Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Primo Obiettivo Completato!


__ADS_3

" Hai ancora il coraggio di parlare? "


( Anda masih memiliki keberanian untuk bicara? ).


Suara lirih itu terdengar menakutkan, tatapan Grizzy yang datar seolah tak ada sedikit pun rasa kasihan, Jieun masih terduduk sambil memegangi kedua pipinya yang memerah matanya menatap tajam ke arah Grizzy, kebencian itu tersirat dengan jelas di tatapannya. Seisi kelas dibuat menegang, bahkan tidak ada yang berani mengatakan sepatah katapun. Grizzy berjongkok dan membalas tatapan Jieun.


" Masih berani kau menatapku seperti itu? Menjijikan! Ai miei occhi, non sei altro che un codardo! Jadi, singkirkan tatapanmu itu sebelum ku congkel keluar bola matamu! ", tekan Grizzy lalu beranjak dan menghampiri Go-eun yang duduk di depan Jieun.


( Ai miei occhi, non sei altro che un codardo! : Dimataku, kau hanyalah seorang pengecut! )


" Nona? ", ucap Goeun lirih.


" Ikut aku sebentar! ", ajak Grizzy lembut lalu membawa Goeun keluar, namun sesampainya di depan pintu Grizzy berbalik.


" Ah, Silahkan beritahu pihak sekolah kalau aku merundung nya dan melukainya! Aku tidak keberatan, karna aku bukan Dia. Si wanita gila yang hanya menggunakan tangan temannya untuk melakukan tindakan kotornya" , ujar Grizzy lantang memberitahu semua siswa yang ada di kelas itu namun, ternyata mereka malah tertawa saat Grizzy menghina Jieun secara terang-terangan.


" Sial, dia benar-benar tidak tahu malu! ", gerutu Grizzy sambil berjalan keluar.


Namun, saat baru keluar dari kelas Taehyung, Grizzy berpapasan dengan kelima teman sekelasnya yang ternyata mencarinya kemana-mana sejak tadi.


" Ya! Darimana saja Kau? ", tanya Minjeong.


" Kim Goeun? ", ujar Mijoo.


" Aku menjemputnya! ", jawab Grizzy.


" Jadi sejak tadi kau disini? Sial, kami mencari mu keliling sekolah! ", ujar Dooshik kesal.


" Kau bisa meneleponku ", ujar Grizzy.


" Benar juga ya! ", ujar Haneul.


" Ya sudah, aku perlu berbicara dengannya! " , kata Grizzy sambil mencoba melewati kelima temannya itu, namun Minjeong menghadang.


" Bolehkah kami ikut? ", tanya Minjeong dengan muka memelas.


" Baiklah, dengan satu syarat jangan menguping pembicaraanku! ", ujar Grizzy yang mendapat tiga jempol dari ketiga teman perempuannya tanda setuju.


Grizzy membawa Goeun ke kantin, Minjeong dan keempat lainnya pun ada disana, hanya saja mereka duduk lebih jauh dari Grizzy. Grizzy duduk berhadapan dengan Goeun, Goeun terus memperhatikannya sejak tadi.


" Kau benar-benar masih secantik dulu! " , puji Goeun, Grizzy hanya tersenyum.


" Kau menjaganya dengan baik! ", ujar Grizzy sambil menatap gelang yang sedang di pakai Goeun.


" Kau memintanya, maka aku menjaganya, namun benarkah kau Grizelle? ", tanya Goeun.


" Panggil aku Gina, tidak ada yang mengetahui hal itu, jadi jangan sebut namanya lagi! ", ujar Grizzy.


" Ah, aku mengerti", jawab Goeun.


" Bagaimana keadaan nenekmu? ", tanya Grizzy.


" Ah, nenek, nenekku sudah meninggal! ", jawab Goeun terdengar sedikit ragu, namun Grizzy yang mendengar jawaban itu menjadi merasa bersalah.


" Ah maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu soal itu! ", ujar Grizzy lirih.


" Tidak apa, itu sudah sangat lama, lalu bagaimana dengan ayahmu? ", ucap Goeun bertanya balik.


" Oh, itu, em aku tidak, maksudku, Ayah dan Ibuku sudah meninggalkanku! ", ujar Grizzy sambil memaksa tersenyum.


" Benarkah, maafkan aku, aku tidak tahu! ", ujar Jieun.


