Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
Kekhawatiran


__ADS_3

luka yang diderita oleh mo Yihan, cukup lah parah. karena ketua sekte dengan paksa menembus tubuhnya.


ini membuatnya merasakan sakit yang sangat berat. apalagi setelah itu, ketua sekte juga mengeluarkan batu inti secara paksa dari tubuhnya.


Guan Lin yang melihat Mo Yihan meringis kesakitan. sangat tidak tega melihatnya yang seperti ini.


lantas Guan Lin menyuruhnya untuk bertahan sebentar. tapi sekarang Mo Yihan nampak sudah tidak kuat lagi, menahan rasa sakit ini.


lalu naga hitam tiba-tiba memberikan sebuah obat kedalam mulutnya. obat yang diberikan oleh naga hitam adalah obat pengurang rasa sakit.


setelah Mo Yihan menelan obat itu, dirinya jauh lebih baik. meski lukanya belum sembuh total. tapi setidaknya rasa sakit itu sedikit berkurang.


tak lama kemudian, akhirnya mereka berhasil menyembuhkan luka yang diderita oleh Mo Yihan. sekarang Mo Yihan sedang beristirahat didalam kamarnya.


Guan Lin dan Qin Lang pun keluar dari kamarnya, agar tidak menggangu istirahat Mo Yihan. lalu Guan Lin bertanya pada Qin Lang apakah dia berhasil menemukan benda yang mereka cari itu?


"tentu, Guan Lin. aku berhasil mendapatkan nya. sekarang kau sudah bisa tenang, karena aku sudah mendapatkan nya" jawab Qin Lang


"bagus kalau begitu. lalu bagaimana kau bisa mendapatkan nya?" tanya Guan Lin yang penasaran


"em... itu aku tidak sengaja menyenggol salah satu kotak. tapi kotak itu sangat tua dan berdebu. lalu karena penasaran, aku membuka nya dan melihat isi didalamnya" kata Qin Lang sambil menerangkan kejadian waktu itu


"lalu bagaimana kau bisa tahu, jika itu adalah benda yang kita cari?"


"awalnya aku memang tidak tahu mengenai itu. tapi setelah menyelediki nya, aku baru menyadari jika benda ini adalah benda ajaib. yang mampu menyegel semua kekuatan besar. tapi itu hanya bisa digunakan satu kali saja" ucap Qin Lang dengan serius


"tidak masalah. asalkan Mo Yihan bisa selamat dan tidak dikendalikan oleh batu inti itu lagi. itu jauh lebih dari cukup" kata Guan Lin dengan tenang


"ya. lalu kapan kita akan menyegel batu inti itu?" tanya Qin Lang


"aku berencana untuk secepatnya. agar Mo Yihan tidak terus tersiksa karena itu. mungkin beberapa hari, setelah dia kembali pulih" ujar Guan Lin


"baiklah, aku akan mengikuti mu!"


setelah selesai merencanakan hal yang akan mereka lakukan. Guan Lin kembali kedalam kamar Mo Yihan untuk memeriksa keadaan nya yang sekarang.


sambil menatapnya, Guan Lin bergumam


"Mo Yihan cepatlah sadar. aku tidak ingin kehilangan orang seperti mu! ku mohon jangan tinggalkan aku"


setelah beberapa saat, waktu Guan Lin mengucapkan itu. tiba-tiba Mo Yihan membuka matanya dan memanggil nya dengan pelan.

__ADS_1


Guan Lin tersentak mendengar panggilan nya. lantas Guan Lin segera mendekat dan menggenggam tangannya. sembari bertanya bagaimana perasaan serta keadaan nya sekarang.


Mo Yihan tersenyum lembut dan berkata bahwa dia merasa lebih baikan. dan sekarang rasa sakit nya sudah menghilang.


tak lama kemudian, naga hitam masuk dan mengantarkan obat untuk nya. lalu Guan Lin dengan cepat mengambil obat itu dan memberikan nya pada Mo Yihan.


Mo Yihan terlihat tidak menyukai obat itu. karena sudah pasti akan terasa sangat pahit. lalu Guan Lin yang menyadari itu, menyemangati nya dan berkata padanya untuk segera meminumnya demi kebaikan nya.


akhirnya Mo Yihan dengan berat hati, meminum obat pahit itu. setelah selesai minum obat, Guan Lin langsung memasukkan sebuah permen manis kedalam mulutnya.


Mo Yihan berterima kasih pada Guan Lin dan juga naga hitam, karena mereka sudah mau menyelamatkan nya dari bahaya.


Guan Lin tersenyum sembari membalas ucapannya. Guan Lin menyuruhnya untuk tidak perlu sungkan, karena Guan Lin telah menganggap nya sebagai bagian dari keluarganya.


Mo Yihan senang karena mendapatkan respon baik darinya. sementara itu, naga hitam terus mengoceh Mo Yihan karena terlalu ceroboh.


naga hitam memarahi nya habis-habisan saat itu. setelah selesai, Mo Yihan segera meminta maaf pada naga hitam atas perbuatan tidak menyenangkan itu.


naga hitam yang masih kesal, mau tidak mau menerima permintaan maaf itu. lantas naga hitam berkata padanya untuk tidak bertindak sembarang lagi.


jika ia ingin melakukan sesuatu, kali ini harus meminta persetujuan dari naga hitam. Mo Yihan tersenyum lebar dan tertawa kecil melihat naga hitam, yang terus mengoceh itu.


