Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
Guan Lin kesal


__ADS_3

dua hari kemudian, Mo Yihan dan Guan Lin sudah bersiap untuk kembali ke istana. kali ini perjalanan mereka menuju istana, berjalan dengan lancar tanpa hambatan.


sementara itu, ratu Li yang berada di istana sedang menunggu kabar dari mata-matanya. yang belum kembali dari tempat itu, padahal sudah dua hari lamanya.


nampaknya rencana ratu Li, berhasil kali ini. begitu lah pikir ratu Li. saat ini dia berpikir, jika mereka semua berhasil menghabisi Guan Lin. sehingga sampai saat ini, mereka belum ada yang kembali ke istana.


ratu Li terlihat sangat senang dengan hal tersebut. lantas untuk memastikan, apakah yang dia pikirkan itu benar atau tidak. dia akhirnya memilih untuk pergi ke istana kaisar dan bertanya langsung pada kaisar.


beberapa saat kemudian, dia sampai ditempat kaisar berada. saat ini, kaisar sedang berada diruang belajarnya. ratu Li datang dengan membawa, beberapa makanan ringan untuk kaisar.


pada saat itu, dia tiba didepan pintu ruang belajar dan meminta izin untuk bertemu dengan kaisar. sang kaisar mengizinkannya masuk.


lalu ratu Li langsung masuk, dengan makanan yang dia bawa saat itu. ratu Li dengan ekspresi cemas, bertanya pada kaisar mengenai Guan Lin dan para pasukan.


ratu Li berpura-pura khawatir, dengan Guan Lin yang belum kembali saat ini. lalu dia langsung bertanya pada kaisar, bagaimana kabar Guan Lin dan yang lainnya? mengapa sampai saat ini, mereka belum kembali?


haruskah mereka mengutus seseorang, untuk melihat keadaan mereka disana. ucapnya yang pura-pura merasa cemas. kaisar menggeleng kepala nya, yang menandakan jika dia tidak tahu mengenai itu.


sang kaisar juga terlihat khawatir pada anaknya Guan Lin, yang belum kembali. setelah sekian lama pergi meninggalkan istana.


selain itu, kaisar juga tidak mendapatkan kabar tentang kepulangan atau kabar apapun dari mereka. lalu ratu Li tersenyum licik, mendengar hal tersebut.


kini apa yang dia harapkan benar-benar terjadi pada Guan Lin. sekarang tidak akan ada orang, yang menghalangi rencana nya lagi, setelah Guan Lin mati.


lantas karena sudah mengetahui, apa yang dia inginkan. dia langsung pamit meninggalkan kaisar, dengan alasan bahwa dia takut mengganggu waktu kaisar.


tapi sang kaisar menyuruh nya untuk tetap berada disana dan menemaninya. ratu Li mau tidak mau, harus menuruti kemauan kaisar saat itu. lalu tak lama kemudian, kabar tentang kepulangan Guan Lin dan pasukan terdengar sampai ke istana.


seorang Kasim istana yang biasa melayani kaisar, datang menyampaikan kabar. jika Guan Lin telah kembali bersama pasukannya. dan sekarang mereka telah sampai di pintu masuk istana.


kaisar senang mendengar hal itu. lantas dia langsung pergi ke aula istana, untuk menyambut Guan Lin yang akan memberikan laporan padanya.


kaisar pergi begitu saja, setelah mendengar kabar itu dan ratu Li ditinggalkan sendirian ditempat itu.

__ADS_1


ratu Li yang awalnya senang, kini merasa kesal dan marah karena rencananya, kali ini gagal lagi. dia yang marah memutuskan untuk segera kembali ke istananya.


sesampainya di istana, ratu Li mengamuk. bahkan dia membanting barang-barang yang ada dihadapannya. dia sangat kesal saat itu dan membuat beberapa pelayan disampingnya, jadi ketakutan dan mereka hanya bisa diam saja.


lalu disisi lain, Guan Lin yang sudah kembali. langsung pergi ke aula istana, untuk melaporkan hasil kerja mereka pada Kaisar.


saat masuk, dia disambut langsung oleh kaisar dan beberapa menteri kerajaan. Guan Lin masuk dengan tenang. lalu dia menyampaikan maaf kepada kaisar, lantaran tidak bisa mengirim kabar padanya.


karena mereka saat itu, sedang diincar oleh para pembunuh. kaisar sangat marah, setelah mengetahui jika Guan Lin disergap oleh pembunuh saat menjalankan tugas.


lantas kaisar menyuruh beberapa bawahan nya, untuk menyelidiki kasus pembunuhan berencana ini. setelah mendengar hal tersebut, kaisar bertanya padanya bagaimana keadaan nya yang sekarang?


Guan Lin menatapnya dengan tenang dan berkata jika dia baik-baik saja dan tidak mengalami luka serius. selain mengalami beberapa luka kecil saja saat ini.


setelah itu, Guan Lin juga menyampaikan pada kaisar, jika pasukan yang dia bawa. hampir semua nya tewas dan tidak kembali dengan selamat, karena penyergapan yang terjadi pada mereka saat itu.


namun untungnya, usaha mereka dalam menangani monster berbuah hasil dan Guan Lin juga mengungkapkan informasi mengenai sekte iblis, yang telah menggunakan monster untuk menyerang wilayah Utara.


kaisar senang sekaligus marah, karena ulah sekte iblis yang berusaha membangkitkan iblis. membuat kerajaan menjadi kacau dan masalah bertebaran dimana-mana.


jadi sekarang, dia bisa dengan leluasa menyelidiki tentang sekte iblis. tak lama, setelah melaporkan hasil kejadian di wilayah Utara. Guan Lin keluar dari aula dan pergi menemui Mo Yihan.


