grizzy tadi. Padahal semua orang tahu Grizzy adalah adik Junghyun namun dia sangat berani melawan kakaknya itu, bahkan Junghyun saja hampir tidak berani menatap Grizzy tadi.
Bel pulang sudah berbunyi, kali ini kelas Grizzy lebih dulu di bubarkan, jadi dia harus menunggu Taehyung keluar dulu. Dia memutuskan menunggu sambil bermain basket di lapangan basket outdoor yang kebetulan terletak di depan kelasnya dan kelas Taehyung. Keempat temannya pun ikut bermain menemani Grizzy, ada Minjeong juga yang menunggu di tepi lapangan saat itu. Selang beberapa menit Taehyung keluar, Dia melihat Grizzy tengah asyik bermain di sana. Taehyung pun memutuskan untuk ikut susuk bersama Minjeong. Minjeong yang sadar pun langsung membuka pembicaraan.
__ADS_1
" Kehadiran Gina mengubah suasananya ya, termasuk kamu yang hampir saja tak tersentuh oleh siapapun, bagaimana cara Gina mendapatkan hatimu? ", tanya Minjeong penasaran.
" Entahlah, Dia berbeda dari gadis lainnya! Butuh banyak waktu untuk mendeskripsikannya! ", jawab Taehyung.
" Benar, Dia spesial, aku tiba-tiba saja menyayanginya sebagai teman, Dia orang pertama yang mengulurkan pertemanan denganku! ", cerita Minjeong panjang lebar.
" Wah aku iri! ", gumam Taehyung menanggapi cerita Minjeong.
Grizzy selesai dan menghampiri mereka berdua. Minjeong memberikan kelima temannya minuman dingin yang di belinya saat Taehyung belum muncul. Mereka pun berterima kasih pada Minjeong dengan tulus, lalu Taehyung tiba-tiba menyeletuk membuat kelima teman Grizzy merasa iri.
" Jangan terlalu lelah sayang, nanti kau sakit! ",
" YAAAA!!", protes kelima teman Grizzy bersamaan.
Setelah itu mereka semua berpisah, sedangkan Taehyung akan mengantarkan Grizzy ke suatu tempat seperti janjinya kemarin. Namun, sepanjang perjalanan Taehyung merasa heran karena jalannya terasa sangat familiar. Taehyung terkejut saat Grizzy membawanya ke sebuah rumah yang jelas-jelas sangat dia tahu. Grizzy turun tak lupa Taehyung membantu melepaskan helmnya. Tetapi, Taehyung tidak ikut turun dan malah melihat Grizzy mendekat ke rumah itu. Seketika ada satu nama yang terlintas dalam pikirannya, Taehyung turun dan berdiri sedikit jauh dari Grizzy.
" Kau mencari sesuatu? ", tanya Taehyung.
" Benar, aku mencari seseorang! " jawab Grizzy tanpa melihat ke arah Taehyung.
" Siapa itu? ",
" Seseorang yang aku kenal! ", jawab Grizzy masih menatap rumah yang hampir tidak terurus itu.
" Tidak bisakah kau melihatku, Nona Lee Angelo? ",
Mendengar hal itu tentu saja Grizzy terkejut, karena hanya ada satu orang yang memanggilnya seperti itu. Dan hanya ada satu kebenaran saat ini. Grizzy berbalik ke arah Taehyung.
" Kim Jongdae? Kau mencarinya? " , tanya Taehyung.
" Kau..
" Iya, aku disini, dimana Ayahku? ", ujarnya lirih matanya memerah.
Grizzy pun berlari ke Taehyung dan memeluknya, Taehyung membalas pelukannya sebelum akhirnya terisak.
" Kau tahu aku? Ayahmu sangat aman disana, jangan khawatir! Maafkan aku ", Ucap Grizzy sambil terus memeluk Taehyung.
Taehyung hanya menganggukkan kepala tanda percaya pada Grizzy. Grizzy sangat takut Taehyung akan kecewa padanya karena selama ini dia menyembunyikan identitasnya, Dia benar-benar takut sampai mempererat pelukannya.
" Maafkan aku, aku tidak memberitahumu sejak awal, namun soal ini aku pun baru mengetahuinya karena Ayahmu baru mengatakannya kepadaku! ", ujar Grizzy cepat.
Taehyung melepaskan pelukannya, dan melihat Grizzy begitu khawatir. Taehyung mengajak Grizzy duduk di kursi yang ada di teras dan mencoba menenangkannya lalu memintanya menceritakan kembali dengan tenang. Grizzy pun mulai menceritakan alasannya menyembunyikan identitas, dan dia juga menceritakan sedikit tentang Kim Daeshim, ayah kandung Taehyung.
" Aku tidak bisa membawanya kesini, namun, aku bisa membawamu kesana, aku berjanji akan mempertemukan mu dengan Pak Kim nanti, tolong jangan kecewa padaku karena aku tidak mengatakannya lebih awa..
Taehyung yang sejak tadi memperhatikan gerak bibir Grizzy menjadi tidak bisa menahannya lagi. Taehyung menciumnya dan membuatnya bungkam. Grizzy membulatkan matanya sempurna, sampai Taehyung melepaskan ciumannya namun wajah mereka masih begitu dekat.
" Diamlah dan jangan katakan apapun, mengetahuinya masih hidup saja sudah membuatku bahagia, jadi berhenti menyalahkan dirimu! Mengerti? ", ucap Taehyung yang entah mengapa suaranya terdengar berat di telinga Grizzy.
" Hey! Allontanati un po'! La mia faccia è calda!! "
( Hey! Menjauh lah sedikit! Wajahku terasa panas!! ). Gumam Grizzy dalam hati.
Namun, bukannya menjauh Taehyung malah semakin menjadi-jadi. Taehyung memeluk erat Grizzy dan berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Grizzy karena telah menjawab semua pertanyaan di benaknya. Taehyung pun sudah menduga siapa Grizzy sebenarnya, jadi untuk kebenaran yang ia dapatkan tentang Grizzy saat ini hanya membuat nya sedikit terkejut karena dugaannya benar.
Hari semakin gelap, Taehyung pun segera mengantarkan Grizzy pulang sebelum semakin larut. Dalam perjalanan, Grizzy membuka kaca helmnya dan membiarkan angin menerpa wajah cantiknya,
" Continua ad essere la fonte della mia felicità in questo momento, ti amo, Kim Taehyung "
( Tetap menjadi sumber kebahagiaanku saat ini, aku mencintaimu, Kim Taehyung )
__ADS_1
Hati Grizzy kembali bergumam, senyum bahagia terukir di wajahnya, Dia meletakkan dagunya di bahu Taehyung yang membuat Taehyung ikut tersenyum karena tingkahnya.