
" Dia kekasihku! ", ucap Yeon menjawab pertanyaan Jieun.
Yeon berjalan mendekati Grizzy, lalu meraih tangannya. Sebelumnya Yeon menatap Grizzy isyarat untuk meminta izin. Lalu membawa Grizzy pergi dari sana, namun Jieun tidak membiarkan mereka pergi begitu saja.
" Apa-apaan ini! ", sarkas Jieun sekali lagi.
" Pergi dan bersihkan telingamu! Dia kekasihku, dan Kau, enyahlah kau dari hidupku! ", ucap Yeon pedas lalu menepis tangan Jieun yang menghalangi jalan.
Grizzy tersenyum miring pada Jieun tanpa sepengetahuan Yeon, yang tentu saja membuat Jieun sangat kesal. Yeon membawa Grizzy pergi dari sana, Dia masih menggenggam tangan Grizzy dan menjadi pusat perhatian siswa sekolah. Terutama Youngsik dan Taeil yang melihat mereka. Grizzy terlihat biasa saja dengan perlakuan Yeon, Dia sangat berbeda dengan Grizzy yang pertama memasuki sekolah ini, sekarang Dia terlihat lebih berani dan murah senyum. Dia membalas senyuman mereka yang tersenyum pada Grizzy, hal itu membuat seluruh sekolah mengenalnya sebagai gadis yang ramah dan murah senyum, Grizzy pun tampak lebih manis dengan rambut yang di biarkan terurai dari sebelumnya yang di cepol dan terlihat tomboi. Tentu saja ini tidak di lakukan Grizzy tanpa alasan, ada alasan tersendiri untuk mengubah pikiran siapapun yang melihatnya. Grizzy akan menjadikan dirinya Lee Gina disini, sedangkan di depan musuhnya, Dia akan menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya.
Sesampainya di kelas, Grizzy dan Yeon di sambut siswa sekelas. Teman-teman sekelasnya menyebar rumor kalau Grizzy dan Yeon berpacaran. Rumornya di kuatkan dengan tangan Yeon yang belum melepaskan genggamannya. Dia sontak terkejut dan segera melepaskannya, namun Grizzy malah tersenyum menanggapi mereka semua. Hanya senyuman, tidak membenarkan rumor itu. Grizzy berjalan ke arah mejanya lalu duduk, Minjeong yang duduk di depannya pun berbalik ke arahnya.
" Kau datang? Kemana saja? Yeon bertanya tentangmu padaku setiap hari? ", ujar Minjeong.
" Benarkah? ", tanya Grizzy.
" Aku serius, dia bahkan tak berhenti menatap kursi mu! ", ujar Minjeong kali ini sedikit berbisik sambil melirik k arah Yeon yang sudah duduk di bangkunya.
" Aku sibuk, aku bahkan meninggalkan ponselku, maaf tidak membalas pesan mu! ", ujar Grizzy manis."
" Tidak apa-apa, aku mengerti, Kau jauh lebih manis hari ini, apa karena kau benar-benar mengencani ketua kelas? ", tanya Minjeong.
" Aku manis? Ah benar, aku akan menjadi sangat dingin kalau suasana hatiku sedang buruk! ", ujar Grizzy.
" Lalu bagaimana dengan rumor itu? Aku penasaran, bukankah kekasihmu itu Taehyung? Mengapa tiba-tiba rumornya menjadi kau dan Yeon? ", tanya Minjeong lagi.
" Kau benar, Taehyung! Terimakasih sudah mengingatkanku!! ", ujar Grizzy lalu berlari keluar kelas.
Grizzy pergi ke ruang kelas Taehyung, namun tidak bertemu dengan Taehyung, yang ditemuinya malah Jieun bersama kedua dayang nya. Dengan tatapan tajam Grizzy pun mencoba pergi karena Taehyung tidak ada disana, namun Jieun menarik tangannya lalu melayangkan tangan kanannya mencoba menampar Grizzy. Lalu, Taehyung lagi-lagi datang menyelamatkan Grizzy, Taehyung menahan tangan Jieun sambil menatap tajam ke arahnya.
" Sudah ku bilang! Jangan pernah berani untuk menyentuhnya! ", ujar Taehyung lalu memutar lengan Jieun sampai Jieun menangis kesakitan.
" Lemah! ", ujar Grizzy sebelum Taehyung membawanya pergi.
Taehyung membawanya ke ruang multimedia, tempat yang biasa di gunakan mereka untuk berdiskusi.
" Kau mencari ku? ", tanya Taehyung Grizzy hanya mengangguk.
" Rumor mu menyebar dengan cepat! ", ujarnya lagi sambil mengalihkan pandangannya.
