
Guan Lin menatap Mo Yihan dengan serius dan menjepitnya ke dinding. lalu Guan Lin berbisik padanya.
"Mo Yihan. semalam kau tahu, jika kau tak sengaja mengigau ketika tidur dan kau mengatakan sesuatu yang membuat ku, sedikit penasaran denganmu" ucap Guan Lin dengan nada rendah
"hah? apa maksudmu Guan Lin? memang apa yang aku katakan semalam?" tanya Mo Yihan, yang masih tidak paham dengan maksud Guan Lin
"kau sungguh tidak ingat?" ujar Guan Lin sambil mengangkat satu alisnya
"Hem?" Mo Yihan mengangguk
"baiklah, biar aku katakan padamu. kau semalam bilang jika kau tidak tertarik pada wanita, karena kau juga seorang wanita. apa maksudnya, Mo Yihan?" ucap Guan Lin sambil menyipitkan matanya
"Aa.. itu kan, hanya mimpi saja. tidak usah dipikirkan. aku hanya sembarang mengucap nya. lagian kau tahu sendiri bukan, jika aku adalah laki-laki. ya aku adalah laki-laki sama denganmu" ucap Mo Yihan yang sedikit gugup
"lalu apa maksudmu yang bilang, jika kau tidak tertarik pada wanita?" tanya Guan Lin yang masih penasaran
"A.. itu, maksud ku adalah putri. ya... Haha, putri kau tahu itu. haha" ucap Mo Yihan yang cengengesan
"Mo Yihan, bukankah kau bilang tadi jika kau tidak ingat apa yang kau katakan semalam? lalu kenapa kau bisa menjawabnya dengan lancar sekarang? apa ada hal yang kau sembunyikan dariku?" ucap Guan Lin sambil menatap Mo Yihan dengan serius
"Guan Lin. ku mohon, kau jangan salah paham dulu padaku. aku tidak bermaksud membohongi ataupun menipumu. tapi aku hanya takut, kau tidak bisa mengerti atau menerima nya jika aku mengatakan yang sebenarnya padamu" ujar Mo Yihan yang berusaha meluruskan kesalahpahaman diantara ia dan Guan Lin
"lalu sampai kapan kau akan terus begini, Mo Yihan? bukankah kau pernah bilang, jika tidak ada rahasia diantara kita?" tanya Guan Lin
"ya kau benar, Guan Lin. aku tahu aku salah. tapi ku mohon beri aku waktu yang tepat, sampai aku siap mengatakan nya padamu"
"baiklah. ku harap kau akan mengatakan nya secepat mungkin Mo Yihan dan jangan pernah berpikir untuk menutupi nya dariku. cepat atau lambat, aku pasti akan mengetahui nya" ucap Guan Lin dan perlahan pergi darinya
"em, baiklah"
"kalau begitu, cepatlah pergi menemui putri. jika kau membuat nya menunggu lama, kau tidak akan tahu apa yang akan dia lakukan padamu? apalagi sekarang kita sedang berada di wilayah nya" ujar Guan Lin dengan ekspresi datar
"ya baiklah. kalau begitu aku pergi dulu dan kau jaga dirimu baik-baik. secepatnya, aku akan kembali" ucap Mo Yihan yang hendak pergi
"em"
setelah pergi meninggalkan Guan Lin. Mo Yihan jadi syok dengan kejadian tadi. ia tentu tidak menyangka, jika Guan Lin akan mengetahui hal itu.
untungnya ia berhasil menyakinkan Guan Lin untuk saat ini. sebenarnya Mo Yihan ingin sekali mengatakan kebenaran tentang dirinya. namun ia takut jika setelah ia mengatakan hal tersebut, Guan Lin akan menjauhi nya karena ia bukanlah orang dari dunia ini.
selain itu, ia juga telah mengambil peran Mo Yihan di dunia ini. padahal Mo Yihan yang asli sudah mati sejak lama.
