
tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. sekarang sudah hampir memasuki hari pertandingan. tapi Guan Lin belum juga kembali. selain itu sejak dia pergi, dia tidak pernah sekalipun mengirimkan kabar, ataupun surat untuk mereka.
sempat terlintas dipikiran Mo Yihan, jika mungkin saja Guan Lin telah melupakan, mereka bertiga disini. Mo Yihan jadi sedikit sedih dan kesepian. namun ia tidak mau, terus bergantung pada Guan Lin.
biar bagaimanapun, ia harus menjalani kehidupannya dengan baik di sini, bersama dengan teman-temannya. sementara itu, sejak Lian Xue di keluarkan dari sekte. Li Jun yang merupakan tuan nya, memilih untuk tidak mencari masalah dulu dengannya.
karena sejak saat itu, beberapa guru besar mulai menyelidiki siapa dalang dibalik kejadian itu. akhirnya Li Jun memutuskan untuk melepaskan Mo Yihan, sampai kondisi kembali normal.
lalu Li Jun berniat, memberinya pelajaran berharga saat pertandingan nanti. dia terlihat sangat menantikan pertandingan kali ini. dia tersenyum dan menyeringai lebar, sambil membayangkan kekalahan Mo Yihan.
namun tanpa dia sadari, Mo Yihan yang sekarang jauh lebih kuat, dibandingkan yang dulu. selain itu Mo Yihan yang sekarang, bukan lagi Mo Yihan yang lemah dan polos. justru Mo Yihan yang sekarang, merupakan sosok mengerikan yang akan memberikan pukulan besar untuknya.
tiga bulan telah berlalu dan Guan Lin, masih tak kunjung kembali juga. Mo Yihan penasaran dengan, apa yang telah terjadi padanya disana. lantas Mo Yihan berinsiatif untuk mengirimkan surat padanya dan berharap dia bisa kembali besok, untuk menyaksikan pertandingan nya.
setelah selesai menulis surat, Mo Yihan menyelinap keluar bersama Zhu Ting dan Qian Cheng. lalu mereka pergi ketempat biasa. Mo Yihan pergi bertemu dengan sang kakak dan ia meminta sang kakak untuk membantu nya, mengirimkan surat pada Guan Lin, temannya.
sang kakak menerima surat itu, lalu sang kakak pergi dan segera mengirim surat pada Guan Lin. menjelang sore hari, kebetulan Guan Lin berada di rumahnya. dan dia menerima surat yang diantara oleh pelayan nya.
awalnya Guan Lin enggan, melihat isi surat itu. karena dia pikir, jika surat itu sudah pasti adalah surat tidak penting. lantas dia hendak membakar nya. Guan Lin mengambil surat yang belum terbuka itu, lalu menggunakan api spritual dan hendak membakar nya.
namun saat surat itu terbakar sedikit, dia melihat tulisan nama Mo Yihan. dia kaget dan langsung memadamkan api nya. untungnya, isi surat masih bisa terselamatkan.
Guan Lin tersenyum saat mengetahui, jika pengirim surat itu adalah Mo Yihan. lantas dia dengan segera membuka dan membaca surat itu. setelah dibaca, dia baru ingat jika dia memiliki janji pada Mo Yihan, untuk kembali ke sekte dan menyaksikan pertandingan nya.
sebenarnya Guan Lin, masih enggan kembali ke sekte. karena disana sudah tidak ada lagi, hal yang dia inginkan. selain itu, waktu kepulangannya ke istana. sang adik juga sudah tidak terselamatkan dan meninggal ditempat.
sejak saat itu, Guan Lin syok berat. bahkan dia merasa sangat terpukul, atas kepergian sang adik. setelah pemakaman sang adik, dia mengurung diri dan terus menyalahkan dirinya. karena gagal menyelamatkan sang adik.
__ADS_1
namun sekarang, meskipun masih terpukul dengan kejadian itu. dia tetap tidak bisa terus murung. akhirnya dia memutuskan, untuk kembali ke sekte dan menemui Mo Yihan untuk terakhir kalinya.
selain itu, dia juga berniat mengembalikan teratai salju, yang tak sempat dia pakai waktu itu. dan setelah mengembalikan teratai salju pada Mo Yihan, dia akan secara resmi keluar dari sekte dan kembali ke istana, untuk menyelidiki kasus kematian adiknya.
akhirnya pada malam itu, Guan Lin pergi ke sekte. keesokan harinya, adalah hari dimana kompetisi pertandingan resmi dimulai. hampir semua murid ikut berpartisipasi, dalam kompetisi kali ini.
namun itu tidak mudah, dibabak penyisihan saja sudah banyak murid yang gugur. selain itu pada babak kedua, sebagian murid memilih mundur. karena merasa lawan mereka semakin kuat.
namun Mo Yihan dan kedua temannya, tidak menyerah begitu saja. mereka masih berjuang, untuk mendapatkan kemenangan bagi kelompok nya. saat pertandingan berlangsung, terlintas dibenak Mo Yihan mengenai Guan Lin.
ia sangat berharap, jika Guan Lin bisa datang melihatnya. namun sampai saat ini, ia tak juga melihat sosok Guan Lin di kursi penonton. justru yang ia lihat, hanya Li Jun yang terus melototi nya sedari tadi dan memberikan tekanan untuk dirinya.
