Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Personaggio Nascosto


__ADS_3

Grizzy mulai memutar otaknya dan menyusun rencananya setelah mengetahui Kang Min-Seok tinggal di gedung apartemen yang sama dan gedung kantor yang tidak lebih dari tiga kilometer dari apartemennya.


" Aiutami A Giocare Questa Volta "


( Bantu saya bermain kali ini ), ujar Grizzy.


" Aku bisa bergabung bukan? ", tanya Dong-Il.


" Huh? Kau masih belum benar-benar pulih, jangan macam-macam ! ", tolak Daniel.


" Aku tidak akan kesini kalau aku masih sakit! ", jelas Dong-Il.


" Mari kita pikirkan caranya lebih dulu, buat dia menjadi tikus ku lebih dulu! ", ujar Grizzy.


" Sebagian besar Mafia melakukan hal itu, kenapa baru sekarang melakukannya setelah sebelumnya buru-buru menghabisi? ", tanya Daniel.


" Musuhku hanya tinggal tiga orang lagi, dan ketiganya adalah target yang paling berpengaruh. Tiga orang ini yang sangat berperan penting dalam pembantaian keluarga ku! Sedangkan sebelumnya hanya sekumpulan orang yang dibayar murah, mereka hanya cukup membayar dengan nyawa! ", jelas Grizzy.


" Lalu apa rencana mu? ", tanya Dong-Il.


" Mari kita buat dia mengingat D'Angelo lebih dulu, jika sudah mengingatnya, kita akan membuatnya mengatakan alasan mengapa dia ikut campur dalam pembantaian, seperti halnya Hee-young, dia akan mengatakan alasannya berikut kedua orang lainnya! ", ujar Grizzy.


" Bagaimana caranya? Dia punya beberapa Bodyguard yang menjaganya, itu pasti akan sangat sulit untuk mendekatinya! Apalagi menerobos masuk? " timpal Daniel.


" Kau pikir aku akan langsung bergerak? Sewa gedung lain dan berikan aku ponsel. baru! Mari kita main 'Penelepon Misterius' terlebih dahulu! ", ujar Grizzy.


" Haruskah menyewa gedung? ", tanya Daniel


" Kalau begitu aku akan pergi sendiri ! ", jawab Grizzy.


" Mari temani aku! " ajak Daniel kepada Dongil.


Mereka berdua tersisa Grizzy dan Kenzio yang menyimak sejak tadi karena tidak paham dengan apa yang dibicarakan Grizzy. Grizzy hanya tersenyum.


" Dovremmo bere qualcosa? "


( Haruskah kita minum? ), tanya Grizzy.


" Certo, perché no? "


( Tentu, kenapa tidak? ), balas Kenzio dengan senang hati.


Sebenarnya, Grizzy mengakui tingkat kesulitannya saat ini, terlebih targetnya benar-benar bukan rakyat biasa. Namun, hal itu tidak memadamkan ambisinya untuk mengadili dendamnya, bagaimanapun nyawa harus di bayar nyawa, belum lagi orang-orang itu yang merampas habis kekayaan ibunya, dia juga merampas sisa masa kecilnya yang seharusnya menjadi momen yang paling bahagia. Mereka yang membuat Grizzy seperti ini, harus menanggung akibatnya. Grizzy akan mengambil kembali apa yang telah mereka ambil.


Disisi lain, di kediaman utama Hong, Min-seok datang memenuhi panggilan bos besarnya. Mereka juga kedatangan tamu penting malam ini.


" Tuan Hwang, kau sendiri? Dimana ayahmu? ", tanya Tuan Hong.


" Aku mewakilinya, ayahku masih terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya! ", jawab Hwang Ryeong.


" Dalam pembahasan penting seperti ini masih sempat-sempatnya membuat alasan sibuk mengurusi pekerjaan, dia pikir aku bisa di bodohi dengan alasan yang sama? ", sindir Tuan Hong.


" Maafkan saya! ", ucap Ryeong sambil menunduk.


" Cepat ambil alih kursi kebesaran itu, kau lebih pantas menerimanya daripada ayahmu itu! ", timpal Tuan Hong.


" Terimakasih, saya hanya akan menerima apa yang ayah saya berikan kepada saya! ", balas Ryeong yang masih berusaha untuk merendah


" Kalau tidak cepat, perusahaan akan beralih ke adikmu! ", ujar Min-seok.


