
Keesokan harinya, Minseok menyuruh sekretaris nya, Lee Dong Min, untuk memecat seluruh bodyguardnya. Dan hal itu langsung di lakukan oleh Sekretaris Lee, tanpa banyak bertanya lagi.
Setelah hal itu selesai, Minseok segera menelepon orang misterius itu. Tidak butuh waktu lama untuk telepon itu terjawab.
" Halo? ", masih dengan suara laki-laki itu.
" Rumahku sudah bersih dari bodyguard, sekarang bisakah Anda menepati perkataan Anda? ", tanya Minseok.
" Tentu, mereka akan segera sampai! ",
" Baiklah, lalu apalagi sekarang? ", tanya Minseok lagi.
" Aku akan mengatur pertemuan pribadi, pastikan tidak ada pihak ketiga yang tahu akan hal ini! Aku ingin ini tetap menjadi rahasia antara kau dan aku! ",
Lagi-lagi telepon ditutup sepihak.
Minseok mendengus kesal dengan perlakuan semena-mena orang itu, namun dirinya juga tidak berdaya karena sudah dengan mudah tergiur tawaran dari orang itu.
Disisi lain, Grizzy masih menikmati kopinya di pagi hari sambil melihat pemandangan indah di sekitar gedung apartemennya. Lebih tepatnya pemandangan gedung kantor dari anak perusahaan Hong.
Daniel datang dengan kopi di tangannya lalu duduk di hadapan Grizzy.
" Kau selalu punya kejutan di dalam rencana mu, ini tidak seperti yang kau katakan sebelumnya, kau selalu tiba-tiba berubah pikiran dan membuat semuanya tercengang! ", ujar Daniel dengan mata yang menatap ke arah yang sama seperti Grizzy.
" Ide itu muncul begitu aku mendengar suara target, mendengar sesuatu yang ingin di capai target bisa mendatangkan ide tersendiri, dengan menjadikan keinginannya umpan agar mangsa masuk ke dalam jebakan permainan, setelah dia masuk aku akan mulai mengendalikannya sampai puas! ", balas Grizzy.
"Permainan apa yang kau maksud? ", tanya Daniel.
" Adu domba! " , jawab Grizzy
Daniel mengangkat sebelah alisnya, mencoba mencerna apa maksud dari perkataan Grizzy.
" Di dalam pertemuan pribadi itu, aku akan membuat Minseok mengatakan siapa dua orang yang terlibat dalam rencana pembantaian itu, setelah itu aku hanya perlu memprovokasi ke tiganya dan membuat hubungan mereka hancur! ", sambung Grizzy.
" Tapi mereka jelas bukan orang biasa, mereka punya banyak koneksi! Itu hanya akan membahayakan dirimu sendiri! ", tukas Daniel.
" Maka aku juga harus punya koneksi untuk mengimbanginya bukan? ", tanya Grizzy yang masih terlihat sangat santai dengan rencananya.
Grizzy mengambil ponselnya dan menelepon seseorang disana.
" Halo, Bos? ",
" Kangsoo, perintahkan Tuan Kim untuk datang kesini! Segera! ", ujar Grizzy tegas lalu menutup ponselnya.
Daniel menatap tidak percaya ke arah adiknya itu, sifat keras kepalanya memang benar-benar tidak bisa di hilangkan. Dia selalu berambisi untuk hal yang sangat berbahaya bagi dirinya.
" Sicuramente non sono uno che si arrende così facilmente! Quindi non bloccarmi! Puoi fermarti se vuoi! "
( Saya jelas bukan orang yang mudah menyerah! Jadi jangan halangi Saya! Anda bisa berhenti jika Anda mau! ), tekan Grizzy lalu pergi meninggalkan Daniel.
Daniel hanya menghembuskan nafas kasar, amu bagaimanapun juga dia tidak akan bisa mengalahkan keegoisan seorang Grizzy.
Di waktu yang sama Junghyun sedang berkutat dengan ujiannya, dia tidak banyak belajar namun cukup percaya diri untuk lolos dalam ujian kali ini.
Hari pertama ujian berjalan lancar, sepulang dari sekolahnya seperti biasa dia bersama kedua temannya pergi ke Cafe favorit mereka untuk sekedar melepas penat dari memusingkannya ujian tadi.
Sesampainya disana, mereka langsung memesan lalu duduk di tempat yang biasa mereka tempati.
" Jadi, bagaimana dengan hubunganmu? ", tanya Youngsik.
" Biasa saja! Tidak ada yang istimewa! Dia jelas bukan tipeku! ", balas Junghyun.
" Lalu, mengapa kau memacarinya? ", tanya Taeil.
" Hanya untuk melindungi diriku dari sesuatu yang memalukan! Anak itu benar-benar berusaha menghancurkan reputasi ku! ", jawab Junghyun.