Guan Lin senang melihat Mo Yihan, yang sudah kembali ceria lagi. lantas Guan Lin juga menceritakan tentang rencana mereka, mengenai batu inti didalam tubuh Mo Yihan.


setelah mendengar penjelasan dari Guan Lin. Mo Yihan pun setuju dengan rencana mereka. selain itu, Mo Yihan juga tidak ingin dirinya terus dikendalikan oleh kekuatan lain.


lalu naga hitam sempat bertanya mengenai pedang terkutuk yang ada pada dirinya, apakah masih aman atau tidak.


Mo Yihan mengulurkan tangannya dan mencoba mengeluarkan pedang terkutuk. untungnya pedang terkutuk masih ada padanya.


nampaknya mereka belum mengetahui hal tersebut atau mungkin mereka hanya fokus dengan batu inti saja.


meski begitu, Mo Yihan kini sudah tidak aman lagi. setelah dirinya pulih dia pasti akan menjadi ancaman dan juga incaran oleh para penjahat yang berusaha mendekati nya.


oleh karena itu, naga hitam menyarankan Mo Yihan untuk tidak sembarang keluar masuk kediaman Guan Lin.


sebab bisa saja memancing para penjahat, untuk mendekati nya. meskipun sedang didalam kediaman Guan Lin, ia juga harus selalu waspada dan hati-hati.


takutnya ada mata-mata yang sedang mengintai nya. Guan Lin juga setuju dengan pernyataan dari naga hitam.


setelah kejadian ini, Guan Lin akan memperketat pengamanan disekitar tempatnya, terutama dikamar Mo Yihan.

__ADS_1


Mo Yihan pun berterima kasih atas saran dari mereka berdua. lalu ia berharap suatu saat nanti, ia bisa membalas kebaikan dari mereka berdua.


setelah itu, Guan Lin pun kembali menyuruh nya untuk beristirahat. karena sekarang dia pasti sudah mengantuk karena efek dari obat.


mereka pun meninggalkan Mo Yihan sendirian didalam kamarnya. keesokan paginya, Mo Yihan sudah bisa kembali berjalan dengan normal.


tapi Guan Lin tetap tidak mengizinkan nya untuk keluar kamar, karena dia belum sembuh total. namun Mo Yihan merasa bosan, jika seharian berada ditempat tidur.


akhirnya karena tidak tega melihat Mo Yihan yang mengeluh itu, membuat Guan Lin terpaksa mengizinkan nya keluar kamar.


tapi dengan syarat, Mo Yihan hanya boleh keluar sampai batas taman saja. tidak boleh lebih, karena Guan Lin khawatir dia akan kelelahan.


sejak kejadian yang menimpa Mo Yihan, membuat Guan Lin makin peduli padanya. bahkan Guan Lin sampai menghawatirkan hal-hal kecil untuk Mo Yihan.


Mo Yihan menghargai kepedulian dari Guan Lin. ia senang dekat dengan orang-orang yang begitu peduli padanya.


setelah itu, Guan Lin pun menyuruh nya untuk duduk ditempat tidur nya. karena saat ini Guan Lin berniat untuk mengganti perban yang dipakai oleh Mo Yihan.


melihat Guan Lin akan menggantikan perbannya. Mo Yihan pun merebut nya dari Guan Lin dan ia berkata bahwa, ia bisa melakukan nya sendiri.


tapi Guan Lin tidak mengizinkan nya. lantas Guan Lin mengambil kembali perban itu darinya dan langsung membuka perban lamanya.


setelah itu, Guan Lin melihat luka nya dan Guan Lin sedikit kaget saat menyadari, jika luka yang diderita oleh Mo Yihan sudah jauh lebih baik.


luka yang cukup besar itu, kini mulai tertutup dengan baik. sekarang hanya tersisa luka kecil saja. lantas karena penasaran Guan Lin sedikit menekan luka itu.


tidak terlihat reaksi apapun dari wajah Mo Yihan. justru Mo Yihan hanya menatapnya dengan bingung, seolah mempertanyakan apa yang sedang dia lakukan.


Guan Lin tersenyum kecil melihatnya yang kebingungan itu. lantas Guan Lin bertanya sambil menekan luka itu.


"apakah masih terasa sakit?" tanya Guan Lin sambil memperhatikan ekspresi Mo Yihan


Mo Yihan menggelengkan kepalanya dan menatapnya. lalu seketika ia sadar, jika Guan Lin sedang mengujinya.


sekarang Mo Yihan pun, berpura-pura merasa kesakitan didepan Guan Lin. karena Mo Yihan ingin melihat ekspresi dari Guan Lin.


setelah berpura-pura sakit. Guan Lin tiba-tiba merasa cemas padanya. namun setelah itu, Mo Yihan berkata padanya jika ia hanya bercanda saja.


setelah mengetahui hal tersebut, Guan Lin pun menghela nafasnya dan menatapnya dengan senyum manisnya.


setelah beberapa saat, luka Mo Yihan sudah selesai diperban oleh Guan Lin. karena sudah selesai Guan Lin pun mengajak nya untuk makan, sebelum ia keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2