Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Giorno Di Sorpresa


__ADS_3

"Baiklah, kalian semua meremehkan aku, bagaimana kalau kita tanyakan saja pada pisaunya siapa yang akan dia bunuh?" Ujar Grizzy melangkah mendekat tanpa rasa takut.


Pencuri itu mulai mengayunkan pisaunya namun dengan cepat Grizzy bisa menghindarinya. Sampai akhirnya Grizzy kehabisan langkah dan membuat wajahnya hampir tersayat namun tangannya dengan cepat menahan tangan pencuri itu. Grizzy mendorong tubuh pencuri itu lalu mulai memberikan tendangan yang membuat pencuri itu kehilangan fokusnya, dengan ini Grizzy memanfaatkannya untuk menjatuhkan senjata lawan. Pisau jatuh, Grizzy kembali mengambil satu langkah maju lalu menendang wajah pencuri itu sampai pingsan.


Polisi datang sebelum sempat Jung Hyun menelponnya. Pencuri itu di amankan, tas yang dicuri kini ada di tangan Grizzy, Grizzy berbalik lalu melihat pelajar itu, seseorang yang sempat memperingatkannya. Orang itu lagi-lagi terpana melihat Grizzy, tidak hanya dia orang-orang di sekelilingnya pun merasakan hal yang sama.


Grizzy cantik, kharismanya yang terpancar begitu saja kala angin berhembus meniup rambutnya yang terurai. Grizzy bingung dengan tatapan orang-orang di sekitarnya, terutama pelajar itu. Grizzy dapat melihat sesuatu yang berbeda dari pelajar itu, sesuatu yang membuatnya candu untuk membalas tatapan itu. Namun, sadar datang terlalu cepat, Grizzy melangkah sedikit lebih dekat dengan pelajar itu lalu mengulurkan tas itu. Pelajar itu tersadar lalu meraih tas itu.


"Terima Kasih, Aku berhutang padamu!" balasnya sedikit terbata.


Tanpa basa basi Grizzy pun melenggang pergi melewati pelajar itu dan berjalan menghampiri Jung Hyun yang mungkin sudah menunggunya sejak tadi. Pelajar itu menoleh ke arah Grizzy yang baru saja melewatinya, lalu melihat seseorang yang sangat familiar baginya.


"Taehyung?" gumam Jung Hyun tanpa sadar.


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Grizzy.


"Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa!" jawab Jung Hyun mengelak.


Grizzy dan Jung Hyun pun kembali ke niat awal mereka untuk menemui sang Ayah. Jung Hyun diam-diam menatap tidak percaya ke arah Grizzy, dia berfikir kalau Grizzy bukanlah gadis sembarangan. Dia sangar jenius di lihat dari beberapa sisi Jung Hyun merasa dirinya harus berhati-hati dalam kata ataupun tindakannya selama Grizzy tinggal bersamanya.


Sesampainya di ruangan kepala rumah sakit, Grizzy dan Jung Hyun pun memasuki ruangan. Lee Sungkyuu menyambut hangat kedatangan Grizzy, hal itu sedikit menumbuhkan sedikit kecemburuan untuk Jung Hyun.


"Selamat Datang Putriku, Lee Gi Na!" sebuah pelukan pun tidak terlewat di pertemuan ini.


" Lee Gi Na? Itukah namanya? Lumayan juga, nama yang cocok!" Batin Jung Hyun bergumam.


" Dia bahkan tidak pernah memeluk putranya sendiri!" celoteh Jung Hyun yang keluar begitu saja saat menyaksikan ayah dan adik barunya itu.


"Aish anak ini!" gerutu Lee Sung Kyu sekilas lalu kembali tersenyum ke arah Grizzy.


Mereka tidak banyak berbincang, Lee Sungkyuu tahu betul kepribadian Grizzy yang sangat pendiam, dingin dan tegas semuanya tertutup sempurna oleh wajah lugunya. Sebenarnya ada sesuatu yang perlu dibicarakan empat mata antara Grizzy dan Lee Sungkyuu sesuatu yang sangat rahasia dan tidak boleh ada pihak ketiga yang mengetahuinya.


Jung Hyun mengajak Grizzy pulang ke rumah. Lebih tepatnya ini sebuah mansion mewah yang terletak hampir ditengah-tengah kota, halaman yang cukup luas dengan taman kecil dan sebuah kolam ikan menjadi yang pertama menarik perhatian kecil Grizzy. Turunnya mereka disambut oleh Bibi Oh seorang asisten pribadi sekaligus kepala pelayan di mansion ini.


Bibi Oh mengantarkan Grizzy menuju kamarnya ditemani beberapa pelayan yang juga ikut membantu membawa barang-barang Grizzy. Setelah masuk ternyata mereka tidak langsung masuk ke kamar, namun sebuah ruangan pribadi untuk bersantai yang dilengkapi televisi besar di dalamnya. Di samping itu barulah sebuah kamar dengan sistem sidik jari.


