
karena bagian selatan kerajaan tidak jauh dari kota di bagian tengah kerajaan. jadi Mo Yihan memutuskan, untuk pergi membantu Guan Lin.
selain itu juga, ia sudah mengetahui jika kelompok itu pasti akan melakukan hal yang sama pada si monster iblis.
Mo Yihan yang sekarang sedang dalam perjalanan. berharap di tempat tujuan Guan Lin nanti, si monster iblis belum dibangkitkan.
karena jika tidak, pasti sudah banyak korban yang berjatuhan. apalagi monster iblis itu, sulit ditaklukkan jika bukan dengan pedang terkutuk.
bisa-bisa kekuatan dan tenaga mereka terkuras habis, sebelum berhasil membunuh si monster iblis.
tak perlu waktu lama, cukup satu hari saja. Mo Yihan telah sampai ke tujuan, dengan arahan dari naga hitam. mereka pergi menggunakan jalan pintas, yang naga hitam temukan saat diperjalanan.
akhirnya Mo Yihan akan segera bertemu dengan Guan Lin. lalu saat tiba di gerbang kota, suasana nya sangat sepi. tidak terlihat aktivitas apapun.
penduduk kota seperti sedang menutup diri dari sesuatu. entah itu apa? tapi Mo Yihan yang baru tiba pun, juga terheran-heran melihatnya.
lalu Mo Yihan terus berjalan menelusuri kota yang sepi itu. hingga akhirnya, ia tiba disebuah desa kecil yang tak jauh dari kota.
hanya perlu melewati jembatan penghubung, Mo Yihan sudah bisa menemukan desa tersebut. tapi yang membuat ia kaget adalah kondisi desa yang begitu menakutkan.
desa itu habis terbakar dan yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan, yang telah hangus terbakar.
lalu Mo Yihan berjalan ke depan lagi untuk melihat kondisi sekitarnya.
"bagaimana mungkin, ini bisa jadi begini? apa yang telah terjadi? lalu dimana Guan Lin?" gumam Mo Yihan yang syok melihat kondisi desa yang begitu mengenaskan
Mo Yihan berpikir, jika ini bisa saja adalah ulah dari kelompok itu. tapi apakah mungkin desa ini adalah tempat persembunyian dari batu inti?
jikalau iya, harusnya ia sudah bertemu dengan Guan Lin. apakah telah terjadi sesuatu pada Guan Lin? begitu lah pikir Mo Yihan saat ini.
lantas Mo Yihan buru-buru mengambil mutiara komunikasi, yang bisa menghubungkan mereka. Mo Yihan mengeluarkan nya dengan cepat.
lalu ia memanggil Guan Lin. namun tidak ada respon dari mutiara tersebut. ini membuat Mo Yihan, makin khawatir dengan Guan Lin. lalu setelah itu, Mo Yihan memutuskan untuk terus menelusuri jalan yang ada didepannya.
karena ia sedikit penasaran dengan jejak kereta kuda, yang masih nampak di jalan itu. tanpa membuang-buang waktu, Mo Yihan segera pergi mengikuti jejak itu.
__ADS_1
kini hari sudah semakin gelap dan sangat tidak memungkinkan Mo Yihan, untuk terus mengikuti jejak kereta yang panjang itu.
sebenarnya kemana arah kereta itu? dan mengapa mereka pergi begitu jauh? karena perjalanan masih panjang, Mo Yihan memutuskan untuk beristirahat di sekitar jalan dekat tengah hutan.
lalu karena lapar, ia pun mengeluarkan beberapa makanan yang diberikan, oleh para penduduk kota Jing padanya.
untungnya ia mengambilnya. jika tidak, mungkin ia sudah kelaparan saat ini dan pasti ia juga akan kerepotan untuk mencari makanan, karena hari sudah mulai gelap.
lalu Mo Yihan menyalakan api unggun didekat nya, agar ia tidak kedinginan saat tengah malam. karena sekarang suhu dingin disana, tiba-tiba meningkatkan.
setelah api dinyalakan, tiba-tiba terdengar suara gesekan diantara semak-semak yang ada didepannya itu. hal tersebut membuat Mo Yihan curiga dan waspada dengan yang ada didepannya.
setelah cukup lama diperhatikan. suara itu akhirnya menghilang dan tidak terdengar lagi. lantas karena penasaran, Mo Yihan memutuskan untuk memeriksanya.
saat Mo Yihan mendekat, tiba-tiba hewan kecil yang mirip dengan rubah itu melompat ke tubuh nya.
Mo Yihan kaget dan terjatuh ke tanah dengan posisi telentang. dan rubah kecil itu juga masih duduk di atas tubuhnya.
meskipun kecil, tapi entah mengapa berat tubuhnya terasa begitu berat. sebenarnya makhluk apa rubah ini? apakah dia adalah monster iblis atau siluman?
