
Pak Kim dan Dokter Myun akan ikut bersama Grizzy, sedangkan Kim Taehan sudah kembali ke kantornya karena memang masih banyak yang harus di selesaikan.
Grizzy berangkat lebih dulu, hari sudah hampir petang namun kondisi jalan masih terlalu ramai. Selang beberapa menit mereka sampai di tempat, namun Pak Kim tidak ikut turun karena Grizzy baru saja memintanya untuk mencari tempat baru.
Letak ruko ini terlalu dekat dengan keramaian, Grizzy perlu tempat lain yang jauh dari jangkauan penduduk. Grizzy sendiri sempat memikirkan tempat yang ada di mansion nya, namun berarti dia memerlukan tindakannya untuk merebut kembali mansion itu dari tangan Sungkyuu. Pada akhirnya, Grizzy memutuskan untuk mencari tempat lain, tindakan yang terburu-buru hanya akan membuatnya terjebak dalam masalahnya sendiri.
Grizzy masuk di temani Dokter Myun, seperti biasa kedatangannya di sambut oleh beberapa bodyguard. Salah satu bodyguard mengantarkan mereka ke tempat dimana Minseok berada, saat sampai di sana ternyata kondisi Minseok sudah sangat parah.
Grizzy tersenyum begitu Minseok menyadari kedatangannya, sedangkan Dokter Myun sedikit shock karna ternyata orang yang dicari-cari oleh polisi ada di tangan Grizzy.
" Kau?? ", ucap Minseok lirih.
" Tenanglah, aku membawa seorang dokter, aku akan memintanya mengobati mu jika kau menyetujui akan membantuku sampai tuntas, aku hanya menawarkan hal ini satu kali, aku harap kau tidak menyia-nyiakan kesempatanmu! ", tawar Grizzy.
" Apa maumu? ", tanya Minseok.
" Bantu aku mendapatkan kembali Mansion ku, lalu aku an membantumu menguasai perusahaan Hong! ", jawab Grizzy.
" Kau sama sekali tidak bisa di percaya! ", ujar Minseok.
Grizzy mengeluarkan pistolnya.
" Baiklah, ku anggap kau menolak dan menyerahkan hidupmu padaku! ", ujar Grizzy sambil menodongkan pistolnya ke arah kepala Minseok.
" Baiklah, baiklah, aku akan membantumu, tapi tolong jangan bunuh aku, aku tidak mau mati! ", ujar Minseok ketakutan sambil memeluk kaki Grizzy.
" Dokter, tolong obati lukanya sebaik mungkin! ", pinta Grizzy lalu keluar dari ruangan.
Dokter Myun mulai mengobati lukanya, lalu membalutnya. Terlepas dari Grizzy masuk kedalam pengawasan bodyguardnya yang di anggap lebih menyeramkan menurut Myun Hansik.
Grizzy duduk di sofanya dengan suguhan wine favoritnya. Sambil menunggu kedatangan Pak Kim dan Dokter Myun selesai.
Disisi lain, Taehyung dan Dongil sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Hong. Dongil menyetir sedangkan Taehyung sedang mempersiapkan alat-alatnya. Keduanya bungkam, tidak ada yang berniat membuka obrolan satu sama lain. Sampai akhirnya Dongil berdeham.
" Bicaralah! ", ujar Taehyung.
" Apa yang mau kau bicarakan? ", tanya Dongil.
" Bukankah kau berdeham untuk mengatakan sesuatu? Jangan mendrama dan katakan saja! ", ujar Taehyung.
" Mengapa kau sangat percaya diri? ", tanya Dongil.
" Ya! Kenapa nada bicaramu terdengar seperti orang marah! ", balas Taehyung.
" Aku tidak marah! ", jawab Dongil.
" Terserahlah! ", Pungkas Taehyung yang akhirnya menjadi kesal sendiri berbicara dengan Dongil.
Pada akhirnya mereka berdua kembali bungkam sampai tiba di kediaman Hong. Namun, saat sampai mereka di kejutkan oleh banyaknya mobil polisi di kediaman Hong, hal itu menahan mereka untuk tidak melakukan misi mereka sekarang. Tak berapa lama, sosok Hong Baekho keluar dengan dua polisi di samping kanan kirinya. Dan hal yang lebih mengejutkannya lagi. Terlihat Jieun menangis di pintu rumahnya.
