Berganti Peran Dan Mengubah Takdir

Berganti Peran Dan Mengubah Takdir
Balas budi


__ADS_3

pada hari keduabelas, Mo Yihan akhirnya pulih sepenuhnya dan di pagi hari nya, ia terbangun dari tidur panjangnya. tubuhnya kembali segar dan sehat.


ia merasa sangat senang, karena bisa kembali melihat dunia ini lagi. lalu saat ia hendak bangkit dari tempat tidur, ia melihat Guan Lin sedang tertidur di dekat tempat tidur nya.


Mo Yihan tidak menyangka, jika Guan Lin masih disini dan masih mau menjaganya. karena Guan Lin terlihat sangat lelah, Mo Yihan membiarkan nya tetap tidur. lalu Mo Yihan memutuskan, untuk pergi berendam air panas.


saat ia keluar, ia dibuat kaget dengan kedatangan pelayan pribadi nya. yang tiba-tiba berteriak, memanggil nya dari kejauhan. Mo Yihan jadi syok, sebenernya apa yang sudah terjadi padanya, saat ia tertidur panjang itu.


lantas karena tidak ingin membangunkan, Guan Lin yang masih tertidur. Mo Yihan memutuskan untuk mengajak pelayan pribadi nya, pergi ketempat pemandian air panas.


setelah sampai, Mo Yihan langsung masuk dan berendam dengan santai disana. lalu tanpa sengaja, ia melihat bayangan dirinya didalam air.


ia syok, melihat warna rambutnya berubah menjadi warna abu perak. tapi untungnya, ia masih tetap muda. karena penasaran dengan, apa yang terjadi saat ia tertidur panjang.


akhirnya Mo Yihan, bertanya pada pelayan pribadi nya. pelayan pribadi dengan semangat, menjelaskan seluruh detailnya. setelah mendengar penjelasan, yang cukup panjang lebar dari sang pelayan pribadi.


akhirnya Mo Yihan tahu, mengapa dirinya bisa cepat pulih. itu karena dukungan serta bantuan, dari keluarga dan teman-temannya. ia tak menyangka jika, masih banyak orang yang peduli dengannya.


meski begitu, sekarang masih ada satu hal yang ia khawatir kan. yaitu keluarga nya, apalagi ia sendiri telah membunuh Li Jun, anak dari menteri Li.


meski sekarang, mereka belum menunjukkan pergerakan. namun mereka pasti, akan tetap membalaskan dendam anaknya kepada Mo Yihan dan tidak membiarkan, Mo Yihan bebas begitu saja setelah membunuh anaknya.


karena hal itu, Mo Yihan harus memikirkan rencana selanjutnya. agar bisa tetap melindungi keluarga nya. nampaknya ia sudah tidak bisa, berlama-lama didalam sekte.


sebab, tujuan utamanya sudah tercapai. selain itu juga, ia harus kembali dan menjaga keluarga nya dari menteri Li yang kejam itu.


setelah beberapa saat kemudian. Guan Lin bangun dari tidurnya dan dia melihat kearah tempat tidur. matanya baru terbuka, tapi dia sudah dibuat syok. karena tidak melihat, Mo Yihan ditempat tidur.


Guan Lin kebingungan dan tidak tahu kemana Mo Yihan pergi? lalu apakah dia sudah bangun dan sudah pulih? begitu lah pikir, Guan Lin saat ini.


lantas dia keluar kamar dan pergi mencari Mo Yihan. dia menghampiri Zhu Ting dan Qian Cheng, lalu bertanya pada mereka apakah mereka melihat Mo Yihan? mereka berdua sedikit kaget, saat Guan Lin bertanya begitu.


sebab mereka juga tidak tahu, jika Mo Yihan sudah bangun. lantas mereka bertiga, bergegas mencari Mo Yihan. mereka membagi tugas dan berpencar, kearah yang berlawanan.


setelah beberapa saat, Guan Lin menemukan Mo Yihan yang sedang santai, berendam air panas bersama pelayan pribadi nya. Guan Lin pun mendekati nya dan langsung memanggil nama nya.