"Boleh juga!" gumam Grizzy .


"Bagaimana Nona? Anda memerlukan sesuatu?" tanya Bibi Oh.


"Tidak ada, ini sudah cukup kau boleh kembali!" ujar Grizzy yang langsung di mengerti oleh kepala pelayan itu.


Grizzy merebahkan tubuhnya ke ranjang, sebuah kamar dengan nuansa hitam putih membuat nyaman matanya, pamannya pasti sudah mengatur ini sejak lama. Efek dari rasa lelah akibat semua yang telah dilakukannya, Grizzy pun tertidur.


Disisi lain, Jung Hyun kembali meninggalkan rumah dan meminta Bibi Oh untuk sedikit mengawasi dan membantu Grizzy yang masih baru. Jung Hyun pergi menuju ke tempat dimana dia dan teman-temannya sering berkumpul disana. Sebuah Cafe yang terlihat cukup mewah menjadi tempat favorit Jung Hyun. Teman-temannya sudah ada disana dan menyapa Jung Hyun dari kejauhan. Jung Hyun pun menghampiri mereka, namun nasibnya kurang beruntung karena salah seorang pelayan tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan sebuah minuman ke jas nya. Hal itu tentu saja membuat Jung Hyun jengkel belum lagi jas kesayangannya yang sudah kotor karena noda minuman itu.


"Aduh! Maaf Tuan, Saya sungguh tidak sengaja!" ujar gadis itu sembari mengelap jas Jung Hyun menggunakan Tissue.


Namun, Jung Hyun adalah Jung Hyun sebagaimana dia memiliki sisi yang buruk yang belum Grizzy ketahui. Jung Hyun menepis kasar tangan gadis pelayan itu.


"Singkirkan tanganmu bodoh! Usaha mu itu tidak akan membuat jas ku kembali seperti semula!" sarkas Jung Hyun yang sudah menjadi pusat perhatian tamu cafe.


"Maafkan saya tuan, saya benar-benar minta maaf!" ujar pelayan itu lirih.


Sekilas Jung Hyun melihat wajah gadis itu, sebuah wajah yang terlihat familiar. Selang beberapa menit manager cafe datang menghampiri mereka berdua.


"Kau, kembali bekerja!" titah sang manager .


Jung Hyun menatap tajam ke arah manager, tahu betul apa yang akan di katakannya.


"Maaf--


"Didik karyawan mu dengan benar! Mengesalkan!!" ujar Jung Hyun tanpa mendengarkan Manager itu berbicara lebih dulu.


Jung Hyun berlalu meninggalkan manager itu yang terpaku ditempatnya setelah diperlakukan kurang sopan olehnya. Manager itu menghela nafas sebelum akhirnya pergi juga.


"Suasana hatimu sedang tidak baik ya?" tanya seorang teman.


"Diamlah aku pusing!" balas Jung Hyun.


Ada empat orang teman Jung Hyun dua diantaranya adalah tangan kanan dan kirinya di sekolah, Park Young Sik dan Han Tae Il. Mereka bertiga menjadi cukup populer di sekolah karena kenakalannya, bahkan tidak jarang terlibat perkelahian dengan siswa sekolah lain.


Dua diantara teman Jung Hyun harus berpamitan karena ada yang harus mereka lakukan, kini tersisa jung Hyun, Young Sik dan Tae Il. Mengingat kejadian tadi siang, Jung Hyun pun mulai membuka pembicaraan dengan kedua temannya.

__ADS_1


"Hey, apa kalian masih mengingat Taehyung?" tanya Jung Hyun.


"Anak basket itu?" ujar Taeil memastikan.


"Taehyung, dia yang membantu kita saat terlibat perkelahian dengan gengster itu? Kenapa tiba-tiba kau membicarakannya?" tanya Youngsik.


"Aku melihatnya di rumah sakit siang tadi!" ujar Jung Hyun.


"Lalu, apa masalahnya?" tanya Youngsik.


"Tidak ada, hanya saja dia tampan!" ujar Junghyun.


"Hey apa itu? Apa kau..?"


"Apa yang kau pikirkan bodoh, aku masih normal!" protes Junghyun.


"Apa kalian tahu? Sebenarnya Taehyung.." Ujar Taeil sambil menunjukan sebuah foto.


"Benarkah? Lalu, mengapa dia membantu kita? Atau jangan-jangan.." ucap Youngsik membuat kedua temannya penasaran.


"Katakan dengan jelas bodoh!" oceh Junghyun.


"Kau tahu, saat orang-orang gengster itu tahu siapa yang datang melawan mereka, mereka seperti ketakutan dan memilih mundur, bukankah sangat mungkin kalau Taehyung adalah seorang Leader?" jelas Youngsik.


