Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
mimpi yang membingungkan


__ADS_3

tak berselang lama, akhirnya mereka keluar juga dari hutan itu dan mereka juga kembali bertemu dengan Zhu Ting dan juga Qian Cheng. lalu Zhu Ting dan Qian Cheng menyambut kedatangan mereka dan Zhu Ting tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini.


Zhu Ting diam-diam menertawakan mereka berdua dan tidak menyangka jika mereka akan seakrab ini, padahal awalnya mereka saling tidak peduli dan cuek. bahkan mereka juga sering berdebat hanya karena hal sepele.


Zhu Ting dan Qian Cheng terus melihat kearahnya. lantas hal itu membuat Mo Yihan jadi tidak nyaman dan sedikit merasa malu. dan ia segera menyuruh Guan Lin untuk menurunkan dirinya disana. Guan Lin menolak, sebab Mo Yihan belum pulih sepenuhnya.


lalu untuk berjalan sendirian saja, masih perlu dipapah oleh nya. Zhu Ting merasa sedikit penasaran setelah melihat Guan Lin yang mengendong Mo Yihan saat pulang. lantas ia bertanya pada Guan Lin tentang apa yang telah terjadi pada Mo Yihan.


"Guan Lin, Sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian? mengapa kau bisa mengendong Mo Yihan dengan posisi seperti itu? apakah dia sedang terluka?" tanya Zhu Ting yang diliputi dengan rasa penasaran


"ya kau benar. Mo Yihan sedang terluka, sebab itu lah aku mengendong nya kembali dan sekarang ia masih lemah, jadi aku tidak bisa membiarkannya begitu saja" ucap Guan Lin


"hoho...kau begitu peduli dengannya, aku sangat salut padamu" ujar Zhu Ting yang cengengesan


"lalu mengapa Mo Yihan bisa terluka? apakah ada monster besar yang menyerangnya sampai seperti ini?" tanya Qian Cheng


Mo Yihan yang lelah melirik Qian Cheng, lalu ia menjawab pertanyaan dari nya.


"itu karena aku tak sengaja masuk ke sarang naga hitam" jawab Mo Yihan yang mulai mengantuk


"hah...naga kata mu? bagaimana bisa ada makhluk seperti itu disini? lalu bagaimana kau bisa bertemu dengannya? dan mengapa kau tidak meminta bantuan dari para penjaga senior yang sedang menjaga hutan?" ujar Zhu Ting dengan serius


"penjaga kata mu? sepanjang perjalanan, aku tidak pernah bertemu dengan penjaga ataupun senior lainnya. yang ku temui hanyalah beberapa monster besar yang kuat" ucap Mo Yihan yang sudah tidak sanggup menahan kantuk


"bagaimana bisa? padahal sebelum kita masuk ke hutan ini. kita telah diberikan pengawasan oleh penjaga senior dan jika terjadi sesuatu yang buruk, maka para penjaga akan datang dan membantu kita untuk mengatasi nya. tapi jika itu terjadi, berarti kita akan dinyatakan gagal dalam ujian" ucap Qian Cheng


"aku sedikit heran, mengapa kau bisa terluka sampai seperti itu? apakah kau melewati pembatas yang telah dipasang pada hutan ini? seharusnya jika kau dalam bahaya, para penjaga akan langsung datang membantu mu. tapi mengapa tidak ada yang membantu selain Guan Lin? sungguh aneh" ujar Zhu Ting sambil memikirkan masalah tersebut


Mo Yihan terdiam dan tidak menjawabnya karena ia sedang tertidur. lalu Guan Lin yang menyadari jika Mo Yihan telah tertidur, mengantikan nya untuk menjelaskan pada mereka mengenai kejadian itu.


"kau benar sekali, ini memang sedikit aneh. tapi saat aku tiba disana, Mo Yihan sudah berada di dalam gua yang sudah hampir runtuh. namun sayangnya aku tidak menemukan hal lain, selain Mo Yihan yang sedang terluka. sepertinya Mo Yihan memang telah melewati batas pelindung. sehingga saat dia dalam bahaya, tak ada yang menyadari nya. mungkin karena dia sudah diluar jangkauan" ucap Guan Lin dengan serius


"benar juga dan itu sedikit masuk akal. tapi tetap saja masih membingungkan, karena kita tidak tahu cerita sebenarnya" ujar Zhu Ting


"baiklah. kalau begitu cukup sampai disini saja, dan sebaiknya kau segera membawa Mo Yihan kembali untuk beristirahat. lihatlah dia, begitu kelelahan sampai tertidur seperti itu" lirik Qian Cheng kearah Mo Yihan