" Jadi.. Hong Jieun adalah anak dari Hong Baekho??? ", ujar Taehyung tak percaya.
" Gawat, kita harus pergi! ", ujar Dongil lalu langsung melajukan mobilnya, menjauh dari kediaman Hong.
Taehyung dan Dongil gagal melakukan misi mereka. Sedangkan Kenzio dan Daniel masih tercengang di jarak 1km dari kediaman Hwang.
" Come potrebbe essere? "
( Bagaimana mungkin? ), gumam Daniel tidak percaya.
" La villa di Hwang è pesantemente sorvegliata in questo modo, non è facile per noi entrare "
( Rumah Hwang dijaga ketat seperti ini, tidak mudah bagi kita untuk masuk ), ujar Kenzio menimpali.
Daniel memijat keningnya pelan, berusaha mencari cara, sedangkan Kenzio mulai mengotak-atik komputernya mencoba meretas kamera keamanan yang terpasang di rumah itu.
" Due al cancello principale, le restanti circa sei persone di guardia intorno alla casa. Non so quanti altri ci siano dentro "
( Dua di gerbang utama, sisanya sekitar enam orang berjaga di sekitar rumah. Saya tidak tahu berapa banyak orang lain di dalamnya ), ujar Kenzio.
" Andiamo a casa e riferiamo questo a Grizzy, non possiamo essere negligenti dopotutto after "
( Ayo pulang dan laporkan ini ke Grizzy, bagaimanapun juga kita tidak boleh gegabah ), pungkas Daniel.
Keduanya sama-sama gagal dalam misinya. Entah apa yang akan Grizzy lakukan saat mendengar hal ini.
Disisi lain, Grizzy masih menikmati Wine nya, slang beberapa menit Dokter Myun datang. Grizzy mempersilahkannya duduk, namun setelah itu, salah satu Bodyguard datang bersama dengan Gongyoo.
" Ada apa? ", tanya Grizzy.
" Bos bisakah Anda mengizinkan saya untuk pulang sebentar, saya ingin menemui putri dan istri saya, Saya mohon! ", pinta Gongyoo.
__ADS_1
" Kau berniat untuk kabur bukan? ", tanya Grizzy lagi.
" Tidak Bos, saya hanya akan menemui keluarga saya lalu kembali lagi kesini! ", ujar Gongyoo.
" Benarkah? ", tanya Grizzy santai namun penuh penekanan.
" Saya bersumpah, saya akan mati jika mencoba melarikan diri! ", ujar Gongyoo mantap.
" Biarkan dia pergi, antarkan dia sampai ke depan rumahnya, kau tunggulah dulu di bawah!", ujar Grizzy.
Gongyoo turun di temani satu bodyguard, lalu Grizzy meminta Kangsoo untuk memangil SoonIl. Grizzy meminta Soonil diam-diam mengawasi Gongyoo, dan memberitahu setiap gerak-gerik mencurigakan Gongyoo.
" Jangan sampai ketahuan oleh Gongyoo! Mobil lain akan membawamu mengikuti Gongyoo, jika misi mu berhasil aku akan membayar mu bahkan membebaskan mu! ", pungkas Grizzy.
Kangsoo tidak ikut mengantarkan Gongyoo, melainkan Grizzy memberi tugas lain, yang mungkin akan menyibukkannya. Setelah ketiganya pergi, barulah Pak Kim datang.
" Bagaimana? ", tanya Grizzy begitu Pak Kim sampai di hadapannya.
" Sudah dapat! ", jawab Pak Kim singkat.
Lalu, Grizzy meminta sisa bodyguardnya untuk membawa Minseok ke Van. Mereka akan segera meninggalkan ruko ini, namun sebelum itu, Grizzy meminta empat diantara delapan bodyguardnya untuk membersihkan ruko ini sebersih mungkin hingga tidak meninggalkan bekas darah atau pun bau Minseok.
Grizzy beserta para pendampingnya pergi membawa Minseok ke tempat lain. Yang mana tempat itu akan menjadi satu-satunya tempat untuk Minseok kembali.
