Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
kematian Li Jun dan kambuh nya racun


__ADS_3

suasana makin mencekam dan tekanan kekuatan, juga semakin kuat. formasi pelindung yang hampir selesai diperbaiki, pun akhirnya kembali hancur dan gagal diperbaiki.


beberapa guru terluka, akibat kejadian ini. pertarungan semakin sengit dan aura yang dikeluarkan, dari masing-masing petarung juga semakin besar.


monster iblis itu, kini juga makin besar dan berevolusi dengan cepat. nampaknya Mo Yihan, akan memakai kekuatan penuh untuk mengakhiri pertarungan ini.


karena Li Jun berniat membunuhnya, maka Mo Yihan tidak ragu-ragu untuk memberikan serangan fatal padanya. monster iblis itu semakin ganas dan agak sulit untuk ditaklukkan.


namun berkat bimbingan dari naga hitam, ia bisa memberikan beberapa luka pada monster itu. setelah diperhatikan dan diamati, akhirnya Mo Yihan menemukan titik kelemahannya dari sang monster iblis.


titik kelemahannya adalah Li Jun sendiri. monster iblis itu, sebenarnya adalah bayangan dari Li Jun. jika ingin mengalahkan si monster, maka Mo Yihan harus menyerang Li Jun. yang sedari tadi, terus mengendalikan si monster iblis.


tanpa ragu-ragu serangan yang awalnya ditargetkan, pada monster iblis. kini berubah dan target yang Mo Yihan incar adalah Li Jun. lalu kekuatan serangan dari pedang terkutuk, akhirnya membuat Li Jun, harus kehilangan satu tangan nya.


Li Jun menjerit kesakitan dan amarah nya mulai memuncak. lalu dendamnya, kian membesar. lantas dia mengeluarkan kekuatan penuh, untuk membunuh Mo Yihan dalam sekali serang.


naga hitam memperingati Mo Yihan, untuk berhati-hati dengan Li Jun. karena dia sedang mencoba untuk memberikan serangan mematikan padanya.


Mo Yihan yang mengetahui hal itu, segera mengantisipasi serangan dari Li Jun. dan tanpa di sadari, monster iblis melancarkan serangan dashyat yang membuat seluruh tanah di sekte bergetar hebat.


seperti sedang terjadi gempa bumi. Guan Lin yang berdiri tak jauh dari lapangan. mulai cemas dan khawatir, akan keselamatan Mo Yihan. begitu juga dengan Qian Cheng dan Zhu Ting yang ada didekat Guan Lin.


debu dan asap berterbangan, di mana-mana. lalu membuat pandangan disekitar sana, menjadi suram dan menyeramkan. sekarang Mo Yihan fokus menyerang Li Jun, daripada si monster iblis.


tapi sedari tadi, monster iblis selalu menghalangi serangannya. akhirnya Mo Yihan terpaksa menggunakan kekuatan maksimal, untuk menghabisi si monster iblis.


Mo Yihan menyerangnya dengan sangat cepat dan kuat. setelah menerima serangan dari pedang terkutuk, monster iblis itu terdiam kaku dan tidak bergerak.


semua orang yang melihatnya, juga langsung ikut tercengang dengan kejadian itu. lalu beberapa detik kemudian, monster iblis itu hancur dan musnah oleh serangan dari Mo Yihan. darah dan bagian tubuh dari si monster, bertebaran di lapangan itu.


akhirnya monster penghalang, telah musnah. kini saatnya Mo Yihan memberikan pelajaran untuk Li Jun, yang telah semena-mena menggunakan jurus terlarang.


Li Jun yang melihatnya, menjadi ketakutan dan kelabakan. lalu karena monster iblis nya telah musnah, maka kekuatan Li Jun juga ikut melemah. Mo Yihan menatapnya dengan tatapan tajam yang penuh amarah.


dirinya memang sudah lama menunggu saat, dimana ia bisa langsung menghabisi Li Jun. orang yang telah membunuh, pemilik tubuh yang sebenarnya.

__ADS_1


lantas tanpa membuang waktu dan kesempatan. Mo Yihan mengangkat pedangnya dan langsung, menebas tangan yang tersisa dari tubuh Li Jun.