" Benar! Rumor menyebalkan! ", ujar Grizzy sambil tersenyum.
" Ada apa mencari ku? ", tanya Taehyung dingin,
" Aku ingin menghentikan misi kita, karna bos mafia akan turun tangan untuk menjalani misinya, jadi aku hanya perlu fokus menyelesaikan sekolahku sebelum kembali ke Italia! ", ujar Grizzy.
" Baiklah, hanya itu saja bukan? ", tanya Taehyung namun dia masih tidak mau melihat ke arah Grizzy.
" Benar, tapi kenapa kau tidak mau melihat ke arahku? ", tanya Grizzy usil.
" Aku bosan melihatmu! ", jawabnya.
" Benarkah itu bosan, atau kau cemburu karena rumor itu? ", tanya Grizzy mulai merayu Taehyung.
" Apa?? Apa yang kau katakan? Jangan konyol! ", ujar Taehyung melihat ke arah Grizzy sekilas lalu memalingkan wajahnya lagi.
" Tatap aku! Dan katakan kalau kau tidak menyukaiku! ", pinta Grizzy sambil tersenyum usil.
" Jangan mengada-ngada! ", ucap Taehyung yang tetap tidak mau melihat Grizzy.
" Baiklah karena kau tidak menyukaiku, maka aku akan pergi! ", ujar Grizzy sambil berjalan melewati Taehyung.
Tentu saja Taehyung tidak akan diam saja, Dia meraih tangan Grizzy lalu menariknya ke dalam pelukannya.
" Setelah ini, jangan coba-coba berpaling dariku! ", ujar Taehyung.
" Tidak akan! ", balas Grizzy.
Taehyung mengantarkan Grizzy ke kelasnya, dan itu kembali di saksikan oleh teman sekelasnya. Mereka menjadi bingung dengan siapa yang sebenarnya Grizzy kencani. Namun, Taehyung dengan berani mengantarkannya sampai ke tempat duduk lalu menghampiri Yeon. Yeon menatap Taehyung semenjak Taehyung memasuki kelasnya sampai berdiri di hadapannya.
" Biar ku peringatkan! Jangan pernah membuatnya terlibat dalam hubunganmu dengan Jieun! Karena Dia milikku! Dan satu lagi jangan meletakkan tanganmu dalam genggamannya! ", tekan Taehyung dengan tatapan tajamnya.
Taehyung melirik sekilas ke arah Grizzy lalu, keluar dengan santainya. Setelah Taehyung keluar, Minjeong kembali berbalik.
" Dia pacarmu? ", tanya Minjeong.
Grizzy hanya tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
" Wahh, kau sangat beruntung! Dia sangat sulit untuk berpaling, kau juga lihat tadi, saat dia berbicara seisi kelas membeku bahkan Yeon pun tidak mampu menjawabnya, tapi aku yakin dia sangat lembut kepadamu! ", puji Minjeong bertubi-tubi.
" benar! ", jawab Grizzy bangga.
Sepulang sekolah, Taehyung menunggu Grizzy di parkiran, Dia sudah berjanji mengantarkan Grizzy pulang. Taehyung pun sudah tahu kalau Grizzy tinggal di apartemen. Seperti biasa, Taehyung menggunakan motornya, Grizzy yang awalnya takut menjadi sedikit berani untuk di bonceng Taehyung. Mereka masih menjadi pusat perhatian di wilayah sekolah mereka. Terlebih Taehyung si pria tertampan dan sedingin es pada akhirnya menunjukkan siapa pacarnya. Sesampainya Di depan apartemen mereka sedikit berbincang, sebelum taehyung pulang.
" Kapan kau luang? ", tanya Grizzy.
" Sekarang aku akan pergi ke makam ibuku bersama ayahku, mungkin besok, kau mau pergi? ", tanya Taehyung.
" Aku ingin kau mengantarku ke suatu tempat! ", ujar Grizzy.
" Kemana itu? ", tanya Taehyung.
" Kau akan tahu besok ", ujar Grizzy yang membuat Taehyung penasaran.
" Baiklah, kalau begitu aku akan pulang! ", ujar Taehyung.
" Tentu, hati-hati di jalan, Sayang! ", ucap Grizzy membuat Taehyung tersipu.
Taehyung tersenyum malu sambil memakai kembali helmnya. Dia mengedipkan sebelah matanya sebelum akhirnya melaju meninggalkan teras apartemen. Grizzy pun masuk dengan wajah berseri-seri, Daniel dan Kenzio yang mengetahui hal itu menjadi bingung.
" Cosa c'è che non va in te oggi? "
( Ada apa denganmu hari ini? ), tanya Daniel.