" Dia masih sekolah, akan sangat tidak mungkin baginya memegang perusahaan besar dalam waktu dekat! ", ujar Ryeong menyangkal ucapan Min-seok.


" Apa kau benar-benar menutup matamu? Bukankah perhatian ayahmu jelas mengarah kepada Ryeon, dia pasti akan menjadi pewaris selanjutnya dan melangkahi mu, kau lebih terlihat seperti seorang asisten daripada putra pewaris! ", ucap Tuan Hong.


" Bisa langsung ke inti pembicaraan? Saya masih punya urusan di luar! ", balas Ryeong mulai dingin.


" Mari kita segera meruntuhkan mansion itu! Kematian suami Detektif Yoo dan Kyung Hee-young sangat janggal, aku khawatir kalau mereka di bunuh termasuk Detektif Yoo juga, hanya saja pelaku menyembunyikan mayatnya agar mereka menganggap pembunuhnya masih berkeliaran ", ujar Tuan Hong.


" Siapa yang berniat membunuh mereka? ", tanya Min-seok.


" D'Angelo! ", jawab Tuan Hong.


" Bukankah dia jelas-jelas sudah mati? ", tanya Min-seok.


" Orangtuanya terbunuh namun anak-anaknya masih hidup, bisa jadi kemungkinan kalau mereka mau membalas dendam! ", ujar Tuan Hong.


" Mungkinkah ? Kalau begitu mari pancing dia keluar dan congkel matanya untuk membuka ruangan itu alih-alih merobohkan mansion nya! ", ucap Ryeong di luar dugaan.


Seketika mereka saling menatap saat Ryeong mengucapkan hal itu. Mereka pun mencoba mencari tahu dan mulai menyusun rencana.


Keesokan harinya, Grizzy masih berangkat sekolah, hari ini adalah hari terakhir sebelum di liburkan. Seperti biasa Taehyung menjemputnya, kali ini masih menggunakan mobil. Sesampainya di sekolah Grizzy turun dan langsung menuju ke kelasnya lebih dulu. Hari ini tidak ada Minjeong atau yang lainnya karena mungkin masih terlalu pagi.


Grizzy duduk di kursinya lalu mengeluarkan buku polos dan pulpennya. Seketika dia terlihat seolah sedang memikirkan sesuatu. Dia mulai menulis sesuatu di sana, Dooshik muncul dan mendekatinya mencoba mencari tahu apa yang sedang Grizzy lakukan. Namun, mata Grizzy malah menatap tajam ke arahnya, sangat berbeda dengan Grizzy yang kemarin.


" Enyahlah! ", ucap Grizzy lirih namun mampu membuat Dooshik menelan salivanya kasar.


Dooshik mundur dan pergi dari sana, membiarkan Grizzy berkutat sendirian di kursinya. Dooshik merasa suasana hati Grizzy sedang buruk dan tidak ingin diganggu.


Grizzy mengeluarkan ponselnya dan menelepon Kenzio disana.


" Mandami la targa dell'auto di Minseok e scopri anche l'ultimo o il solito luogo che ha visitato! "


( Kirimi saya plat nomor mobil Minseok dan juga cari tahu tempat terakhir atau tempat yang biasa dia kunjungi ), ujar Grizzy di telepon lalu menutup teleponnya sepihak.


Grizzy kembali ke sikap dinginnya, dia tak mau di ganggu atau berbicara dengan siapapun, seolah terdapat kaca pembatas yang mengelilinginya, Grizzy bahkan tak menanggapi orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


Sepulang sekolah, Taehyung menyusul Grizzy ke kelas, dan Grizzy masih ada disana, tengah menidurkan kepalanya di atas meja. Taehyung mendekat dan mengusap kepalanya lembut. Ternyata Grizzy tengah tertidur dan terbangun begitu Taehyung menyentuh nya.


" Apa aku membangunkanmu? ", tanya Taehyung.


" Tidak, aku belum terlalu lelap! ", jawab Grizzy


" Apa ada masalah? " ,tanya Taehyung lagi sambil menatap lekat Grizzy mencari celah yang sedang di sembunyikan olehnya.


" Tidak ada, mari pulang, aku ingin beristirahat di rumah! ", ajak Grizzy.


Mereka pun pulang, Taehyung juga menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen Grizzy. Hanya untuk memastikan kalau laki-laki semalam tidak macam-macam dan tidak berusaha mendekati Grizzy secara berlebihan, meski Taehyung tahu mereka sangat dekat.