Disisi lain, Taehyung dan Daniel tiba di ruko lama secara bersamaan, namun keduanya sama-sama tidak mendapati Grizzy disana. Salah satu bodyguardnya mengatakan kalau Grizzy baru saja pergi ke tempat lain.
" Apa dia meninggalkan tempat ini karena terendam banjir? ", tanya Daniel yang tengah berhati-hati melangkah.
" Nona Bos meminta kami mencuci seluruh lantai dan dindingnya, dia ingin tempat ini bersih dari bau Minseok ! ", jawab salah satu bodyguard.
" Terlalu telaten! ", cibir Daniel.
" Tentu itu bagus, dengan begini Detektif tidak akan mudah menemukan bukti kalau Minseok sempat menetap disini! ", ujar Taehyung membenarkan tindakan Grizzy.
" Begitu ya? Ya sudah, sebaiknya kita cepat menyusul Grizzy, mungkin saja dia belum jauh! ", Pungkas Daniel.
Mereka pun memutuskan untuk segera menyusul Grizzy ke tempat barunya.
Di waktu yang bersamaan, Gongyoo baru saja sampai di rumahnya. Mobil yang mengantarkan Gongyoo pergi meninggalkan titik terakhir Gongyoo turun. Lalu, mobil lain yang tiba menurunkan Soonil untuk menjalankan tugasnya.
Soonil diam-diam mengawasi di sekitar rumah Gongyoo, memastikan Gongyoo tetap berada di rumahnya. Namun, tak berapa lama, Gongyoo keluar lagi dengan pakaian yang berbeda, dia juga mengenakan topi dan masker. Soonil sempat bersembunyi ketika Gongyoo akan melewati jalannya, setelah itu dia melanjutkan mengikuti Gongyoo kemana dia pergi.
Gongyoo terlihat menaiki sebuah taksi, Soonil pun ikut naik taksi agar bisa mengejar Gongyoo. Tempat Gongyoo sangat tidak asing, dia berhenti tepat di sebuah terowongan yang pernah menjadi tempat dimana Grizzy membunuh Hee-young. Tempat itu kini tidak memiliki kamera pengaman lagi jadi cukup aman untuk melakukan kegiatan ilegal.
Sedangkan, Gongyoo sendiri terlihat menghampiri sebuah mobil yang ada di dalam terowongan itu. Dia terlihat sedang berbicara dengan orang yang ada di dalamnya. Soonil tidak bisa menjangkau karena jarak mereka yang terlalu jauh. Namun, keanehan terjadi karena Soonil bungkam dan tidak memenuhi pesan Grizzy. Gongyoo terlihat berlutut di samping mobil, sedangkan orang di dalamnya hanya menurunkan kaca jendelanya tanpa mau menunjukkan dirinya.
Jauh dari arah belakang mobil orang yang di temui Gongyoo memperlihatkan lampu mobil yang sepertinya sedang berjalan ke arah mereka. Namun, belum terlalu dekat mobil itu berhenti dan keluar seorang gadis yang tak lain adalah Grizzy.
Grizzy berjalan mendekat dengan pistol di tangannya. Orang yang ada di dalam mobil itu meraih kaus yang di kenakan Gongyoo dan menariknya seolah dirinya sedang terancam. Grizzy dengan cepat mengambil tindakan dan menembaknya hingga mengenai punggung tangan orang yang ada di dalam mobil.
Cengkraman nya di lepaskan, Gongyoo di dorong hingga terhindar dari mobil lalu, orang itu melarikan diri. Sedangkan Gongyoo sendiri seperti terpaku di tempatnya, bingung harus melakukan apa. Grizzy semakin dekat, pistolnya di arahkan ke Gongyoo sampai membuatnya berlutut di depan Grizzy.
" Beraninya kau! ", Ujar Grizzy pelan namun terdengar berat.
" Aku.. Aku sungguh tidak melakukan apapun!! ", ujar Gongyoo yang masih berlutut.
Grizzy masih menemukan ketenangan di wajah Gongyoo meskipun dia menunduk. Cahaya saat ini hanya ada karena pancaran lampu mobil milik Grizzy.
