
sesuai dengan rencananya dan prediksi nya. Liu Shen benar-benar melakukan, apa yang Li Jun pikirkan. sekarang terdapat sebuah celah besar, untuk Li Jun menyerang balik.
meski sempat terkena, beberapa serangan penuh darinya. tampaknya Liu Shen sudah cukup kelelahan dan mulai kehabisan tenaga. kini giliran Li Jun, untuk menyerang balik.
Li Jun mengumpulkan kekuatan spiritualnya, dalam satu tangan. lalu dia mendekati, Liu Shen dengan cepat. sehingga Liu Shen tidak sempat mengelak dari serangan itu.
serangan Li Jun, membuatnya terpelanting hingga keluar podium pertandingan. selain itu, dia juga mengalami luka yang cukup fatal. Liu Shen akhirnya, tergeletak tak sadarkan diri disana dan setelah itu, Li Jun dinyatakan lolos ke babak final.
Li Jun menyeringai lebar kearah Mo Yihan. lalu dia menunjuk Mo Yihan, dengan tatapan sinis dan setelah itu dia pergi. Meski begitu, Mo Yihan tetap tidak gentar sedikitpun.
ia malah makin semangat, untuk masuk ke babak final. lalu sekarang, merupakan giliran Mo Yihan. ia masuk ke podium pertandingan, dengan diiringi sorakan dari temannya dan juga para gadis.
setelah itu, lawannya juga masuk ke podium. Jiang Chen bukanlah, lawan yang bisa diremehkan. karena kekuatan bertarung orang ini, setara dengan Li Jun. mungkin Mo Yihan akan, memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan babak ini.
namun meski begitu, tetap ia lakukan agar bisa melawan Li Jun dibabak final. belum sempat mereka memberi salam. Jiang Chen dengan terburu-buru, menyerang Mo Yihan.
untungnya, Mo Yihan berhasil menghindari serangan itu. tampaknya Jiang Chen ini, sudah tidak sabar untuk segera mengakhiri pertandingan.
lantas Mo Yihan kembali fokus dan serius dalam pertarungan kali ini. di awal pertarungan, Jiang Chen sudah mengeluarkan jurus-jurus mematikan untuk menyerang Mo Yihan.
sedangkan Mo Yihan masih berusaha menghindar, sambil melacak kelemahan lawan. setelah bertarung beberapa saat, dengan Jiang Chen. akhirnya Mo Yihan mengetahui kelemahan dari lawannya.
lalu disisi lain, Jiang Chen yang memiliki elemen air dengan level tinggi, menyerang Mo Yihan dengan mengubah air menjadi tombak. dia mengubah air yang dia kumpulkan, menjadi ribuan tombak terbang, yang siap menyerang Mo Yihan.
Mo Yihan kaget, melihat pemandangan didepan matanya. karena pada saat pertandingan tadi, belum ada yang mengunakan kekuatan elemen nya, menjadi senjata mematikan seperti ini.
tampaknya serangan kali, akan sulit dihindari oleh Mo Yihan. namun sesaat, sebelum serangan itu menghantam nya. pedang terkutuk keluar dan melindungi dirinya.
lalu tombak-tombak itu, menghantamnya secara bersamaan. seluruh podium dipenuhi dengan debu dan bahkan mereka tidak tahu, apa yang terjadi pada Mo Yihan disana. karena debu yang sangat tebal, akibat serangan dari tombak itu.
namun nyatanya, berkat pedang terkutuk. Mo Yihan berhasil menangkis semua serangan tombak, yang menghantam nya tanpa luka sedikitpun. lalu karena disekitar area sedang dipenuhi oleh debu, Mo Yihan dengan segera menyimpan pedang terkutuk kembali ketempat nya, sebelum dilihat oleh yang lain.
__ADS_1
sementara itu, di kursi penonton terlihat dimana Li Jun sedang tertawa girang. saat mengetahui Jiang Chen, yang menyerang musuhnya secara brutal. kali ini Li Jun berpikir, jika Mo Yihan tidak akan menjadi lawannya dibabak final.
karena sekarang saja, dia sudah dibuat terluka parah oleh serangan dari Jiang Chen. namun tanpa disadari, dari balik debu itu. Mo Yihan dengan kecepatan tinggi, memberikan satu serang balik yang langsung menghantam, kelemahan dari lawan nya.
karena Mo Yihan menyerang kelemahannya. jelas serangan itu, berakibat fatal bagi lawannya. bahkan serangan itu, membuat Jiang Chen terpelanting keluar podium dan langsung batuk darah, setelah nya.
Jiang Chen yang terluka parah, tidak menyangka jika Mo Yihan, yang dia sangka lemah. bisa mengetahui kelemahannya dalam sekejap. kali ini, dia benar-benar mengakui kekalahan nya.
dia tidak menyangka, jika Mo Yihan adalah lawan yang kuat dan sulit diprediksi. lalu setelah itu, para penonton berdecak kagum pada kehebatan Mo Yihan, yang berhasil mengalahkan Jiang Chen tanpa terluka sedikitpun.
Zhu Ting dan Qian Cheng bersorak keras, atas kemenangan nya. akhirnya dibabak ini, Mo Yihan dinyatakan lolos dan lanjut ke babak final, melawan Li Jun.
