
Lian Xue diam-diam, terus memperhatikan Mo Yihan dan sekarang dia sudah tahu, jika Mo Yihan akan mengikuti kompetisi. Lian Xue menyeringai kearahnya dan dia sudah tidak sabar memberitahukan informasi ini pada Li Jun tuan nya.
setelah itu, mereka melanjutkan latihannya. seperti biasa Mo Yihan akan pergi latihan ketempat favoritnya. melihat Mo Yihan yang hendak pergi, Lian Xue berusaha mengikuti nya. saat Lian Xue mengikuti nya, Mo Yihan menatap nya dengan tajam dan menunjukkan ekspresi wajah tidak senang padanya.
lalu Mo Yihan dengan tegas bertanya padanya, untuk apa dia mengikuti nya? Lian Xue tidak menjawab, dia malah pura-pura lemah dan memasang wajah memelas. lalu dia mendekati Mo Yihan.
saat melihat Zhu Ting dan yang lain mendekat, dia memegang tangan Mo Yihan dan pura-pura terjatuh setelah itu. Lian Xue berniat membuat mereka melihat, jika dirinya sedang didorong oleh Mo Yihan.
Zhu Ting yang melihat itu, mengira jika Mo Yihan sengaja mendorong nya. Zhu Ting pun membalas dan mendorong Mo Yihan. Mo Yihan kaget, melihat Zhu Ting yang tiba-tiba mendorong nya. untungnya ada Guan Lin yang menopangnya.
Zhu Ting dengan tatapan kesal, melirik Mo Yihan dan memarahinya, karena telah berlaku kasar pada Lian Xue. Mo Yihan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Zhu Ting dan ia berusaha memberikan penjelasan padanya, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Zhu Ting, apa maksudmu? mengapa kau mendorong ku seperti ini?" ucap Mo Yihan yang keheranan
"kau masih bertanya mengapa? Mo Yihan, jangan berpura-pura tidak tahu apa-apa didepan kami. aku tahu, sebenarnya kau sangat benci kepada Lian Xue kan? lalu kau berusaha mencari cara untuk menjauhkan kami dari Lian Xue, benar bukan?" Zhu Ting menyindir Mo Yihan dengan keras
"Zhu Ting, aku akui jika aku memang membencinya. tapi aku punya alasan mengenai hal itu dan kau juga tidak bisa sembarang mengatakan, hal yang tidak benar tentang ku. aku tidak seperti yang kau pikirkan saat ini" ucap Mo Yihan dengan serius dan berusaha memberikan penjelasan pada Zhu Ting
"sudahlah Mo Yihan. kau pikir aku tidak melihat mu tadi. kau kesal karena Lian Xue mengikuti mu, lalu kau mendorongnya dengan keras dan lihat ulah mu, membuat nya jadi terluka" ucap Zhu Ting dengan suara keras
"apa maksudmu Zhu Ting? aku tidak pernah sekalipun mendorong wanita ini. dia sendiri yang jatuh dan sesaat sebelum dia jatuh, dia sengaja memegang tangan ku. kau harus tahu itu" Mo Yihan kesal dan tidak terima dengan perlakuan Zhu Ting padanya
suasana kian memanas, Qian Cheng dan Guan Lin berusaha merelai perkelahian mereka. namun mereka berdua, tetap berdebat satu sama lain.
Lian Xue menyeringai, lalu dia berpura-pura menjadi orang yang tersakiti, untuk membuat masalah semakin kacau.
