
Mo Yihan yang sedang tersulut emosi tidak menyadari, jika ada monster serigala besar dan ganas sedang mengintai nya dari kejauhan. namun Mo Yihan tetap tidak peduli dengan hal itu, meskipun ia bisa merasakan aura nya tapi ia tetap mengabaikan nya.
setelah amarahnya sudah mulai hilang. ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu, setelah menghabisi beberapa monster besar. lalu saat ia berbalik, seekor monster serigala besar yang mengintai nya sejak tadi, muncul dihadapannya.
dia meraung sangat keras. bahkan Guan Lin yang berada ditempat jauh dari sana, pun bisa mendengar raungan monster buas itu. Guan Lin mulai gelisah dan cemas. sebab selama ini, ia belum pernah mendengar raungan monster sebesar itu.
Qian Cheng juga mulai gelisah. lantas karena merasa, akan ada bahaya besar yang menyerang Mo Yihan. Guan Lin dan Qian Cheng segera pergi ke sumber suara.
disisi lain, Mo Yihan sedang melawan monster ganas itu. untungnya ada pedang terkutuk ditangan nya. meskipun begitu, monster di hutan terlarang ini, memang agak sulit ditaklukkan. apalagi Mo Yihan masih belum kuat sepenuhnya.
monster itu cukup gesit dan pandai mengelak serangan. Mo Yihan sampai kewalahan menghadapi nya. naga hitam yang berada dalam kantong dimensi nya, merayap keluar. lalu ia melihat batu inti yang cukup besar, terdapat pada monster dan itu membuatnya jadi tertarik.
lantas agar bisa mendapatkan batu inti itu. akhirnya naga hitam, pun membimbing Mo Yihan. berkat bantuan dari naga hitam, Mo Yihan berhasil memberikan beberapa serangan fatal untuk monster itu.
tak berselang lama, monster itu akhirnya tumbang dan mati ditangan Mo Yihan. naga hitam segera menyuruh nya, untuk mengumpulkan batu inti untuk nya. lalu Mo Yihan pun menyimpan pedang nya dan mulai mengumpulkan batu inti untuk naga hitam.
dua menit setelah Mo Yihan berhasil mengalahkan si monster, Guan Lin dan Qian Cheng datang dan berhasil menemukan nya di sana. mereka bertiga sambil bertatapan dan terdiam sesaat.
kemudian Qian Cheng dan Guan Lin, termenung melihat monster yang ada dibelakang Mo Yihan telah tewas. Guan Lin melirik Mo Yihan, dari atas hingga kebawah. lalu memastikan dia tidak terluka karena monster itu.
Mo Yihan terdiam melihat Guan Lin, yang begitu khawatir padanya. setelah memastikan, tidak ada luka ditubuh Mo Yihan. Guan Lin kembali menatap nya dengan serius. lalu ia menemukan segaris luka pada kening Mo Yihan.
dia segera mengeluarkan sapu tangan nya dan mengelap luka Mo Yihan yang sedikit berdarah itu. sambil mengobati luka Mo Yihan, Guan Lin juga mengomeli dan mengatainya, sebagai orang yang ceroboh dan gampang emosian.
mendengar hal itu, Mo Yihan segera minta maaf padanya. lalu Guan Lin menghela napas dan menegakkan tubuh Mo Yihan. setelah itu, Guan Lin menjewer telinga Mo Yihan dan menyuruhnya untuk tidak mengulanginya lagi setelah ini.
Mo Yihan mengerang kesakitan. lalu ia menyuruh Guan Lin, untuk melepaskan telinga nya. tapi Guan Lin belum melepaskan nya dan nampak masih marah dengannya. lantas Mo Yihan segera meminta ampun padanya dan ia berjanji tidak akan mengulangi kejadian hari ini.
setelah mendengar janjinya, Guan Lin segera melepaskan nya. disisi lain, Qian Cheng dibuat tertawa terbahak bahak, setelah melihat kelakuan mereka berdua. Qian Cheng tak menyangka, jika Guan Lin dan Mo Yihan sudah sedekat ini.
Qian Cheng masih tidak bisa berhenti menertawai mereka. lalu Mo Yihan merasa malu, karena ditertawakan oleh Qian Cheng. lantas Guan Lin menyuruh nya untuk berhenti tertawa dan segera pergi dari tempat itu, sebelum makin banyak monster yang muncul.
Mo Yihan melirik Guan Lin yang masih nampak marah padanya. lalu Guan Lin tiba-tiba menatap nya dengan tajam, seolah mengisyaratkan bahwa dia akan memberi hukuman untuk Mo Yihan.
Mo Yihan merasa tertekan, lantas memutuskan untuk pergi terlebih dahulu, sebelum Guan Lin mengamuk padanya. saat hendak pergi, Guan Lin menarik tangannya dan membisikkan sesuatu kepada nya.
