
lalu Guan Lin mengajak Mo Yihan, untuk segera masuk ketempat yang telah dia pesan. Mo Yihan tidak mengerti lagi, apa yang sebenarnya ingin Guan Lin lakukan sekarang.
meski begitu, saat Mo Yihan sampai ke rumah bordil, ia jadi sedikit takjub. karena belum pernah melihat tempat seperti ini, di dunia sebelum nya.
saat masuk kedalam, banyak sekali pelanggan laki-laki disana. dari yang muda sampai yang tua, semuanya ada disana. untuk menikmati keindahan, dari para wanita penghibur yang ada dirumah bordir.
lalu waktu, Mo Yihan hendak menaik kelantai tiga. seorang wanita cantik datang dan memeluk nya dari belakang. Mo Yihan terkejut dan tanpa sadar, langsung berlari kearah Guan Lin. yang sedang membuka pintu ruangan nya.
lantas Mo Yihan meminta Guan Lin, untuk menyuruhnya pergi dan jangan menggoda nya lagi. Guan Lin tertawa saat melihat Mo Yihan, yang takut dengan para wanita disana.
lantas dia langsung mendorong Mo Yihan, masuk kedalam ruangan dan menutup pintu dengan pelan. setelah masuk, Mo Yihan merasa sedikit lega. karena sudah tidak dikejar oleh wanita tadi.
lalu tak lama, setelah Guan Lin masuk dan duduk. beberapa orang wanita, keluar dari ruangan khusus dan mendekati Guan Lin.
lalu salah satu wanita itu, mulai memainkan alat musik kecapi. sementara itu, beberapa wanita lain menyajikan teh dan makanan ringan untuk mereka. sambil terus menempel kan diri pada Guan Lin dan Mo Yihan.
hal tersebut, membuat Mo Yihan merasa tidak nyaman. akhirnya ia memilih sedikit menjaga jarak, dengan para wanita itu.
tak lama, setelah musik pertama dimainkan. Guan Lin mulai bertanya pada wanita yang sedang memainkan musik itu, mengenai kabar menteri Li. yang akhir-akhir ini, dikabarkan sedang marah dengan anaknya Li Feng.
wanita itu berhenti memainkan kecapi. lalu dia melihat Guan Lin, dengan senyuman lembutnya yang amat menggoda.
hal itu membuat Mo Yihan, merasa sedikit jijik dengannya. sementara itu, Mo Yihan masih berusaha untuk melepaskan diri dari para wanita yang terus menerus mengganggu nya.
lalu wanita itu, memberitahu Guan Lin. bahwa kabar itu memang benar. dan Guan Lin tidak salah dengar, mengenai hal tersebut.
itu karena, Li Feng yang gagal menjalankan misinya dengan baik. apalagi saat dia kembali, dia mendapatkan luka berat yang membuat satu kakinya jadi pincang.
bahkan rumor nya, kaki Li Feng ini menjadi cacat. karena dia terlalu memaksakan diri, saat kabur dari serangan anggota kelompok yang berkhianat itu.
menteri Li jadi marah dan murka, karena kejadian itu. sekarang Li Feng yang merupakan satu-satunya harapan keluarga Li, telah sirna. karena dia sudah menjadi cacat.
namun menteri Li, tidak menyerah begitu saja. dia pun memutuskan untuk mencari tabib terbaik. untuk mengobati kaki anaknya, yang cacat itu.
begitu lah kabar yang dapat wanita itu, sampaikan pada Guan Lin. sekarang Mo Yihan sudah tahu alasan, mengapa Guan Lin mengajak nya pergi ke rumah bordil.
karena dirumah bordir ini, terdapat mata-mata milik Guan Lin. yang senantiasa memberikan informasi penting padanya.
karena informasi yang mereka perlukan sudah cukup. Mo Yihan dengan segera, mengajak Guan Lin untuk cepat kembali ke kediaman nya.
Guan Lin meliriknya dan menyeringai kearahnya. lalu dia berkata pada Mo Yihan.