Mo Yihan bingung, sebenarnya apa yang diinginkan oleh rubah kecil ini? dan mengapa dia terus menempel padanya?
lalu terlintas dibenaknya Mo Yihan untuk memancing rubah kecil itu, dengan makanan ringan yang ia makan tadi.
ia pun mengarahkan tangannya, ke dalam kantong dimensi dan mengambil beberapa makanan.
setelah itu, ia berhasil mendapatkan makanan nya. ia pun menawarkan nya pada rubah kecil itu. rubah kecil itu, meliriknya dan mulai mengendus makanan yang ada didepannya.
dia sepertinya tertarik dan dia ingin makan. lantas Mo Yihan melempar makanan itu, ketempat lain. agar rubah kecil mau pergi.
setelah dilempar, rubah kecil itu pun pergi ketempat dimana Mo Yihan melempar makanan nya.
akhirnya Mo Yihan berhasil bangun dan sekarang ia pun, mencoba mendekati rubah kecil itu. dan ia ingin mengetahui jenis apakah rubah kecil itu.
setelah diperhatikan dari dekat, rubah kecil itu ternyata mirip dengan rubah salju. tapi yang menarik adalah dia memiliki enam ekor dan juga tanduk kecil di kepalanya.
__ADS_1
tanduk kecil itu berwarna hitam pekat dan sedikit bercahaya, jika terkena sinar bulan. karena rubah kecil itu sangat imut. Mo Yihan pun menjadi sangat, ingin menyentuh nya.
lantas ia memutuskan, untuk mencoba menyentuh rubah kecil itu. saat Mo Yihan mulai mendekatkan tangan nya.
naga hitam keluar dan berteriak menyuruh nya berhenti, untuk melakukan hal itu. karena rubah yang ada didepannya, sekarang bukanlah hewan biasa.
dia adalah spiritual beast yang telah dijinakkan. lalu yang membuat nya berbahaya adalah tanduk di kepalanya itu. karena itu adalah batu inti monster iblis, yang sedang mereka cari selama ini.
lalu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa rubah kecil itu, bisa berkeliaran bebas kemanapun? dan mengapa dia terlihat biasa-biasa saja?
Mo Yihan jadi terheran-heran, setelah melihat begitu banyak kejadian didepan matanya. lantas sekarang ia bingung harus bagaimana?
naga hitam keluar dan melihat rubah kecil itu, dengan penuh kehati-hatian dan setelah beberapa menit kemudian. dia memberitahu kan pada Mo Yihan, jika desa yang ia lewati saat itu bisa jadi adalah ulah dari rubah kecil ini.
Mo Yihan merasa sedikit tidak masuk akal, dengan pernyataan dari naga hitam.
"bagaimana mungkin rubah sekecil ini, bisa menghanguskan satu desa seperti itu?" ucap Mo Yihan dengan rasa penasarannya
"Mo Yihan, tidak ada yang mustahil. kau harus tahu selama batu inti itu masih melekat ditubuhnya, maka bisa saja dia kehilangan kendali. sehingga dia mengamuk dan menyerang penduduk desa" ucap naga hitam dengan serius
"aku semakin pusing, setelah mendengar semua cerita ini. ah... aku lelah sebaiknya aku istirahat saja sekarang" ucap Mo Yihan yang kembali berbaring dan menutup matanya dengan satu tangan nya
"Mo Yihan, kau tidak boleh melakukan nya. sekarang kita harus pergi dan jangan mendekati rubah kecil itu, karena dia sangat berbahaya. kita tidak tahu, kapan dia akan lepas kendali dan jika itu terjadi, maka bahaya besar tidak bisa kita hindari" ujar naga hitam dengan tegas, sambil menyuruh nya untuk segera menjauh dari rubah kecil itu
"kau benar. lalu bagaimana sekarang? apakah aku harus pergi secara diam-diam dan meninggalkan nya, selagi dia sedang makan?" sahut Mo Yihan yang sedang memperhatikan rubah kecil itu
"ya, lakukan saja. asalkan bisa meninggalkan monster berbahaya itu, sudah lebih dari cukup. lagian kita masih harus mencari Guan Lin bukan?" ucap naga hitam yang juga ikut memperhatikan rubah kecil yang sedang asik makan itu
"em.. kau benar. yang paling penting sekarang adalah menemukan Guan Lin secepatnya. tapi apakah tidak sayang, jika kita melepaskan kesempatan untuk mengambil batu inti itu?" tanya Mo Yihan dengan serius
"Mo Yihan, karena rubah kecil ini bukanlah hewan biasa. jadi dia punya kemampuan untuk mengendalikan batu inti, sementara ini dan jika batu inti yang ada di kepala mulai muncul dan lebih nampak, dia bukan lagi rubah kecil melainkan rubah iblis" ujar naga hitam dengan tegas
"yang benar! lalu apakah ada cari lain, untuk bisa terus memantau pergerakan nya? bagaimana jika kita merawat nya untuk sementara waktu?" ucap Mo Yihan sambil menawarkan solusi untuk mendapatkan batu inti itu dari si rubah kecil
"kau benar-benar gila, Mo Yihan. sudah ku katakan, jika dia adalah makhluk yang berbahaya. tapi kau masih saja mau nekat memelihara nya? apa kau tidak takut mati? meski pun sekarang kau dilindungi oleh ku dan juga pedang terkutuk, bukan berarti kau tidak bisa mati"
__ADS_1
"kau hanyalah manusia biasa dan bukan dewa. jika sudah mencapai batasnya, kau pasti akan mati. kau harus ingat itu Mo Yihan. ucap naga hitam dengan tegas dan serius