" Tetapi, jika di lihat-lihat Goeun lumayan cantik! ", sahut Youngsik.
" Itu benar, aku juga menyadarinya! ", ujar Taeil menimpali.
Junghyun hanya diam, dia juga sebenarnya menyadari hal yang sama hanya saja dirinya terlalu gengsi untuk berbicara yang sejujurnya. Terlebih derajat Junghyun dan Goeun jelas sangat jauh berbeda.
Sepulang dari Cafe, Junghyun langsung menuju ke rumahnya. Namun, seperti biasa, Ayahnya tidak ada dirumah. Mereka hanya akan bertemu di saat sarapan pagi hari dan malam ketika ayahnya tiba dan Junghyun sedang makan malam, jika Sungkyuu tiba setelah Junghyun selesai makan malam, otomatis mereka tidak akan bertemu.
Junghyun iseng masuk ke dalam ruang kerja ayahnya yang memang ada di samping kamar Grizzy. Jadi Junghyun selalu melewatinya jika hendak ke kamarnya.
Ruangan kerjanya terlihat seperti biasanya, namun Junghyun selalu penasaran apakah kepala rumah sakit selalu sesibuk itu. Dia mulai menelusuri setiap rak kaca mulai dari yang berisi sertifikat penghargaan, barisan buku tebal tentang obat, kumpulan dokumen, dan lainnya.
Junghyun mulai melihat isi meja kerja Ayahnya itu, dia membuka laci dan menemukan foto yang terlihat familiar disana. Foto Mansion yang pernah ia kunjungi dengan Grizzy dan Taehyung.
" Mungkin Gina memberikannya kepada Ayah! ", gumam Junghyun lalu menutup kembali lacinya dan pergi dari sana.
Saat Junghyun sampai di kamar, dia membuka ponsel dan melihat ada pesan teks yang masuk, dan itu adalah Grizzy.
Gina Lee :
" Datanglah malam nanti ke Cafe biasa, jangan lupa ajak Goeun juga jika tidak mau terlihat bodoh di antara kami! "
" Apa maksudnya Kami? Siapa saja yang dia undang? Apa dia akan mempermainkan aku lagi? Anak nakal! ", gerutu Junghyun sambil menatap ponselnya.
Sore harinya, seseorang mengetuk kamar kost yang di tinggali Goeun, orang itu memberikan beberapa paperbag kepadanya, tertulis pengirimnya Lee Junghyun. Disaat yang bersamaan, Junghyun meneleponnya.
" Halo? ",
__ADS_1
" Sudah menerima barangnya? Pakailah itu nanti malam, aku akan menjemputmu juga nanti, kita akan datang ke acara pertemuan yang di buat Gina! ",
Telepon ditutup sepihak oleh Junghyun sebelum sempat Goeun menjawab.
" Dia masih begitu dingin! ", gumam Goeun.
Malam pun tiba, Grizzy sudah bersiap dengan mini dress yang di belinya tempo lalu bersama Haneul dan Mijoo. Tak lama kemudian, seseorang yang di duga Taehyung menekan bel apartemen nya. Namun, itu benar-benar dia. Taehyung terpana melihat penampilan Grizzy, bahkan dia juga sampai senyum-senyum sendiri melihatnya.
" Ada apa? ", tanya Grizzy
" Entahlah, siapa dirimu? Kenapa begitu cantik? ", rayu Taehyung
" Wah, tiba-tiba saja aku ingin membunuh mu! ", balas Grizzy.
" Kita berangkat? ", tanya Taehyung.
" Tunggu sebentar! ",
" Fratello, Danny, Kenzio, sei pronto? Chiamami non appena iniziate! "
( Kakak, Danny, Kenzio, Apakah anda sudah siap? Hubungi saya segera jika Anda mulai! ), sahut Grizzy.
Ketiga orang itu membuat letter 'Ok' di jarinya secara bersaman. Setelah itu Grizzy langsung pamit dan pergi bersama Taehyung.
Di dalam lift, Taehyung tak henti-hentinya menatap Grizzy yang berdiri di sebelahnya. Dan hal itu tentu saja membuat Grizzy salah tingkah dan mencoba membuat Taehyung berhenti menatapnya.
" Jangan menatapku seperti itu! Kau terlihat seperti akan menelanku! ", gerutu Grizzy.
" Bagaimana jika aku tidak mau? Melihat mu sudah menjadi candu bagiku! Itu salahmu yang terlalu cantik! ", balas Taehyung.
" Bagaimana bisa kau menyalahkan kecantikan ku, dasar! ", cibir Grizzy.
Lift terbuka, seperti biasa Taehyung akan membukakan pintu mobil untuk Grizzy dan melindungi kepalanya. Setelah itu dia masuk lalu melaju meninggalkan area parkir.
