
putri ketiga yang mengetahui, jika Mo Yihan telah merasakan efek dari dupa perangsang, mulai kembali menggodanya.
sekarang putri sangat dekat dengannya dan putri mulai mengelus-elus tubuh Mo Yihan. ini membuat Mo Yihan makin tidak nyaman dengan situasi ini.
bahkan tanpa sadar, ia hampir menyentuh tubuh putri. namun Mo Yihan masih berusaha untuk menahan dirinya. putri ketiga tertawa melihat Mo Yihan yang terus menerus, berusaha menahan dirinya.
lalu putri menarik Mo Yihan, untuk lebih dekat dengannya dan menatap Mo Yihan dari dekat sembari berkata padanya.
"Mo Yihan, kau tidak akan sanggup menahannya jadi lepaskan lah. ayo bermain denganku, setelah itu kau akan mendapatkan apa yang kau mau" ucap putri dengan nada menggoda
"tidak...tidak putri. tolong menjauh lah dari ku" kata Mo Yihan sambil menjauhkan dirinya dari putri
"hahaha... tidak akan, Mo Yihan. sebelum kau menjadi milikku, aku tidak akan melepaskan mu"
"Mo Yihan jangan berpikir, jika kau bisa menahan nafsu mu. kau tahu? kau telah diracuni dengan dupa perangsang, yang sengaja aku siap untuk mu"
"sekuat apapun kau mencobanya, itu juga tidak akan bisa menghilangkan efeknya. sebaiknya kau bermain saja dengan ku, daripada kau harus terus menguras tenaga mu" ucap putri dengan liciknya
"sial! aku tidak menyangka, putri ketiga kerajaan Sui akan bertindak seperti ini. jika aku tahu ini adalah jebakan, aku pasti tidak akan datang ketempat ini" ucap Mo Yihan yang kesal pada putri ketiga
"hahaha... Mo Yihan untuk apa menyesali hal itu. harusnya kau senang karena kau bisa bermain dengan ku. ayolah Mo Yihan, aku tahu kau sudah tidak bisa menahannya bukanlah"
"lihat wajahnya mu yang mulai memerah itu dan juga suhu tubuh mu. sungguh sangat menggoda" kata putri ketiga yang sambil terus menggoda Mo Yihan
"dasar wanita licik! menjauh dariku atau aku tidak segan menyakiti mu" ucap Mo Yihan dengan nada mengancam
"hahaha... kalau begitu, lakukan lah Mo Yihan"
Mo Yihan terdiam lemas dan ia tidak bisa melakukan itu, karena sekarang tubuhnya makin lepas kendali.
putri ketiga terus menggoda nya dan makin menempel padanya. hingga akhirnya dia berhasil mendorong Mo Yihan keatas ranjang.
tubuh Mo Yihan yang lemas, tidak bisa menghindari hal itu. sekarang putri ketiga sedang duduk di atas tubuhnya.
lalu putri ketiga dengan nakalnya, mulai melepaskan sehelai demi sehelai pakaian Mo Yihan. hingga akhirnya terlihat bentuk tubuh Mo Yihan, yang begitu bagus di mata putri ketiga.
putri ketiga makin tergoda dengannya. bahkan sekarang putri ketiga nekat, menjilat leher Mo Yihan.
__ADS_1
itu membuatnya makin tidak terkendali. apalagi putri ketiga terus menerus menggoda nya. membuat nya sulit menahan keinginannya.
Mo Yihan hanya bisa berharap, semoga Guan Lin bisa segera datang menjemputnya. sebelum ia berbuat yang tidak-tidak dengan putri ketiga.
putri ketiga semakin ganas dan liar. Mo Yihan tidak menyangka, jika putri ketiga akan menjadi seperti ini. sekarang Mo Yihan benar-benar tidak tahan lagi.
ia sungguh tidak dapat menahannya. lantas ia yang mulai hilang kendali pun, membalikkan tubuhnya dan sekarang ia ada di atas tubuh putri.
putri ketiga sangat senang melihat Mo Yihan, yang mulai tergerak untuk bermain dengannya. sekarang Mo benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
lantas putri memanfaatkan kesempatan itu. lalu dia mencium Mo Yihan secara intens. Mo Yihan yang diluar kendali ikut menikmati ciumannya.
lalu putri ketiga menaruh tangannya ke leher Mo Yihan dan menariknya lebih dekat lagi. lalu tiba-tiba Mo Yihan mendengar suara dari naga hitam, yang menyuruh nya untuk bertahan.
ia seketika tersadarkan. namun ia masih belum bisa, benar-benar lepas dari efek dupa perangsang itu. akhirnya ia pun menjatuhkan dirinya ke ranjang dan berusaha menahan dirinya untuk tidak menyentuh putri.
putri ketiga yang awalnya senang, sekarang nampak cemberut. karena Mo Yihan tiba-tiba melepaskan ciumannya.
lantas putri ketiga mulai mendekati Mo Yihan dan sekarang dia sedang memeluk Mo Yihan dengan erat, sambil terus menyentuh tubuh Mo Yihan yang bagus itu.
itu membuatnya makin tidak terkendali sekarang ini. lalu putri ketiga kembali mencium Mo Yihan dengan liarnya.
