
Mo Yihan tersentak, karena Guan Lin yang tiba-tiba pergi meninggalkan nya sendiri. lantas Mo Yihan segera pergi dan mengejarnya.
Guan Lin pergi dengan terburu-buru, seperti sedang menghindari Mo Yihan. sekarang Mo Yihan jadi sedikit menyesal, karena sudah mengerjainya barusan.
lantas Mo Yihan memutuskan untuk pergi menemui nya, yang sekarang sedang berada dikamar nya. Mo Yihan mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk kedalam.
Guan Lin tidak menjawab dan tidak memberikan izin padanya. lalu Mo Yihan berdiri didepan pintu dan berkata padanya.
"yang mulia pangeran ketujuh, mohon izinkan hamba untuk masuk dan menjelaskan kesalahan hamba padamu sekarang" teriak Mo Yihan dengan keras didepan pintu kamar Guan Lin
"hamba sekarang, tahu salah dan hamba benar-benar meminta maaf padamu" ucap Mo Yihan sambil berlutut didepan pintu kamar Guan Lin
beberapa pelayan yang melihatnya, mulai bergosip tentang hubungan Guan Lin dan Mo Yihan. lantas Guan Lin yang mendengar perkataan dari Mo Yihan, segera menarik nya masuk kedalam.
"akhirnya, kau mengizinkan aku masuk juga. aku mengucapkan terima kasih loh, pada pangeran, hehe" ucapan Mo Yihan yang cengengesan
"apa maksudmu, Mo Yihan? kau cari gara-gara dengan ku ya? apa kau ingin, dihukum oleh ku?" tanya Guan Lin dengan nada kesal sambil menatapnya dengan dingin
"hehe... tidak, Guan Lin. aku hanya bercanda saja, tolong jangan terlalu serius. aku heran sejak kau kembali dari istana, perasaan mu sekarang begitu sensitif. apa kau sedang datang bulan sekarang" sahut Mo Yihan dengan nada mengejek
"Mo Yihan, siapa yang kau maksud sedang datang bulan hah? harusnya kau sadar sekarang, jika aku begini. karena aku sedang kesal padamu, kau tahu itu" ucap Guan Lin dengan kesal
"Guan Lin, aku tahu salah kali ini. aku benar-benar minta maaf padamu. sungguh, kali ini aku benar-benar serius, Guan Lin. jadi tolong jangan marah lagi atau ketampanan mu akan luntur karena itu" ujar Mo Yihan yang berusaha memperbaiki suasana
"Mo Yihan!"
"iya Guan Lin, aku tahu kau sedang marah. tapi tujuan ku sekarang adalah mengubah suasana menjadi lebih baik" lirik Mo Yihan dengan mata-matanya yang berbinar-binar
"kau...! sudahlah. aku sedang tidak ingin bicara padamu sekarang, cepat keluar dan tinggalkan aku sendiri disini" ucap Guan Lin dengan tegas sambil menunjuk pintu kamarnya
"kau serius? tidak menyesal, karena menyuruh ku pergi sekarang?" Mo Yihan menatapnya dengan mata berbinar-binar dan wajah sedih
"baiklah, kau boleh tetap disini. asal kau menjelaskan padaku, mengapa kau melempar kan batu dan buah padaku saat itu?" ucap Guan Lin yang tidak tega untuk mengusir Mo Yihan
"em.. baiklah. sebelumnya itu, karena aku berniat mengerjai mu. yang sempat terlihat tegang, saat menghadap kaisar tadi" ucap Mo Yihan secara asal-asalan
"siapa bilang, jika aku sedang tegang? jelas-jelas aku sangat tenang tadi" Guan Lin tersentak, lalu menoleh kearahnya dengan tangan yang disilangkan
__ADS_1
"ya baiklah, kalau benar kali ini. sebenarnya tujuan ku melempar itu, hanya untuk menguji tingkat kewaspadaan mu itu" sahut Mo Yihan yang mencoba mencairkan suasana
"hais... bilang saja, jika kau berniat menjahili ku. karena kau kesal ditinggal lama, saat aku bertemu kaisar" ucap Guan Lin dengan serius sambil menyipitkan matanya, lalu melihat kearah Mo Yihan