Mereka berdua duduk di sofa ruang tengah, Grizzy seolah sedang butuh Taehyung memeluk lengan Taehyung dan meletakkan kepalanya di bahu Taehyung. Taehyung hanya tersenyum menanggapinya. Lalu, tak lama kemudian Dongil datang dan duduk di kursi single, menatap terkejut ke arah Grizzy.


" Woah? Jongdae la tua ragazza? "


( Wow? Jongdae Pacarmu? ), tanya Dong-Il.


" Benar! Dia pacarku! ", balas Grizzy mengakui.


" Voglio essere sorpreso, ma sei tu che sei pieno di cose inaspettate"


( Saya ingin terkejut, tapi itu kamu yang penuh hal tak terduga ) , timpal Dongil


" di cosa stai parlando "


( Apa yang kau bicarakan? ) , balas Grizzy.


Lalu, Kenzio yang duduk di ruang makan tiba-tiba menyeletuk.


" Minseok sta tornando a casa! "


( Minseok sedang dalam perjalanan pulang ), ujar Kenzio.


Grizzy yang sedang tenang bersandar di bahu Taehyung sampai tersentak dan bangun, dia berlari kecil menuju ke arah Kenzio untuk melihat posisinya. Dongil pun turut melihatnya, Grizzy tidak bisa bergerak karena Taehyung masih ada disini, sebagai gantinya Dongil akan mengambil alih misi pertama.


" Cosa dovrei fare? "


( Apa yang harus saya lakukan? ), tanya Dong-Il.


Grizzy pergi ke kamarnya lalu kembali dengan sebuah bom di tangannya. Kenzio terkejut hingga melompat dari duduknya.


" Cosa stai pianificando? Hai intenzione di distruggere questo edificio? "


( Apa yang anda rencanakan? Apa anda akan menghancurkan gedung ini? ), tanya Kenzio panik


" Perchè no? Il signor Danny sa cosa fare, vero? "


( Kenapa tidak? Tuan Danny tahu apa yang harus dilakukan, bukan? ), ujar Grizzy.


Daniel datang dari kamarnya, lalu duduk di samping Kenzio ikut menonton apa yang terjadi di parkiran. Dia melihat Dongil masuk ke mobil mereka dan duduk disana, disisi lain Minseok semakin mendekat, setelah benar-benar masuk area parkiran Kenzio segera menghubungi Dongil.


" Quanto vicino di nuovo? "


( Seberapa dekat lagi?) kata Dong-Il begitu telepon tersambung.


" Adesso! "


( Sekarang! ), jawab Kenzio lalu telepon di akhiri.


Minseok memarkirkan mobilnya lalu keluar berjalan menuju lift. Tangan kanannya memegang sebuah koper dan tangan kirinya memegang beberapa papaer bag. Dongil berlari kecil ke arah Minseok sambil pura-pura fokus pada ponsel dia juga menyembunyikan Bom di balik jaketnya. Dongil lalu menabrakkan dirinya ke Minseok hingga barang Minseok terjatuh, terutama paper bag. Dongil segera bangkit sambil membungkuk seperti orang yang tengah memohon maaf sambil mengumpulkan paperbagnya. Dia mengembalikan paperbag milik Minseok, namun sepertinya Minseok tengah mengumpat saat itu. Hanya saja Daniel dan Kenzio tidak bisa mendengarnya.


Disisi lain, Taehyung sudah mau pulang, dia berpamitan pada Grizzy. Grizzy juga mengantarkannya sampai ke depan pintu. Taehyung menunggu liftnya terbuka, dan begitu lift terbuka dia berpapasan dengan Minseok yang hendak keluar. Tentu saja mereka tidak saling mengenal dan hanya lewat begitu saja.


Setelah keluar dari Lift, Taehyung lagi-lagi berpapasan dengan orang yang ia kenal, Dongil. Namun, Taehyung agak acuh tak acuh dan mengabaikannya. Dongil hanya tersenyum miring melihat hal itu, terlebih dia sudah berhasil dalam misinya kali ini.


Daniel dan Kenzio berpindah ke sofa tempat Grizzy berada. Grizzy sudah bersiap dengan telepon ditangannya. Tak lama kemudian, Dongil datang dan bergabung dengan mereka.


