
Kangsoo mengantar Zeano sampai dia masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan Mansion. Sedangkan, Grizzy hanya melihat dari jendela lantai dua Mansion nya.
Rencananya sudah dibuat tanpa perlu menunggu persetujuan dari Kenzio, dia tidak tahu bagaimana tanggapan Kenzio nanti, yang ia tahu, Kenzio tidak akan pernah menentang dirinya.
"Dari ketiga tempat yang Kenzio dapatkan, entah mengapa tidak ada satupun yang membuatku yakin. Sial, apakah niat awal ku mencaritahu tentang Tuan IC?" Gerutu Grizzy seorang diri.
Grizzy membuka ponselnya dan langsung menelepon Kenzio untuk segera pulang karena Zeano sudah pulang.
Sebenarnya, Grizzy sendiri tidak tahu apakah Zeano masih tinggal di hotel yang ia sediakan atau tidak, jika Zeano tidak ada disana, mungkin Kenzio bisa ditemukannya lebih cepat dari dugaan Grizzy.
"Ciao? le cose sono tornate alla normalità, torna prima di cena!"
(Halo? Keadaan sudah seperti sedia kala, silahkan kembali sebelum makan malam!) Ucap Grizzy begitu telepon terjawab.
"Era andato a casa?"
(Apakah Dia sudah pulang?) Tanya Kenzio.
"Sì.. Sei deluso di non aver incontrato Zeano? Non preoccuparti, ho già fissato un orario per l'incontro, quindi preparati fino ad allora!"
(Ya.. Apa kau kecewa karena aku tidak mempertemukan mu dengan Zeano? Tenang saja, aku sudah mengatur waktu untuk pertemuannya, jadi persiapkan dirimu sampai saat itu tiba!) Balas Grizzy sebelum akhirnya menutup telepon sepihak.
Grizzy berfikir, mungkin saja di luar sana Kenzio tengah menggerutu karena dia memutuskan teleponnya tiba-tiba tanpa mau mendengarkan dia lebih dulu.
Namun, jika terlalu banyak basa-basi, Grizzy akan kerepotan. Terlebih, dia tidak menyukai segala macam perdebatan, apalagi lewat telepon.
Motto Grizzy adalah, jika bisa menyelesaikannya dengan cara cepat, mengapa harus bicara baik-baik?
Semenjak kenangan yang menjadi mimpi buruk berkepanjangan itu menimpa dirinya, Grizzy berubah menjadi sangat dingin dan tak berhati.
Jika Orang kaya pada umumnya menyelesaikan masalah dengan uang, maka Grizzy akan menyelesaikan masalah dengan nyawa.
Sesuatu yang bahkan uang pun tidak dapat mengalahkannya, membunuh satu atau dua orang bukanlah hal yang sulit baginya.
Namun, itu semua dulu, kini Grizzy ingin kembali menjadi sosok Grizzy yang seharusnya, sosok yang diimpikan oleh orangtuanya.
Dia meyakinkan dirinya untuk berhenti menjadi sosok menakutkan, namun tanpa ia sadari, kebrutalannya membuat namanya menjadi terkenal.
Hanya nama ' Gevda ' , selain itu, wajah dan hal pribadi lainnya tidak ada yang tahu.
Bahkan, di negaranya Grizzy sudah mendapatkan julukan 'Mafia Regina della morte del sud' dari para Mafia lainnya. Yang artinya, Mafia Ratu Kematian dati Selatan. Selatan sendiri mengarah pada tempat dimana ia dilahirkan yakni, Sisilia yang berada tepat di bagian selatan Italia.
Grizzy adalah orang pertama yang bisa membantai habis orang-orang yang berhutang padanya secara bersih, bahkan tidak ada celah sedikitpun yang bisa membuatnya tersandung masalah hukum.
Hal itu, hampir menyerupai The International Criminale yang melakukan kejahatan tanpa pernah sekalipun tertangkap oleh pihak yang berwajib.
Gevda dan IC, memiliki banyak kesamaan, keduanya sama-sama dingin dan tak berhati, kejahatan yang mereka lakukan memiliki tujuan yang berbeda, namun kekejaman mereka hampir sebanding.
Selain itu, mereka juga terlalu misterius hingga sangat menyulitkan untuk siapapun melacaknya.
Tujuan Grizzy kali ini, mungkin bukan hanya mencaritahu lebih jauh, namun mungkin dia juga akan menghentikannya.
