
Sekilas Grizzy menyeringai, sebelum kembali ke dalam dan menemui Kangsoo. Ini sudah lewat tengah malam, namun Kangsoo belum sadar. Dokter itu mengizinkan Grizzy menginap, Grizzy pun bersedia hanya sampai Kangsoo bangun.
Tidak ada gerak-gerik mencurigakan yang di tunjukkan dokter, namun Grizzy masih harus waspada dan tidak boleh lengah, karena siapapun bisa menjadi musuh.
Disisi lain, mobil anak buah Grizzy mulai berjalan ke arah mobil Kangsoo yang sedang di kerubungi para preman Hong. Tepat saat melewati orang-orang Hong, mereka langsung melemparkan dua granat sekaligus. Ledakan besar terjadi disana, di tambah ledakan mobil Kangsoo. Beruntung tidak ada percikan yang mengenai anak buah Grizzy.
Dari arah gudang tempat Grizzy membunuh Eunbyul terlihat beberapa mobil tengah mencoba pergi ke lokasi ledakan, namun granat lagi-lagi di lemparkan dan mengenai mobil yang ada di depannya.
Keesokan harinya, Grizzy terbangun dari tidurnya dan mendapati Pak Kim ada di tempat ini. Entah kapan Dia tiba, namun sepertinya Dokter itu memberitahu Pak Kim kalau Grizzy ada di kediamannya.
" Buongiorno Grande Capo Gevda.. "
( Selamat Pagi, Bos Besar Gevda.. ) , sapa Pak Kim.
" Um, Quando sei arrivato? "
( Um, Kapan Anda tiba? ), tanya Grizzy yang masih setengah sadar.
" Questa mattina la sig. "
( Pagi ini Nona ), jawab Pak Kim ramah.
Lalu, seseorang mengetuk pintu, dan itu Dokter yang datang membawa beberapa makanan untuk Grizzy.
" Uh, Nona besar sudah bangun? Kebetulan aku membawakan makanan untukmu! ", ujarnya.
Dokter itu meletakkan satu nampan makanannya ke meja, lalu meraih remot TV dan menyalakannya.
" Pagi ini ada berita yang sangat mengejutkan! ", gumam sang Dokter.
Pagi ini, seorang supir bus menemukan mobil yang di duga meledak di jalan xxxx terdapat beberapa mayat yang hancur juga di sekitarnya. Setelah di selidiki ternyata tidak hanya satu mobil, melainkan ada mobil lain yang meledak di tempat yang berbeda dan juga di temukan mayat di dalamnya. Insiden ini di duga kerusakan mesin mobil dan murni sebuah kecelakaan.
Grizzy tersenyum melihat hal itu, Kangsoo yang menyaksikan hal itu sekilas melihat ke arah Grizzy yang tersenyum. Begitu juga dengan Kim Daeshim yang melihat ke arahnya. Kecuali Dokter itu yang masih penasaran dengan beritanya.
" Questo è il motivo per cui non dovresti scherzare e tanto meno sottovalutare D'Angelo "
( Itulah alasannya kenapa Anda tidak boleh becanda apalagi sampai meremehkan D'Angelo ), ujar Grizzy sambil tersenyum miring.
" Lo hai fatto? ",
( Anda yang melakukannya? ), tanya Pak Kim.
" Benar! ", ujar Grizzy santai lalu memakan makanan yang tersedia di meja.
" Aku merinding! ", gumam Hansik sambil berbalik dan melihat Grizzy tersenyum ke arahnya.
Grizzy melirik ke arah Pak Kim, sebuah isyarat untuk membawa dokter itu keluar. Pak Kim pun berbasa-basi sambil mengajak Dokter berbicara di luar. Sedangkan Grizzy sendiri akan menikmati makanannya.
" Kau sudah makan? ", tanya Grizzy pada Kangsoo.
" Sudah, Nona ", jawabnya.
" Beristirahatlah sebentar lagi, aku akan membangunkanmu saat tiba waktunya pulang! ", ujar Grizzy yang tidak bisa di bantah karena memang Kangsoo masih lemah.
Grizzy yang tengah menikmati makanannya tiba-tiba menyadari sesuatu. Dia merogoh semua sakunya namun tidak menemukan apa-apa. Dia juga langsung meloncat dan bergegas pergi ke mobil untuk memeriksa apakah ada disana atau tidak, namun hasilnya nihil.
" Apa aku menjatuhkannya? Sial! Ponsel itu sangat penting karena terdapat nomor Hong! ", gerutu Grizzy yang kesal.
Grizzy pun kembali dan di sambut Pak Kim dan Hansik yang terkejut karena Grizzy buru-buru keluar, bahkan sampai melupakan alas kakinya.