Mo Yihan akan membuatnya menderita, sebelum kematiannya. dan Mo Yihan ingin dia merasakan rasa sakit, yang pernah diterima oleh Mo Yihan yang dulu.


Li Jun menjerit kesakitan. karena Mo Yihan terus menerus menebas, satu persatu bagian tubuhnya. setelah tangan dan kakinya terputus. kini Mo Yihan mengincar kepalanya.


sekarang tubuh serta pakaian Mo Yihan, dipenuhi dengan bercak darah dari monster iblis dan juga Li Jun. sesaat sebelum, Mo Yihan benar-benar menebas kepalanya.


Li Jun sempat memohon ampun padanya dan dia juga menangis tersedu-sedu. sambil terus meminta maaf, atas kejahatan yang telah dia perbuat padanya selama ini.


namun Mo Yihan yang sekarang, bukanlah Mo Yihan yang dulu. kini Mo Yihan seperti sedang dirasuki atau sedang dikendalikan, oleh roh pedang terkutuk. apa yang ada didepannya dan siapa saja yang menghalangi nya, akan dia musnahkan dari pandangan nya.


Guan Lin melihat, jika Mo Yihan sudah diluar kendali. lantas dia berusaha, untuk segera menyadarkannya. namun Zhu Ting dan Qian Cheng melarangnya, karena Mo Yihan yang sekarang sangat berbeda dengan Mo Yihan yang mereka kenal.


ternyata Qian Cheng dan Zhu Ting, juga menyadari hal itu. lantas mereka hanya bisa berharap, jika Mo Yihan bisa segera kembali mengendalikan diri nya.


lalu Guan Lin dan yang lain mencoba, berteriak memanggil namanya dan menyuruh nya untuk tidak membunuh Li Jun. namun Mo Yihan, tidak mendengar teriakkan mereka.


lantas Mo Yihan dengan wajah datarnya, mulai melayangkan pedangnya kedekatan kepala Li Jun. darah bertebaran dimana-mana, seisi lapangan dipenuhi oleh darah.


tak lama setelah itu, Mo Yihan merasakan sakit yang luar biasa muncul dari dalam tubuhnya. ini karena, Mo Yihan telah memaksakan dirinya untuk menggunakan kekuatan maksimal.


sekarang ia sangat kesakitan dan sampai tidak bisa bergerak sama sekali. tubuhnya terkulai lemas dan hampir jatuh ketanah. Guan Lin yang melihatnya, segera pergi ketempat nya dan menopang tubuhnya.


Guan Lin sangat kaget, saat melihat racun pada tubuh Mo Yihan kembali kambuh dan bahkan lebih parah, daripada sebelumnya.


lalu tiba-tiba, Mo Yihan muntah darah dan hidungnya juga mengeluarkan darah. tubuhnya semakin lemas, setelah banyak darah yang terus keluar dari mulut dan hidungnya.


Guan Lin sangat panik dan cemas, melihat kejadian itu. lantas dia sempat mengingat, jika Mo Yihan pernah mengatakan bahwa ia mempunyai obat penawar sementara. yang bisa ia gunakan, untuk mengendalikan racun.


Guan Lin langsung mengambilnya, dari dalam kantong dimensi dan menyuruhnya untuk segera meminum obat itu. tapi sayangnya, Mo Yihan yang sedang sekarat, tidak bisa menelan obat itu.


disisi lain, naga hitam yang melilit tangannya berubah menjadi naga besar. lalu dia menopang, tubuh Mo Yihan dan memberikan kekuatan nya pada Mo Yihan. namun itu tidak bisa bertahan lama. jadi sebelum Mo Yihan benar-benar mati.


Guan Lin harus segera, menyiapkan penawar racun untuknya. lalu naga hitam yang telah mendapatkan kembali kekuatan nya, terpaksa memberikannya lagi pada Mo Yihan. agar dia masih bisa bertahan hidup.

__ADS_1


lalu naga hitam menyuruh, Guan Lin pergi membuat obat penawar racun untuk Mo Yihan. Guan Lin langsung pergi, ketempat pembuatan obat dan segera membuat penawar untuk Mo Yihan.


