
meskipun, kadar alkohol yang diminum oleh Mo Yihan tergolong rendah. tapi tetap saja, dirinya yang bukan pencinta minuman beralkohol. tidak bisa mentoleransi minum itu, meski hanya sedikit.
kini dirinya, sudah sangat mabuk. bahkan untuk sekedar berdiri saja, dia sudah tidak sanggup. Guan Lin sampai geleng-geleng kepala, melihat Mo Yihan yang sudah mabuk parah itu.
lantas karena sudah mabuk, jadi Guan Lin memutuskan untuk membawanya kembali kerumahnya. tak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di rumah Guan Lin.
lalu Guan Lin membawanya, langsung ke kamarnya dan menempatkan Mo Yihan ditempat tidur. setelah selesai, meletakkan Mo Yihan di atas tempat tidur.
Guan Lin pun, memutuskan untuk kembali beristirahat dikamar nya. namun saat dia hendak pergi, Mo Yihan yang masih mabuk. tanpa sadar menarik tangan Guan Lin dengan kuat.
sambil bergumam didepan Guan Lin "Guan Lin, hentikan aku sudah tidak sanggup lagi!"
Guan Lin terkekeh, melihat tingkah nya. lantas Guan Lin berusaha untuk melepaskan tangannya, dari cengkeraman Mo Yihan. namun itu tidak mudah, karena ternyata meskipun sedang mabuk, Mo Yihan tetap kuat.
karena Guan Lin tidak bisa pergi darinya. mau tidak mau, dia memutuskan untuk tidur ditempat tidur Mo Yihan. Guan Lin pun mendorong nya, agak kesamping. lalu dia akhirnya, tidur disana bersama Mo Yihan.
keesokan paginya, Mo Yihan bangun dengan keadaan dimana, kepalanya merasa berat dan masih pusing. lalu tiba-tiba, ia merasa ingin muntah. dengan segera, ia bangun dari tempat tidurnya.
ia pun kaget, melihat Guan Lin yang ada ditempat tidur nya. Mo Yihan pun heran, mengapa Guan Lin bisa tidur ditempat nya. lalu karena sudah tidak tahan lagi.
Mo Yihan buru-buru keluar kamar. karena sekarang ia ingin segera, memuntahkan semua yang ada diperutnya.
tak lama setelah Mo Yihan keluar, Guan Lin terbangun dan dia mendengar suara dari luar. lalu karena penasaran, dia pun keluar untuk melihatnya.
setelah dilihat, ternyata itu adalah Mo Yihan yang sedang muntah. tampaknya ia memang benar-benar mabuk semalam, sampai jadi seperti itu.
Guan Lin berjalan kearahnya dan sesekali menepuk pundaknya dengan pelan. beberapa saat kemudian, Mo Yihan akhirnya merasa sedikit lebih lega. karena ia sudah berhasil memuntahkan, semua yang ia makan semalam.
tapi sekarang, ia justru jadi lemah dan tak bertenaga, karena baru saja muntah. lantas ia yang menyadari, jika ada Guan Lin dibelakangnya. mulai menarik tangan Guan Lin dan meminta Guan Lin untuk membawanya masuk kedalam kamarnya.
Guan Lin dengan sigap, segera membantu nya dan membawanya kedalam kamar. lalu setelah itu, Guan Lin memanggil pelayan nya untuk membuatkan obat penghilang mabuk dan juga makanan hangat untuk mereka.
__ADS_1
setelah itu, Mo Yihan yang penasaran mengapa Guan Lin bisa ada ditempat nya. memutuskan untuk bertanya padanya, karena ia sama sekali tidak bisa mengingat kejadian semalam, karena terlalu mabuk.
lantas Guan Lin menceritakan semuanya pada Mo Yihan. setelah mengetahui hal tersebut, Mo Yihan segera minta maaf padanya. karena sudah menahannya semalam.
Guan Lin memaafkannya dan setelah itu, dia justru tertawa melihat Mo Yihan yang masih saja mabuk. padahal kemarin, dia hanya minum tiga gelas arak saja.
lalu Mo Yihan mengakui kegagalannya, pada Guan Lin. ia mengakui, jika dirinya sebelum nya tidak pernah menikmati minuman seperti itu dimana pun. karena pada dasarnya, ia memang tidak suka dengan minuman seperti itu.
meski begitu, arak yang kemarin Guan Lin sajikan padanya. memanglah arak yang bagus dan enak. namun tetap saja, ia tidak bisa mentoleransi kadar alkohol pada minuman itu, meski hanya sedikit.
Guan Lin memaklumi nya dan berjanji, kelak tidak akan memaksanya untuk minum arak atau minuman beralkohol lainnya.
tak lama kemudian, makan dan obatnya datang. lalu Guan Lin menyuruh Mo Yihan untuk makan terlebih dahulu, sebelum minum obat.
tapi kondisinya yang sekarang, membuat nya jadi tidak nafsu makan. namun Guan Lin tetap menyuruhnya untuk makan, meski hanya beberapa suap.