Li Jun yang mengetahui hal itu, nampak kecewa dengan hasil pertandingan ini. dia tidak menyangka, bisa-bisanya Mo Yihan selamat dari serangan itu, tanpa luka sedikitpun.
amarahnya kian memuncak dan dia tidak sabar, untuk menghabisi Mo Yihan disana. setelah beberapa saat, pertandingan dihentikan dan akan dilanjutkan, satu jam setelah istirahat.
pertandingan kali ini, menentukan pemenang sebenarnya dan juga wakil ketua sekte. Mo Yihan tidak menyangka, jika kompetisi pertandingan kali ini adalah untuk memilih calon wakil sekte.
dia justru mampir ke tempat guru besar. untuk mengatakan, jika dirinya akan resmi keluar dari sekte. karena ada beberapa hal, yang harus dia selesaikan. guru besar sangat, menyayangkan hal tersebut. sebab Guan Lin merupakan murid berbakat, yang pernah dia didik secara langsung.
meski begitu, guru besar tetap tidak bisa menahannya untuk tetap disini. akhirnya guru menyetujui permintaan nya. setelah itu, Guan Lin bersiap-siap pergi menemui Mo Yihan dan menyaksikan pertandingan nya.
tak lama kemudian, Guan Lin tiba disana. namun dia tidak melihat Mo Yihan di tempat itu. karena Mo Yihan sedang beristirahat sejenak, sebelum kembali bertanding.
lalu Guan tak sengaja bertemu dengan Qian Cheng, yang kebetulan lewat untuk kembali ke kursi penonton. lalu Qian Cheng mengajak Guan Lin, untuk menonton bersama.
lantas Guan Lin yang tengah duduk, bertanya pada Qian Cheng dimana Mo Yihan dan Zhu Ting berada? Qian Cheng tersenyum lalu menjawab.
"Guan Lin, coba kau lihat kearah pojok sana? tunjuk Qian Cheng
"apa kau melihatnya? Mo Yihan sedang ada disana, bersama Zhu Ting dan sebentar lagi dia akan segera bertanding, melawan Li Jun dibabak final" ucap Qian Cheng sambil menatap kearah mereka
__ADS_1
"apa? sekarang sudah sampai babak final? tak disangka, aku sudah melewatkan banyak pertandingan kali ini. pasti Mo Yihan merasa kesal padaku" ucap Guan Lin sambil menatap kearah Mo Yihan
"hahaha... apa yang kau pikirkan, Guan Lin? Mo Yihan tidak akan pernah marah ataupun kesal padamu. ya meskipun akhir-akhir ini, dia sering merasa kesepian. tapi dia tetap berusaha untuk sampai ketingkat ini" Qian Cheng terkekeh, mendengar ucapan Guan Lin
"oh ya, satu hal yang perlu kau ketahui. Mo Yihan sedari tadi, terus mencari mu. dia sangat berharap kau bisa datang dan menonton kehebatannya" ucap Qian Cheng sambil melirik Guan Lin dengan serius
"aku senang mendengarnya. tapi sekarang, tampaknya aku tidak boleh hanya duduk dan menonton saja disini" ucap Guan Lin yang masih terus melirik Mo Yihan
"oh aku mengerti! kalau begitu, sebaiknya kau segera pergi menemuinya dan memberikan dukungan secara langsung padanya. ku yakin, dia akan terkejut dan sangat senang dengan mu. hahaha... aku bahkan bisa membayangkan, bagaimana Mo Yihan akan tersenyum padamu" ucap Qian Cheng sambil membayangkan perkataannya
"Hem... baiklah. kalau begitu aku akan turun dan menyemangati nya dari bawah" Guan Lin berdiri dan pergi ketempat Mo Yihan berada
"baiklah. kalau begitu, tolong panggil Zhu Ting kemari juga ya?" sahut Qian Cheng
"ya akan ku lakukan"
setelah itu, Guan Lin memutuskan untuk pergi menemui Mo Yihan secara langsung. Mo Yihan nampak serius, berbicara dengan Zhu Ting. sampai ia tidak menyadari kehadiran, Guan Lin dibelakangnya.
lantas Zhu Ting yang menyadarinya, langsung pergi meninggalkan mereka. Mo Yihan heran, melihat Zhu Ting yang tiba-tiba pergi. lalu tanpa disadari, Guan Lin menepuk pundak nya dari belakang dan saat ia menoleh, ia terkejut melihat Guan Lin.
Mo Yihan senang bukan main, bahkan sampai melompat-lompat dan tanpa sadar memeluk Guan Lin. Guan Lin sempat kaget, karena Mo Yihan tiba-tiba memeluk nya. namun dia tidak bisa apa-apa. lagian dia pikir juga, setelah ini dia akan berpisah dengan Mo Yihan.
jadi dia memberikan kesempatan bagi Mo Yihan, untuk melepaskan rindu padanya. setelah puas, Mo Yihan baru sadar jika dirinya memeluk Guan Lin sedari tadi. sekarang ia, nampak tersipu malu dan merasa canggung dengan Guan Lin.
Guan Lin terkekeh, saat melihat tingkah laku Mo Yihan. Mo Yihan begitu semangat menyambut nya dan dia tidak menyangka, jika Mo Yihan akan se senang itu. lantas karena merasa bersalah, lantaran terlambat menyaksikan pertandingan nya. Guan Lin memutuskan untuk meminta maaf padanya.
Mo Yihan melihat kearah nya dan sempat mengeluarkan ekspresi kesal, karena keterlambatan Guan Lin. namun karena Guan Lin telah menempati janji nya, ia pun memaafkan keterlambatan nya.
lalu tak lama setelah itu, Mo Yihan dan Li Jun dipanggil untuk masuk ke podium. karena pertandingan akan segera dimulai. lantas Guan Lin memberikan ucapan semangat, untuk Mo Yihan dan berharap Mo Yihan akan menjadi pemenang kali ini.
Mo Yihan pergi dengan tersenyum kearahnya dan lalu ia masuk ke podium dan berhadapan dengan musuhnya Li Jun. lalu Li Jun menyeringai tajam kearah nya, seperti sedang mengintimidasi Mo Yihan.
__ADS_1