
setelah beberapa saat kemudian, semua anggota kelompok itu berkumpul dan mereka membuat pembatas. lalu mulai membatasi penduduk kota.
karena antrian terlampau panjang, membuat Mo Yihan tidak sempat bergabung dengan mereka yang telah masuk itu.
setelah dibuat pembatas pelindung, mereka yang diluar pembatas tidak diperbolehkan mendekat ataupun menerobos. jika tidak, mereka akan menanggung konsekuensinya.
beberapa saat kemudian, monster laba-laba itu muncul dan langsung menyerang para penduduk, yang telah masuk kedalam pembatas itu.
ternyata niat anggota kelompok ini adalah menjadikan para penduduk kota, sebagai makanan bagi monster laba-laba yang masih hidup itu.
akhirnya Mo Yihan menyadari, mengapa kelompok itu tidak membunuh monster laba-laba. itu karena mereka berniat meningkatkan kekuatan dari batu inti, yang ada pada laba-laba itu. dengan mengorbankan jiwa manusia yang masih hidup.
dengan begini, meskipun mereka tidak berhasil mengumpulkan keenam batu inti. tapi dengan cara seperti ini, mereka tidak perlu banyak batu inti pun sudah bisa membangkitkan iblis.
seketika para penduduk, yang ada didalam pembatas itu menjerit ketakutan. darah bertebaran dimana-mana. lalu para penduduk yang tersisa lari ketakutan dan pergi meninggalkan tempat itu.
lalu beberapa menit, setelah para penduduk meninggalkan tempat itu. monster laba-laba muncul dan merusak pembatas. lalu dia mengejar satu persatu penduduk untuk dia makan.
Mo Yihan yang melihat itu, tentu tidak bisa tinggal diam begitu saja. karena jika terus dibiarkan, korban yang berjatuhan akan semakin banyak.
mungkin saja, seluruh penduduk kota akan jadi korbannya. naga hitam yang menemaninya pun, menyarankan ia untuk menggunakan pedang terkutuk.
karena lawannya sekarang, tidak bisa dihentikan oleh senjata apapun selain pedang terkutuk. Mo Yihan pun mengikuti perintah dari naga hitam, lalu ia mulai mengeluarkan pedang terkutuk dari tangannya.
para anggota kelompok serta ketua kelompok yang mengetahui hal itu, terlihat syok serta kaget. mereka tidak menyangka, jika orang yang ada didepan mereka, bisa memiliki senjata yang kuat itu.
lantas tanpa membuang waktu, Mo Yihan langsung menyerang monster laba-laba itu dan serangan pertama, berhasil Mo Yihan berikan padanya.
sehingga membuat, beberapa kakinya terputus dari tubuhnya dan sekarang membuat nya agak sulit bergerak.
monster laba-laba itu pun, marah dan segera mengejar Mo Yihan. lantas Mo Yihan memancingnya ketempat yang lebih sepi dan jauh dari pemukiman penduduk kota.
setelah dirasa aman, ini saatnya Mo Yihan mengeksekusi monster laba-laba itu. tapi sayangnya kelompok itu, mengejar Mo Yihan dan menghalanginya untuk membunuh monster laba-laba.
akhirnya terjadi pertarungan sengit, antara Mo Yihan dan kelompok itu. sekarang para anggota kelompok dan juga ketua kelompok menyerang Mo Yihan secara bersamaan.
__ADS_1
untungnya ada naga hitam yang membantu nya, sehingga ia bisa dengan mudah mengatasi hal tersebut.
karena naga hitam sedang menangani para anggota, maka Mo Yihan akan melawan ketua kelompok itu. ketua kelompok ini punya kekuatan spiritual yang besar dan juga serangan yang kuat.
tampaknya orang ini, sudah berpengalaman dalam bidang seperti ini. sehingga auranya begitu kuat, saat melawan Mo Yihan.
Mo Yihan menyadari hal tersebut, berusaha membaca gerakan lawannya. sehingga ia bisa dengan mudah menumbangkan lawannya.
tak lama kemudian, naga hitam kembali ke sisinya. karena dia telah selesai menghabisi, semua anggota kelompok. kini yang tersisa hanyalah satu, yaitu ketua kelompok dan monster laba-laba yang masih mengincar jiwa para penduduk kota.
naga hitam pun menyuruh Mo Yihan, untuk segera pergi melawan monster laba-laba itu. dan jangan biarkan dia memakan lebih banyak korban lagi, karena itu akan menyulitkan mereka saat mencoba mengambil batu inti.