Meski tidak meyakinkan hatinya, entah mengapa melakukan hal ini seolah-olah membuat dirinya tertantang, dia seolah menjadi detektif yang mencoba memecahkan teka-teki dalam sebuah kasus.
Sambil menunggu Kenzio dan Alexa pulang, Grizzy memutuskan untuk pergi mandi. Tak butuh waktu lama, Grizzy keluar dan bersiap-siap untuk makan malam.
Saat Grizzy sudah siap untuk keluar kamar, ponselnya berdering, sebuah panggilan telepon yang memperlihatkan nama 'Cloe Dieter Fez' muncul di layarnya.
Dengan malas, Grizzy mnejawab telepon itu.
"Che cos'è?"
(Ada apa?)
Kata yang pertama kali keluar memang terdengar begitu dingin dan terkesan judes.
"Fa freddo.."
(Dinginnya..) balas Cloe.
"Dimmi solo, cosa vuoi?"
(Katakan saja, apa yang kau inginkan?) Tanya Grizzy.
"Niente, ma sembra che tu sia ancora in contatto con quei due ragazzini.."
(Tidak ada, namun sepertinya kau masih berhubungan dengan dua junior itu..) jawab Cloe.
Grizzy ingat, Cloe sendiri pernah mengatakan pada Grizzy untuk berhati-hati karena Ciel dan Leon adalah orang yang berbahaya, sementara siang tadi tanpa pikir panjang, Grizzy mengundang keduanya untuk mampir ke rumahnya.
"Dici che sono pericolosi, quando in realtà non ti piacciono le altre persone che si avvicinano a me prima di te!"
(Kau mengatakan mereka berbahaya, padahal sebenarnya kau tidak suka orang lain mendekatiku lebih dulu dari pada dirimu!) Ujar Grizzy.
"Ho perso contro entrambi, ma sono migliore di entrambi. Se lo sai, capirai!"
(Aku memang kalah oleh mereka berdua, namun aku ini lebih baik dari keduanya. Jika kau tahu, kau pasti paham!) Balas Cloe.
"Cosa li rende pericolosi?"
(Apa yang membuat mereka berbahaya?) Tanya Grizzy.
"Sei vicino ma non lo sai ancora! Avresti dovuto conoscerli meglio prima di lasciarli avvicinare a te, altrimenti potresti essere vittima di uno di loro!"
__ADS_1
(Kau sudah dekat namun belum tahu! Seharusnya kau mengenali mereka lebih jauh lagi sebelum membiarkan mereka mendekatimu, jika tidak kau mungkin adalah korban dari salah satunya!) Ucap Cloe yang benar-benar penuh teka-teki.
"Non complicare la conversazione. Dimmelo, o forse stai solo giocando con me!"
(Jangan mempersulit pembicaraan. Katakan saja, atau mungkin kau memang sedang mempermainkan ku!) Balas Grizzy.
"Non sono così coraggioso da poter giocare con te, in realtà ti sto impedendo di essere intrappolato!"
(Aku tidak seberani itu sampai bisa mempermainkan mu, justru aku ini sedang menghentikan mu agr tidak terjebak!) Jawab Cloe.
"Allora dillo!"
(Kalau begitu katakan!) Tegas Grizzy.
"Beh.. Sai il motivo per cui stanno sempre insieme?"
(Baiklah.. Apa kau tahu alasan mereka selalu bersama?) Tanya Cloe.
"ho detto dire!"
(Ku bilang katakan!)
"Sial! Setidaknya jawab dulu pertanyaan ku !!" Balas Cloe.
"Banyak kabar yang menyebar mengenai hubungan mereka, mereka mungkin terlihat seperti teman biasa, namun sebenarnya mereka adalah sepasang kekasih!" Jelas Cloe.
'Benar, apa yang aku pikirkan hingga mau mendengarkan perkataan bodohnya! Dia pikir aku tidak pernah melihat hal semacam itu? Bahkan jika mereka terlihat biasa di hadapanku, pada dasarnya mereka memang teman biasa, tidak ada tatapan yang terlihat spesial diantara keduanya, bahkan kecanggungan hanya terasa saat salah satunya berbicara denganku, jika kami bertiga bersama, tidak ada sedikitpun hal janggal yang bisa membuatku berpikir mereka adalah sepasang kekasih!' gumam batin Grizzy.
"Gevda?"
"Diamlah, sialan!! Enyah sana!" Balas Grizzy lalu menutup teleponnya sepihak.