Disisi lain, Minseok baru saja selesai mandi, ponselnya berbunyi, dia mendekat dan terlihat nomor asing yang masuk ke panggilan teleponnya. Tanpa ragu dia pun menjawabnya.


" Halo? "


" Halo Tuan Kang! ", Balas seorang laki-laki dengan suara gagahnya.


" Siapa kau? ", tanya Minseok.


" Aku? Aku adalah orang yang akan membantumu menguasai perusahaan Hong! ",


" Apa maksudmu? ", tanya Minseok yang masih belum mengerti dengan pernyataan ambigu dari laki-laki itu.


" Kau membutuhkan iris mata dari anak D'Angelo bukan? Aku punya bola matanya, aku akan membantumu membuka ruang rahasia itu, setelah itu aku akan membiarkanmu mengambil semuanya, aku hanya perlu di bantu satu hal saja! ",


" Kau pikir aku percaya? ", tanya Minseok.


" Aku tidak memintamu percaya kepadaku, hanya saja jika kau tidak mau aku hanya perlu beralih ke direktur utama untuk menawarkan hal yang sama, setelah itu kau bisa kehilangan seluruh kekayaanmu tanpa tanggung, keuntunganmu denganku hanya 4:1, kau tak perlu lagi menjadi seorang bawahan jika kau menerima tawaranku! " , ujar laki-laki itu berusaha menggoyahkan keraguan Minseok


" Aku tidak akan tergoda! Lakukan saja hal itu pada Tuan Hong! ", tukas Minseok.


" Aku akan memberimu waktu lima detik sebelum bom di dalam paperbag mu meledak dan menghabisimu! " ,


" Kau sedang mengancam ku?? ",


" Satu..


Minseok buru-buru memeriksa paperbagnya dan benar saja ada bom disana, tidak ada waktu untuk memikirkan siapa yang meletakkannya disana, sekarang sudah cukup mendesak.

__ADS_1


" Dua


Tangan Minseok gemetar bukan main, dia tidak bisa macam-macam kalau pun sebenarnya dirinya juga tertarik pada tawarin orang itu. Hanya saja Tuan Hong bukanlah orang yang mudah untuk di kalahkan.


" Tig


" Aku akan menerima tawaran mu! ", jawab Minseok.


Waktu di bom berhenti, Minseok sedikit lega dengan hal itu.


" Tapi dengan satu syarat? " , sambungnya.


" Katakan! "


" Beri aku jaminan sampai aku membayar syarat mu! ", ujarnya.


" Mudah saja, pecat semua bodyguard mu, aku akan memberimu bodyguard yang lebih berkualitas dengan penjagaan yang ketat! Kau bisa katakan kepadaku jika semua bodyguard mu sudah pergi agar aku bisa dengan segera mengirimkan mereka kepadamu! ",


" Apa kau bisa di percaya? ", tanya Minseok.


" Tenang saja, aku tidak se miskin yang kau kira! Telepon aku jika memerlukan sesuatu, aku juga akan menghubungimu untuk bertemu dan membahas kapan kita akan memulai misinya! ",


Telepon ditutup sepihak.


Minseok hanya bisa bernafas lega, dia tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Dia hanya perlu mengikuti permainannya sampai akhir daripada mati konyol karena bom yang tiba-tiba ada di dalam paperbagnya.


Pagi sebelumnya, saat Grizzy meminta Kenzio mengirimkan nama tempat yang sering dikunjungi Minseok. Kenzio mencurigai satu tempat yang ternyata tidak hanya di hadiri oleh Minseok, disana juga Minseok terlihat lama sekali keluar. Kenzio pun datang ke tempat itu di temani Daniel dan berhasil meretas rekaman suara yang ternyata berisi tentang sebuah pembicaraan mengenai ruang rahasia mansion D'Angelo, dia juga mendengar dengan jelas Tuan Hong, Tuang Hwang, dan Hwang Ryeong, hanya saja wajah mereka belum diketahui kecuali Minseok. Setelah itu Kenzio buru-buru menelepon Grizzy dan memberi tahu semuanya.


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


...**Yuk, bantu koreksi kesalahan tanda baca atau penempatan kata yang kurang tepatnya.. Tinggalkan komentar juga yaa biar Author bisa langsung kasih feedback....


Salam Sayang,

__ADS_1


...Grizzelle Myesha Xuxa**...


__ADS_2