Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
Ular kecil?


__ADS_3

"brakkk" suara nyaring dari pintu kamar Mo Yihan


"dasar Guan Lin brengsek! bisa-bisanya dia menganggap jika aku sedang berhalusinasi. benar-benar keterlaluan, harusnya dia percaya padaku"


"tapi, apakah benar dia tidak bisa melihat tanda ini? itu belum pasti, tapi biarkan aku mencoba nya lagi pada yang lain. jika tanda itu tidak bisa dilihat oleh orang lain, berarti aku akan dianggap gila oleh mereka semua"


"tapi apa kegunaannya? dan bagaimana cara menggunakan nya? siapa yang bisa memberitahukan cara menggunakan nya?" pikir Mo Yihan. lalu tiba-tiba ia teringat tentang naga hitam yang sempat ia lawan waktu itu.


"oh ya setelah aku berhasil keluar dari gua itu, kira-kira bagaimana kabar naga hitam waktu itu ya? dan bagaimana dengan teratai salju ku? sial, jika aku tidak keracunan waktu itu. pasti aku sudah berhasil mendapatkannya"


"sayang sekali bahan penawar terlangka, harus hilang begitu saja" ucap Mo Yihan sambil menepuk keningnya


"baiklah. kau begitu aku akan melihat, sudah berapa banyak bahan yang berhasil aku dapatkan selama ini"


Mo Yihan mengambil kantong dimensi nya dan mengambil bahan penawar, yang telah ia kumpulkan selama ini. saat mengambil bahan penawar pertama tidak ada hal aneh yang terjadi. namun saat ia mengambil bahan penawar berikut nya, ia seperti merasakan sesuatu yang tidak asing baginya.


bentuknya panjang dan sedikit licin saat dipegang. Mo Yihan penasaran, lalu ia segera menarik benda itu keluar dari kantong dimensi nya. sesuatu yang tidak asing tadi ternyata adalah ular hitam kecil.


Mo Yihan terkejut dan menjerit ketakutan saat mengetahui jika itu adalah ular. lalu jeritan nya menarik perhatian dari Guan Lin. Guan Lin yang berada dikamar sebelah langsung bergegas mendatangi kamarnya.


karena pintu nya terkunci, Guan Lin terpaksa mendobrak pintu kamar Mo Yihan dan sekarang pintu nya jadi rusak. Mo Yihan ketakutan dan bersembunyi disudut ruangan. Guan Lin yang berhasil masuk, bertanya apa yang telah terjadi padanya.


Mo Yihan menunjuk ke arah bawah tempat tidur nya dan berkata jika ada ular hitam disana. Guan Lin segera memeriksakan nya dan tampak nya, ia tidak menemukan apa-apa disana. ternyata ular hitam itu telah bersembunyi di suatu tempat, saat Mo Yihan menjerit tadi.


melihat Guan Lin yang tidak menemukan apa-apa, Mo Yihan segera memeriksakan nya. ternyata benar, ular itu sudah tidak ada disana dan sekarang ia pasti akan dianggap sebagai orang gila lagi oleh Guan Lin.


Mo Yihan tiba-tiba menangis dan berkata jika ia tidak gila atau sedang berhalusinasi. apa yang ia katakan tadi adalah kebenaran dan ia tidak berbohong padanya. Guan Lin merasa kasihan dengan Mo Yihan dan dia juga merasa bersalah karena tadi sudah mengatakan bahwa Mo Yihan sedang berhalusinasi.


melihat Mo Yihan yang masih menangis, membuat Guan Lin merasa kasihan padanya. lantas ia segera menenangkan Mo Yihan yang sedang menangis itu. Guan Lin mengelus kepala nya dengan lembut. lalu berkata pada Mo Yihan, jika ia percaya dengan apa yang dia katakan barusan.


setelah mendengar jika Guan Lin telah percaya padanya, ia jadi tidak sedih lagi. lalu tanpa sadar ia malah memeluk Guan Lin, secara tiba-tiba. Guan Lin kaget melihat kelakuan dari Mo Yihan yang tiba-tiba memeluk nya.