"Mo Yihan! apa yang kau lakukan disana? kenapa kau pergi begitu saja, tanpa mengabari ku?" ucap Guan Lin sambil menatap nya dengan cemas

__ADS_1


"maafkan aku, Guan Lin. aku tidak tega membangunkan mu, yang sedang tertidur itu. jadi aku memutuskan untuk pergi sejenak dan membersihkan diri, setelah beberapa hari tidak mandi" jelas Mo Yihan dengan serius


"baiklah, lalu mengapa kau bisa ada disini bersama dia?" tunjuk Guan Lin kearah pelayan pribadi nya, yang sedang ikut berendam


"oh tadi, aku tidak sengaja berpapasan dengannya dan akhirnya aku mengajaknya, daripada dia membuat keributan dan membangunkan mu. ya begitulah, hehe" ujar Mo Yihan sambil terkekeh kecil


sepertinya Guan Lin nampak kesal, karena Mo Yihan tidak mengajaknya. lantas Mo Yihan dengan sengaja, menariknya kedalam air dan mengajaknya mandi bersama.


Guan Lin kaget, saat Mo Yihan menarik tangan nya. nampaknya setelah Mo Yihan terbangun dari tidur panjangnya, kekuatan dan tenaganya menjadi semakin kuat.


sampai-sampai Guan Lin sendiri, tidak bisa menahan tarikannya. Mo Yihan melihat ekspresi kagetnya. lalu ia bertanya pada Guan Lin, apakah dia terluka, karena ia menariknya secara tiba-tiba?


Guan Lin menjawabnya " tidak Mo Yihan. hanya saja, aku merasa kau yang sekarang jauh lebih kuat daripada sebelumnya" ucap Guan Lin sambil menatap kearah Mo Yihan


"oh ya? aku juga merasakannya. tapi aku tidak begitu yakin. karena aku masih merasa biasa-biasa saja, saat terbangun tadi" ucap Mo Yihan yang sedikit kaget mendengar ucapan Guan Lin


"oh ya Guan Lin, aku sudah mendengar cerita tentang mu. aku sangat berterima kasih, karena kau telah menyelamatkan ku. seandainya tidak ada kau, mungkin saja aku sudah pergi menyusul Li Jun di alam sana" ucap Mo Yihan sambil tersenyum ramah padanya


"apa yang kau bicarakan, Mo Yihan? itu tidak akan terjadi selama ada aku disini. aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk mu" ucap Guan Lin sambil terus melihat kearahnya


"nah sekarang katakan, apa yang kau inginkan? aku akan menuruti kemauan mu, sebagai tanda balas budi ku padamu" ucap Mo Yihan dengan ceria


"Mo Yihan, ini bukan saatnya kau mengatakan itu. sebaiknya setelah ini, kau urus dulu urusan keluarga mu. kau tahu bukan, jika menteri Li tidak akan tinggal diam begitu saja setelah kematian anaknya?" ucap Guan Lin dengan serius


"kau benar, aku juga sudah memikirkan itu. aku sempat berpikir untuk membawa keluarga ku, pindah ketempat lain setelah aku kembali" ujar Mo Yihan yang serius dengan pembahasan kali ini


"ya. setidaknya ketempat, yang jauh lebih aman daripada disini" pikir Mo Yihan


"aku tahu, tempat yang kau inginkan dan selain itu, tempat nya juga merupakan wilayah kekuasaan ku. jadi mungkin keluarga mu, akan aman jika berada disana" Guan Lin menawarkan bantuan untuk Mo Yihan, supaya tidak perlu repot-repot mencari tempat lain, untuk perlindungan keluarga nya


"ku pikir, itu juga ide yang bagus. tapi aku sudah terlalu banyak merepotkan mu sekarang. bagaimana mungkin, aku bisa menambah beban lagi untuk mu" ucap Mo Yihan sambil memikirkan tentang Guan Lin


"Hem... benar juga, yang kau katakan. bahkan selama kau sakit saja, kau sudah banyak merepotkan ku" Guan Lin sengaja mengejeknya, untuk melihat ekspresi kesal nya


"kau?" Mo Yihan mulai kesal padanya namun ia berusaha menahannya, karena ia masih berhutang budi padanya