__ADS_1
"Mo Yihan, kau kan jarang sekali main ketempat seperti ini? jadi jangan terburu-buru untuk pulang. nikmati saja dengan tenang, sampai kau puas. setelah itu, baru kita kembali" ucap Guan Lin dengan nada mengejek
"Guan Lin. kau tidak tahu, bagaimana perasaan ku saat ini. kau tahu betapa risih nya, aku saat para wanita ini terus menempel padaku?" ujar Mo Yihan yang mencoba melepaskan dirinya, dari para wanita yang menempel padanya
"Mo Yihan, bukankah kau menyukai wanita cantik dan terampil seperti mereka? jadi cobalah untuk menikmati nya" sahut Guan Lin dengan santai sambil melihat Mo Yihan yang sedang resah dengan para wanita disampingnya
"hah? kau benar-benar gila, Guan Lin. jangan bilang, jika kau sudah pernah bermain dengan para wanita disini?" ucap Mo Yihan dengan serius sambil menatap kearahnya
"hahaha... Mo Yihan. kau ini, ada-ada saja ya. bagaimana mungkin, aku bermain dengan para wanita disini. kau harus tahu, jika mereka adalah bawahan ku" ujar Guan Lin yang sedang menikmati teh hangatnya
"oh! berarti kau adalah tuan dari mereka semua begitu?" Mo Yihan tersentak saat mendengar ucapan Guan Lin
"jadi k..kau adalah pemilik rumah bordil ini?" ucap Mo Yihan yang terbata-bata
"ya, bisa dibilang begitu" jawab Guan Lin dengan tenang
"pantas saja, mereka semua menyambut mu dengan begitu ramah. ternyata kau adalah pemilik rumah bordil ini" ucap Mo Yihan dengan ekspresi wajah sedikit terkejut
"lalu sejak, kapan kau mendirikan rumah bordil ini?" tanya Mo Yihan yang penasaran
"sebenarnya, aku tidak mendirikan rumah bordil ini. tapi aku hanya membeli nya, saat mereka sudah hampir bangkrut. akhirnya aku menjadikan rumah bordil ini, sebagai pusat informasi yang bisa aku dapatkan dengan mudah" jawab Guan Lin dengan tenang
"apa kau lihat, saat kita masuk kedalam tadi? banyak bangsawan serta pejabat, yang datang berkunjung bukan?" ucapnya sambil menyeruput teh
"Mo Yihan, sebelum aku masuk ke rumah bordil. aku sudah merapal mantra, yang bisa membuat wajah ku berubah" ujar Guan Lin sambil menyeringai kearahnya
"hah? bagaimana bisa? tapi sekarang kau tidak ada bedanya dimata ku? aku bahkan, tidak bisa melihat perubahan pada wajah mu sedikit pun. jadi bagaimana kau, akan menjelaskan nya?" ucap Mo Yihan yang sedikit tersentak dengan kebenaran, yang diucapkan oleh Guan Lin
"sederhana saja, Mo Yihan. karena tadi kau kurang fokus, makanya kau tidak sempat melihat perubahan wajah ku. lalu karena kita sudah berada ditempat yang aman, aku dengan cepat membatalkan mantra nya. sehingga kau yang awalnya sibuk menjauhi wanita, tidak menyadari nya" ujar Guan Lin
"ou.. pantas saja, aku tidak bisa menyadari nya. lalu bagaimana dengan pulang nanti? apakah kau akan menggunakan mantra lagi?" tanya Mo Yihan yang masih amat penasaran dengan nya
"tentu saja tidak. karena kita akan kembali dengan jalan rahasia, yang langsung menuju kediaman ku" jawab Guan Lin dengan santai
"lalu untuk, apa kau mengajakku pergi dengan kereta. jika kau punya jalan pintas yang lebih cepat daripada itu?" ucap Mo Yihan yang mulai sedikit jengkel padanya. karena telah banyak membuang waktunya yang berharga
"hahaha... itu ku lakukan, untuk memberikan hiburan untuk mu. lagian dari tadi, sepanjang perjalanan. kau juga sempat turun, untuk membeli beberapa jajan bukan?" Guan Lin meliriknya dan mencoba mengingatkan nya, jika itu juga merupakan keinginan dari Mo Yihan