Mo Yihan sekarang, dalam keadaan koma dan tidak sadarkan diri. lalu naga hitam membawanya kembali, ke tempat tinggal mereka dan menjaganya agar tetap stabil, sampai Guan Lin selesai membuat obat penawar.


setelah tiba, naga hitam meletakkan tubuh Mo Yihan ditempat tidur dan menjaganya. lalu disusul oleh Zhu Ting dan Qian Cheng, yang tiba di sana. mereka menangis, karena takut Mo Yihan tidak bisa selamat.


tiba-tiba naga hitam merasa, suhu tubuh Mo Yihan meningkat dan sekarang Mo Yihan, sedang mengalami demam yang cukup tinggi. lalu Qian Cheng dan Zhu Ting, segera pergi mengambil air untuk mengompres kepalanya.


sedangkan naga hitam, tetap menstabilkan tubuh Mo Yihan. agar ia bisa bertahan sampai, Guan Lin membawa obat penawar.


sementara itu, Guan Lin yang berada diruang obat, dengan sangat serius membuat obat penawar. dia dengan cepat, mencampur semua bahan yang telah terkumpul menjadi satu. lalu dia masukkan kedalam tungku dan membakarnya, dengan api spritual tingkat atas.


waktu yang diperlukan untuk membuat pil obat, tidak bisa diprediksi. namun Guan Lin, harus tetap fokus mengendalikan api spritual nya, agar obat bisa segera terselesaikan.


disisi lain, demam tinggi yang dialami oleh Mo Yihan juga tak kunjung turun. Qian Cheng dan Zhu Ting, jadi panik dan semakin cemas. mereka sekarang, sampai tidak tahu harus berbuat apalagi.


lantas Qian Cheng menyuruh Zhu Ting, untuk mengecek Guan Lin apakah dia sudah selesai atau belum. sementara Zhu Ting pergi, Qian Cheng pun membantu Mo Yihan untuk berganti pakaian. karena pakaian yang dikenakannya sekarang, penuh dengan bercak darah dan bau amis darah.


saat Qian Cheng mengganti pakaian nya, dia melihat pola hitam yang ada ditubuh Mo Yihan, makin menyebar luas dan sekarang hampir menjalar ke seluruh bagian tubuh Mo Yihan.


Qian Cheng syok, melihat itu. lantas dia buru-buru menyusul Zhu Ting dan Guan Lin, untuk memberitahu hal tersebut pada mereka.


sementara itu, Guan Lin yang masih fokus membuat obat. mulai merasa, jika kekuatan spiritualnya juga melemah. karena dia tadi, sempat menggunakan kekuatan nya, untuk membantu membuat formasi pelindung sekte.


untungnya Zhu Ting, tiba tepat waktu dan menyadari jika Guan Lin, sedang kelelahan. lantas Zhu Ting dengan segera, menyalurkan kekuatan spiritualnya miliknya untuk Guan Lin.


sekarang berkat bantuan dari Zhu Ting, kekuatan spiritual Guan Lin kembali stabil. dan sekarang mereka berdua harus tetap fokus mengendalikan api spritual, agar tidak gagal.


tak lama setelah itu, Qian Cheng datang dan memberitahukan pada mereka. jika tubuh Mo Yihan sekarang, sudah mulai dipenuhi oleh bercak hitam yang misterius.


Guan Lin yang mendengar itu, hampir gagal fokus. namun Zhu Ting menguatkan nya dan menyuruhnya, untuk tetap fokus menyelesaikan obat. agar obat bisa segera terselesaikan, mereka membutuhkan tambahan kekuatan spiritual dari Qian Cheng.


akhirnya Qian Cheng, ikut bergabung dengan mereka dan bersama-sama membuat obat. disisi lain, Mo Yihan sangat tersiksa karena racun dan tubuhnya sekarang, terasa seperti sedang terbakar.


meski tidak sadarkan diri, Mo Yihan masih bisa mengerang kesakitan, karena racun itu. sekarang naga hitam, juga mulai kehabisan kekuatan nya. ukuran nya kian mengecil, tapi Guan Lin masih belum kembali juga.

__ADS_1


naga hitam sudah tidak bisa, menahan lebih lama lagi. jika mereka terlambat sedikit lagi, maka Mo Yihan bisa tidak terselamatkan.


__ADS_2