Sesampainya di Cafe, sudah ada Mijoo dan Youngsik yang ternyata adalah pasangan kekasih yang sudah sejak lama menjalin hubungan secara diam-diam.
" Woah! Aku benar-benar tidak percaya! ", ujar Grizzy sambil menarik kursinya.
" Bagaimana? Mengejutkan bukan? ", ucap Mijoo.
" Kau seharusnya memberitahu ku ini sejak awal! ", ujar Grizzy.
" Itu jelas bukan kejutan namanya! ", balas Mijoo.
" Junghyun datang! ", ujar Youngsik.
Junghyun terlihat menggandeng tangan Goeun, Goeun pun terlihat sangat cantik dengan dress se lutut yang di berikan oleh Junghyun.
" Kakak tidak terkejut dengan hubungan mereka? ", tanya Grizzy.
Mereka duduk, kali ini hanya tinggal Haneul saja yang belum datang. Selang beberapa menit, Haneul datang bersama Dooshik. Benar-benar sesuatu yang tidak terduga.
" Jadi kalian juga diam-diam seperti ini? ", ujar Mijoo.
" Ah, maaf ! ", balas Haneul.
" Semuanya sama saja! Bagaimana bisa kalian menyembunyikannya dengan baik! ", gerutu Grizzy.
Disaat yang bersamaan, Minseok datang bersama para bodyguard yang di berikan Grizzy. Mereka datang di sebuah ruko milik Grizzy yang menjadi tempat tahanan Soon-il dan Gongyoo.
Soon-il masuk sendirian, diantar oleh Kangsoo menemui orang misterius, namun sebenarnya bukan orang yang sesungguhnya melainkan Dongil yang akan memulai rencana yang dibuat Grizzy. Disini Dongil akan menggantikan Grizzy sebagai si penelepon dan mulai memainkan permainannya sesuai rencana.
Dongil menelepon Grizzy sebelum Minseok sampai. Dan saat itu Grizzy langsung mengangkatnya dan mendengarkannya lewat airpods.
Minseok datang dan langsung duduk di kursi yang tersedia. Dongil tidak menutupi wajahnya dan membiarkan Minseok melihat dengan jelas wajahnya.
" Halo Tuan Kang! ", sapa Dongil yang tentu saja dengan suara yang jelas berbeda dengan yang di telepon.
" Kau penelepon itu? ", tanya Minseok.
" Benar! Aku Min Hyunjin! ", jawab Dongil santai.
Minseok menatap lekat Dongil, berusaha mencari celah. Namun, Dongil sudah mempersiapkan semuanya matang-matang sehingga dirinya bisa dengan santai menjalani perannya.
Dongil mengeluarkan sebuah tabung yang berisi sepasang bola mata.
" Kau membutuhkan ini bukan? Ini milik putri bungsu D'Angelo yang bunuh diri setelah mendengar kabar kedua orangtuanya di bunuh! Aku mengambilnya dengan bantuan dokter dari Italia! Aku juga sudah mencari tokoh yang bersangkutan dalam hal ini, namun beberapa diantaranya menolak bekerja sama dan memilih mati! ", ujar Dongil panjang lebar dengan gaya santainya.
Grizzy yang mendengar hal itu bangga dan tersenyum disana.
" Kau yakin? Ini milik putri D'Angelo? ", tanya Minseok dengan wajah serius.
" Namanya Grizzy Edard Viviana D'Angelo! Kini yang memegang kendali D'Angelo adalah adik dari orang yang kau bantai! Dia sekarang menjadi mafia besar di Italia! Jamarie D'Angelo! ", jawab Dongil.
" Apa tujuanmu melakukan ini? " ,tanya Minseok lagi.
Dongil terdiam, dia jelas terkejut dengan pertanyaan ini. Hal ini membuatnya bingung harus menjawab apa. Pertanyaan itu menyerangnya secara tiba-tiba dan membuatnya menahan panik, jika tidak Minseok akan menemukan celahnya.
Grizzy yang sadar ada sesuatu yang tidak beres karena Dongil tak kunjung menjawab pertanyaan Minseok, dia pun segera meminta izin pada teman-temannya agar memberinya waktu untuk menelepon seseorang, sebelum akhirnya pergi sedikit lebih jauh agar pembicaraannya tidak dapat di jangkau teman-temannya.
Dongil terdiam cukup lama sebelum akhirnya Kangsoo memanggilnya dengan alasan menerima telepon. Namun, ternyata itu bukan hanya sekedar alasan, melainkan Grizzy yang benar-benar meneleponnya.
Dongil beranjak sebentar untuk menerima telepon, membiarkan Minseok duduk sendiri menunggunya.
__ADS_1
" Halo? ",
" Setidaknya katakan kepadaku jika kau belum siap! ", serang Grizzy tiba-tiba.