"Benar, itu mungkin saja, tapi bukankah dia terlalu muda untuk itu?" ujar Taeil.


"Mari temui Taehyung besok!" ajak Junghyun.


Grizzy terbangun dan mendapati kamarnya gelap. Dia melirik ke arah jendela yang belum tertutup tirai. Grizzy beranjak darai tempat tidurnya lalu berjalan menghampiri jendela kamarnya. Dia bisa melihat pemandangan kota lewat jendela kamarnya. Pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


"Lumayan!" ujarnya lalu mulai menutup tirainya.


Grizzy bertepuk tangan sebanyak dua kali guna menyalakan lampunya. Kemudian, dia pergi mandi sebelum turun untuk makan malam bersama keluarga barunya.


Grizzy berjalan menuruni tangga dan melihat Sungkyu sudah duduk di kursinya. Namun, dia hanya sendiri disana tengah menyambut hangat Grizzy.


"Dimana dia?" tanya Grizzy.


"Kau mencari ku?" ujar Junghyun yang baru saja datang dan langsung duduk di kursinya.


"Kenapa semuanya makanan asing?" tanya Junghyun.


"Mulai besok, sajikan saja makanan seperti biasanya, aku sedikit bosan dengan makanan Itali" ujar Grizzy.


"Baiklah, besok akan terjadi sesuai dengan keinginanmu!" balas Sungkyu sambil tersenyum ke arah Grizzy.


Grizzy balas tersenyum, namun Junghyun sadar sikap Grizzy terllihat sedikit kaku. Grizzy yang sadar Junghyun memperhatikannya pun memberikan tatapan tajam ke arah Junghyun yang sontak membuatnya mengalihkan pandangan.


Setelah makan malam selesai, Sungkyu mulai membuka pembicaraan.


"Kau tidak harus masuk sekolah besok, kau bisa izin dulu jika masih ingin beristirahat!" ujar Sungkyu.


"Aku akan masuk besok, Aku harap kau tidak lupa dengan tujuan awal ku!" balas Grizzy dingin lalu beranjak dari duduknya.


"Bisakah Ayah memberikanku laptop malam ini? Ayah juga perlu memperkenalkan seseorang kepadaku!" pinta Grizzy sebelum pergi.


"Benar. Aku akan mencarikan orang itu secepatnya dan laptop nya Bibi Oh akan mengantarkannya ke kamarmu!" balas Sungkyu.


Mendengar hal itu, Grizzy memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Sedangkan, Sungkyu dan Junghyun masi tinggal di ruang makan. Junghyun menatap lama ayahnya.


"Ayah, sebenarnya apa yang dia inginkan? Mengapa kau membantunya? Mengapa kau ingin bekerjasama dengan Mafia?" tanya Junghyun yang penasaran.


Merasa pertanyaan anaknya itu tidak terlalu penting, Sungkyuu pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan Junghyun di ruang makan.


"Ayah, kau belum menjawab pertanyaan ku!!" Teriak Junghyun yang sama sekali tidak dihiraukan oleh ayahnya.


Disisi lain, Grizzy tengah membuka sebuah kotak yang berisi pistol pemberian Zeano. Namun, pistol itu tidak akan digunakan dalam waktu dekat ini karena dia masih perlu beradaptasi dengan lingkungan yang entah seperti apa. Ada banyak yang harus dilakukannya besok, dia juga perlu bantuan seseorang yang membantunya melacak keberadaan mangsanya.


Tidak lama kemudian, bel kamarnya berbunyi menandakan seseorang datang dan mungkin saja itu adalah Bibi Oh yang mengantarkan laptopnya. Grizzy menyimpan kotak yang berisi pistolnya lalu mempersilahkan orang itu masuk. Benar saja laptopnya datang, namun bukan Bibi Oh yang mengantarkannya, melainkan Junghyun.


"Kamar yang mengagumkan bukan?" Tanya Junghyun sombong.


"Mengagumkan? Sisi mana yang mengagumkan? Rumah ini hanya dibuat persis seperti rumahku, bukankah itu plagiarisme? Kau perlu tahu itu, ini hanya sebuah tiruan bagiku!" Balas Grizzy dingin.

__ADS_1


"Apa mau mu?" Tanya Junghyun.


"Menurutmu?"


"Ku tanya apa mau mu?" Tanya Junghyun tegas.


"Aku tidak menginginkan apapun darimu! Jadi, jangan ikut campur!" Ujar Grizzy santai.


"Aku tidak akan diam saja jika sesuatu terjadi pada ayahku!" Ancam Junghyun serius.


"Aku akan membuat semuanya tidak terjadi" jawab Grizzy yang masih santai.


Merasa ancamannya tidak berguna, Junghyun pun keluar dari kamar Grizzy.