Mo Yihan menghela kan nafasnya dan akhirnya ia berusaha menelan makanan, yang masuk kedalam mulutnya. baru makan beberapa suap, ia sudah mulai merasa mual.
sekarang ia sudah tidak sanggup, untuk menelan makanan lagi. lantas Guan Lin menyuruhnya untuk segera minum obat penghilang mabuk, agar ia bisa merasa lebih baik.
setelah itu, ia pun memutuskan untuk berbaring sebentar ditempat tidur nya. Guan Lin yang kasihan padanya, akhirnya membiarkan Mo Yihan beristirahat untuk memulihkan kondisi nya.
siang harinya, Mo Yihan terbangun dari tidurnya dan sekarang ia sudah merasa agak baikan, setelah beristirahat tadi. karena Guan Lin tidak ada disana.
ia pun memutuskan, untuk pergi mencarinya. namun setelah dicari, Guan Lin tidak terlihat dimana pun. lalu Mo Yihan sempat berpikir, jika dia mungkin sedang main ke rumah bordil yang kemarin.
lalu Mo Yihan berpikir, untuk mencoba mencarinya ke sana. namun setelah, mengingat kejadian dirinya yang sempat digoda oleh para wanita. membuat Mo Yihan memilih untuk mengurungkan niatnya.
akhirnya Mo Yihan memilih jalan-jalan ke kota, sambil mencari beberapa cemilan untuk nya. karena saat ini, ia masih merasa lapar. karena tadi tidak sempat makan lebih banyak.
disisi lain, ratu Li yang dulu pernah mengutus orang untuk mencari tahu tentang identitas Mo Yihan. akhirnya mendapatkan informasi tentang Mo Yihan.
__ADS_1
para mata-mata nya, mengatakan padanya. jika orang yang menjadi pengawal pribadi Guan Lin adalah teman seperguruan nya. selain itu, dia juga merupakan orang yang telah membunuh keponakan nya, si Li Jun.
ratu Li nampak marah, setelah mengetahui hal tersebut. kini dia berniat membalaskan dendam keponakan nya, yang sudah tewas itu. lantas ratu Li mengutus, beberapa orang untuk menghabisi Mo Yihan, dimana pun dia berada.
setelah perintah diturunkan, para mata-mata serta bawahnya. segera pergi untuk melaksanakan tugas dari ratu Li.
setelah itu, ratu Li menulis surat untuk menteri Li mengenai informasi yang dia dapatkan saat ini. lalu menteri Li yang mengetahui hal itu, kini jadi murka dan sangat dendam pada Mo Yihan dan keluarganya.
tapi untungnya, keluarga Mo Yihan telah pindah tempat beberapa waktu yang lalu. sehingga sekarang menteri Li, tidak bisa menggangu keluarga nya lagi.
lalu kebetulan, Li Feng yang sedang pincang menuju ketempat ayahnya. dia terkejut saat melihat ayahnya, yang sedang nampak marah itu.
lalu dia tidak sengaja, melihat surat yang dikirim oleh ratu Li atau bibinya. dia pun membukanya, saat sang ayah tidak memperhatikan.
selain surat, ternyata ratu Li juga mengirimkan lukisan wajah Mo Yihan dan ciri-cirinya. Li Feng yang melihat itu, langsung tersentak. lalu sang ayah yang menyadari kehadirannya.
langsung kearahnya dan mendorong nya dengan cepat. lalu dia merebut kembali, lukisan Mo Yihan dari tangan anaknya Li Feng.
dia dengan marah, bertanya pada Li Feng untuk apa dia kemari. padahal menteri Li sudah menyuruhnya, untuk tidak keluar dari kamarnya. sebelum dia benar-benar, bisa berjalan dengan normal.
Li Feng yang terjatuh berusaha untuk berdiri, dengan bantuan pelayan yang ada disampingnya. lalu dia bertanya pada ayahnya, siapa orang yang ada dilukiskan itu?
menteri Li terdiam dan tidak menjawabnya, karena sedang marah. lalu menteri tanpa menengok kebelakang, menyuruh para pelayan untuk membawa Li Feng kembali ke kamarnya dan jangan membiarkan Li Feng keluar, sebelum dia bisa berjalan seperti normal.
akhirnya Li Feng, terpaksa menuruti perintah dari sang ayahnya. lantas karena penasaran, dia pun menyuruh pelayan pribadi nya. untuk menyelidiki orang yang bernama Mo Yihan untuk nya.
untungnya waktu itu, dia tidak bisa mengenali Mo Yihan. karena Mo Yihan memakai penutup wajah dan juga sedang menyamar menjadi kelompoknya.
sementara itu, Mo Yihan yang sedang berjalan-jalan ditengah kota. dengan santainya menelusuri kota dan membeli beberapa makanan.
tanpa ia sadari, sekarang nyawanya sedang diincar oleh para pembunuh. lalu setelah puas berjalan-jalan, ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah Guan Lin dan menikmati makanan nya.
__ADS_1
lalu saat ia melewati tempat sepi, para pembunuh itu muncul dan mengagetkan nya, yang sedang jalan sendirian waktu itu. semua makanan, yang telah ia beli terjatuh ke tanah.
hal itu, membuatnya sedikit kesal dengan mereka yang tiba-tiba, menodongkan senjata tajam kearahnya.