" Ma-maafkan aku.. "
" Katakan saja, kalau kau akan memberitahunya setelah kau mendapatkan apa yang kau mau, namun jika dia bersikeras dan mencoba menekanmu segera hubungi aku, dan katakan padamu, bos mu akan datang! ", ujar Grizzy cepat, dia terdengar kesal sampai langsung menutup teleponnya.
Namun, setelah selesai menelepon Dongil. Grizzy lanjut menelepon kakaknya.
" Halo, Daniel? Tolong bawa mobilku kesini, aku akan mengirimkan mu plat nomor mobil yang harus kau hancurkan bannya! ",
Begitu saja, tak butuh jawaban apapun, Grizzy menganggap Daniel mengerti dan menutup teleponnya sepihak.
Setelah merasa cukup, Grizzy pun memutuskan untuk berbalik, namun samar-samar ada pantulan orang yang sangat ia kenal di kaca. Tetapi, Grizzy memilih untuk pura-pura tidak tahu dan kembali ke teman-teman yang sudah menunggunya.
Grizzy menatap tajam ke arah Junghyun yang sontak membuat Junghyun terlihat gugup. Grizzy tak berbicara semenjak kembali setelah menelepon, namun tatapannya tak lepas dari Junghyun, bahkan semua orang menyadari hal itu. Taehyung yang merasa Grizzy tidak sedang baik-baik saja pun langsung menggenggam tangan Grizzy untuk sedikit membuatnya lebih baik.
" Apa yang kau lihat? ", tanya Junghyunn yang langsung di balas dengan pertanyaan serupa dari Grizzy.
" Apa yang kau dengar?! ", pertanyaan itu terdengar seperti sebuah penekanan dari Grizzy.
Tatapannya semakin tajam, membuat gerak-gerik Junghyun semakin aneh.
" Apa yang kau sembunyikan? ", tanya Junghyun gugup.
" Kau pikir siapa dirimu? Hanya dengan memanggilmu kakak, kau merasa kalau kau pantas menjadi kakakku? Jangan mimpi! Kau sama sekali tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusanku, perhatikan dirimu sendiri, jangan sampai langkahmu membawamu ke neraka! ", sarkas Grizzy pelan terdengar ambigu bagi teman-temannya, namu sangat jelas maksudnya bagi Taehyung dan Junghyun.
Junghyun yang tersentak dengan pernyataan Grizzy pun tidak bisa menjawab apa-apa, mau bagaimanapun yang dikatakan Grizzy adalah sebuah kebenaran.
" Tutup mata, telinga dan mulutmu ketika berhadapan denganku, aku tak akan menutupi sifat asliku lagi, kau akan melihatnya jika kau benar-benar penasaran! Ini berlaku untuk kalian juga, jadi bersikaplah sewajarnya dan jangan keterlaluan sepertinya! ", hal yang di katakan Grizzy jelas merujuk ke Junghyun.
Di sisi lain, Dongil masih membahas topik yang sama seperti sebelumnya, tentang Minseok yang bertanya apa alasannya ingin melakukan hal ini.
" Jadi, katakan apa alasanmu? Kau tidak mungkin melakukan hal ini tanpa imbalan bukan? ", tanya Minseok.
" Kau pasti salah dengar, bukankah aku mengatakan kau hanya perlu membantuku satu hal saja? ", balas Dongil.
" Baiklah, katakan apa alasanmu itu? ", pinta Minseok.
" Aku akan mengatakannya setelah aku mendapatkan apa yang aku mau! ", ujar Dongil.
" Katakan saja sekarang agar aku bisa mempertimbangkannya kembali! ", ujar Minseok.
" Bukankah sudah sangat terlambat untuk mempertimbangkan itu, aku sudah memberimu bodyguard itu artinya kau sudah setuju dengan kesepakatan ini! ", ujar Dongil.
" Lalu bagaimana aku mempercayaimu kalau kau terlalu meragukan seperti ini! ", ucap Minseok berusaha mengecoh Dongil.
" Sejak awal aku tidak menyuruhmu untuk mempercayaiku! ", balas Dongil santai.
" Apa kau sedang mempermainkan aku? ", tanya Minseok yang sudah mulai terlihat kesal.
" Tentu saja tidak, jelas kau sedang mengecoh ku sejak tadi! ", ujar Dongil.
" Ayolah, jangan berdebat denganku dan katakan saja apa alasanmu melakukan ini, dan katakan apa tujuanmu yang sebenarnya! ", kata Minseok penuh penekanan.
" Sepertinya kau benar-benar tidak bisa di kompromi! ", ujar Dongil, lalu segera memberi tahu Grizzy.
" Aku di tekan oleh orang ini! ", ujar Dongil lewat sambungan telepon yang masih tersambung sejak awal mereka berbincang.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
........
........
........
........
........
........
........
........
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan komentarnya ya, biar Author bisa langsung feedback.. 😉...