
saat memasuki gua Mo Yihan mendengar suara raungan monster disekitarnya. jika monster dalam jumlah besar menyerang nya, maka itu bisa membuat dirinya celaka.
apalagi sekarang tidak ada Guan Lin yang membantu nya. lalu ia segera membuat batas pelindung sementara, agar dirinya terhindar dari monster itu. Mo Yihan mengamati sekitar gua, lalu ia melihat jika gua itu terdapat sebuah ruangan.
karena penasaran Mo Yihan pergi menjelajahi nya. disekitar dinding gua terlukis gambar tentang peperangan antara manusia dan iblis. lalu yang menarik lagi, gambar itu menjelaskan secara detail tentang pedang terkutuk itu.
setelah diamati olehnya, Mo Yihan jadi penasaran dengan pedang terkutuk itu. apakah itu nyata atau hanya sebuah cerita dongeng saja. lantas untuk membuktikan itu ia terus berjalan masuk menelusuri gua. semakin dalam, hawa gua ini makin dingin dan mencekam.
membuat perasaan jadi tidak nyaman. lalu Mo Yihan sempat memutuskan untuk berhenti dan kembali ke pintu gua. namun saat ia berpaling ke sisi lain dari gua itu, ia menemukan tanaman langka yang sedang ia cari saat ini.
tanaman itu tumbuh ditengah kolam yang biru dan dingin. Mo Yihan tentu tak ingin menyia-nyiakan peluang tersebut. lantas ia memberanikan diri untuk pergi mengambil teratai salju. saat sampai disana ia melihat ada sebuah makam tepat berada dibelakang kolam teratai salju.
dan disana juga terdapat seekor makhluk besar yang nampak sedang tertidur di dekat sana. makhluk itu adalah seekor naga hitam penjaga makam dan juga pedang terkutuk.
Tapi target Mo Yihan bukanlah pedang terkutuk, sekarang yang paling ia incar adalah teratai salju bahan paling penting dan langka. karena diketahui, teratai salju hanya muncul setiap seribu tahun sekali dan hanya memiliki satu kuncup bunga saja saat mekar.
betapa langka nya bahan ini. karena sudah sampai disana dan bahan juga sudah didepan mata, maka Mo Yihan tentu tidak akan menyia-nyiakan hal tersebut.
lalu ia berusaha bergerak perlahan agar tidak membangunkan sang naga hitam. baru berjalan lima langkah saja, Mo Yihan sudah mengeluarkan keringat. padahal tempat yang ia masuki sekarang tidaklah panas, melainkan sangat dingin.
naga hitam akan bangun jika merasa ada hawa nafas dari makhluk hidup yang mencoba mengambil sesuatu dari dalam gua. agar tidak ketahuan Mo Yihan terpaksa menahan nafasnya sebisa mungkin.
beberapa langkah berjalan, akhirnya sampai didepan kolam. Mo Yihan sudah tak sanggup menahan nafas lagi. lalu ia mengambil kesempatan untuk menarik nafas. ia menoleh kebelakang lalu perlahan menarik nafas. saat ia menoleh kembali ke depan naga hitam itu sudah bangun dan berdiri dihadapannya.
saat itu Mo Yihan terkejut hingga membuatnya terjatuh kebelakang. sang naga hitam mengira jika Mo Yihan berniat mengambil pedang terkutuk darinya. lantas naga hitam langsung menyerang nya dengan ganas.
Mo Yihan berusaha menghindari serangan, karena naga yang ia lawan saat ini lebih kuat dibandingkan monster besar yang pernah ia temui waktu itu. sang naga hitam nampak merasa jengkel pada Mo Yihan. lantas ia berbicara pada Mo Yihan.
"manusia, apa tujuan mu kemari? jawab aku dengan jujur, jika tidak kau akan menjadi makanan ku disini" kata naga hitam yang sedang mengamuk
"maaf naga hitam, aku tidak menyangka jika kau bisa berbicara. tapi izinkan aku mengatakan tujuan ku yang sebenarnya padamu" ucap Mo Yihan yang sedang berusaha bernegosiasi dengan sang naga hitam
__ADS_1
naga hitam melihatnya dengan tatapan tajam yang seakan-akan ingin membunuhnya.