__ADS_1


tapi biar bagaimanapun, ia juga tidak bisa menahan nya. karena ia tadi telah membuat Mo Yihan jadi sedih. setelah merasa tenang, Mo Yihan baru sadar dengan kelakuan nya. ia segera melepaskan pelukannya dari Guan Lin.


ia menatap Guan Lin dan sekarang jaraknya sangat dekat dengan Guan Lin. ia pikir Guan Lin akan marah padanya. tapi Guan Lin justru tersenyum ramah padanya. ia keheranan melihat itu, tapi setelah itu wajah nya memerah karena malu dengan perbuatannya.


lalu ia segera menjaga jarak dengan Guan Lin. Guan Lin heran dengan nya yang tiba-tiba berubah sikap. Guan Lin berpikir, jika Mo Yihan lebih cocok menjadi anak perempuan daripada anak laki-laki. sebab ia terlalu imut saat melakukan hal seperti tadi.


Guan yang memikirkan itu, malah tertawa saat membayangkan jika Mo Yihan adalah perempuan. tapi ia segera mengontrol ekspresi nya, karena takut jika Mo Yihan akan salah paham lagi padanya.


lalu Guan Lin menghampiri nya dan bertanya apakah dirinya sudah merasa tenang sekarang? Mo Yihan yang malu-malu tidak berani melihat wajah Guan Lin. lalu ia menjawab jika ia sudah merasa agak baikan sekarang.


lalu Guan Lin mencoba memeriksa kembali kamar Mo Yihan, siapa tahu saja memang ada ular yang dikatakan oleh Mo Yihan. melihat Guan Lin yang berusaha membantu nya, akhirnya membuat Mo Yihan yang semula kesal padanya jadi luluh dan tidak kesal lagi.


lalu ia sempat memikirkan hal yang tadi ia ucapkan tadi. karena merasa bersalah pada Guan Lin, akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf pada Guan Lin atas perkataan kasar tadi. Guan Lin menoleh dan tersenyum padanya.


lagi-lagi hal itu membuat Mo Yihan jadi salah tingkah. ia tidak bisa menahan diri dari senyuman Guan Lin yang tampan itu. ia tersipu dan ia segera membalikkan badannya dan mengucapkan kata maaf sekali lagi.


Guan Lin yang mendengar itu, juga meminta maaf padanya. karena sudah menganggap nya sedang berhalusinasi tadi. setelah kesalahan paham mereka teratasi, kini Mo Yihan kembali baikan dengannya.


tapi Guan Lin yang masih penasaran dengan ular hitam yang disebutkan Mo Yihan tadi, memutuskan untuk bertanya seberapa besar ular itu dan mengapa ia bisa ketakutan begitu? lantas Mo Yihan menjelaskan.


"hahaha... Mo Yihan, tidak ku sangka dirimu yang sudah sebesar ini, masih saja takut dengan ular yang kecil itu. padahal ular kecil itu tidak bisa dibandingkan dengan dirimu yang sudah jauh lebih kuat" ucap Guan Lin, menertawakan Mo Yihan yang takut ular


Mo Yihan mulai kesal dan menatapnya dengan penuh kemarahan. lantas Guan Lin segera meminta maaf atas perkataan nya barusan.


"maaf Mo Yihan aku tidak bermaksud begitu. tapi ya, memang hal yang wajar jika seseorang memiliki rasa takut akan sesuatu. tapi sebaiknya kau jangan terlalu memperlihatkan rasa takutmu pada orang lain. sebab jika orang itu jahat, dia pasti akan menggunakan itu sebagai alat untuk melemahkan dirimu" sahut Guan Lin


"tapi tenang saja. kau bisa mempercayai ku saat ini dan aku juga tidak akan membocorkan rahasia jika kau takut dengan ular kecil. aku janji itu" ucap Guan Lin sambil mengangkat jari kelingking nya


"Hem... bagaimana jika kau mengungkapkan nya pada yang lain dan sengaja membuat ku malu? apa aku masih bisa percaya padamu?" lirik Mo Yihan dengan serius dan perasaannya masih belum percaya pada ucapan Guan Lin


"hahaha... Mo Yihan kau ini memang sedikit lucu dan juga aneh. tapi kau tenang saja, aku akan bersumpah untuk mu, bahwa aku tidak akan mengatakan kelemahan mu pada siapapun. aku bersumpah! bagaimana sekarang kau bisa percaya padaku bukan?" ucap Guan Lin

__ADS_1


"lagi-lagi kau menertawakan ku. tapi baiklah aku percaya padamu, karena kau juga telah bersumpah. tapi jika kau mengatakan nya, aku akan membuat mu menyesal di hari itu juga. ingat itu Guan Lin!" ucap Mo Yihan dengan serius dan tegas