namun Mo Yihan tidak gentar, dengan tekanan itu. ia justru makin berambisi, untuk melawan nya. beberapa saat kemudian, babak ketiga pun selesai. sekarang hanya tersisa sepuluh orang, yang akan masuk ke babak semifinal.
diantaranya adalah Mo Yihan, Zhu Ting, Qian Cheng dan juga Li Jun, serta beberapa murid lainnya. pertarungan semakin sengit dan lawan semakin kuat.
babak semifinal kali, Zhu Ting menjadi lawan Qian Cheng. tak disangka mereka yang merupakan teman dekat, akan menjadi lawan dalam pertandingan kali ini. meski begitu, mereka berdua tidak mengharapkan kemenangan.
mereka hanya berharap, melalui pertandingan kali ini. mereka bisa meningkatkan kekuatan masing-masing. saat pertandingan dimulai, mereka berdua kelihatan sangat serius. bahkan pertandingan diantara mereka, adalah salah satu pertandingan paling seru untuk ditonton.
Mo Yihan bingung, harus mendukung yang mana. lantas ia hanya bisa, menyemangati kedua temannya. di dekat kursi penonton, Mo Yihan bersorak meneriaki nama mereka berdua. lalu mereka berdua, juga melirik kearah nya.
pertandingan semakin seru, hingga akhirnya Qian Cheng mulai kelihatan kelelahan. lalu dengan celah itu, Zhu Ting akan memberikan serangan terakhir untuk nya. tapi tak disangka, Qian Cheng masih bisa bertahan.
sekarang mereka berdua, kelihatan sangat kelelahan dan sangat ingin segera mengakhiri pertandingan. akhirnya Zhu Ting dan Qian Cheng sepakat, untuk membuat hasil pertandingan menjadi seri.
Mo Yihan tidak menyangka, jika mereka lebih memilih mengakhiri pertandingan, dengan skor seri. lantas untuk memberi semangat, Mo Yihan berteriak dan bersorak pada mereka, dengan bahasa Inggris.
__ADS_1
"good job guys. you guys are awesome and i love that" teriak Mo Yihan pada mereka
seketika semua pandangan murid, tertuju padanya. namun Mo Yihan masa bodoh dengan itu. ia tetap bersorak, atas kemenangan mereka berdua.
lantas melihat Mo Yihan, yang begitu semangat mendukung mereka. akhirnya Zhu Ting dan Qian Cheng membalas sorakan nya, dengan bahasa Inggris yang sudah diajarkan oleh Mo Yihan, sejak Guan Lin pergi meninggalkan mereka.
"Thank you so much, Mo Yihan. we love you too" mereka membalas sorakan dari Mo Yihan, dengan penuh semangat. setelah itu mereka pergi meninggalkan podium.
semua orang tidak mengerti dengan, apa yang mereka ucapkan. semua murid disana hanya bisa terdiam, setelah mendengar nya. lalu setelah mereka berdua kembali, Mo Yihan dengan semangat menyambut mereka.
setelah beberapa waktu, Guan Lin masih tak kunjung terlihat juga. padahal sebentar lagi, merupakan giliran Mo Yihan bertanding. meski begitu, Mo Yihan juga tidak bisa banyak berharap pada Guan Lin. lantas ia hanya bisa fokus, untuk segera menyelesaikan pertandingan.
lawan Mo Yihan kali ini, cukup mudah ditangani dan tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan tenaga, saat bertanding dengannya. setelah beberapa saat, akhirnya babak final telah ditentukan. kini tersisa empat nama, yang akan memperebutkan posisi juara kali ini.
diantaranya adalah Li Jun, Mo Yihan, Liu Shen dan Jiang Chen. mereka berempat adalah lawan terkuat saat ini. selain itu diantara mereka semua, hanya Mo Yihan saja yang merupakan murid baru.
jika mereka kalah dengan Mo Yihan, mereka tentu akan merasa amat malu. karena kalah dengan anak baru, padahal mereka semua adalah seniornya. dibabak kali ini, Mo Yihan akan melawan Jiang Chen. lalu Li Jun akan melawan Liu Shen.
terlihat di kursi penonton, Zhu Ting dan Qian Cheng bersorak kegirangan dan penuh semangat mendukung Mo Yihan. dan berharap ia bisa, membawa kemenangan untuk mereka.
Mo Yihan membalas dengan senyuman manis, yang membuat para penonton wanita terpanah kearahnya.
pertandingan pertama diawali dengan, kelompok Li Jun dan Liu Shen. yang merupakan senior paling dibanggakan di sekte, karena sama-sama kuat.
pertarungan berlangsung begitu sengit. masing-masing dari mereka, mengeluarkan kekuatan dan kemampuan tersembunyi nya. setelah dilihat dan diamati, Li Jun merupakan lawan yang cukup tangguh.
Liu Shen yang merupakan lawan nya, sampai dibuat kewalahan menghadapi nya. namun pertandingan, tidak berakhir begitu saja. Liu Shen yang berambisi untuk menjadi pemenang, mengerahkan seluruh kemampuannya dan menyerang Li Jun habis-habisan.
__ADS_1
Li Jun menyeringai kearahnya, seperti memang sudah menanti itu. tenyata Li Jun memang sengaja, memancing Liu Shen untuk mengerahkan seluruh kekuatannya. ketika Liu Shen kehabisan tenaga dan kekuatan, Li Jun berniat memberikan serangan mematikan untuk nya.