"Zhu Ting sudahlah. ini bukan salah Mo Yihan dan aku yakin dia juga tidak berniat mendorong ku. aku saja yang lemah hingga bisa terjatuh seperti sekarang" ucap Lian Xue si licik yang pura-pura tertindas
__ADS_1
"cukup Lian Xue. kau selama ini sudah cukup ditindas oleh nya dan sekarang kau tidak boleh menutupinya lagi" sahut Zhu Ting penuh yang amarah
"Zhu Ting, bagaimana bisa kau menuduh Mo Yihan seperti ini? kita semua adalah teman, mengapa kau bisa berpikir, jika Mo Yihan sengaja menindas Lian Xue?" ucap Qian Cheng yang mulai kecewa dengan Zhu Ting
"diam lah Qian Cheng, kau masih saja terus membela Mo Yihan. siapa teman mu yang sebenarnya, aku atau dia? mengapa kau lebih membelanya, dibandingkan aku teman dekat mu?" ucap Zhu Ting yang tidak terima dengan Qian Cheng yang tiba-tiba membela Mo Yihan didepannya
"Zhu Ting, apa maksudmu? kalian semua adalah teman ku dan aku tidak pernah bermaksud untuk membuat pertengkaran dengan mu" sahut Qian Cheng yang juga mulai emosi
"Qian Cheng tenang lah biar kan aku menjelaskan padanya" ucap Mo Yihan sambil memegang pundak Qian Cheng dan maju kedepan
"Mo Yihan? baiklah" Qian Cheng melirik Mo Yihan, lalu dia mundur perlahan dan membiarkan Mo Yihan menyelesaikan masalah
"Zhu Ting, tampaknya kau telah di buta kan oleh Lian Xue, si wanita licik ini. asal kau tahu saja, dia adalah wanita licik yang diam-diam memanfaatkan kau, untuk menjadi mainan nya dan kau masih belum sadar itu?" ucap Mo Yihan dengan nada sinis
"cukup Mo Yihan. jangan pernah kau katakan, Lian Xue sebagai wanita licik. kau bahkan tidak punya bukti mengenai itu? bagaimana bisa kau menunduh nya, sebagai orang licik? justru yang licik itu adalah kau! kau Mo Yihan" teriak Zhu Ting sambil menunjuk Mo Yihan
"Zhu Ting, hentikan omongan kosong mu, sekarang juga. jika kau masih menganggap kami sebagai temanmu, maka jauhilah dia. apa yang dikatakan oleh Mo Yihan, memang benar adanya dan aku bersaksi untuk nya" ucap Guan Lin yang sedang membela Mo Yihan
"asal kau tahu setiap hari, Lian Xue selalu memikirkan tentang kalian dan dia selalu ingin dekat dengan kalian. tapi apa yang kalian lakukan? hanya karena pemikiran buruk dari Mo Yihan, kalian juga ikut percaya dan mulai memperlakukan Lian Xue dengan buruk" sahut Zhu Ting yang kian membenci Mo Yihan
"kalian tahu. dia setiap hari selalu menangis, memikirkan kesalahannya pada kalian dan aku juga tidak mengerti, mengapa kalian bisa begitu padanya? dia sudah cukup menderita karena kalian" emosi Zhu Ting mulai memuncak dan hampir tidak bisa menahan diri untuk memukul Mo Yihan
"cukup Zhu Ting. itu semua hanya bagian dari rencana nya, dia sengaja memprovokasi kita. agar rencananya bisa berjalan lancar. dan kau harus tahu, jika aku tidak pernah sedikitpun menindas dia" tegas Mo Yihan yang penuh emosi
situasi semakin kacau karena ulah dari Lian Xue. saat mereka bertengkar, Lian Xue merasa sangat senang. tidak sia-sia dia membuat Zhu Ting berada di pihak nya. untuk membuat suasana semakin kacau, Lian Xue mulai pura-pura menangis, seakan-akan dia tidak bersalah.
"hiks...hiks.." Lian Xue pura-pura menangis
__ADS_1
"lihat...! sekarang karena ucapan mu. Lian Xue jadi menangis dan ketakutan. tak ku sangka, Mo Yihan yang ku kenal adalah orang licik dan suka menindas orang lain. aku sungguh kecewa dengan mu, Mo Yihan" ucap Zhu Ting penuh rasa kecewa dengan Mo Yihan
"terserah Kalian saja. jika kalian lebih percaya dengannya, silahkan ikuti dia. dan aku tidak akan pernah peduli, dengan itu semua. anggaplah kita tidak pernah bertemu satu sama lain dan jangan ganggu aku lagi. sekarang kau puas bukan Lian Xue?" ucap Mo Yihan dengan tegas, lalu melirik Lian Xue dengan tajam dan sinis
"ku ucapkan selamat padamu, yang berhasil membuat hubungan kami jadi hancur seperti ini. oh lalu, kau tidak perlu berpura-pura menangis dihadapan ku. itu tidak akan mempan padaku. asal kau tahu ya, trik murahan seperti itu, sudah banyak ku lihat sebelumnya. dan kau ada orang yang kesekian kalinya, yang menunjukkan trik murahan itu" Mo Yihan memberikan sindiran keras untuk Lian Xue
lalu Mo Yihan mendekat, kearah Lian Xue. dan dengan aura kemarahan yang sangat besar, Mo Yihan mulai memberikan peringatan untuk Lian Xue, agar tidak membuat nya semakin marah.