Mo Yihan tidak bisa menahan itu dan hanya bisa menuruti kemauannya sekarang. tapi tak lama setelah itu, terdengar suara dobrak kan pintu.
akhirnya Guan Lin berhasil menemukan Mo Yihan. tapi Guan Lin sempat syok, saat melihat Mo Yihan yang telanjang setengah badan itu.
apalagi sekarang dia tidak sengaja, melihat adegan dimana putri ketiga sedang duduk di atas tubuh Mo Yihan dan sedang menciumnya dengan brutal.
lantas Guan Lin yang melihat kejadian itu, marah dan segera menarik putri ketiga untuk turun dari tubuh Mo Yihan.
setelah itu, tiba-tiba kakak laki-laki Putri ketiga atau pangeran Xue masuk dengan wajah cemberut nya. lalu dia langsung menampar adiknya, Putri ketiga yang berbuat tidak senonoh dengan Mo Yihan.
dia tidak menyangka, jika adiknya akan berbuat seperti itu pada Mo Yihan. untungnya mereka tiba tepat waktu, jika terlambat sedikit mungkin putri ketiga sudah berhasil membuat Mo Yihan menyentuh dirinya.
lalu pangeran ketiga segera menyuruh beberapa pelayan, untuk membawa putri ketiga kembali ke istana dan mengurungnya sampai dia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
setelah itu, pangeran Xue segera meminta maaf atas perbuatan adiknya pada Guan Lin. lalu dia yang melihat Mo Yihan yang sudah lepas kendali pun, menawarkan bantuan untuk nya.
__ADS_1
pangeran Xue menawarkan seorang pelayan wanita, untuk membantu Mo Yihan. tapi Guan Lin menolak hal tersebut. karena jika ini tersebar, maka nama kedua kerajaan akan tercoreng.
pangeran Xue mengerti, lantas setelah itu dia pun pamit mengundurkan diri dari tempat itu. sekarang tinggal Mo Yihan dan Guan Lin yang ada dalam ruangan itu.
Mo Yihan sadar ada Guan Lin didekatnya. lalu ia memanggil Guan Lin untuk datang membantu nya. dengan suara yang mulai serak, lalu nafas yang mulai terengah-engah.
membuatnya makin tidak bisa menahan dirinya. naga hitam yang melihat itu, merasa sangat tercengang. sekarang dia bingung harus menggunakan cara apa untuk membantu Mo Yihan.
akhirnya Guan Lin yang tidak tega melihat Mo Yihan tersiksa karena itu pun, membantu nya. Guan Lin membantu Mo Yihan duduk di atas ranjang, lalu mencoba menekan nafsu Mo Yihan dengan memasukkan kekuatan spiritual untuk nya.
karena Mo Yihan masih tidak bisa mengendalikan dirinya. akhirnya ia tanpa sadar menarik Guan Lin, dekat dengannya dan sekarang bibir mereka hampir bertemu.
lalu Mo Yihan dengan cepat mencium Guan Lin yang ada didekatnya. sekarang Mo benar-benar tidak terkendali. Guan Lin mencoba melepaskan diri darinya.
namun Mo Yihan yang lepas kendali sekarang justru lebih kuat. Mo Yihan mencengkeram Guan Lin dengan erat dan enggan melepaskan nya. kini satu-satunya cara agar Mo Yihan bisa cepat sadar adalah dengan masuk ke alam bawah sadarnya.
karena Guan Lin sekarang tidak bisa melakukan itu, akhirnya naga hitam yang melakukannya. sekarang naga hitam langsung menghubungkan dirinya dengan Mo Yihan dan segera masuk kedalam alam bawah sadar Mo Yihan.
setelah beberapa saat kemudian, Mo Yihan berhasil tersadarkan. lalu ia membuka matanya dan ia sangat syok melihat dirinya, yang begitu nafsu mencium Guan Lin.
lantas ia segera mendorong Guan Lin jauh darinya dan minta maaf secepatnya pada Guan Lin, atas perbuatan tidak sopan dari nya.
Guan Lin mendekati nya dan merapikan pakaian Mo Yihan. lalu dia berkata pada Mo Yihan.
"Mo Yihan sudah sadar? bagaimana keadaan mu sekarang? apa sudah lebih baik?" ucap Guan Lin dengan nada rendah
Mo Yihan takut Guan Lin akan marah dan ia langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
"bagus Mo Yihan, sekarang kau bisa menjelaskan kejadian yang barusan terjadi diantara kau dan putri ketiga bukan? jika kau tidak memberikan penjelasannya padaku, aku tidak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi padamu"
"dan sekalian juga kau katakan rahasia, yang selama ini kau simpan dariku Mo Yihan. aku ingin mendengarnya langsung dari mu, sekarang Mo Yihan" ucap Guan Lin dengan tegas
"baiklah. aku akan menjelaskan semuanya padamu, sekarang juga Guan Lin. tapi ku harap setelah mendengar hal ini, kau akan percaya padaku" ucap Mo Yihan yang sedikit berkeringat
"itu tergantung pada dirimu, yang niat atau tidak Mo Yihan. semua tergantung padamu sekarang. jika kau tidak mengatakan nya, bagaimana aku bisa membela mu nanti?" kata Guan Lin dengan serius
"baiklah Guan Lin jadi begini....."
__ADS_1