" Tidak apa-apa, itu juga sudah sangat lama! ", jawab Grizzy yang masih tersenyum namun matanya berkaca-kaca.


" Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu, apa itu menyakitimu? Maaf, sungguh ! ", ujar Goeun yang pindah duduk di sebelah Grizzy lalu merangkulnya.


Grizzy tidak bisa lagi menahannya, tangisnya pecah saat itu juga. Goeun memeluknya erat, seketika teman yang duduk jauh darinya juga bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah sekian lama, akhirnya Grizzy bisa melepaskan semua beban di hatinya. Selama ini tidak ada yang menanyakannya, Goeun adalah orang pertama menanyakannya dan merangkulnya saat Grizzy benar-benar rapuh.


" Maafkan aku! ", ujar Goeun lagi.


" Tidak, terimakasih sudah membantuku merasa lebih baik! ", jawab Grizzy.


" Pasti rasanya sangat berat menahan rasa sakit itu sendirian, keluarkan saja semuanya jika itu bisa membuatnya lebih baik! ", ujar Goeun.


Dalam pelukannya Goeun bisa merasakan anggukan Grizzy. Sejauh ini Goeun selalu berharap hidup seperti Grizzy, namun ternyata kekayaan yang melimpah, kasih sayang dari orang terkasih saja tidak cukup untuk mengurangi rasa sakitnya.


Karena terlanjur penasaran Minjeong, Haneul dan Mijoo pun mendekat. Namun, Grizzy sudah selesai menangis hanya saja matanya masih terlihat sembab.


" Apa itu? Apa yang terjadi? Apa pembahasannya se menyedihkan itu? ", tanya Minjeong.


" Ya! Kau membuatnya menangis? ", tanya Mijoo pada Goeun.


" Ya? " , ujar Grizzy meniru Mijoo.


" Haish, baik-baik, maafkan aku yaa! ", ujar Mijoo bersikap manis.


" Ah aku mual! ", celetuk Dooshik yang langsung mendapat pukulan dari Mijoo.


Mereka belum beranjak pergi dari sana, namun bel istirahat berbunyi, mereka pun memutuskan untuk sekalian makan siang sebelum pergi. Dari jauh Jieun dan Soo-Ah menyapa mereka dan ikut bergabung.

__ADS_1


" Wah, sejak kapan ketua kelas bergabung dengan kalian? ", tanya Soo-Ah saat melihat Yeon duduk berhadapan dengan Grizzy.


" Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang membuatku sampai disini! ", jawab Yeon sungkan.


Suasana semakin ramai, wajah Goeun seketika menjadi panik saat melihat sesuatu. Saat Grizzy melihat ke arah yang sama ternyata itu Junghyun bersama dua temannya yang sedang berjalan ke arah mereka. Namun, begitu melihat Grizzy mereka buru-buru membalikkan badan.


" Berhenti disana! Atau kalian akan terluka! ", ujar Grizzy lantang yang bahkan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kantin.


Perkataan Grizzy seolah magis yang menyihir mereka bertiga, mereka berhenti setelah Grizzy mengatakan hal itu. Grizzy menoleh ke Goeun yang duduk disampingnya.


" Apa yang mereka lakukan kepadamu? ", tanya Grizzy.


" Tidak ada! "


" Kau membohongiku? ", tekan Grizzy.


" Aku tidak sengaja menabrak Kak Junghyun dan menumpahkan kopi ke pakaiannya, lalu dia membentak ku dan membuatku di pecat dari pekerjaan itu, tapi itu benar-benar kesalahanku, itu bukan salahnya! ", ujar Goeun sambil menunduk.


Grizzy bangkit dan menghampiri Junghyun dan ketiga temannya yang masih berdiri mematung di tempatnya. Grizzy berdiri tepat di hadapan Junghyun dan menatapnya lekat.


" Hentikan ini dan biarkan aku pergi! ", pinta Junghyun.


" Ku dengar kau kapten basket? Kalahkan aku, aku akan mengabulkan satu permintaanmu, jika aku menang kabulkan satu permintaanku! ", tantang Grizzy.


" Haruskah aku melawan adikku sendiri? ", tanya Junghyun.


" Adikmu ini menantang mu! Terlebih aku idak menerima penolakan! Jadi segera datang ke lapangan luar ya, aku tunggu! ", ujar Grizzy.