" Apa terjadi sesuatu? ", tanya Hansik.
" Tidak ada, aku hanya melupakan sesuatu.. ", jawab Grizzy sambil tersenyum hambar.
" Apa sangat penting? ", tanya Pak Kim.
" Tidak, lupakanlah.. ", balas Grizzy lalu masuk ke kamar tempat dimana dia tadi makan, tidur dan nonton tv.
Tv masih menyala, Grizzy menonton malas ke arah Tv itu. Dan ternyata ada sebuah berita mengejutkan lainnya.
Telah di temukan mayat lain di lokasi yang tak jauh dari mobil kedua, dengan dua luka tembak di bagian kepala dan satu luka tembak di kakinya. Korban di duga di bunuh, korban bernama Lee Dong Min, seorang asisten pribadi seorang CEO perusahaan Hongmin Company. Berdasarkan bukti, korban terakhir kali menghubungi CEO Hong, selaku direktur utama Hong Company. Saat ini polisi masih menyelidiki terduga pelaku Hong dan Atasannya Kang.
" Wow, tak ku sangka kelalaian ku mampu menyeret bedebah itu kedalam hukum. Namun, ini tidak bagus karena mungkin polisi akan segera melakukan pencarian Minseok! ", gumam Grizzy.
Grizzy pun memutuskan untuk pulang membawa Kangsoo dan menandai Hansik sebagai orangnya. Grizzy pun akan mulai mengawasi Hansik, karena Hansik sudah dengan senang hati mengulurkan tangannya untuk terlibat dengan Grizzy.
Grizzy mengantarkan Kangsoo kembali ke ruko untuk mengawasi para Bodyguardnya sambil beristirahat. Sedangkan Grizzy akan pulang ke apartemen bersama Pak Kim Daeshim. Sesampainya di apartemen, ternyata apartemennya masih sepi. Tak ada satu pun orang di rumahnya. Grizzy meminta Pak Kim untuk menelepon Daniel sedangkan dia sendiri akan menelepon Danny. Danny langsung menjawab begitu Grizzy meneleponnya.
" Halo! ",
" Dimana kau? ", Tanya Grizzy dingin.
" Sedang dalam perjalanan pulang.. ",
__ADS_1
" Kau belum kembali dari semalam? ", Tanya Grizzy lagi.
" Um, benar "
" Sudah dapat mata-matanya? ",
" Belum.. "
" Kembalilah, harus sampai dalam sepuluh menit terakhir! "
Grizzy menutup teleponnya sepihak, dia benar-benar di buat kesal sejak semalam.
" Bagaimana bisa orang-orang tidak berguna itu ada di belakangku!!!! ", Gerutu Grizzy kesal.
" Daniel dan Kenzio sedang dalam perjalanan kembali dari kediaman Hong! ", Ujar Pak Kim yang spontan membuat Grizzy semakin frustasi.
" Bagaimana bisa mereka menunggu orang yang sudah mati????? " , Pekik Grizzy saking kesalnya.
" Tenangkan dirimu nona! ", Ucap Pak Kim.
" Panggil juga anakmu kesini! Aku membutuhkannya! ", Ujar Grizzy.
" Kau ingin Jongdae terlibat juga? ", Tanya Pak Kim.
" Ini perintah! ", Tekan Grizzy.
" Bene! "
( Baik ), jawab Pak Kim langsung patuh.
Belakangan ini Grizzy memang terlihat sering menekan bawahannya, seolah sesuatu benar-benar mengganggu fokus balas dendamnya. Meskipun begitu, Grizzy masih peduli walaupun kepeduliannya tidak di tunjukkan secara langsung. Kecuali saat mendesak seperti Kangsoo, biasanya bawahan yang lemah dan sekarat akan di biarkan mati dari pada menambah beban. Namun, lain halnya dengan Grizzy yang bahkan memikul bebannya itu. Bahkan dia dengan segera mengobatinya.
Setelah beberapa saat, tibalah Taehyung lebih dulu daripada Daniel, Kenzio dan Dongil. Saat itu Grizzy tengah berada di kamarnya, hanya ada Kim Daeshim yang duduk di ruang tamu.
Pak Kim membuka pintu dan mendapati putra tunggalnya tengah berdiri disana. Taehyung yang melihat hal itu pun langsung memeluknya, melepas semua rindu yang telah lama menyesakkan dada.
" Ayah.. ", kata pertama di ucapkan Taehyung dengan nada lirih.
Matanya tak kuasa menahan haru, jawaban yang telah lama dinantikan setelah sekian lama. Sebuah kejutan yang membenarkan dugaannya kalau Ayahnya baik-baik saja.
" Maafkan Ayah Nak, ", balas Pak Kim yang juga menangis memeluk putranya.