" Sono Felice! "
( Saya Senang ), ujar Grizzy sambil membuka pintu kulkas dan mengambil bir disana.
" Non dire che hai appena ucciso! "
( Jangan katakan kamu baru saja membunuh! ), ujar Daniel.
" Mana mungkin aku membunuh! ", tukas Grizzy.
" È felice dopo centinaia di anni! "
( Dia bahagia setelah ratusan tahun ), celetuk Kenzio tiba-tiba.
(Apa katamu? Menurut Anda pada abad berapa saya lahir? Ngomong-ngomong, apa yang kamu temukan?), ujar Grizzy kesal, namun nadanya berubah saat dia menanyakan hal yang dia inginkan.
" Diventi davvero bravo se vuoi qualcosa "
( Anda menjadi sangat baik jika Anda menginginkan sesuatu ), ujar Kenzio.
" dì velocemente "
( Katakan dengan cepat ) pinta Grizzy.
" Yoo Eun-Byul! ", Jawab Kenzio.
" improvvisamente puoi parlare coreano "
( tiba-tiba kamu bisa berbahasa korea ), ujar Grizzy heran.
" Daniel mi dice come si pronuncia! "
( Daniel memberitahuku bagaimana cara mengucapkannya ), ujar Kenzio jujur.
Grizzy pun memukul bahu Daniel secara spontan saking kesalnya.
" Kau tidak kau saja yang mengatakannya! ", sarkas Grizzy.
" Baik-baik,Yoo Eun-Byul adalah detektif yang membantu penyelidikan kasus pembantaian keluarga D'Angelo, namun di duga dia di ancam sampai ikut memusnahkan bukti-bukti yang tersisa ", jelas Daniel panjang lebar.
" Wah aku kira, tidak ku sangka pembantaian di tindak lanjuti oleh hukum! Namun, mereka semua lemah dan mudah tergiur oleh uang! ", ujar Grizzy.
" La persona che ha minacciato il detective deve essere la mente dietro tutto questo "
( Orang yang mengancam detektif itu pasti dalang di balik ini ), ujar Kenzio.
" Kenzio ha perfettamente ragione, ma dobbiamo esserne sicuri, perché quel bastardo non renderà le cose così facili "
( Kenzio benar sekali, tapi kita harus yakin, karena bajingan itu tidak akan membuat segalanya semudah itu ), balas Grizzy mengapresiasi tanggapan Kenzio.
" È come una catena alimentare? "
__ADS_1
( Apa itu seperti rantai makanan? ), tanya Daniel.
" Allo stesso modo, ci sono sempre dei burattini usati per tenere il nemico fuori bersaglio, ma io sono Gevda, e non così stupido! "
( Mirip! selalu ada boneka yang digunakan untuk menjaga musuh agar tidak mengenai sasaran, tapi aku Gevda, dan tidak sebodoh itu!) ujar Grizzy sambil ternyum miring.
" Finiamo questo, piano piano svelerà il vero bastardo "
( Mari tuntaskan ini, perlahan bajingan yang sebenarnya akan terungkap ), ujar Grizzy lagi dan diakhiri dengan tegukan terakhir.
" Minta Kenzio mencari lokasi EunByul, aku akan mencari senjata yang bagus untuk menakutinya! " ,ujar Grizzy lalu memasuki kamarnya.
Selang beberapa menit saja Grizzy keluar menggunakan busana seperti perempuan pada umumnya, Dia terlihat cukup feminim saat ini, hal itu cukup pangling dimata Daniel dan kenzio yang terbiasa dengan Grizzy dan pakaian serba hitamnya. Grizzy merah kunci mobil lalu pergi begitu saja, mengabaikan kakak dan Kenzio yang sedari tadi menatapnya tanpa kedip.
Grizzy mengendarai mobilnya ke mansion Lee, namun sepertinya tidak ada orang, rumahnya sepi. Grizzy duduk di sofa lalu bibi oh terkejut saat mendapatinya tiba-tiba. Tanpa banyak basa-basi Grizzy menanyakan kemana ayahnya itu. Namun, Bibi Oh mengatakan kalau Sungkyuu belum pulang dari rumah sakit. Grizzy bingung sendiri karena dirinya lupa profesi ayahnya itu. Grizzy pun memutuskan untuk menyusul, namun baru saja beranjak sebuah suara menghentikannya.
" Gina? "
" Oh, Kakak? ", ujarnya begitu mendapati Junghyun menuruni tangga.
" Kau pulang? Dimana barang-barang mu? " tanya Junghyun.
" Aku tidak membawa barang, Aku akan menemui ayah, kau mau ikut? ", tawar Grizzy.
" Aku melihatnya tiap hari, tapi tunggu sebentar ! ", ujar Junghyun.