"Lian Xue, kali ini aku benar-benar tidak main-main dengan mu. sekali lagi kau mengacau, kau tahu apa yang akan terjadi padamu. dan jika kau menganggap aku, sedang mengancam mu? ya... ku akui itu memang benar. aku memang sedang mengancam mu. camkan itu baik-baik" bisik Mo Yihan ke telinga Lian Xue
"baiklah sudah cukup basa-basi nya. waktu ku sudah cukup terbuang sia-sia, hanya untuk berbicara dengan sampah seperti dia" Mo Yihan berbalik badan, setelah memberikan sindiran keras pada Lian Xue
lalu Mo Yihan segera pergi dari tempat itu, meninggalkan mereka semua. Guan Lin dan Qian Cheng juga pergi, menyusul Mo Yihan ke hutan belakang. kini tinggal Zhu Ting dan Lian Xue saja disana.
Lian Xue masih saja berpura-pura bersedih, atas kejadian ini. dia menangis tersedu-sedu didepan Zhu Ting. lantas Zhu Ting menenangkan nya dan memeluk nya dengan lembut.
dibalik pelukan itu, Lian Xue terlihat menyeringai lebar dan sangat senang, bisa berhasil membuat mereka bertengkar seperti itu. setelah itu, Zhu Ting membawanya kembali ke kamarnya dan menyuruh nya untuk menenangkan diri terlebih dahulu.
sedangkan Zhu Ting masih berniat mengejar Mo Yihan, untuk menyuruhnya segera minta maaf pada Lian Xue. sementara itu, Mo Yihan yang kesal mempercepat langkahnya dan pergi ketempat yang jauh.
Guan Lin dan Qian Cheng, sampai kewalahan mengejar nya. setelah tadi, melihat Mo Yihan mengancam Lian Xue, Guan Lin merasa aura kemarahan yang begitu besar, pada Mo Yihan. dan mungkin Mo Yihan tidak main-main dengan, apa yang dia ucapkan pada Lian Xue.
jika amarah tidak dikendalikan, Mo Yihan pasti akan membunuh Lian Xue dengan tangannya sendiri. Guan Lin, tentu tidak ingin itu terjadi. sebab jika terjadi, Mo Yihan akan benar-benar disingkirkan dari sekte, karena perkara itu.
lantas Guan Lin mempercepat langkahnya dan segera mengejar Mo Yihan. lalu Mo Yihan sendiri, sudah cukup pergi jauh dan sekarang ia tidak tahu, dimana ia berada. karena terlalu emosi, jadi tidak sadar sudah melewati batas.
ternyata Mo Yihan telah memasuki, hutan terlarang yang ditakutkan oleh semua murid sekte. kabarnya hutan ini, memiliki monster yang lebih kuat dibandingkan di hutan lainnya. lalu sudah banyak murid yang menghilang, setelah tak sengaja masuk ke hutan itu dan sekarang mereka belum ditemukan.
__ADS_1
selain monster, jalanan di hutan ini juga seperti labirin yang penuh dengan jebakan. jika sudah masuk, akan sulit untuk keluar. tapi sayangnya, Mo Yihan tidak mengetahui hal tersebut. karena masih kesal dan amarah nya masih memuncak, ia berniat melampiaskan amarahnya dengan berburu monster di hutan itu.
sementara itu, Guan Lin dan Qian Cheng telah sampai ditempat biasa, dimana Mo Yihan sering latihan disana. tapi aneh mereka tidak menemukan nya. Guan Lin berfirasat buruk dan perasaannya tidak tenang. ia berharap Mo Yihan tidak pergi ke hutan terlarang, karena itu adalah area paling berbahaya di sekte.