"begini saja, bagaimana jika kau menjadi pengawal pribadi ku? selain itu, kau juga bisa mendapat keuntungan. karena kau bisa mengawasi menteri Li, secara langsung di istana, bagaimana?" Guan Lin menawarkan kesempatan baik untuk Mo Yihan. agar ia bisa mengawasi pergerakan menteri Li di istana

__ADS_1


"tidak buruk. apa itu bisa membalaskan hutang budi ku padamu?" tanya Mo Yihan dengan rasa penasaran dan ingin segera membalas hutang budi nya pada Guan Lin


"itu tergantung, dengan penilaian ku padamu. selama kau serius dan mematuhi aturan ku, akan ku anggap sebagai balasan hutang budi, bagaimana?" ucap Guan Lin sambil menyeringai kearahnya


"terdengar oke. baiklah, aku terima tawaran itu. tapi bagaimana, dengan kita sekarang? kau tahu, sekarang kita masih menjadi murid sekte ini. jadi harus bagaimana? apakah kita mengajukan latihan luar? atau bagaimana?" tanya Mo Yihan


"tidak. aku sudah terlanjur, mengajukan permintaan keluar dari sekte. jadi aku tidak mungkin, bisa melakukan latihan luar. tapi jika itu kau, mungkin masih bisa" ucap Guan Lin sambil menikmati air panas


"Hem begitu ya? baiklah. kalau begitu, nanti aku akan mengajukan permintaan latihan luar, dengan alasan untuk mencari pengalaman diluar sana. dengan begini, aku masih bisa keluar masuk sekte, jika aku perlu sesuatu nanti" pikir Mo Yihan


"ya, itu terdengar bagus. sebaiknya setelah ini, kau segera pergi mengajukan permintaan latihan luar" ucap Guan Lin yang mendukung keinginan Mo Yihan


"Hem... baiklah"


lalu dari kejauhan, terdengar suara kaki yang mengarah ketempat mereka.


"oh... jadi Kalian, disini rupanya?" ucap Zhu Ting dari kejauhan


"kenapa tidak mengajak kami, Mo Yihan? apa kau sudah lupa dengan kami, setelah bangun dari tidur panjang mu?" ucap Zhu Ting dengan nada kesal


"tidak. tidak begitu, aku bisa jelaskan" Mo Yihan sedikit panik, karena Zhu Ting terlihat kesal padanya


tiba-tiba, Guan Lin bangkit dan langsung menarik mereka berdua kedalam air dan akhirnya mereka mandi bersama di sana.


"nah begitu kan, sudah selesai. jadi jangan berdebat lagi karena itu. aku muak mendengar nya" ucap Guan Lin sambil menatap kearah mereka semua


"Hem...! dasar kau Guan Lin, bisa-bisanya kau menarik kami secara paksa begini. kau seharusnya, membiarkan kami membuka pakaian dulu. sekarang lihat, pakaian kami basah semua dan bagaimana jika kami terkena sakit? lalu tidur panjang seperti Mo Yihan" ucap Zhu Ting yang cengengesan


"oh, kalian berdua kan sangat dekat. kalian berdua bisa kembali, dengan berpelukan. jadi tubuh kalian tidak akan kedinginan, setelah itu. dan jika kalian sakit, lalu tertidur panjang. saat itu, aku dan semua orang di sekte ini. akan langsung menyiapkan pemakaman untuk kalian" Guan Lin mengatakannya dengan serius, tapi sebenarnya dia hanya berniat bercanda dengan mereka berdua


"hahaha.... Guan Lin, kau jahat sekali pada mereka. harusnya, kau tidak mengatakan hal jahat pada mereka. lihat wajah mereka, sekarang jadi masam karena ucap mu" Mo Yihan tertawa, mendengar gurauan dari Guan Lin pada mereka


"oh ya. Zhu Ting dan Qian Cheng, aku juga ingin menyampaikan rasa terima kasih, sekaligus permintaan maaf untuk kalian. karena selama ini sudah banyak merepotkan kalian" ucap Mo Yihan sambil menatap kearah mereka berdua


"hahaha... tidak apa, Mo Yihan. kita kan teman, jadi sesama teman harus saling membantu" Zhu Ting terkekeh kecil mendengar ucapan Mo Yihan.


lalu mereka semua, akhirnya lanjut bercerita sambil berendam air panas di sana.

__ADS_1


__ADS_2