Selang beberapa menit, Junghyun datang dengan pakaian rapih. Grizzy yang melihat hal itu tidak berkomentar apapun, hanya tersenyum tipis. Mereka pergi ke rumah sakit untuk menemui ayahnya. Kali ini, Grizzy membiarkan Junghyun membawa mobilnya.
" Ada apa dengannya, dia jauh lebih ramah setelah kembali dari Itali, Aku jadi semakin takut! " ,Gumam batin Junghyun.
Sesampainya di rumah sakit, mereka turun lalu masuk. Seperti biasa kehadiran mereka di sambut ramah oleh para perawat, dokter, dan juga orang yang sekedar berobat. Grizzy pun membalas sapaan mereka, bahkan senyumannya terlukis jelas di wajahnya. Hal itu tentu saja semakin membuat Junghyun semakin bertanya-tanya. Grizzy mengetuk pintu sebelum akhirnya diizinkan masuk.
" Lee Gina? " , ujar Sungkyuu saat mendapati Grizzy memasuki ruangannya.
Wajah Sungkyuu terlihat sangat senang melihat kedatanganya, dia memeluk putrinya hangat lalu Grizzy mulai mengatakan maksudnya menemui Sungkyuu. Seperti halnya yang dikatakan grizzy kepada Taehyung, Sungkyuu pun menanggapinya dengan senang hati. Grizzy mengira kalau dia akan mendapat sebuah kecurigaan dari kedua pihak itu, namun ternyata tidak sama sekali. Merasa sudah selesai, Grizzy dan Junghyun pun pamit, Grizzy sempat mengajak Junghyun untuk makan malam dengannya, sebelumnya Junghyun menolak namun kembali mengusulkan Cafe tempat favoritnya. Grizzy pun menyetujuinya.
Hening selama perjalanan, sampai mereka tiba Junghyun tidak berani membuka pembicaraan. Junghyun tida tahu kalau kedua temannya ada disana, alhasil Grizzy yang mengajak Junghyun bergabung dengan mereka, hal itu benar-benar di luar dugaan Junghyun. Mereka makan malam bersama, kedua teman Junghyun menerima grizzy dengan baik namun Junghyun malah terlihat canggung.
" Lee Gina, apa kau akan membenarkan rumor mu dengan Na Yeon? ", tanya Taeil.
" Na Yeon?? ", ujar Junghyun terkejut karena tidak tahu-menahu tentang kabar yang beredar.
" Itulah alasannya mengapa aku memaksamu untuk masuk sekolah pagi tadi! ", celetuk Youngsik.
" Itu hanya rumor, aku tidak membenarkannya! ", jawab Grizzy santai.
" Benarkah? ", tanya Taeil masih belum yakin.
" Itu benar! ", jawab Grizzy mantap.
" Benar, jangan mau dengan buaya darat sepertinya! ", ujar Junghyun terdengar tidak suka.
" Bukankah kau juga sepertinya? ", tanya Youngsik sedikit meledek Junghyun.
" Jangan katakan itu, aku ini tipe orang yang setia! ", ujar Junghyun membanggakan dirinya sendiri.
" Aku percaya itu! ", ujar Grizzy yang langsung membuat Junghyun semakin bangga pada adiknya.
" Kau tidak terlihat belakangan ini kemana kau pergi? ", tanya Taeil.
" Membunuh perisak! " jawab Grizzy tanpa beban, namun mampu membuat tiga orang itu tercengang.
" Apa maksudmu? ", tanya Youngsik.
" Aku membunuh lima orang perisak di sekolah lamaku, aku bahkan memotong jarinya dan menembak dahinya sampai mati! ", ujar Grizzy dengan santainya sambil terus menikmati makanannya.
Ketiga orang itu menelan salivanya kasar, mereka benar-benar tidak bisa mencerna maksud dari perkataan Grizzy. Terlebih Grizzy yang tidak terlihat sedang membuat lelucon membuat mereka merinding.
" Ahahaha, jangan bercanda seperti itu saat makan, teman-temanku jadi tidak bisa makan makanan mereka! ", ujar Junghyun tertawa hambar.
" Jangan menanggapinya dengan serius, orang akan menanggapi mu bodoh kalau kau mudah percaya! ", ujar Grizzy yang kemudian menyuruh mereka makan.
Mereka pun makan sambil mencoba melupakan apa yang baru saja Grizzy ceritakan, namun Grizzy kembali menyeletuk.
" Aku mengencani Kim Taehyung! ",
"Uhukk uhuuk Uhukk!" , ketiga orang itu batuk secara bersamaan mendengar pernyataan Grizzy.
__ADS_1