Grizzy kembali ke meja teman-temannya lalu mengajak mereka untuk menonton satu lawan satu basket antara kakak dan adik.


Disisi lain, Junghyun masih berdiri di tempat yang sama dengan ketiga temannya.


" Kenapa kita masih disini? ", tanya Taeil.


" Diamlah, aku sedang memikirkan satu permohonan! ", jawab Junghyun terdengar sedikit galak.


" Memangnya kau yakin bisa menang? ", tanya Youngsik.


" Benar juga. Baiklah kita ikuti permainan adik kesayanganku ini! ", ujar Junghyun.


Grizzy sudah siap dengan rambut yang di cepol nya dan juga bola basket di tangannya. Junghyun datang dan mendekati Grizzy. Taehyung pun ikut serta menonton karena Minjeong memanggilnya. Kini penontonnya hanya ada dua teman Junghyun dan satu kekasih Grizzy di tambah delapan teman Grizzy. Grizzy dan Junghyun berdiri di tengah lapangan, hari ini cukup panas namun mereka tetap nekat melakukan kompetisi ini.


" Harga diriku di pertaruhkan dalam hal ini, jadi jangan mempermalukan aku untuk yang kesekian kalinya! ", ujar Junghyun.


" Maaf kakak, namun aku juga tidak mau menjatuhkan harga diriku sebagai seorang mafia! ", balas Grizzy dengan membisikkan akhir kalimatnya.


Pertandingan di mulai, bisa dibilang Junghyun adalah lawan yang cukup kuat bagi Grizzy. Cara bermain mereka berbeda namun sama-sama tidak bisa menyingkirkan lawan. Junghyun terus-menerus kecolongan dan aksi Grizzy terus menerus digagalkan oleh Junghyun. Poin demi poin bertambah secara bergantian, suasana semakin memanas, ditambah poinnya yang selalu imbang, penonton semakin bertambah mengelilingi lapangan. Sorakan demi sorakan terdengar.


" Dasar bodoh! ", ujar Grizzy merebut bola sambil tersenyum licik.


" Sial! Anak nakal! ", Junghyun terlalu lama untuk sadar dari lamunannya.


Grizzy mendekati ring, dan melayang di udara lalu memasukkan bola dengan sempurna. Semua orang bersorak gembira, suasana riuh, guru olah raga juga ternyata duduk diantara teman-teman Grizzy dan melihat pertandingan itu. Junghyun yang kalah hanya mendengus kesal sambil menjambak rambutnya sendiri.


" ANAK NAKAL!! ", teriak Junghyun kesal.


Grizzy pun tersenyum sumringah saat itu, dia tertawa puas melihat kakaknya yang sedang marah dan meneriakinya. Grizzy menghampiri Junghyun dengan senyumannya.


" Sudah siap mengabulkan permintaanku? ", tanya Grizzy.


" Berhentilah mempermalukanku! Apa permintaanmu lalu berhentilah menyiksaku seperti ini! ", ujar Junghyun.


" Baiklah, karena kau sudah sangat mantap, mari kita lihat seberapa jantan dirimu! ", ujar Grizzy.


" Katakan cepat! ", ucap Junghyun.


" Minta maaflah pada gadis yang kau bentak saat di cafe itu, sederhana bukan? Setelah itu aku tidak akan ikut campur lagi dalam urusanmu! ", ujar Grizzy.


Junghyun tidak menjawab hanya menatap tajam ke arah Grizzy lalu mendekati Goeun yang duduk di antara Minjeong dan Haneul. Grizzy pun mengikutinya dari belakang, sesaat dia melirik ke Taehyung yang duduk di samping guru olah raga, dia juga melemparkan senyum ke keduanya dan juga Yeon dan Dooshik yang duduk di sebelah kiri guru olahraga itu. Junghyun berhenti di depan Goeun, Grizzy juga sudah siap mendengarkan.


" Ya! Kim Go-Eun, aku menyukaimu, mari berkencan! ", ujar Junghyun lancar.


" APAA??!!", ujar Grizzy, Minjeong,Mijoo,Haneul, Eunji, dan Soo-ah serentak.


" Sial, apa dia benar-benar mengatakan itu? Mengapa jadi berbelok? ", gumam Grizzy.


Semua orang dibuat terkejut, namun guru olahraga malah meminta Goeun menerimanya, sontak semua siswa itu jadi ikut meminta Goeun menerimanya.