" Kau tahu? Siapa yang berani mengkhianati Ku dan berusaha kabur dari Ku akan Ku potong kakinya, ku rebus lalu ku berikan kepada anjing peliharaan ku! Beraninya kau mengotori kepercayaan ku! ", tekan Grizzy
" Aku sungguh tidak mengkhianati mu! Aku bersumpah! ", ujar Gongyoo.
" Kau mengatakan hal itu karena kau gagal mendapatkan perlindungan bukan? Menurut mu, apa yang akan aku lakukan hari ini? Membunuhmu lebih dulu atau membunuh Nara dan istrimu sebagai gantinya? ", tanya Grizzy.
" Tidak! Jangan sentuh mereka!! Aku mohon berikan aku kesempatan satu kali lagi!! ", pinta Gongyoo memohon namun Grizzy masih belum melihat ketulusan bahkan dalam nada bicaranya.
" So cosa mi nascondi! Piccolo topo. "
( Aku tahu apa yang kau sembunyikan dariku! Tikus kecil. ), Batin Grizzy bergumam sambil menyeringai .
Grizzy mulai mengatur pelurunya, lalu mengarahkannya tepat di ubun-ubun Gongyoo. Dia tinggal menarik pelatuknya dan Gongyoo akan mati di tempat, namun kali ini Grizzy tidak terburu-buru seolah sudah memiliki rencana.
" Karena kau tidak ingin aku menyentuh mereka, maka matilah hari ini! ", Ujar Grizzy.
Belum sempat menarik pelatuknya, sebuah suara lantang yang di tunggu-tunggu Grizzy akhirnya muncul menghentikan tindakannya.
" BERHENTI!!!!!! JATUHKAN SENJATAMU ATAU AKU AKAN MENEMBAKMU!!! ",
Grizzy menoleh ke kiri dan melihat seorang laki-laki tengah menodongkan pistol ke arahnya. Raut wajah marahnya menjadi hiburan tersendiri untuk Grizzy.
" Kenapa kau lama sekali, Park Soonil? " ,ujar Grizzy sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Sekutu mu ini hampir saja mati karena kau terlalu lama keluar! Apa kau sengaja ingin membuatnya terbunuh lebih dulu agar kau bisa bebas? " tanya Grizzy memprovokasi keadaan.
" OMONG KOSONG! Jatuhkan senjatamu dan biarkan kami pergi!! ", pinta Soonil.
" Jadi kalian ingin pergi? Baiklah, aku akan melepaskan kalian dan membiarkan pergi! ", ujar Grizzy sambil melihat setiap inci dari pistolnya.
" Tapi aku hanya akan membiarkan kalian pergi ke neraka! ", ujar Grizzy cepat lalu menembak ubun-ubun Gongyoo tepat di hadapan Soonil.
" WANITA SIALAN!!!! ", Maki Soonil marah sambil menarik pelatuk pistolnya, namun tidak ada peluru yang keluar.
Sedangkan Grizzy mempercepat langkahnya ke arah Soonil dengan tatapan membunuhnya, matanya menyiratkan kemarahan yang harus segera di luapkan.
" ENYAHLAH! DASAR ******!! " , Sarkas Soonil meneriaki Grizzy.
Soonil bergerak mundur dengan wajah yang sudah berkeringat dingin. Ketakutannya terlihat sangat jelas di matanya. Pistol yang ada di tangannya sudah di siapkan oleh Grizzy, pistol mainan yang di buat mirip seperti bentuk aslinya lengkap dengan pelurunya. Namun, tetap saja, mainan hanya pantas untuk di mainkan. Gongyoo melemparkan pistolnya ke arah Grizzy lalu berbalik hendak melarikan diri. Tiba-tiba....
Duaarrr!!
Langkah Grizzy terhenti begitu suara tembakan terdengar, pandangannya menatap lurus ke depan. Tatapan tidak percayanya terlihat jelas di matanya.
Soonil tertembak tepat di dahinya, orang itu terkulai lemas tepat di hadapan Grizzy, hingga memperlihatkan orang di depannya dengan tangan memegang pistol yang masih mengarah ke sasaran awal. Lebih tepatnya orang yang menembak Soonil.
" Sono arrabbiato! Molto arrabbiato! "
( Saya marah! Sangat marah! ), ujar Grizzy.