"manusia cepat katakan tujuan mu !" ucap naga hitam yang semakin tidak sabaran
"baiklah, tujuan ku adalah mengambil teratai salju yang ada ditengah kolam itu" ucap Mo Yihan dengan serius
naga hitam melihat kearah kolam, ternyata memang benar ada teratai salju yang tumbuh disana. selama ini ia telah tertidur dan tidak mengetahui jika teratai salju akan tumbuh disana.
naga hitam kembali menatap nya dan mengamati Mo Yihan dari dekat. Mo Yihan merasa ada tekanan yang kuat saat naga hitam mendekati nya. jika Mo Yihan melawan naga hitam itu sendirian, mungkin saja ia akan mati duluan sebelum bisa keluar dari gua ini.
sang naga hitam menghembuskan nafasnya pada Mo Yihan dan hal tersebut membuat Mo Yihan merasa tertekan. ia tidak menyangka jika ia bertemu dengan naga yang bisa berbicara seperti ini. selain itu naga ini juga sangat sensitif dan susah untuk diajak berkompromi.
setelah mengamati Mo Yihan secara langsung, sang naga hitam merasa jika Mo Yihan bukanlah ancaman baginya. namun meski begitu naga hitam tetap harus mengujinya terlebih dahulu.
"hei manusia. kau tahu jika kau menginginkan teratai salju itu, maka kau harus melawan ku terlebih dahulu. asal kau tahu, teratai salju ini tumbuh sangat lambat dan merupakan tanaman langka serta berharga di gua ini" ucap sang naga hitam yang terus mengamati Mo Yihan
"jika kau mengambil teratai salju itu dari tempat ini, maka tempat ini akan runtuh dan hancur. jika tempat ku hancur, kau bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya padamu" ujar naga hitam yang kembali menghembuskan nafasnya pada Mo Yihan.
"kenapa naga hitam ini sangat senang menghembuskan nafasnya padaku? aku kan jadi tidak nyaman, bagaimana jika hembusan nya mengeluarkan api? dari jarak sedekat itu, bukankah aku akan langsung jadi abu?" keluhan batin Mo Yihan. lalu kembali serius dan berusaha bernegosiasi dengan sang naga.
"eh... maaf sekali naga hitam. aku sama sekali tidak mengetahui hal itu. tapi biar bagaimanapun, aku juga sangat membutuhkan teratai salju itu. ku harap naga hitam bisa memakluminya" kata Mo Yihan yang sudah tertekan parah
"manusia, kau sangat berani sekali mengatakan hal itu. apakah kau sudah tidak sayang nyawa mu lagi? selain itu, setelah ku lihat kau bukanlah orang yang berasal dari dunia ini bukan? dan mengapa ada jiwa seorang wanita didalam tubuh mu?" tanya sang naga hitam yang melototi Mo Yihan
"bagaimana kau bisa tahu tentang hal ini? lalu bagaimana kau bisa tahu, jika jiwa ku seorang wanita? padahal penampilan ku yang sekarang adalah seorang pria?" tanya Mo Yihan dengan rasa penasaran yang amat tinggi
"hahaha... itu mudah saja. sebab aku adalah naga agung penjaga langit" sang naga hitam membanggakan dirinya pada Mo Yihan, agar ia sadar jika dia bukan naga biasa
"em...kau bilang jika kau adalah naga agung penjaga langit. lalu mengapa kau sekarang bisa menjaga makam ini?" sahut Mo Yihan yang sudah lelah berdiri tegak dan akhirnya memilih duduk dibawah
"lancang sekali kau manusia! aku begini juga karena ulah mu, kau harus tahu itu!" ucap naga hitam dengan tekanan emosi mulai naik
__ADS_1
"bagaimana bisa kau menyalahkan ku? jelas-jelas aku baru saja tiba di sini. meskipun kau adalah naga hitam yang agung, aku tetap tidak terima pernyataan seperti itu" ucap Mo Yihan dengan tegas
"sungguh lancang kau bocah! tapi biar bagaimanapun apa yang kau katakan ada benarnya. baiklah kali ini ku maafkan kau, maka dari itu, cepat pergilah dari tempat ini" naga hitam kembali menghembuskan nafasnya dan berusaha menakut-nakuti Mo Yihan