"baiklah tenang saja" sahut Guan Lin


Mo Yihan masih penasaran dengan keberadaan ular hitam tadi. lalu ia mencarinya lagi, tapi entah mengapa ia tidak bisa menemukan nya. sebenarnya dimana ular itu bersembunyi? akhirnya Mo Yihan memutuskan untuk mencarinya sendiri.


lalu ia menyuruh Guan Lin untuk kembali ke kamarnya dan ia juga berterima kasih atas bantuannya tadi. Guan Lin akhirnya pergi dan membiarkan Mo Yihan sendiri. lalu sesaat sebelum Guan Lin menutup pintu, Mo Yihan berteriak padanya.


bahwa ia akan membuktikan jika ular itu memang ada dan ketika ia berhasil menangkapnya. ia pasti akan langsung menunjukkan ular itu pada Guan Lin. Guan Lin tertawa kecil mendengar teriakannya dan setelah itu ia mengatakan untuk tidak perlu repot-repot mencarinya lagi.


karena dirinya sudah percaya dengannya. Mo Yihan merasa jika perkataan Guan Lin seperti sedang meremehkan nya. ia tidak terima, lalu kali ini ia berusaha keras, mencari keberadaan ular itu. ia mencarinya ke setiap sudut kamar dan tempat lainnya.


namun tak kunjung ketemu juga. ia heran mengapa ular itu bisa hilang begitu saja? pasti ular itu masih disekitar sini. lantas Mo Yihan tetap tidak menyerah untuk mencari lagi. beberapa saat kemudian, ia mencari didekat bawah lemari pakaiannya.


dan ia melihat sesuatu yang mirip dengan ular itu. tapi setelah Mo Yihan mengambil nya, ternyata itu hanyalah seutas tali saja. Mo Yihan mulai kesal dan jengkel dengan ular itu. melihat Mo Yihan yang terus mencarinya, akhirnya si naga hitam yang disangka sebagai ular kecil itu, keluar dari tempat persembunyian nya.


naga hitam menghampiri Mo Yihan. lalu ia merayap ke badan Mo Yihan. ia mendesis seperti ular , lalu menampakkan dirinya didepan wajah Mo Yihan. lagi-lagi Mo Yihan terkejut akan hal itu. tapi ia memutuskan untuk menutup mulutnya, agar tidak terjadi kegaduhan.


karena gerakan tiba-tiba, naga hitam itu jatuh dari tubuh Mo Yihan. lalu ia merayap lagi ketempat Mo Yihan. Mo Yihan yang ketakutan, segera naik ke atas tempat tidurnya. sebenarnya ia ingin segera menangkap nya. tapi karena ia geli, jadi ia belum bisa melakukan nya.


ia berusaha memberanikan diri untuk menangkapnya. tapi ia gagal karena ia merasa geli saat memegang nya. melihat Mo Yihan seperti itu, akhirnya sang naga hitam memutuskan untuk segera berbicara padanya dan menjelaskan tentang dirinya yang sekarang.


"hei manusia. mengapa kau begitu ketakutan saat melihat ku? apakah kau mengaku kalah setelah pertarungan didalam gua waktu itu?" ucap sang naga hitam, menatap dengan penuh keseriusan


"eh.. tunggu sebentar. aku tidak salah dengar bukan?" ucap Mo Yihan, lalu memastikan telinga nya tidak salah dengar


"kau adalah ular yang bisa bicara dan nada bicara mu, sangat sama persis dengan naga hitam yang sombong itu" ucap Mo Yihan tanpa keraguan


"beraninya kau mengatakan itu. kau sudah bosan hidup ya manusia?" sahut naga hitam yang mulai jengkel dengan Mo Yihan


"tidak salah lagi, kau pasti adalah jelmaan naga hitam itu. bagaimana kau bisa ada didalam kantong dimensi ku? dan mengapa kau bisa menjelma menjadi ular kecil seperti saat ini?" tanya Mo Yihan dengan rasa penasaran yang cukup besar

__ADS_1


Mo Yihan masih tidak menyangka bisa melihat perubahan dari naga yang besar menjadi ular kecil. lantas ia menertawakan kejadian itu.


"hahaha... rasanya aku ingin terus tertawa saat melihat mu yang berukuran kecil begini" ucap Mo Yihan yang terus menertawakan naga hitam


__ADS_2