Guan Lin melihat disekitar dan tidak menemukan Mo Yihan disana. lalu Guan Lin berjalan kearah taman dan berkata.


"sepertinya para pelayan istana, membuat nya tertekan. sampai-sampai, dia lebih memilih menyembunyikan dirinya sekarang. ada-ada saja kau, Mo Yihan" ucap Guan Lin sambil terkekeh kecil di dekat taman istana


tiba-tiba ada batu kecil yang mengarah kepada Guan Lin. Guan Lin dengan cepat menangkapnya. lalu Guan Lin menatapnya dengan tajam.


dia mencari, siapa orang yang berani melemparkan batu kearahnya. dia melihat disekitarnya, tapi tidak menemukan siapapun. selain seorang pelayan yang sedang membersihkan taman.


Guan Lin merasa, jika pelaku nya pasti bukan pelayan itu. karena kekuatan lemparan cukup kuat dan bisa membuat luka goresan kecil. Guan Lin jadi sedikit kesal sekarang.


apalagi dia belum menemukan Mo Yihan, yang entah sedang dimana sekarang. lalu tak lama setelah itu, ada yang melemparkan buah kearahnya. kali ini bukan batu, melainkan buah plum.

__ADS_1


Guan Lin dengan sigap menangkap nya dan melihat kearah pohon plum. tapi dia tidak menemukan, siapapun disana.


orang yang melempar itu, ternyata adalah Mo Yihan. yang sekarang sedang menyembunyikan dirinya, dengan mutiara yang pernah mereka gunakan waktu itu.


Mo Yihan terkekeh, melihat raut wajah Guan Lin yang sedang kesal itu. lantas ia berpikir untuk mengerjainya sekali lagi. setelah puas, barulah dia keluar menghampiri nya.


Guan Lin menyadari, jika ada yang aneh dengan lemparan itu. dan seketika dia menyadari, jika ini pasti adalah ulah dari Mo Yihan.


lantas Guan Lin dengan tenang, mencari tempat duduk didekat sana dan duduk dengan santai. setelah itu, dia berpura-pura memanggil Mo Yihan yang sedang bersembunyi darinya.


tapi Mo Yihan masih tidak ingin menunjukkan dirinya, pada Guan Lin dan ia masih berniat mengerjainya saat ini.


lantas Mo Yihan dengan nakalnya, berjalan kearah Guan Lin dan menepuk pundaknya dengan keras, agar Guan Lin kaget.


namun sayangnya, Guan Lin sudah mengetahui gerakan nya, yang sedang mencoba mengagetkan dirinya. lalu Guan Lin dengan cepat, menarik tangannya dan menekannya tubuhnya keatas meja.


Mo Yihan kesakitan dan memohon ampun padanya. lalu Mo Yihan memutuskan, untuk menunjukkan dirinya pada Guan Lin yang sedang kesal itu.


kini wajah mereka saling berhadapan dan Guan Lin masih menekan tubuh Mo Yihan di atas meja. Mo Yihan berkali kali, memohon ampun padanya.


namun Guan Lin tetap tidak mau melepaskan nya, sebelum Mo Yihan mengakui kesalahannya. akhirnya mau tidak mau, Mo Yihan mengakui kesalahannya pada Guan Lin.


dengan wajah penuh penyesalan, Mo Yihan menatap mata Guan Lin yang nampak berapi-api itu. lalu setelah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Mo Yihan langsung tersenyum pada Guan Lin dan menyuruh nya untuk segera melepaskan diri nya.


Guan Lin sedikit heran pada dirinya. mengapa dia bisa dibuat luluh, saat melihat senyuman dari Mo Yihan. lalu dia berpikir, jika dirinya mungkin sedang merasa kasihan pada Mo Yihan.


namun perasaan itu berbeda, dengan rasa kasihan. Guan Lin sampai tidak bisa berkata, apa lagi karena itu. lalu seketika, dia sadar jika dirinya menekan tubuh Mo Yihan dan sekarang jarak mereka cukup dekat.


apalagi Mo Yihan sekarang, sedang tersenyum kearahnya. seketika Guan Lin tersipu melihatnya. lalu dia melepaskan tekanan nya, dengan cepat dan segera memalingkan wajahnya.


Mo Yihan heran sekaligus bingung pada Guan Lin, yang tiba-tiba memalingkan wajahnya itu. tapi Mo Yihan sadar, jika dia melakukan itu. pasti karena dia sedang marah padanya.


lantas Mo Yihan dengan cepat, menghadap kearahnya dan melihatnya. Guan Lin yang masih tersipu, berusaha menghindari tatapan Mo Yihan saat ini. karena dia tidak ingin, Mo Yihan tahu jika dirinya sedang tersipu.

__ADS_1


lantas tanpa banyak berbicara dan melihat Mo Yihan. Guan Lin dengan cepat, berjalan pergi darinya dan memutuskan untuk kembali ke kediaman nya.


__ADS_2