
akhirnya tak lama setelah itu, Guan Lin dan Qian Cheng selesai mandi juga. kini hukuman Mo Yihan berakhir dan sekarang ia sudah bisa merenggangkan kedua kakinya, yang kelelahan itu.
Guan Lin dan Qian Cheng menertawai nya dan mereka berdua sedari tadi, sudah tidak bisa menahan diri untuk tertawa bebas. hal itu membuat Mo Yihan, sedikit kesal dengan mereka.
setelah itu, mereka pun memutuskan untuk kembali dan beristirahat. sesaat sebelum Mo Yihan dan yang lain sampai. mereka tidak sengaja melihat Lian Xue, yang diam-diam masuk kedalam kamar Mo Yihan dan seperti sedang merencanakan sesuatu.
Mo Yihan dan yang lain, jadi curiga dengannya. lalu Mo Yihan terpikirkan sebuah cara untuk membuktikan, bahwa dugaan nya tidak salah pada Zhu Ting.
lalu Mo Yihan menyuruh Qian Cheng, untuk membawa Zhu Ting kemari dan melihat apa yang akan Lian Xue, lakukan padanya.
Qian Cheng pun setuju dengan ide dari Mo Yihan. lantas dia segera pergi menemui Zhu Ting. sementara itu, Mo Yihan akan masuk dan melihat apa yang Lian Xue lakukan padanya.
ia akan berpura-pura tidak tahu, ada orang didalamnya dan masuk dengan santai ke kamarnya. sementara itu, Guan Lin dan yang lain, akan mengawasi dari sisi lain. awalnya Guan Lin tidak setuju dengan Mo Yihan. namun Mo Yihan berusaha menjelaskan pada Guan Lin, agar dia mau menuruti rencananya kali ini.
mau tidak mau Guan Lin, akhirnya menuruti kemauannya dan akhirnya Mo Yihan, mulai menjalankan aksinya. Mo Yihan berjalan santai dan berpisah dengan Guan Lin.
setelah itu, ia masuk dengan penuh kewaspadaan. kamarnya yang gelap karena belum menyalakan lilin dan selain itu juga, ada aroma yang menyerupai dupa dikamar nya. padahal ia tidak pernah memasang dupa atau wewangian apapun dalam kamarnya.
ia pun segera menyalakan lilin dan memeriksa apa yang dilakukan Lian Xue, didalam kamarnya. setelah lilin dinyalakan, Lian Xue diam-diam mengunci pintu kamar Mo Yihan dan menyimpan kunci kedalam sakunya.
tidak tahu apa rencana Lian Xue, tapi Mo Yihan tetap mengikuti permainan nya dan melihat apa yang sedang dia rencanakan padanya.
Lian Xue mendekati nya dan mencoba menempel dengan Mo Yihan. Mo Yihan dengan cepat menghindar darinya. lalu Mo Yihan bertanya padanya, apa yang ingin dia lakukan? Lian Xue tersenyum licik dan berkata.
"Mo Yihan, kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan? bukannya sudah ku bilang, jika aku sangat mengagumi mu sejak pertama bertemu dan sekarang aku tentu ingin bermesraan dengan mu" ucap Lian Xue sambil tersenyum licik
"bohong! kau wanita licik, bagaimana mungkin bisa menyukai musuh mu? kau pasti punya rencana lain, dari mendekati aku seperti ini bukan?" ucap Mo Yihan dengan lantang
__ADS_1
"Mo Yihan, tak ku sangka kau begitu cerdik rupanya. kau ingin tahu, apa yang akan ku lakukan padamu? jika begitu kau harus menunggu, sampai efek dupa itu bekerja dan kau akan mengetahuinya, setelah kau bangun besok paginya" ucap Lian Xue dengan nada licik
"sial. apa yang kau lakukan? ternyata aroma dupa ini adalah milikmu. jangan katakan, jika kau menaruh obat pada dupanya?" ucap Mo Yihan yang merasakan firasat buruk
"hoho... kau benar lagi, Mo Yihan. aku memang menaruh obat didalamnya dan setelah kau menghirup nya, kau tidak akan sadar dengan apa yang telah kau lakukan saat itu" seringai Lian Xue pada Mo Yihan
"dasar wanita licik. harusnya aku menyingkirkan mu dari awal. bisa-bisanya kau bertindak gila seperti ini. sebenarnya apa yang kau inginkan?" sahut Mo Yihan dengan tekanan emosi mulai naik
"hahaha... tentu saja aku ingin mengeluarkan mu dari sekte. kau harusnya berterima kasih, karena aku hanya berniat membuat mu keluar dari sekte. kau tahu? jika kau terus bertahan disini, kau akan menjadi ancaman bagi tuan ku. dan sekarang tuan ku mendesak ku, untuk segera membuat mu keluar dari sekte, sebelum hari pertandingan tiba" ujar Lian Xue sambil melirik tajam kearah Mo Yihan
"wanita licik. siapa tuan mu dan mengapa dia sangat ingin menyingkirkan ku?" ucap Mo Yihan yang sudah mulai terhuyung-huyung karena efek obat
"ahaha... maaf Mo Yihan. aku tidak bisa memberitahukan mu dan kelihatan nya efek obat itu, sudah bekerja. ah... tidakkah kau tertarik padaku sekarang. hanya aku yang bisa memuaskan mu sekarang" ucap Lian Xue sambil menggoda Mo Yihan
"diam...dasar kau wanita licik. aku tidak sudi disentuh oleh mu. dasar kau wanita terkutuk, jika kau berani mendekat aku tidak akan segan melukai mu" ucap Mo Yihan dengan nada mengancam, lalu ia mundur perlahan
"kau wanita jal*ng. jangan mendekat, aku sudah tahu rencana mu. kau berniat membuat ku, melecehkan mu kan? setelah itu, kau akan berpura-pura menjadi korban dan kau mulai menceritakan sebuah drama dan mengatakan jika, aku secara paksa mencoba melecehkan mu bukan?" ucap Mo Yihan yang sudah mulai kehilangan fokus
"hahaha.... Mo Yihan, bagaimana kau bisa tahu semua rencana ku? kau sungguh hebat. nampaknya kau punya kemampuan, membaca isi pikiran ku ya? tapi sayangnya, sudah terlambat. jadi jangan berusaha menahannya lagi, Mo Yihan. itu tidak baik untuk mu, jika kau masih mencoba menahannya, kau akan tersiksa sampai mati karena pengaruh obat" ucap Lian Xue yang licik
"wanita licik. lebih aku mati, daripada harus melakukan itu dengan mu. aku tidak Sudi melakukan nya" ucap Mo Yihan dengan nada keras
"hahaha... baiklah. itu juga bukan pilihan yang buruk. jika kau mati, aku tinggal mencari kambing hitam sebagai pelaku utamanya dan kau juga bisa mati dengan tenang setelahnya. hahaha" Lian Xue tertawa melihat Mo Yihan semakin tidak berdaya dihadapan nya
perlahan Mo Yihan mulai tidak sanggup, menahan pengaruh obat itu. tubuhnya panas dan tidak terkendali. bahkan tanpa sadar dirinya malah mendekati Lian Xue.