Mo Yihan mengerti dan ia langsung pergi meninggalkan naga hitam dan ketua kelompok itu disana.
ketua kelompok nampak sedikit tertekan, saat berhadapan dengan naga hitam yang memiliki kekuatan spiritual diatasnya.
disisi lain, Mo Yihan langsung menghadang monster itu dan tidak membiarkannya mendekati kota. lalu ia langsung menyerang monster laba-laba dengan cepat.
setelah sering melatih diri dengan melawan monster, membuat Mo Yihan mempunyai kemampuan prediksi serangan yang cukup akurat.
sehingga membuatnya, bisa menghindari beberapa serangan yang dilancarkan oleh monster itu.
lalu Mo Yihan menyerang monster itu dengan kekuatan penuh, sehingga membuat semua kaki monster itu langsung putus dan berserakan dimana-mana.
setelah itu, monster laba-laba mulai kesulitan mengerakkan tubuhnya yang besar itu. setelah kehilangan semua kakinya.
lantas monster laba-laba ini, hanya bisa menyerang dengan mulut dan bisa beracun nya. monster menyemprotkan racun asamnya kepada Mo Yihan dengan cepat.
Mo Yihan yang tak sempat menghindar membuatnya, mengalami luka terbakar di bagian lengan kirinya. sekarang Mo Yihan nampak kesakitan, karena racun itu semakin ganas.
lalu tanpa berlama-lama, Mo Yihan langsung menggunakan kekuatan penuh dan menebas monster laba-laba itu dengan sekali serang.
serangan mematikan dari pedang terkutuk, langsung membela tubuh laba-laba itu menjadi dua bagian.
lantas setelah berhasil menghabisi monster laba-laba itu, Mo Yihan segera mengambil batu inti dari kepala si monster.
__ADS_1
sementara itu, naga hitam yang telah selesai kembali lagi ke sisi nya dan sedikit terkejut melihat Mo Yihan yang mengalami luka separah itu.
kini kulit lengan kirinya, mulai terkelupas dan perlahan daging pada lengannya terasa panas seperti terpanggang api.
Mo Yihan mengerang kesakitan, karena racun tersebut. lalu naga hitam dengan cepat menyuruh nya, untuk segera menyerap kekuatan dari batu inti yang barusan ia dapatkan itu.
dengan begini, maka racun serta rasa sakit akan segera lenyap dari tubuhnya. lantas Mo Yihan segera fokus menyerap kekuatan dari batu inti itu.
lalu naga hitam menjaganya dari gangguan, yang mungkin akan datang padanya. beberapa menit, setelah selesai melakukan penyerapan.
kekuatan Mo Yihan terisi kembali, sekarang ia merasa sangat bertenaga dan juga kuat. lalu racun serta rasa sakit yang ia alami juga ikut hilang.
lengannya yang terbakar itu, kembali membaik dan sembuh tanpa ada bekas luka. tidak disangka kekuatan dari batu inti ini, sungguh hebat dan menakjubkan.
lalu melihat naga hitam yang begitu cepat kembali, membuat Mo Yihan sedikit penasaran dengannya yang tadi sempat melawan ketua kelompok itu.
Mo Yihan pun bertanya padanya, bagaimana dia bisa secepat itu mengalahkan ketua kelompok? padahal orang itu adalah orang yang cukup hebat.
naga hitam tertawa keras, setelah mendengar ucapan dari Mo Yihan. lalu naga hitam berkata padanya, jika ketua kelompok itu tidak ada apa-apa nya dan dia juga bilang, jika ketua kelompok juga adalah orang yang lemah.
Mo Yihan tersentak, melihat naga hitam yang begitu membanggakan dirinya itu. namun berkat bantuan nya, mereka berhasil mengatasi masalah ini.
setelah itu, mereka pun memutuskan untuk kembali ke kota dan menyampaikan kabar baik pada penduduk. jika mereka sudah aman, karena monster laba-laba itu telah terbunuh.
para penduduk kota yang mengetahui hal itu, bersorak gembira dan sangat berterima kasih pada Mo Yihan, yang telah membantu mereka membunuh monster ganas itu.
lalu sebelum pergi Mo Yihan mengatakan pada walikota Jing, agar lebih berhati-hati lagi dengan orang dari kelompok itu. karena mereka adalah anggota dari sekte iblis.
setelah mengetahui hal tersebut, walikota Jing mengatakan bahwa dia akan selalu mengingat pesan, yang disampaikan oleh Mo Yihan.
lalu saat Mo Yihan hendak meninggalkan gerbang kota Jing. para penduduk memberhentikannya dan mereka memberikan banyak makanan serta permata. yang mereka dapatkan waktu itu, pada Mo Yihan sebagai tanda terima kasih.
Mo Yihan kaget dan ia juga tidak bisa, menerima barang sebanyak itu dari para penduduk. namun para penduduk tetap memaksa nya untuk menerima nya.
mau tak mau, Mo Yihan menerima semua pemberiannya para penduduk dan menyimpannya kedalam kantong dimensi nya.
__ADS_1
setelah itu, akhirnya Mo Yihan pergi meninggalkan kota Jing dengan di iringi sorakan dari para penduduk yang tak habis-habisnya, mengucapkan terima kasih padanya.
Mo Yihan melambaikan tangannya dan merasa sangat senang, bisa membantu para penduduk kota yang begitu ramah itu. suatu saat, Mo Yihan berharap ia bisa mengajak Guan Lin pergi mengunjungi kota Jing dan berlibur ke sana.