"Mo Yihan, urusan kita belum selesai. setelah keluar dari hutan, kau harus menerima hukuman. karena telah membuat kami khawatir padamu" ucap Guan Lin dengan tegas dan serius
Mo Yihan terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. sekarang ia benar-benar membuat Guan Lin marah. beberapa saat kemudian, mereka telah berhasil keluar dari hutan terlarang dan kembali ke hutan belakang yang dekat dengan tempat tinggal mereka.
__ADS_1
lalu Guan Lin masih terus menarik tangan Mo Yihan dan belum melepaskan nya. Mo Yihan mulai merasa tidak nyaman dengannya. lalu berusaha melepaskan tangannya dari Guan Lin.
Guan Lin menoleh kearah nya dan memberikan tatapan tajam dan dingin. suasana seketika berubah menjadi mencekam. Mo Yihan tidak menyangka, jika kemarahan Guan Lin kali ini, akan lebih besar dari biasanya.
ia tak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyenangkan, hati Guan Lin yang sedang mengamuk itu. akhirnya ia terpaksa menuruti kemauan nya. setelah itu, Guan Lin mengajak mereka ketempat pemandian air panas dan berendam di sana.
sesampainya disana, Guan Lin akhirnya melepaskan tangannya. Mo Yihan merasa lega, karena Guan Lin sudah tidak marah lagi padanya. tapi sayangnya itu tidak mungkin. Guan Lin tetap saja masih menunjukkan ekspresi marahnya.
lalu dia menyuruh Mo Yihan berdiri dengan satu kakinya dan menyilang kan tangan didekat telinga nya. ternyata Guan Lin benar-benar, memberikan hukuman padanya. lalu Guan Lin berkata padanya untuk tetap dengan posisi itu, sampai mereka selesai berendam.
Qian Cheng menahan tawa, saat melihat Mo Yihan sedang dihukum oleh Guan Lin. sesekali saat mereka berendam, Mo Yihan memohon ampun pada Guan Lin dan meminta untuk segera membebaskan dirinya dari hukuman.
namun Guan Lin mengabaikan nya dan tetap menyuruhnya untuk melakukan itu. Mo Yihan menghela napas, lalu memasang wajah memelas dan mulai meminta maaf pada Guan Lin.
"Guan Lin, aku tahu aku salah. jadi ku mohon, maafkan lah aku ini. kaki ku sudah tidak sanggup menopang tubuhku lagi dan sebentar lagi akan terjatuh. apa kau tega melihat ku terjatuh" ucap Mo Yihan dengan nada memelas
"Hah?... seharusnya kau berterima kasih, karena hukuman yang ku berikan adalah hukuman yang ringan. dan jika kaki satu mu lelah, kau bisa mengganti dengan kaki yang satu lagi" ucap Guan Lin dengan nada kesal
"hahaha.... Mo Yihan, apa yang dikatakan oleh Guan Lin, itu memang benar. kau harusnya berterima kasih, karena hukuman yang diberikan Guan Lin adalah hukuman ringan. asal kau tahu saja, jika kejadian hari ini diketahui oleh guru besar, kau pasti akan mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada ini" ucap Qian Cheng sambil menertawai Mo Yihan yang sedang menjalankan hukuman
"ih... kalian berdua sama saja. lalu hukuman apa yang akan ku terima, jika ini sampai ketahuan oleh guru besar?" tanya Mo Yihan sambil mengganti mengangkat kaki lainnya
"darimana kau mengetahui hal itu? memangnya kau pernah merasakan nya?" tanya Mo Yihan dengan rasa curiga
"tidaklah. aku tahu dari, beberapa murid yang sudah pernah merasakan nya. jadi setelah ini, kau jangan menyalahkan Guan Lin. sebab apa yang dia lakukan saat ini, juga demi kebaikan mu" ucap Qian Cheng sambil melirik Guan Lin
"iya..iya aku mengerti. kalau begitu aku sungguh-sungguh dan sangat bersungguh-sungguh, meminta maaf padamu Guan Lin. maaf jika selama ini, telah banyak merepotkan mu dan juga sudah sering membuat mu kesal" ucap Mo Yihan sambil memohon belas kasihan dari Guan Lin
"aku berjanji setelah ini, tidak akan mengulangi perbuatan ceroboh seperti hari ini. dan aku berjanji, tidak akan membuat masalah lagi untuk kalian. ku mohon maafkan aku! jika kau tidak memaafkan ku, bagaimana aku bisa mati dengan tenang...huhuhu sungguh malang diriku" ucap Mo Yihan dengan nada memelas
Guan Lin menoleh kearah Mo Yihan dan menatapnya dengan serius. lalu dia berbalik dan menyeringai melihat, ekspresi wajah memelas dari Mo Yihan.