"wah hebat. bagaimana kau bisa tahu?" sahut Mo Yihan sambil menepuk tangan nya
"Hem... tidak perlu dijelaskan. dilihat dari dirimu yang tidak suka, diperhatikan oleh orang-orang. aku pun sudah tahu, jika kau tadi kesal. karena terus menerus diperhatikan oleh para pelayan dan belum lagi para pelayan itu, juga sedang menggosipkan mu kan?" ucap Guan Lin yang tekanan emosi mulai stabil
"ya, kali kau benar lagi. jadi sekarang kita sama-sama, seri bukan?" ujar Mo Yihan sambil tersenyum licik padanya
"apa maksudmu, Mo Yihan? ini berbeda, kau itu tadi sengaja membuat ku kesal tahu? sedangkan aku itu, tidak disengaja. kau tahu sendiri, jika kaisar pasti akan banyak tanya, saat aku masuk istana dan menyampaikan kabar itu. harusnya kau mengerti bukan?" ucap Guan Lin yang mulai kesal lagi
"mana aku tahu? jika saja kau bilang, jika kau akan lebih lama dibandingkan sebelumnya. mungkin aku bisa mencari tempat aman, agar membuat ku terhindar dari gosip" ucap Mo Yihan saling menyilang kan tangan nya
"ya...ya baiklah. kali ini kita seri. kau puas bukan?" Guan Lin geleng-geleng kepala, sambil menghela nafasnya dan memilih mengalah untuk nya
"tentu saja, hahaha.... tidak disangka Guan Lin, bisa dibuat kalah juga. setelah mengeluarkan beberapa jurus" gumam Mo Yihan
"jangan sebut itu lagi, Mo Yihan! atau aku akan benar-benar marah padamu" ucap Guan Lin yang sadar dengan perkataan Mo Yihan barusan
"maaf Guan Lin, aku janji tak akan mengatakan hal itu lagi. sumpah aku serius, jadi jangan marah nya" ujar Mo Yihan sambil, mengangkat satu tangan ke atas
setelah itu, akhirnya Mo Yihan berhasil membuat Guan Lin kembali tenang dan tidak kesal lagi padanya. sekarang mereka berdua sedang menikmati makan malam, di kamar Guan Lin yang besar itu.
keesokan harinya, Guan Lin mengajak Mo Yihan untuk pergi menemui salah seorang kenalannya. yang paling dipercaya olehnya, saat ini.
dan dengan bertemu orang itu, mereka akan mendapatkan beberapa informasi mengenai keberadaan sekte iblis, ataupun beberapa informasi mengenai sekte iblis.
Mo Yihan dan Guan Lin, langsung meluncur ke tempat tinggal orang itu. dan sesampainya disana, orang itu ternyata sedang tidak ada ditempat dan sedang pergi sebentar, karena ada urusan mendadak.
jadi mau tidak mau, Guan Lin dan Mo Yihan harus menunggu didalam rumahnya sampai dia kembali. setengah jam kemudian, orang itu kembali dan dia sungguh meminta maaf pada Guan Lin. karena urusan dadakan itu, membuat nya jadi menunggu lama.
lalu orang itu, menatap Mo Yihan yang sedang duduk di samping Guan Lin. Mo Yihan terlihat, sedang asik menikmati teh dan makanan ringan, yang disajikan pelayan rumah. dan karena penasaran, orang itu bertanya pada Guan Lin, siapa orang yang duduk disampingnya itu?
Guan Lin dengan santai, memperkenalkan Mo Yihan sebagai pengawal pribadi nya pada orang itu. lalu orang itu tersenyum, kepada Mo Yihan dan Mo Yihan juga membalas senyumannya.
selain itu, dia juga memperkenalkan dirinya pada Mo Yihan. dia merupakan anak dari menteri keuangan, yang bernama Qin Lang. Qin Lang sendiri adalah orang kepercayaan Guan Lin, yang selama ini selalu memberikan informasi yang Guan Lin butuhkan.
__ADS_1
setelah selesai berkenalan, tampaknya Mo Yihan dan Qin Lang bisa berteman baik. lalu tanpa banyak menghabiskan waktu. Guan Lin langsung bertanya, pada Qin Lang mengenai sekte iblis.