Grizzy tidak terlalu terpengaruh dengan perkataan Cloe, bagaimanapun juga dia tidak bisa sembarangan percaya pada orang lain.
Terlebih, di mata Grizzy, Ciel dan Leon adalah laki-laki normal yang mungkin memiliki rahasia tersembunyi dalam diri masing-masing.
Grizzy memang menaruh curiga, namun bukan kecurigaan seperti yang dikatakan oleh Cloe. Melainkan dari sudut pandang dirinya sendiri.
Dia juga memiliki hal lain yang perlu di cari tahu setelah mendengar perbincangan antara Ciel dengan laki-laki berjas mewah saat di cafe.
Tak lama setelah Grizzy mengakhiri teleponnya, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Grizzy membuka pintunya lalu mendapati Kangsoo ada di depan.
"Signorina, la cena è pronta.."
(Nona, makan malam sudah siap..) ujar Kangsoo.
(Um, bagaimana dengan Kenzio dan Alexa?) tanya Grizzy.
"Sono venuti, il signor Kenzio verrà dopo il bagno.."
(Mereka sudah datang, Tuan Kenzio akan datang setelah selesai mandi..) jawab Kangsoo.
"Va bene, dopo cena, riunisci tutte le cameriere in soggiorno... ho qualcosa di cui parlare!"
(Baiklah, setelah makan malam, kumpulkan semua pelayan di ruang tengah.. Ada yang ingin aku bicarakan!) ucap Grizzy.
"Bene!"
(Baik)
"Puoi andare.."
(Kau boleh pergi..)
Kangsoo membungkuk lalu undur diri, sedangkan Grizzy kembali masuk untuk merapikan kembali dandanannya sebelum akhirnya keluar menuju ruang makan.
Selang beberapa menit, Grizzy tiba di ruang makan, saat Grizzy mulai duduk, barulah Kenzio muncul menggunakan piyamanya.
Grizzy menatap lekat ke arah Kenzio, namun ekspresi wajah yang Kenzio tunjukan malah membuat Grizzy terkekeh.
"Sei davvero così deluso, eh?"
(Apa kau benar-benar sangat kecewa, huh?) tanya Grizzy.
"No!"
(Tidak!) balas Kenzio jutek.
"Kenzio, mi assicurerò di farvi incontrare, magari anche di farvi passare la notte, quindi non preoccuparti troppo, ok?"
(Kenzio, aku pasti akan mempertemukan kalian, bahkan mungkin membuat kalian menghabiskan waktu semalaman, jadi, jangan terlalu khawatir, oke?) ucap Grizzy.
"Smettila di prendermi in giro, Gevda.."
(Berhenti menggoda ku, Gevda..) balas Kenzio dengan rona merah di pipinya.
Grizzy terus terkekeh, sampai sesuatu muncul dalam pikirannya saat dia sudah menghabiskan setengah dari porsi makan malamnya.
"Vincent? Stai cucinando?"
(Vincent? Kau yang masak?) tanya Grizzy.
__ADS_1
"Esatto, siccome Alexa non c'era, ho preso il suo posto nella preparazione della cena.."
(Benar, karena Alexa tidak ada, maka aku yang menggantikannya menyiapkan makan malam..) jawab Vincent.
"È delizioso! Comunque, domani puoi darmi un tipico pasto inglese? Voglio provarlo.."
(Ini enak! Namun, besok bisakah kalian memberiku makanan khas Inggris? Aku ingin mencobanya..) ujar Grizzy.
"Non so molto di cucina inglese, ma Alexa sembra essere in grado di farlo.."
(Aku tidak paham mengenai masakan Inggris, namun sepertinya Alexa bisa melakukannya..) balas Vincent.
"Non preoccuparti, chiamerò il cuoco per insegnarti.. Voglio continuare ad affinare le tue abilità culinarie.. Ti dispiace, Vincent?"
(Jangan khawatir, aku akan memanggil juru masak untuk mengajarkanmu.. Aku ingin terus mengasah kemampuan memasak mu.. Apa kau keberatan, Vincent?) tanya Grizzy.
"Con piacere, signorina.. proverò.."
(Dengan senang hati, Nona.. Akan aku usahakan..) balas Vincent.
Grizzy tersenyum untuk menanggapi hal tersebut.
Setelah makan malam selesai, sesuai dengan apa yang ia katakan pada Kangsoo sebelumnya, semua pelayan berbaris di ruang tengah untuk mendengarkan arahan baru dari Grizzy.