__ADS_1
tapi biar bagaimanapun, ia juga tidak bisa terus menyimpan rahasia ini dari Guan Lin. cepat atau lambat, Guan Lin pasti akan merasakan keanehan pada dirinya yang sekarang.
sekarang Mo Yihan, jadi bingung harus bagaimana lagi. namun sekarang yang paling utama adalah menyelesaikan urusannya, dengan putri ketiga.
setelah itu, baru ia pikirkan waktu yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut pada Guan Lin. lalu tak lama kemudian, akhirnya Mo Yihan tiba di restoran yang dijanjikan didalam surat tersebut.
ia pun masuk kedalam restoran. lalu tiba-tiba ada seorang pelayan datang menghampirinya dan bertanya siapa namanya. ia menjawab, jika namanya adalah Mo Yihan.
setelah mendengar namanya, sang pelayan langsung menuntun Mo Yihan masuk ke sebuah ruangan yang telah dipesan oleh Putri ketiga.
awalnya Mo Yihan pikir, jika putri ketiga sudah ada didalam ruangan itu. namun setelah masuk kedalam, Mo Yihan tidak melihat siapa pun disana.
hanya ada dirinya dan juga, beberapa pelayan yang mengantarkan makanan kedalam. lalu beberapa menit kemudian.
terdengar suara didekat pintu masuk. ternyata itu adalah putri ketiga. dia masuk sendirian dan pelayan yang tadi melayani Mo Yihan juga keluar dari tempat itu, segera setelah putri ketiga masuk.
lalu putri ketiga dengan malu-malu, menyapa Mo Yihan dan menyuruh Mo Yihan untuk tidak perlu formal padanya.
Mo Yihan sedikit canggung dengan pertemuan ini. apalagi ia tidak tahu, apa maksud putri ketiga mengajaknya bertemu seperti ini.
sembari menunggu putri ketiga mengatakan yang dia inginkan, Mo Yihan sekali menyeruput teh panasnya.
Mo Yihan yang mendengar hal tersebut, langsung tersedak teh panasnya. pakaian nya jadi basah karena itu.
lalu putri ketiga dengan sigap, mengambil sapu tangan dan mengeringkan pakaian Mo Yihan yang terkena teh itu.
lantas Mo Yihan buru-buru membersihkan sisa tumpahan teh itu. setelah itu, Mo Yihan pun bertanya padanya mengapa dia bisa tertarik dan suka padanya.
padahal Mo Yihan bukanlah seorang pangeran ataupun orang penting. Mo Yihan menjelaskan, jika ia hanyalah seorang pengawal biasa yang bertugas menjaga pangeran ketujuh dari kerajaan Yan.
setelah mendengar hal tersebut. putri ketiga menjelaskan, jika dia tidak peduli dengan identitas Mo Yihan. apapun itu dia bisa menerimanya dengan baik, asalkan Mo Yihan mau menjadi tunangan nya.
Mo Yihan tambah syok mendengar hal tersebut, keluar dari mulut putri ketiga. padahal Mo Yihan berpikir, jika putri ketiga adalah orang yang lemah lembut dan tidak mungkin berani mengajaknya bertunangan.
setelah mengatakan hal tersebut, sikap putri ketiga mulai berubah. sedikit demi sedikit, dia mulai mendekatkan tubuhnya pada Mo Yihan dan berharap Mo Yihan akan menerimanya.
tapi Mo Yihan segera menghindar darinya dan menjaga jarak aman terhadapnya. lantas agar tidak terjadi kesalahpahaman, Mo Yihan segera menjelaskan pada putri ketiga.
jika dirinya tidak memiliki perasaan pada putri ketiga dan sekarang ia juga tidak bisa bertunangan dengan putri ketiga, karena sekarang ia hanyalah seorang pengawal kerajaan.
Mo Yihan terus mengatakan hal yang akan membuat putri ketiga, berubah pikiran padanya. namun usahanya sia-sia, entah apa yang merasuki putri ketiga ini.