"bagaimana Guan Lin? apa kau mau memaafkannya sekarang?" tanya Qian Cheng pada Guan Lin
"baiklah, akan ku maafkan kau kali ini. tapi jika, kau mengulanginya lagi aku akan melaporkan kejadian ini pada guru besar dan biar kau dihukum sesuai aturan sekte" Guan Lin memberi ancaman pada Mo Yihan
"hehe... senang sekali kau sudah mau memanfaatkan ku, terima kasih" ucap Mo Yihan yang kegirangan. lalu ia dengan cepat meregangkan kedua kaki yang sudah kelamaan berdiri itu
Guan Lin meliriknya dan menatap nya dengan serius.
__ADS_1
"Mo Yihan, aku memaafkan kesalahan mu. tapi bukan berarti aku membebaskan dirimu dari hukuman. jadi cepat kembali ke posisi mu dan lakukan seperti yang tadi. kau tidak boleh berhenti sampai kami selesai mandi" ucap Guan Lin sambil memberikan tatapan serius pada Mo Yihan
"hah...? kaki ku sudah lelah dan aku sudah tidak sanggup lagi. ku mohon selamatkan aku Qian Cheng!" ucap Mo Yihan, lalu melirik meminta bantuan pada Qian Cheng
"Qian Cheng, jika kau mencoba untuk membantu nya. kau juga akan ku hukum seperti dia. apa kau mau melakukan nya?" ucap Guan Lin dengan nada penuh ancaman
"haha... tidak, terima kasih Guan Lin. lebih baik aku berendam saja disini. lalu Mo Yihan, maaf kali ini aku tidak bisa membantu mu. jadi semangat lah dan jangan mengeluh, hehe" ucap Qian Cheng yang berusaha untuk tidak membuat Guan Lin marah
"Hais.... kalian berdua sungguh kejam padaku" ucap Mo Yihan dengan pasrah
"Mo Yihan, jika kau terus mengeluh, aku akan menyeret mu ke hadapan guru besar dan meminta menghukum setelah ini" sahut Guan Lin dengan nada mengancam
"tidak. jangan lakukan itu padaku Guan Lin. aku janji tak akan mengeluh lagi sekarang. jadi ku mohon, jangan laporan kan hal ini pada guru besar" Mo Yihan memohon dengan serius
"Hem... baiklah. jika kau bersikap patuh, aku tidak melakukan nya" ucap Guan Lin sambil menyeringai kearahnya
"hehe... baiklah. aku janji aku akan patuh mulai sekarang" ucap Mo Yihan yang cengengesan
tiba-tiba Qian Cheng, bertanya mengenai Zhu Ting yang akhir-akhir ini berubah sikap.
"oh iya, apakah kalian merasa ada yang salah pada Zhu Ting? akhir-akhir ini, dia lebih dekat dengan Lian Xue dan dia juga tiba-tiba sangat benci pada Mo Yihan. sebenarnya apa yang telah terjadi padanya?" tanya Qian Cheng dengan serius
"ya kau benar. si Zhu Ting sialan itu, entah mengapa dia tiba-tiba membenci ku. bahkan sampai menuduh ku menindas Lian Xue. padahal kalian tahu, jika aku tidak pernah melakukan itu padanya" ucap Mo Yihan yang sedikit kesal
"ya memang sedikit aneh. aku juga heran melihat Zhu Ting, yang tiba-tiba begitu dekat dengan Lian Xue. padahal mereka baru kenal beberapa waktu yang lalu. sepertinya Lian Xue telah melakukan sesuatu padanya" ucap Guan Lin dengan serius
"ya kau benar, sekali Guan Lin. aku juga berpikir seperti itu. mungkinkah dia telah menggunakan barang yang ada di kotak itu?" ujar Mo Yihan yang tiba-tiba teringat tentang masalah kotak itu
"aku juga sempat berpikir seperti itu. tapi sayangnya, kita belum bisa menemukan barang yang dia diterima, dari orang misterius waktu itu" sahut Guan Lin yang sedikit menyesal, karena gagal mengetahui isi dalam kotak
"barang apa yang kalian maksud? bukannya waktu itu, kita sudah memeriksa nya bersama dan itu juga hanya barang biasa?" ucap Qian Cheng dengan ekspresi kebingungan
"kau salah Qian Cheng, selain itu kami pernah memergoki Lian Xue, yang diam-diam melakukan pertemuan dengan seseorang. dan orang itu memberikan nya sebuah barang, yang tersimpan dalam sebuah kotak. tidak tahu itu apa? tapi itu pasti adalah barang yang berbahaya" ucap Mo Yihan dengan serius
"jika seperti itu, pasti Zhu Ting sedang dalam bahaya sekarang. jadi kita harus segera menemukan barang itu sebelum dia bertindak lebih jauh" ucap Qian Cheng yang mulai menghawatirkan Zhu Ting
"ya kau benar. kita harus menyelidiki nya mulai sekarang dan jangan biarkan dia lolos begitu saja" sahut Mo Yihan dengan serius
"ya aku setuju denganmu" balas Qian Cheng
__ADS_1