" Come osi strapparmi la cena!!!!!! "
( Beraninya kau merebut makan malam ku!!!! ), sambungnya.
" Non ti perdonerò mai, Gabriel!! "
( Aku tidak akan pernah memaafkan mu, Gabriel!! ), Pungkas Grizzy kesal.
Orang itu berlari kecil mendekati Grizzy lalu memeluk lengan Grizzy dengan wajah memelas.
" Uh, aspetta un minuto, fratello mio!! Voglio solo aiutarti, perché ti arrabbi così tanto? "
( Eh, tunggu dulu, Adikku. Aku hanya ingin membantu Anda, kenapa Anda begitu marah ), ujar Gabriel dengan nada bicara yang tidak biasa.
" Dove impari a parlare! Sembri una drag queen affamata di carezze!! "
( Dimana Kau belajar berbicara seperti itu? Anda terlihat seperti waria yang haus akan belaian! ), cibir Grizzy sambil menarik lengannya keluar dari rangkulan kakak sepupunya itu.
" Questa tecnica non fa per te! Allora cosa devo fare per farmi perdonare? "
( Teknik ini tidak mempan untukmu! Jadi apa yang harus saya lakukan agar bisa di maafkan? ), tanya Gabriel.
Grizzy mulai mengambil langkah ke arah mobilnya.
" Sbarazzati di questa spazzatura! Non venire prima di averlo pulito a fondo! "
( Bereskan sampah-sampah ini! Jangan datang sebelum kau benar-benar membersihkannya! ), ujar Grizzy.
" Come? "
( Bagiamana caranya? ), tanya Gabriel yang mulai terlihat seperti orang bodoh.
Grizzy kembali menghentikan langkahnya dan berbalik.
" KANGSOO NON TACERE! E AIUTA QUESTO RAGAZZINO A FARE IL SUO LAVORO!!! "
( Kangsoo jangan diam saja! Dan bantu anak kecil ini melakukan tugasnya!!! ), teriak Grizzy saking kesalnya.
" Be-be-bene!!!! "
( Ba-ba-baik ), jawab Kangsoo yang juga ketakutan.
Grizzy masuk ke mobilnya dengan wajah masam, entah kenapa orang-orang menyebalkan itu tetap tidak menunjukan kemajuan apapun. Setidaknya mereka bisa mengontrol diri mereka agar tidak terlihat bodoh di depan Grizzy, namun mereka justru malah membuat Grizzy merasa stress akan tingkah laku mereka.
Di dalam mobil, Pak Kim menyodorkan minuman kepada Grizzy karena Grizzy terlihat tidak sehat. Disisi lain, Minseok yang melihat kejadian itu masih sangat Shock dan merasa takut berada di dekat Grizzy. Lalu, sesuatu yang di tidak di harapkan Minseok malah terjadi. Grizzy berbalik dan menatap tajam ke arah Minseok.
" Kau sudah lihat? ", tanya Grizzy, Minseok hanya mengangguk ragu.
" Kau akan menjadi yang selanjutnya jika berani membangkang! Sialnya, mereka mati sebelum sempat aku memotong kakinya, bagaimana pun juga anjing kecilku tidak memakan bangkai, jadi aku harus memotong kakinya hidup-hidup! ", ujar Grizzy berusaha membuat Minseok patuh.
" Portalo nel luogo designato! Quelle persone inutili hanno aspettato di trasmettere i loro fallimenti, senza vergogna! "
( Bawa dia ke tempat yang sudah di tentukan! Orang-orang tidak berguna itu sudah menunggu untuk menyampaikan kegagalan mereka, tidak tahu malu! ), cibir Grizzy lalu keluar dari mobil untuk berpindah ke mobil lain.
Pak Kim mengiyakan perintah Grizzy lalu mulai memimpin jalan yang kemudian diikuti oleh mobil yang naiki Grizzy di belakangnya.
__ADS_1
" Aneh? Apa alasan Paman Jamarie mengutus Gabriel kesini? Bukankah orang itu sudah aku tugaskan untuk mengurus persenjataan kediaman D'Angelo? Paman Jamarie tidak begitu tahu kelemahan Hong dan Hwang, kecuali kalau..