"ya kau benar, kalau begitu sebaiknya aku pergi dulu. jika guru besar mencari kami, tolong sampaikan jika Mo Yihan sedang sakit dan harus beristirahat sekarang" Guan Lin pergi sambil menggendong Mo Yihan yang tertidur pulas

__ADS_1


"sebenarnya apa yang telah terjadi padanya? mengapa dia bisa jadi seperti itu? menurut mu, bagaimana Qian Cheng? ujar Zhu Ting yang masih keheranan


"entahlah, kita akan tahu setelah Mo Yihan bangun nanti" ucap Qian Cheng


beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di tempat tinggal mereka. lalu Guan Lin membawa Mo Yihan masuk kedalam kamar dan membaringkannya di sana.


setelah itu, Guan Lin keluar dan meninggalkan Mo Yihan di sana. lalu ia pergi menemui salah satu bawahannya dan ia menyuruhnya untuk menyelidiki apa yang telah terjadi pada Mo Yihan saat di dalam hutan.


selain itu, Guan Lin juga menyuruhnya mencari tahu informasi tentang gua dan juga naga hitam yang disebutkan oleh Mo Yihan. sementara itu, mo Yihan yang tertidur pulas bermimpi tentang roh pedang terkutuk.


dalam mimpinya, ia sedang berada disebuah tempat dimana tempat itu dipenuhi oleh mayat pasca perang. lalu ia juga melihat sesosok jenderal yang tengah berdiri diantara mayat itu.


dan ditangan kanannya terdapat sebuah pedang dan pedang tersebut adalah pedang terkutuk, yang tak sengaja Mo Yihan temukan saat itu. Mo Yihan terus menatap kearahnya dan tiba-tiba saja sangat jenderal menoleh kearahnya.


dia menoleh sambil tersenyum pada Mo Yihan, seolah dia menyambut kedatangannya. lalu dia mengucapkan sebuah kata yang membuat Mo Yihan sampai kebingungan.


"akhirnya kau tiba juga. masa depan ada ditangan mu sekarang" ucap sang jenderal, lalu menghilang bagaikan debu yang tertiup angin


Mo Yihan tidak mengerti dengan ucap jenderal barusan itu. Mo Yihan masih bingung mengapa jenderal bisa mengatakan itu padanya. sebenarnya apa hubungannya dengan pedang terkutuk dan juga masa depan? Mo Yihan masih memikirkan itu sejak tadi.


tanpa sadar, dalam mimpi itu dirinya bergerak sendiri kearah pedang. lalu tangan nya bergerak mencabut pedang itu dari batu. setelah berhasil mendapatkan pedang itu, ia merasakan kekuatan besar sedang menyatu dengannya dan itu membuatnya menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya.


lalu mimpi nya berganti lagi. pedang yang ia dapatkan tadi memanggil nya sebagai tuan. Mo Yihan tak mengerti dengan kejadian yang terjadi dalam mimpinya ini. dan mengapa ada pedang yang bisa berbicara? lalu dalam mimpinya, pedang itu mengatakan jika pertemuan mereka telah ditakdirkan.


dan Mo Yihan ditugaskan untuk menghentikan kebangkitan raja iblis ke dunia ini. selain itu pedang terkutuk juga mengatakan, jika hanya dirinya lah yang bisa mengalahkan raja iblis menggunakan kekuatan pedang terkutuk.


Mo Yihan bingung dan tidak mengerti maksud dari roh pedang. lantas ia bertanya mengapa pedang terkutuk bisa mengakui nya sebagai tuanya? padahal Mo Yihan sendiri bukanlah orang yang punya kekuatan istimewa ataupun hal spesial lain nya.


roh pedang menjawab, jika Mo Yihan merupakan keturunan dari jenderal perang terdahulu, yang sempat ia temui pada mimpinya yang tadi. Mo Yihan terkejut bukan main, setelah mendengar hal tersebut. ia tak menyangka jika dirinya adalah keturunan dari jenderal itu.


lalu yang membuat ia makin bingung lagi adalah mengapa roh pedang memilih dia, yang merupakan jiwa asing sebagai tuannya? bukankah ini tidak masuk akal baginya? tapi meski begitu, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena dirinya sekarang juga sudah terjebak ke dunia ini.


padahal kehidupan yang ia harapkan, hanyalah menjadi seorang laki-laki yang hidup bahagia bersama dengan keluarganya. tapi mengapa ia bisa mendapatkan tugas dan takdir seperti ini. Mo Yihan mengeluh dalam batin nya dan masih belum bisa menerima kenyataan ini.


setelah itu roh pedang juga mengatakan jika ia dan Mo Yihan sekarang telah menyatu. lalu Mo Yihan sendiri, juga telah diakui sebagai tuan dari pedang terkutuk. untuk membuktikan nya, roh pedang menyuruhnya untuk melihat punggung tangan nya yang sebelah kanan.


yang benar saja, ternyata terdapat sebuah tanda yang terlihat seperti tato. tanda itu berwarna hitam pekat dan berbentuk seperti lambang pedang. Mo Yihan yang masih tidak percaya, merasa jika dirinya sedang dipermainkan oleh mimpinya sendiri.