" Tidak ayah, ayah sudah hidup dengan baik saja sudah cukup membuat tenang.. " ujar Taehyung.
" Maaf karena meninggalkan mu begitu lama.. ", ucap Pak Kim penuh rasa bersalah.
Pak Kim melepaskan pelukannya, menatap dalam mata anaknya. Dulu dia masih sangat kecil, namun sekarang tubuhnya sudah sangat kekar, bahkan lebih besar dari ayahnya.
" Kau tumbuh dengan baik.. Siapa yang merawat mu? ", tanya Pak Kim.
" Kim Taehan..
" Anggota badan intelijen? ", ucap Pak Kim menyela.
" Ayah mengenalnya? ", tanya Taehyung.
" Dia jelas teman dekatku, apa dia mengatakan sesuatu kepadamu? ", tanya Pak Kim
" Dia tidak mengatakan apapun tentang kalian, dia sangat tertutup tapi begitu perhatian, dia mencintaiku layaknya anak kandung! ", Jawa Taehyung.
Pak Kim menghembuskan nafas lega saat mengetahui putranya berada di tangan orang yang tepat. Taehan pasti tahu sesuatu menimpa keluarga D'Angelo, makanya dia membawa Taehyung.
" Dimana Grizzy? ", tanya Taehyung.
" Dia di kamarnya.. ! ", jawab Pak Kim.
" Aku akan menemuinya sebentar! ", ujar Taehyung beranjak, namun Pak Kim menahan tangannya.
" Kau tidak akan melakukan hal aneh kan? ", tanya Pak Kim memastikan.
" Jangan khawatir! ", ujar Taehyung meyakinkan.
Taehyung pun pergi ke kamar Jee meninggalkan Pak Kim sendirian di ruang tamu.
Taehyung mengetuk pintu kamar Grizzy, namun tidak ada jawaban. Alih-alih keluar dari kamarnya, Grizzy malah keluar dari ruangan di seberang nya, Taehyung berbalik begitu pintunya terbuka, namun masih tetap tidak bisa melihat isi kamarnya.
" Um, kapan kau sampai? ", Tanya Grizzy.
" Belum lama ini, aku mengobrol dulu bersama Ayahku tadi ", jawab Taehyung.
" Sudah bertemu ya? Mau masuk? Masuklah.. Bicara di dalam ", ajak Grizzy lalu membuka pintu kamarnya.
Taehyung masuk, lalu duduk di samping Grizzy di sofa yang ada. Sejenak mereka saling menatap, Grizzy gugup karena Taehyung terus menatapnya, namun Taehyung malah tertawa kecil.
__ADS_1
" Ayahku kesini, sepertinya ada misi besar? ", Tanya Taehyung.
" Hm, aku masih mencari dalangnya.. ", jawab Grizzy
" Bisakah kau menjawab jujur? ", Tanya Taehyung lagi.
" Apa itu? ",
" Berapa banyak yang sudah kau bunuh selama menjalankan misi ini? ", Tanya Taehyung.
Grizzy terdiam, sudah menduganya, Taehyung tidak suka dirinya membunuh, namun bagaimana pun juga keringat, air mata dan darah harus di bayar tuntas dengan hal yang serupa.
" Kau mengira aku membunuh? ", Tanya Grizzy.
" Kematian suami detektif, CEO muda dan mobil meledak pagi tadi adalah ulah mu bukan? Termasuk asisten Minseok yang tertembak? ", Ujar Taehyung.
" Apa kau sedang menekan ku? Kau tak perlu menanyakannya jika sudah tahu! Mood ku sedang buruk kau malah menimpali ku dengan pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya kau telan saja! Kalau Kau tidak suka, pergi saja dari ku, tutup mata dan telingamu dari berita-berita itu, pura-pura saja tidak tahu atau benar-benar membenciku! ", Pungkas Grizzy lalu beranjak.
Tetapi, Taehyung menarik tangannya dan membawanya kembali duduk, Taehyung menatap lekat lalu menyerang bibir Grizzy secara tiba-tiba, Grizzy yang tidak siap pun akhirnya kehabisan nafas dan mendorong dada Taehyung hingga pautannya terlepas.
" Maaf, aku tidak bermaksud, hanya saja, biarkan aku membantumu menuntaskan semuanya.. ", ujar Taehyung lirih.
Grizzy yang kesal pun akhirnya luluh, dia memeluk Taehyung sambil meminta maaf karena dirinya memang sudah sangat kesal dan pertanyaan yang Taehyung berikan benar-benar membuatnya semakin kesal.
" Maaf, aku sedang marah tadi ... " , Ujar Grizzy.
" Tidak apa-apa, itu salahku.. " ,balas Taehyung lembut.