"maaf naga hitam yang agung. meski kau mengusir ku, setidaknya biarkan aku mendapatkan teratai salju terlebih dahulu dan setelah itu aku janji tak akan menggangu waktu istirahat mu" sahut Mo Yihan yang berusaha bernegosiasi dengan sang naga hitam
"berani sekali kau bocah. tapi karena kau sangat menginginkan nya, maka kau harus membuktikan kemampuan mu dulu. jika kau bisa membuat ku menyerah, maka kau bisa mengambil teratai salju itu. tapi jika kau kalah, kau harus melayani ku seumur hidup di gua ini, hahaha" ujar sang naga hitam dengan sombong
"baiklah kalau begitu akan ku coba. tapi jika aku menang kau harus menepati janji mu ya?" sahut Mo Yihan yang tersenyum kaku pada naga hitam
"baiklah kalau begitu. mari kita mulai" sang naga hitam langsung menyerang tanpa basa-basi lagi
Mo Yihan juga terpaksa melawannya, sambil terus mencari titik kelemahannya dari sang naga hitam itu. naga hitam itu tidak main-main dengan serangannya. begitu sadis dan mematikan, jika gagal mengelak sedikit saja, pasti akan langsung terkena hantaman dari ekornya yang panjang itu.
meskipun begitu Mo Yihan tetap memberikan serangan padanya. namun serangan sekarang ini tidak mempan padanya. tampaknya Mo Yihan harus meningkatkan kekuatan spiritualnya untuk bisa memberikan serangan pada naga hitam itu. namun jika ia melakukan hal tersebut, maka kemungkinan besar akan memicu serangan balik dari racun yang ada dalam tubuh nya.
seperti naga hitam mengetahui jika dirinya tak bisa menggunakan kekuatan besar, makanya naga hitam sang membanggakan dirinya. Mo Yihan tetap tidak menyerah begitu saja. lantas ia mencoba melawan nya dengan kekuatan penuh yang bisa ia keluar saat ini.
sebab ia pikir, jika ia juga mempunyai penawar sementara dari tabib yang setidaknya masih bisa menyelamatkan nyawa nya, setelah mengonsumsi penawar itu. tanpa pikir panjang Mo Yihan memfokuskan dirinya untuk mengeluarkan kekuatan besar.
serangan dashyat diberikan Mo Yihan untuk naga hitam itu. naga hitam terkena sedikit luka dari serangan itu. naga hitam tak menyangka, jika Mo Yihan akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk menyerangnya. sang naga hitam tak terima dan mengamuk.
lalu ia mengibaskan ekornya kearah Mo Yihan. Mo Yihan yang tak sempat menghindar, lalu terkena serangan dadakan itu dan dirinya terpelanting arah makam. karena kekuatan besar, hantaman itu membuat nya merasakan patah tulang rusuk.
dan menyebabkan kerusakan pada makam tersebut. naga hitam menatapnya dengan penuh kemarahan yang sangat besar padanya. Mo Yihan berusaha bangkit dan mencoba mengumpulkan kekuatan besar untuk menyerang naga hitam.
karena serangan fatal dari naga hitam, membuatnya muntah darah dan kini ia jadi sedikit lemah karena nya. tanpa ia sadari tangannya yang terkena darah itu menyentuh pedang terkutuk yang ada di makam itu.
pedang terkutuk kembali bangkit dan akhirnya menemukan tuan barunya. kekuatan besar terpancar dari aura pedang terkutuk. Mo Yihan berusaha melepaskan tangannya dari pedang terkutuk itu. karena takut dikendalikan oleh roh pedang terkutuk.
namun usaha nya sia-sia pedang terkutuk telah mengakuinya sebagai tuan baru. naga hitam tidak menyangka, jika Mo Yihan bisa mengendalikan pedang terkutuk itu dengan tangannya sendiri. padahal banyak orang yang telah mati karena memperebutkan pedang itu.
__ADS_1