Sementara itu, Kenzio kembali ke base nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
Mengenai pekerjaan yang diberikan Grizzy, Grizzy sendiri tidak terlalu menuntut untuk di kerjakan dalam batas waktu tertentu, Kenzio boleh saja langsung tidur dan kembali mengerjakannya besok pagi, namun dia tetap mengerjakannya tanpa perlu diperintah oleh Grizzy.
Kenzio paham dengan apa yang harus dilakukan dan diselesaikannya, baginya, keinginan Grizzy adalah hal yang paling utama.
Disisi lain, saat semua sudah berbaris, Grizzy datang dan duduk di sofa.
"Va bene, arrivo subito al punto.. Riguardo a questo, voglio riportare il nostro sistema di lavoro come era prima, cambierò la posizione dal modello di D'Capital a D'Angelo.."
(Baiklah, aku akan langsung ke inti pembicaraannya saja.. Mengenai ini, aku ingin mengulang kembali sistem kerja kita menjadi seperti sedia kala, aku akan mengubah posisi dari model D'Capital menjadi D'Angelo..)
"Metterò Vincent come capo chef.. Kangsoo come mia guardia del corpo personale e Alexa come mia assistente personale.. Il resto continuerà a prendersi cura della casa come al solito. Qualcuno si oppone a questo?"
(Aku akan menempatkan Vincent sebagai kepala Koki.. Kangsoo sebagai bodyguard pribadiku dan Alexa sebagai asisten pribadiku.. Selebihnya akan tetap mengurus rumah seperti biasa. Apa ada yang keberatan dengan ini?) tanya Grizzy.
"non ce n'è"
(Tidak Ada!) balas para pelayan serentak.
"Va bene, lo darò per scontato. Per favore tornate nei vostri rispettivi posti, non vi consiglio di stare alzati fino a tardi.. Riposate se il vostro corpo è abbastanza stanco..!"
(Baiklah, aku akan menganggap hal ini sudah jelas. Silahkan kembali ke tempat masing-masing, aku tidak menyarankan kalian begadang.. Beristirahatlah jika tubuh kalian sudah cukup lelah..!) pungkas Grizzy.
"Grazie, grande signora!"
(Terimakasih, Nona besar!)
Grizzy beranjak, Alexa dan Kangsoo pergi untuk beristirahat, sementara Grizzy sendiri menyusul Kenzio untuk memberi tambahan nama yang perlu di cari tahu.
Kenzio terlihat benar-benar fokus saat mengolah data dari berbagai sumber, dia bahkan sampai tidak menyadari Grizzy yang sudah berdiri di sampingnya, mengamati cara kerja Kenzio yang selalu dapat mengukir senyum di wajah Grizzy.
Sekilas, Grizzy teringat dalam momen tertentu, saat dia pernah mengamati seseorang yang memiliki keahlian yang sama seperti Kenzio, seseorang yang pernah mengisi hari-hari nya selama dua tahun.
"Gevda?" panggil Kenzio saat mendapati Grizzy sudah ada di sampingnya.
"Ciao!"
(Halo!)
"Da quando sei qui? Non apparire improvvisamente come un fantasma! E se il mio cuore sobbalza per lo shock!"
(Sejak kapan kau disini? Jangan tiba-tiba muncul seperti hantu! Bagaimana kalau jantung ku sampai melompat gara-gara terkejut!) gerutu Kenzio.
"Kenzio, inizia a piacerti Zeano?"
(Kenzio, apa kau mulai menyukai Zeano?) tanya Grizzy tiba-tiba.
Pertanyaan itu spontan membuat Kenzio memutar kursinya hingga berhadapan dengan Grizzy.
"Come mai? La tua domanda è insolita!"
(Kenapa? Pertanyaan mu tidak biasa!) ucap Kenzio.
"Mengingatnya membuatku muak sekali!" ujar Grizzy.
"Mengingat siapa?" tanya Kenzio.
"Huh? Kau bisa bahasanya?"
"Ya.. Lumayan.."
Mendengar Kenzio menggunakan bahasa yang sama hanya membuat Grizzy menghela nafas, sementara Kenzio masih dalam kondisi bingung.
"Apa kau pernah melakukannya dengan Zeano?" tanya Grizzy.
"Apa?? Melakukan apa?" tanya Kenzio syok.
Grizzy menahan kursi Kenzio lalu mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Kenzio.
__ADS_1