Selang beberapa detik saja, pintu kembali di ketuk, lalu di buka perlahan dari luar karena memang tidak di kunci. Daniel datang.
" Tutti stavano aspettando! "
( Semua orang sudah menunggu! ), Ujarnya lalu keluar dan menutup pintu.
Taehyung dan Grizzy pun menyusul ke ruang yang dimana di jadikan tempat berdiskusi. Namun, betapa terkejutnya mereka saat mendapati orang yang mereka kenal juga ada disana, Dokter Myun dan Direktur Kim.
" Ayah? ", ujar Taehyung terkejut.
" Dokter Myun? ", Ujar Grizzy yang sama terkejutnya.
" Mari duduk Nona ", ujar Pak Kim yang sudah mempersiapkan kursi untuk Grizzy.
Grizzy pun menurut dan duduk, semua yang berkumpul di sini adalah orang yang akan terlibat. Mereka harus menjaga kepercayaan Grizzy kepada mereka, karena sedikit saja berkhianat, Grizzy akan memastikan hidup mereka tidak akan lama lagi.
" Spiegami, perché dovrebbero essere coinvolti con me? "
( Jelaskan kepadaku, mengapa mereka harus terlibat denganku? ), pinta Grizzy.
" Pak Kim Taehan dan Dokter Myun, sebenarnya adalah seorang mata-mata, mereka mata-mata setia Tuan D'Angelo dan Ny. Lee, saya sudah memutuskan untuk kembali menarik mereka ke dalam misi ini, saya harap Nona bisa menerima mereka! ", ujar Pak Kim.
Pertanyaan tadi cukup membuat Taehyung terkejut, jadi selama ini Ayah angkatnya tau betul keluarga D'Angelo, bahkan dia adalah seorang mata-mata di keluarga itu.
" Okay, aku akan mempercayai mereka dan menjamin keselamatan mereka selama mereka tidak menusuk ku dari belakang! ", balas Grizzy yakin.
" Lalu, apa selanjutnya? ", tanya Dong-Il.
" Mari bongkar karakter misterius, lalu habisi ketiganya! ", ujar Grizzy.
" Karakter misterius? ", tanya Daniel.
" Lee Jungkyuu.. ", Jawab Grizzy.
" Lee Jungkyuu? Bukankah itu nama pemilik rumah sakit Ny. Lee? ", ujar Hansik tiba-tiba yang sontak membuat Grizzy, Pak Kim dan Daniel terkejut.
" APA?! Jadi Lee Jungkyuu adalah.. "
" Lee Jungkyuu? Bukankah itu nama pemilik rumah sakit Ny. Lee? ", ujar Hansik tiba-tiba yang sontak membuat Grizzy, Pak Kim dan Daniel terkejut.
" APA?! Jadi Lee Jungkyuu adalah.. Sialan! Beraninya orang itu menyembunyikan kebenaran dariku!!! ", sarkas Grizzy.
" Lalu bagaimana sekarang? Apa rencana mu? ", tanya Daniel.
" Awasi Hong, Aku yakin dia akan lolos dalam tuduhan ini.. Sedangkan aku akan kembali ke Kediaman Lee untuk mengawasinya lebih dekat.. ", ujar Grizzy dingin.
" Apa kau akan sendirian disana? ", tanya Daniel.
" Tentu, aku tidak akan membuat dia curiga akan hal ini. Biarkan dia menikmati sisa waktunya sampai hari dimana dia menjadi yang selanjutnya tiba! Tuan Kim Taehan, bisakah aku meminta bantuanmu untuk memata-matai pergerakan dari Hwang, Aku sangat yakin dia juga tidak akan diam saja! ", ujar Grizzy.
" Tentu, Kau bisa mempercayakan hal itu kepadaku! ", balas Kim Taehan.
" Kenzio dan Daniel akan mengawasi kediaman Hwang, Taehyung dan Dongil akan mengawasi kediaman Hong. Masing-masing tim harus bekerja sama, jangan sampai kejadian malam itu terulang kembali! ", ujar Grizzy.
" Lalu, bagaimana dengan Dokter Myun? ", tanya Pak Kim.
__ADS_1
" Dokter Kim, bisa ikut membantuku mengurus Lee Sungkyuu, Minseok memberitahuku dia pemilik pengganti Mansion Lee D'Angelo, bedebah itu meraup keuntungan lebih besar, dia harus membayar tuntas kepadaku! ", Pungkas Grizzy.
Pertemuan itu selesai, mereka mulai menjalankan tugasnya masing-masing. Grizzy kembali bersiap untuk pergi menemui Minseok yang entah masih hidup atau sudah mati di tempatnya. Keempat orang lainnya pun sedang bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah di tentukan oleh Grizzy.