dalam pandangan nya yang samar-samar itu, ia mencoba mencari cara untuk melarikan diri dari Lian Xue, sebelum ia benar-benar menyentuh nya.
__ADS_1
akhirnya Mo Yihan terpikir untuk melukai dirinya, agar ia bisa sadar sesaat dan melarikan diri. ia pun meraih pisau kecil yang selalu ia bawa dan ia hendak melukai dirinya dengan itu.
namun sebelum pisau itu sempat melukai nya, Lian Xue dengan cepat merebut pisau itu darinya. lalu Lian Xue mendorong nya ketempat tidur. Mo Yihan makin tidak tahan dengan pengaruh obat, wajah nya memerah dan sekarang pikirkan nya melayang kemana-mana.
Guan Lin yang sadar, jika Mo Yihan sedang dalam bahaya. segera mendobrak pintu nya dan dia mendorong Lian Xue dengan kuat. sehingga membuatnya terpelanting ke sudut kamar.
Guan Lin berteriak pada Zhu Ting yang bersembunyi bersama Qian Cheng, didekat pintu dan menyuruhnya melihat baik-baik, apa yang telah Lian Xue rencana pada mereka.
setelah itu, Guan Lin segera membawa Mo Yihan pergi dari tempat itu. Mo Yihan yang sedang terkena pengaruh obat, tidak sadar dengan apa yang terjadi. sekarang ia hanya tahu, jika ia merasa sangat gerah dan tidak fokus.
Guan Lin menyuruh nya untuk bertahan dan jangan memikirkan hal lain. sebenarnya Guan Lin juga tidak tahu, apa yang harus dia lakukan pada Mo Yihan. karena Mo Yihan sedari tadi berkata gerah, jadi Guan Lin memutuskan untuk merendamnya kedalam kolam didekat kebun obat.
lalu Mo Yihan tanpa sadar, membuka baju Guan Lin. Guan Lin terkejut dan segera mempercepat langkahnya. tak lama kemudian, mereka sampai ditempat itu.
Guan Lin menurunkan nya dan menyuruh nya untuk berendam kedalam kolam. namun Mo Yihan tidak mau melepaskan nya, ia malah menarik Guan Lin kehadapan nya. lalu tanpa sadar, ia berciuman dengan Guan Lin.
Guan Lin syok, bukan main. namun karena, Mo Yihan sedang dalam pengaruh obat, terpaksa Guan Lin membantu nya sekarang. lalu setelah itu, Guan Lin segera menyeretnya kedalam air. lalu Guan Lin memakai sedikit kekuatan spiritualnya, untuk membantu Mo Yihan menetralisir pengaruh obat.
Mo Yihan makin tidak terkendali. Guan Lin juga mulai resah, akhirnya ia terpaksa membuat nya pingsan, agar dia bisa tenang. lalu Guan Lin masih tidak bisa lepas dari bayang-bayang nya, yang sempat berciuman dengan Mo Yihan.
wajahnya memerah dan dia masih tidak habis pikir, jika hal itu akan terjadi padanya. lalu entah kenapa, Guan Lin merasa sedikit senang dan juga kecewa, karena Mo Yihan adalah pria. jika seandainya Mo Yihan adalah perempuan, Guan Lin tentu tidak akan mempermasalahkan nya.
Guan Lin terus memegang bibirnya dan masih tidak habis pikir akan kejadian itu. untungnya setelah ini, Mo Yihan pasti tidak ingat apa-apa.
sementara itu, akhirnya Zhu Ting telah tersadarkan akan perbuatan dari Lian Xue. setelah melihat dan mendengar, rencana licik dari Lian Xue. tiba-tiba kepala terasa sakit dan sedikit pusing.
namun setelah itu, ia kembali normal dan akhirnya dia telah terlepas dari pengaruh Lian Xue. kini dia merasa sangat bersalah pada Mo Yihan. karena dia telah menyalahkan, Mo Yihan selama ini.
__ADS_1
sejak ia tahu, jika Lian Xue adalah wanita licik. kini dia mulai kecewa dan benci padanya. lalu Zhu Ting dan Qian Cheng, pergi melaporkan kejadian itu pada guru besar dan selain itu, mereka juga mengambil dupa, yang diletakkan Lian Xue dikamar Mo Yihan.