"ck... itu bukanlah, alasan yang bisa dimaklumi oleh ku. tapi karena aku sudah merasa puas, jadi aku tidak akan mempermasalahkan hal ini" ucap Mo Yihan yang malu mengakuinya
"hahaha... baiklah kalau begitu"
__ADS_1
"nah, sekarang ayo cepat pulang. aku sudah tidak tahan, untuk berlama-lama disini. kau tahu, aku sebentar lagi akan gila. karena wanita ini terus menempel padaku" ujar Mo Yihan yang sangat risih dengan wanita disampingnya
"Mo Yihan, harusnya kau merasa terhibur dengan perlakuan mereka, yang begitu manja padamu. tidakkah kau sesekali memanjakan, wanita di samping mu" ucap Guan Lin yang sedang menggoda Mo Yihan
"Hem... tidak akan dan jangan harap" Mo Yihan memalingkan wajahnya dan mulai nampak kesal pada Guan Lin
"tuan... ayo bermain dengan kami" ujar salah wanita penghibur yang terus menarik tangan Mo Yihan dengan erat
"hah? tidak. kalian main saja dengan Guan Lin. aku sedang sibuk sekarang, jadi tolong jangan ganggu aku" ucap Mo Yihan yang langsung menghempaskan tangannya dari wanita itu
"emm.. tuan, ayo lah kita main sebentar saja" ucap wanita itu, dengan tangan yang sedang memeluk Mo Yihan
"tidak... kalian main saja dengan yang lain" Mo Yihan langsung berdiri dan pergi darinya
"hahaha.... Mo Yihan. mengapa kau begitu takut pada mereka? tenang saja, mereka tidak akan memaksamu. untuk melakukan hal yang tidak kau inginkan" Guan Lin terkekeh melihat tingkah lucu Mo Yihan
"oh ya. bagaimana jika kita bermain, beberapa ronde permainan kartu? jika kalian kalah, kalian harus minum satu teguk arak" ucap Guan Lin
"kau gila ya? aku tidak bisa minum arak. kalau begitu, aku minum teh saja" ujar Mo Yihan dengan nada keras
"jangan begitu, Mo Yihan. karena aku tahu, kau tidak bisa minum arak. aku dengan sengaja, mencari arak paling ringan untuk mu, jadi ayo lah. kita jarang sekali menikmati, saat-saat seperti ini" ujar Guan Lin yang terus merayu Mo Yihan untuk ikut bermain kartu dengan mereka
"Guan Lin. ku sarankan, kau berhenti untuk minum terus. sepertinya kau sedang mabuk sekarang?" Mo Yihan menyipitkan matanya dan menatap Guan Lin dengan serius
"Hem... bagaimana mungkin, aku mabuk? aku saja belum minum arak sedari tadi. jadi ayo lah Mo Yihan, sekali ini saja" ucap Guan Lin sambil terus mengajak Mo Yihan untuk ikut bergabung
"tolong kalian bawakan, arak yang sudah ku siapkan untuknya" Guan Lin menyuruh para wanita itu untuk membawakan beberapa arak, yang telah dia persiapkan untuk permainan kali ini
"baik tuan"
beberapa saat kemudian, para gadis datang dengan beberapa botol arak. yang dimana terdapat berbagai macam, jenis arak yang sengaja disiapkan oleh Guan Lin.
lalu Guan Lin menuangkan salah satu botol arak, yang tergolong ringan untuk Mo Yihan. dia pun memberikan gelas kecil, yang telah berisikan arak pada Mo Yihan.
karena Guan Lin terus memaksanya, akhirnya Mo Yihan mengambil arak itu dan meminum langsung dengan cepat.
setelah di minum, ternyata memang ringan. bahkan tenggorokannya, tidak terasa panas atau terbakar saat meminum arak itu. selain itu, rasanya juga sedikit unik dan enak.
karena hal tersebut, Mo Yihan kini tidak perlu khawatir akan mabuk, karena arak ini. lantas karena Mo Yihan sudah bisa minum arak. mereka pun, memulai permainan kartu ditempat itu.
beberapa ronde kemudian. Mo Yihan kalah dan harus minum arak didepan nya. dari tadi Guan Lin selalu menang terus. sedangkan ia dan wanita lain, selalu kalah.
__ADS_1
bahkan sekarang beberapa wanita yang menempel padanya, juga sudah dibuat mabuk karena kalah dari permainan.