"Aku akan mengawasi mu sampai akhir!" batin Junghyun yang berdiri di depan pintu kamar Grizzy.


Seolah mendengar apa yang dikatakan batin Junghyun secara kebetulan Grizzy pun bergumam.


"Awasi aku sebisamu, awasilah!"


Karena belum menemukan klu yang bagus, Grizzy pun memutuskan untuk menelfon kakaknya.


Telfon berdering.


"Ciao!"


Suara Daniel terdengar cukup jelas.


"Ciao, Daniel!"


"Grizelle? Kau sudah sampai?"


"Ya, Daniel. Aku sampai tujuan dengan selamat! Em, Aku perlu bantuan mu! Bisakah kau mengirimkannya besok? Aku harus beristirahat malam ini!"


"Okay, aku akan mengumpulkan informasinya sebanyak mungkin, kau beristirahatlah! Selamat malam!" ujar Daniel.


"Selamat malam!" telfon ditutup Grizzy pun kembali ke kamar membawa kotak dan laptopnya.


Pagi pun datang, Grizzy dan Sungkyu sudah berada di kursinya di ruang makan. Kali ini mereka sarapan tanpa Junghyun, entah kemana anak itu pergi, mereka berdua tampak tidak mempedulikannya. Sampai saat sarapan mereka hampir selesai, Junghyun menuruni tangga dengan terburu-buru. Dia mengambil rotinya dan berniat pergi lebih dulu, namun ayahnya menghentikannya dan membuat pernyataan yang mengejutkannya.


"Mulai sekarang kau akan berangkat dan pulang sekolah bersama adikmu!" ujar Sungkyuu.


"Apa?!" jawab Junghyun dan Grizzy bersamaan.


"Apa itu? kau juga tidak menyetujuinya Lee Gina?" tanya Sungkyu.


"Ayah tahu betul mengapa aku disini? Aku harap kau tidak sedang berpura-pura bodoh!" ujar Grizzy sedikit mengusik Junghyun.


"Hey! Kau pikir siapa dirimu berbicara seperti itu kepada ayahku?" Tanya Junghyun emosi.


Namun, belum sempat Grizzy menjawab Bibi Oh datang dan memberikan Grizzy sebuah kunci mobil.


"Seseorang memintaku memberikan ini kepada Nona Lee, dia bilang dia bawahan Tuan Kim" ujar Bibi Oh.


Grizzy beranjak lalu mengambil kunci itu.


"Aku akan berangkat dan pulang sendirian, jadi kau tak perlu repot-repot!" ujar Grizzy lalu melenggang pergi.


"Kau! Kakakmu sedang bicara padamu! Bisakah kau bersikap sopan? Aish Anak itu, aku akan memberinya pelajaran!" oceh Junghyun yang langsung menyusul Grizzy.


Sungkyuu yang mengetahui sikap anaknya seperti itu, hanya menghela nafas sambil menyalahkan dirinya sendiri. Sedangkan, Junghyun yang baru saja mengejar adiknya itu sudah kehilangan jejaknya, padahal itu hanya berselang beberapa menit saja. Alhasil, Junghyun memutuskan untuk menyusulnya ke sekolah menggunakan mobilnya.


Sesampainya di sekolah, Youngsik dan Taeil sudah menunggu Junghyun di halaman depan. Junghyun yang mengetahui itu pun segera menghampiri mereka dan menanyakan suatu hal.


"Apa kalian melihat penampakan siswi baru?" tanya Junghyun.


"Penampakan? Apa dia hantu? Mengapa bicaramu terdengar kesal?" balas Youngsik yang penuh dengan tanya.


"Hey! Hey! Kalian lihatlah siapaa yang membawa mobil itu?" ujar Taeil sambil menepuk punggung kedua temannya.



Sebuah Lamborghini berwarna hitam pekat dengan tampilan elegan nan mewah itu baru saja memasuki halaman sekolah menuju ke tempat parkiran. Hal itu tentu saja menarik perhatian semua warga sekolah yang melihatnya, mereka semua bertanya-tanya siapa yang datang menggunakan mobil mahal ini. Bersamaan dengan itu Taehyung pun berhenti dengan motor kesayangannya, dia sempat melihat ke arah mobil itu namun kembali ke sikap cueknya yang tidak mau tahu. Semua orang menantikan sosok seperti apa yang akan turun dari mobil itu, termasuk ketiga senior nakal itu.

__ADS_1


Perlahan pintu mobil terbuka ke atas dan seseorang keluar dari mobil itu dengan memancarkan kharismanya yang mampu menyita pandangan siapapun yang melihatnya. Namun, satu orang yang shock dan hampir pingsan saat mengetahui siapa orang itu.


"APAAAA?!!" teriak Junghyun terdengar begitu terkejut.


__ADS_2