" Baiklah, mari lakukan itu? ", jawab Goeun tanpa beban.


Grizzy malah menjadi bingung sendiri disini, semua orang malah ikut senang dengan kencan Junghyun dan Goeun. Hal ini benar-benar diluar dugaan, Grizzy malah semakin bingung dengan guru olahraganya, dia satu-satunya guru yang terlalu Friendly dari semua jenis guru yang di temuinya. Wow!


Setelah guru itu beranjak dan pergi dari kerumunan, Grizzy melirik ke arah Taehyung yang ternyata sudah memperhatikannya sejak tadi. Grizzy mendekat lalu Taehyung memberikan satu botol minuman dingin. Saat Grizzy sedang meneguk minumannya, Taehyung dengan sengaja menyeka keringat Grizzy. Hal itu sontak mengalihkan perhatian para siswa yang sedang melihat Junghyun dan Goeun.


" Ya! Jangan bermesraan di tempat sebersih ini! " teriak salah satu murid.


Grizzy dan Taehyung yang mendengar hal itu pun menjadi tertawa.


" Ah maaf aku lupa! ", balas Taehyung.


Namun, di setiap momen manis yang berisi sebuah kebahagiaan ada seseorang yang menahan lukanya diam-diam. Yeon sejak tadi memperhatikan Grizzy pun menyaksikannya. Ada yang berontak tidak menerima dengan apa yang dilihatnya, namun, tidak ada kekuatan yang cukup untuk menunjukkannya. Bagaimanapun juga, Grizzy milik Taehyung, dan perasaan Yeon adalah ketidaksengajaan yang membuatnya terluka tanpa alasan yang jelas.

__ADS_1


Semua siswa kembali ke kelasnya, termasuk Grizzy. Guru sudah mulai memasuki kelas, mereka pun mulai kembali belajar setelah setengah hari bersenang-senang dengan jam kosong.


Bel pulang berbunyi, seperti biasa Taehyung akan mengantarkan Grizzy. Begitu juga dengan Junghyun yang terlihat membukakan pintu mobil untuk Goeun. Grizzy masih bertanya-tanya apakah Junghyun benar-benar menyukai Goeun, kenapa rasanya malah Junghyun yang mempermalukannya. Namun, bagaimanapun juga Grizzy sudah mengatakan kalau dia tidak akan mencampuri urusan Junghyun lagi. Jadi dia hanya akan berharap kalau Goeun bisa bahagia di dekat Junghyun.


Malam tiba, kini Gongyoo dan Soonil sedang dalam pengawasan Grizzy dan Kangsoo. Keduanya menyelinap masuk ke rumah EunByul untuk memenuhi kemauan Grizzy. EunByul terlihat sedang tidur bersama suaminya. Gongyoo mengikuti arahan dari Grizzy lewat telepon.


" EunByul sedang tidur bersama suaminya! ", ujar Gongyoo yang berdiri di pintu kamar EunByul.


" Mereka punya anak? ", Tanya Grizzy di balik telepon.


" Tidak ada anak-anak disini ! " , ujar Gongyoo.


" Kalau begitu, bius keduanya, lalu tembak kepala suaminya, jangan lupa pakai peredam nya agar tidak berisik! " ,


Gongyoo pun mulai memakai peredam pada pistolnya, lalu menembak tepat di dahi suami EunByul.


" Sudah? Biarkan tangan EunByul menggenggam pistolnya, lalu letakkan pistolnya di bawah tempat tidur! Bawa EunByul ke mobil sekarang juga! " ,


Gongyoo dan Soonil pun menurut pada perintah Grizzy, lalu berjalan keluar menggotong tubuh EunByul yang sudah tidak sadarkan diri. Grizzy tidak mengikat keduanya lagi, karena mereka tidak akan bisa kabur dari cengkraman Grizzy saat ini. Merek melaju menuju gedung yang sama dengan gedung dimana Gongyoo memaki-maki Grizzy. Kali ini, Daniel dan Kenzio tidak ikut karena harus memberi asupan narkoba pada istri Gongyoo, yang tentu saja tidak disadari oleh istri Gongyoo.