"bagaimana dengan sekte iblis, yang pernah ku minta kau menyelediki nya? apakah sudah ada perkembangan?" ucap Guan Lin sambil menyeruput teh panasnya
"em... mengenai hal itu. agak sulit dijelaskan. ini karena lokasi sekte iblis, yang begitu tersembunyi dan sulit dilacak. tapi tenang saja, kami tetap mendapatkan beberapa informasi mengenai sekte iblis" ucap Qin Lang dengan tenang
"yang pertama, tujuan mereka saat ini adalah mencari dan mengumpulkan enam batu inti. dari monster level atas yang pernah dikalahkan oleh pedang terkutuk, waktu seribu tahun yang lalu"
"lalu yang kedua adalah mencari wadah, untuk kebangkitan iblis yang kembali ke dunia. itulah tujuan mereka saat ini dan sekarang orang dari sekte iblis, sedang sibuk menyiapkan rencana untuk mendapatkan batu inti monster level atas" jelas Qin Lang dengan serius dan tenang
"lalu apakah kau tahu, dimana letak keenam batu inti yang mereka cari itu?" tanya Guan Lin dengan serius
"sayangnya, kami tidak mengetahui informasi atau lokasi pasti, tempat batu inti itu berada. yang kami ketahui adalah jika batu inti itu, lima diantaranya terdapat di kerajaan Yan dan batu inti keenam terdapat, di kerajaan tetangga atau kerajaan Sui" ujar Qin Lang sambil menatap Guan Lin dengan serius
"jika begitu, kita harus segera menyusun rencana menghalangi mereka, untuk mendapatkan batu inti itu dan mencegah mereka untuk membangkitkan iblis" ucap Mo Yihan, sambil mengangkat cangkir teh ke mulutnya
"ya kau benar. tapi sekarang kita tidak mengetahui, dimana batu inti itu disembunyikan" sahut Guan Lin yang menatapnya dengan serius
"meski begitu, kita harus tetap berusaha untuk mendapatkannya terlebih dahulu. sebelum orang-orang sekte iblis berhasil mengumpulkan" ucap Mo Yihan dengan tenang sambil meletakkan cangkir teh ke meja
"ya benar. lalu sekarang kita harus memulai darimana? dan apa yang harus kita lakukan, agar bisa menemukan keberadaan batu inti itu dengan cepat?" tanya Qin Lang dengan serius
"em... sebenarnya waktu itu, di wilayah Utara. kami menemukan sekelompok orang dari sekte iblis, yang kebetulan sedang mencari batu inti. dan jika kita mengikuti kelompok mereka, mungkin saja kita bisa dengan mudah menemukan lokasi batu inti itu" ujar Guan Lin
"tapi kelompok itu, bergerak dalam diam dan sulit didekati. satu-satunya cara, hanya dengan menyamar jadi anggota kelompok. sehingga kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi tersebut" ujar Qin Lang dengan serius
"aku setuju, dengan perkataan mu dan mulai sekarang sebaiknya, kita mulai mencari kelompok itu dan mulai menyusun rencana untuk menyelinap kedalam kelompok, tanpa ketahuan sama sekali" ucap Mo Yihan dengan semangat
"baiklah. kalau begitu, kalian tenang saja. aku akan mencari informasi mengenai kelompok itu dan jika informasi telah ku dapatkan. aku akan segera mengabari kalian dengan cepat" ujar Qin Lang
"baiklah Qin Lang. kalau begitu, mohon bantuannya dan karena sudah tidak ada lagi, hal yang ingin kau sampaikan. maka aku harus kembali ke istana, sebelum ada orang yang mencurigai pergerakan kita" ucap Guan Lin sambil mempersiapkan diri untuk pergi
"baiklah. kalau begitu, biar ku antar sampai depan" sahut Qin Lang yang mempersilahkan Guan Lin
"tidak perlu. sebaiknya kau istirahat saja, di rumah. aku bisa pergi bersama Mo Yihan, jadi tenang saja" ucap Guan Lin sambil membalikkan badan dan pergi meninggalkan Qin Lang
"em... baiklah. kalau begitu hati-hati dijalan, pangeran" ucap Qin Lang yang memperhatikan mereka dari balik pintu
__ADS_1
setelah itu, Guan Lin dan Mo Yihan pergi dan kembali ke istana. setelah mendapatkan beberapa informasi mengenai sekte iblis.