__ADS_1
dia terus mengatakan, jika dia akan menerima Mo Yihan apa adanya. lalu dia juga sempat mengatakan bahwa, dia bersedia menjadikan Mo Yihan sebagai salah satu orang penting di kerajaan nya, jika Mo Yihan mau menikah dengannya.
selain itu, dia juga bilang jika Mo Yihan hanya perlu menjadi suami yang baik untuk nya. Mo Yihan tertekan setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Putri ketiga.
seketika ia ingin segera melarikan diri dari tempat itu. tapi putri ketiga terus mencengkram tangan nya dengan erat.
sekarang Mo Yihan tidak bisa berbuat apa-apa padanya, karena dia adalah putri kaisar. jika Mo Yihan bertindak gegabah, maka yang kena masalah adalah Guan Lin sebagai perwakilan kerajaan Yan.
Mo Yihan tidak ingin, hal itu terjadi padanya. lantas sekarang yang bisa dia lakukan adalah membujuk putri, agar mau melepaskan dirinya dari Mo Yihan.
tapi sayangnya usaha nya gagal. putri ketiga berkata jika dia tidak akan melepaskan Mo Yihan, sebelum Mo Yihan bilang setuju dengan pendapatnya tentang pernikahan.
Mo Yihan tidak tahu harus bagaimana. lantas Mo Yihan berkomunikasi dengan naga hitam dan meminta nya untuk menghubungi Guan Lin, agar bisa datang membantunya.
lalu naga hitam segera pergi dan mencari Guan Lin untuk membantunya. karena Mo Yihan tidak menunjukkan tanda-tanda, bahwa dia akan setuju dengan putri ketiga.
akhirnya putri ketiga nekat memakai cara lain, agar dia bisa memiliki Mo Yihan. dia pun menyuruh beberapa pengawalnya, untuk membawa Mo Yihan ke sebuah kamar yang telah dia pesan sebelumnya.
Mo Yihan memberontak dan berusaha pergi dari tempat itu. namun putri ketiga malah mengancamnya dan berkata jika Mo Yihan terus memberontak, maka dia akan memberitahukan pada kaisar jika Mo Yihan telah menyakitinya.
setelah mendengar ancaman itu, Mo Yihan jadi tidak bisa berbuat apa-apa. sekarang Mo Yihan sungguh menyesal, telah pergi ketempat ini. ia tidak menyangka jika putri ketiga adalah seekor rubah licik, yang siap menjerat siapa saja agar mau menuruti kemauannya.
sekarang terpaksa Mo Yihan mengikuti nya ke kamar lain. dan saat ia dibawa paksa ketempat lain, ia sempat meninggalkan beberapa jejak. agar Guan Lin kelak bisa menemukan nya.
lalu setelah sampai dikamar. Mo Yihan pun dilempar masuk kedalam kamar dengan putri ketiga, yang sedang menunggu nya di ranjang.
seisi ruangan tercium bau aneh dan menyengat. Mo Yihan jadi tidak nyaman dengan suasana kamarnya.
setelah melihat Mo Yihan yang tidak nyaman, putri ketiga malah tertawa keras. Mo Yihan kaget melihat nya, yang tiba-tiba jadi begitu.
lalu putri ketiga turun dari ranjangnya dan menghampiri Mo Yihan. dia terus menggoda Mo Yihan untuk berhubungan dengannya.
Mo Yihan terus menolak nya dan menghindari nya. namun putri ketiga tidak menyerah begitu saja. sekarang dia malah lebih nekat lagi.
dia melepaskan pakaian luarnya dan sekarang hanya tersisa selembar kain tipis, yang menutupi tubuhnya. terlihat pula lekuk tubuh seksi miliknya.
dia berpikir jika memperlihatkan ini pada Mo Yihan, pasti Mo Yihan tidak akan menolaknya. apa lagi setelah Mo Yihan menghirup begitu banyak, asap dari dupa perangsang.
pasti Mo Yihan tidak akan bisa mengendalikan dirinya setelah ini. yang benar saja, Mo Yihan sekarang merasa ada yang aneh dengan dirinya.
tubuhnya tiba-tiba merasa panas, konsentrasi nya juga mulai menurun dan ia juga merasa sedikit pusing.
__ADS_1