Sesampainya di tempat, EunByul duduk di sebuah kursi yang sebelumnya di tempati oleh Gongyoo. Tubuhnya diikat, namun Grizzy tak membungkam mulutnya. Salah satu bodyguardnya menyiram sesuatu ke EunByul yang jelas bukan air. EunByul sadar dan terkejut dirinya berada di sebuah tempat gelap, dengan kondisi tubuh diikat. Dia melihat seorang gadis tengah duduk di hadapannya.


" Siapa kau? " Tanya EunByul.


" Aku, Mafia D'Angelo! Bagaimana dengan mu? Siapa kau? ", tanya Grizzy seolah mereka sedang berkenalan.


" Mafia itu sudah mati! ", jawab EunByul.


" Wah, sepertinya kau tahu sesuatu? ", ujar Grizzy tersenyum sambil beranjak dari duduknya, Grizzy menghampirinya pelan.


" Katakan kepadaku, apa itu? " ,tanya Grizzy.


" Apa maksudmu? ", tanya EunByul belum paham.


" Siapa yang menyuruhmu menghapus semua bukti? ", tanya Grizzy yang sudah semakin dekat.


" Aku tidak tahu! ", jawab EunByul.


" Kau tahu, aku tidak suka pembohong, jujurlah maka akan aku beri keringanan! " , ujar Grizzy.


" Aku tidak tahu itu? ", jawab EunByul lagi.


" Semahal apapun bayaran orang itu kepadamu, tidak akan membuatmu lolos dariku! Bagaimana jika aku membayar mu lebih mahal, kau hanya perlu memberitahuku sebuah nama, aku akan membayar mu dengan nyawamu! ", ujar Grizzy mencoba menekan Eunbyul.


" Sialan! Siapa kau sebenarnya! ", sarkas EunByul.


" Akan ku tambahkan dengan nyawa suamimu, bagaimana? " , tawar Grizzy lagi.


" Dimana dia? Jangan coba-coba menyentuh suamiku!! ", kecam EunByul.


" Apakah sulit untukmu menyebutkan satu nama?? Sial, Hey, berapa banyak bensin yang kalian buang untuk wanita ini? ", tanya Grizzy yang tiba-tiba kesal karena bau bensin yang terlalu menyengat.


" Apa maumu sialan!! Bunuh aku saja, jangan coba-coba menyentuh suamiku!! ", sarkas EunByul.


" Dannazione! Kau benar-benar tidak sabaran!! Katakan saja siapa yang membayar mu! maka akan aku selamatkan nyawa kalian berdua!! Aku akan memberikanmu waktu tiga detik sebelum aku menarik pelatuknya! ", ancam Grizzy tegas.


Grizzy mulai mengarahkan pistolnya ke kepala EunByul dan mulai menghitung mundur.


" Satu..."


EunByul masih memejamkan matanya.


" Dua... nyawa suamimu ada di tanganmu.. "


Terlihat kegelisahan di wajah Eunbyul


" Tig


" Kyung Hee-Young! ", jawab EunByul tepat waktu.


Grizzy menurunkan pistolnya dan tersenyum, lalu Gongyoo mulai mendekat dan menunjukan sebuah foto yang dia ambil sebelum pergi dari rumah EunByul.


" Sialan!!! Keparat Kau!! Wanita Gilaaa!!! " , maki EunByul.


Gongyoo mundur, Grizzy yang mendengar hal itu pun tertawa, bahkan dia mengeraskan tawanya. Tidak ada yang mendengar tawa Grizzy sepuas ini. Grizzy mulai mengarahkan kembali pistolnya.


" Kau tahu rasanya sekarang, kehilangan orang yang paling kau cintai! Namun, tidak usah khawatir karena aku akan membuatmu menyusul suamimu itu! Selamat Jalan, Detektif Yoo! ", ujar Grizzy sebelum akhirnya menarik pelatuknya.


Darah mengenai wajah dan tangan Grizzy, tatapannya berubah datar, Grizzy berbalik dan berjalan menuju pintu keluar .


" Kubur dengan baik! Kalau perlu kremasi dia! Bersihkan sebersih mungkin! ", perintah Grizzy.


" Perlu ku antar Nona? ", tawar Kangsoo.


" Tetap awasi kedua bedebah itu, mereka belum selesai! Supir akan mengantarkan aku! ", ujar Grizzy dingin lalu melenggang pergi dari sana.


.


.


" Primo obiettivo completato! "

__ADS_1


__ADS_2