__ADS_1


setelah melihat hal tersebut, mimpinya hilang dan Mo Yihan tiba-tiba terbangun dari tidurnya. lalu ia mengambil nafas panjang dan mencoba mengingat kejadian yang ada dalam mimpinya itu.


ia penasaran dengan hal yang dikatakan oleh roh pedang dalam mimpinya. lalu ia mencoba membuktikan, apakah benar jika dirinya yang sekarang telah menyatu dengan pedang terkutuk. ia segera memeriksakan tangannya.


betapa kagetnya ia, setelah melihat tanda yang sama persis itu berada di punggung tangannya. ia melihat dengan teliti dan memastikannya, jika itu bukanlah halusinasinya. ia keluar dan mengambil air, lalu ia membasuh wajahnya dan ia melihat kembali tangannya.


tanda itu tetap ada dan tidak hilang sama sekali. tapi ia masih ragu dengan hal itu. lantas ia menggosok tangannya dengan kuat, agar tanda itu bisa hilang. namun usaha nya sia-sia, tanda itu tetap ada dan tidak bisa dihilangkan sama sekali.


kebetulan saat itu Guan Lin baru saja kembali, setelah mendapatkan informasi tentang kejadian yang menimpa Mo Yihan. lalu ia tak sengaja melihat Mo Yihan yang nampak sedang kebingungan dan heran dengan tangannya sendiri. Guan Lin yang penasaran memutuskan untuk menghampiri nya.


Guan Lin mendekatinya dan menepuk pundak nya. lalu ia menanyakan keadaan Mo Yihan, yang sekarang sedang berdiri kebingungan.


"bagaimana keadaan mu Mo Yihan? apa kau sudah baikan?" ucap Guan Lin


Mo Yihan kaget dan menoleh kearah Guan Lin. lalu ia menunjukkan tangan kanannya. Guan Lin melihat kearah tangannya. setelah dilihat dengan seksama, Guan Lin tidak melihat apa-apa ditangan nya.


tapi Mo Yihan tetap menyuruhnya untuk melihat dengan lebih teliti dan lebih dekat lagi. Guan Lin melakukan nya dan tidak ada hal yang ia temukan disana. karena Mo Yihan terus bertingkah tidak jelas, akhirnya Guan Lin bertanya padanya.


"ada apa? mengapa kau menyuruhku melihat tangan mu? apakah tangan mu sedang terluka? tapi aku sama sekali tidak melihat ada luka?" tanya Guan Lin, keheranan melihat Mo Yihan


"ini...! apa kau tidak melihat ada sebuah tanda ditangan ku yang sekarang? lihatlah ! tandanya berwarna hitam dan berbentuk pedang. tidakkah kau melihatnya?" ucap Mo Yihan dengan penuh keseriusan


Guan Lin meliriknya dan mengulurkan tangannya, lalu menyentuh kening Mo Yihan.


"em...tidak panas" gumam Guan Lin


Mo Yihan mulai kesal, karena merasa jika Guan Lin tidak percaya dengannya dan menganggapnya tidak serius.


"Guan Lin, apa yang sedang kau lakukan? aku tidak sakit sekarang dan aku baik-baik saja. kau tidak perlu memeriksa ku seperti itu? ujar Mo Yihan yang mulai kesal


"baiklah. ku pikir kau sedang demam, makanya kau terus mengatakan hal aneh padaku. apa mungkin kau masih kelelahan, sehingga efeknya membuat dirimu berhalusinasi?" ucap Guan Lin yang sedang menghawatirkan kondisi Mo Yihan


"apa maksudmu? aku sudah baikan dan baik-baik saja. lalu aku juga tidak sedang berhalusinasi. lihatlah, tanda itu memang ada disini" tunjuk Mo Yihan ke arah tangan kanannya


Guan Lin terdiam dan menatap Mo Yihan dengan serius. lalu ia menyuruh Mo Yihan untuk segera beristirahat dan jangan keluyuran keluar sebelum ia benar-benar sembuh.


Mo Yihan tidak terima dan merasa sangat kesal. lalu ia langsung pergi meninggalkan Guan Lin. ia tak percaya, jika Guan Lin menganggap nya sedang berhalusinasi. padahal yang ia katakan barusan adalah kebenaran yang sedang terjadi padanya.

__ADS_1


__ADS_2