
karena tak ingin membuang waktu, Mo Yihan dan Guan Lin segera bergegas mencari bahan selanjutnya. bahan terakhir yang diperlukan oleh Mo Yihan adalah ginseng emas. tempat tumbuhnya ginseng emas ini terbilang cukup istimewa, karena tanaman ini hanya akan tumbuh di daerah perbukitan yang cenderung berkabut.
selain itu, batang tanaman ini juga cenderung mirip dengan tanaman lain. yang membedakannya, hanyalah bunga nya saja yang berwarna emas. karena Guan Lin sudah pernah mendapatkan ginseng emas, jadi mereka tidak akan kesulitan untuk mencari nya lagi.
lantas Guan Lin segera menunjukkan tempat itu pada Mo Yihan. mereka pergi dengan cepat, agar bisa segera mengambil ginseng emas. jika sudah gelap, kabut di tempat itu akan semakin tebal dan akan sulit untuk mengambil nya nanti.
selain itu, Guan Lin juga memperingati Mo Yihan untuk berhati-hati dengan kabut. sebab jika menghirup udara disekitar kabut terlalu banyak, akan menyebabkan halusinasi. mendengar hal itu, membuat Mo Yihan jadi sedikit gelisah dengan area tersebut.
lalu tanpa menunda waktu, mereka pun segera pergi ketempat itu. perjalanan yang mereka lalui tidak lah jauh, hanya setengah jam saja mereka sudah sampai di tempat itu. apa yang dikatakan oleh Guan Lin ternyata benar, kabut disekitar sana semakin tebal saat hari mulai gelap.
karena takut menyebabkan halusinasi, mereka akhirnya memakai penutup wajah. untungnya di kantong dimensi milik Mo Yihan, punya benda yang mereka perlukan. lalu Guan Lin bergerak maju terlebih dahulu, untuk memastikan keadaan.
setelah beberapa saat, Guan Lin kembali dan menarik tangan Mo Yihan. kabut semakin tebal, jarak pandang mereka semakin kecil dan jika mereka tidak berhati-hati, mereka mungkin bisa terjebak didalam kabut tebal itu.
Guan Lin menyuruh Mo Yihan untuk jangan melepaskan tangannya darinya. sebab mereka tidak tahu, ada monster apa yang sedang mengawasi mereka. aura ditempat itu semakin mencekam dan lama-kelamaan membuat pernapasan semakin sesak.
tapi mereka harus bisa bertahan sampai menemukan ginseng emas yang mereka butuhkan. tapi entah mengapa, semakin mereka mencoba untuk maju, warna kabut semakin gelap. nampaknya kabut gelap ini, mengandung racun yang bisa mengakibatkan halusinasi.
selama mereka berjalan melewati kabut gelap, Guan Lin tidak berbicara sama sekali dan itu membuat suasana semakin sunyi. tak lama kemudian, di ujung kabut gelap terpancar sebuah cahaya terang berwarna emas. Mo Yihan sangat senang akhirnya bisa menemukan ginseng emas.
lalu tanpa sadar, ia berlari ke depan dan melepaskan tangannya dari Guan Lin. saking senangnya ia sampai lupa dengan pesan Guan Lin, untuk tetap memegang tangannya. saat ia sadar, Guan Lin sudah menghilang dari pandangan nya.
lantas ia terus berteriak memanggil Guan Lin. tak ada jawaban atau suara dari Guan Lin. tempat itu semakin sunyi dan semakin mencekam. karena terlalu banyak berteriak, Mo Yihan jadi tidak sengaja menghirup udara di sekitar sana.
meskipun begitu ia tidak merasakan apa-apa, seperti yang dikatakan oleh Guan Lin. ia pun melanjutkan mengambil ginseng emas itu. sebelum sempat diambil oleh nya, ginseng tersebut telah direbut oleh monster gorila yang ada didepannya.
Mo Yihan kaget dan ia mundur perlahan. lalu Mo Yihan mengeluarkan senjatanya. monster itu mendekati nya, tapi tidak menyerang nya. monster itu seperti sedang memanggil nama nya dan lalu monster itu mengulurkan tangannya kepada Mo Yihan.
__ADS_1
Mo Yihan bingung, mengapa monster itu tidak menyerangnya? padahal ia sudah siap siaga untuk menyerang si monster. tapi sekarang, Mo Yihan sedang menginginkan ginseng emas yang berada di tangan monster itu.
lantas untuk mendapatkan nya, Mo Yihan terpaksa menyerang si monster, agar bisa mendapatkan ginseng emasnya. lalu Mo Yihan menyerang nya, tapi serangan nya tidak mengenai si monster.
ternyata si monster jauh lebih gesit. meski tidak terlihat agresif seperti monster pada umumnya, Mo Yihan tetap berhati-hati dan waspada akan serangan nya. lalu monster itu mulai bergerak dengan cepat kearahnya, seperti ingin menyeretnya.
lalu Mo Yihan menyerang nya dan lagi-lagi serangan itu berhasil ditangkis oleh nya. lantas Mo Yihan mengunakan cara lain untuk menyerang monster itu. Mo Yihan berpikir untuk menggunakan pedang terkutuk, agar bisa mengalahkan si monster.
lalu tanpa pikir panjang, Mo Yihan mengeluarkan pedang dari tangannya dan memberikan serangan mematikan pada monster itu. serangan pertama hampir saja mengenai si monster, tapi si monster berhasil mengelak dari serangan itu.
saking besarnya kekuatan dari pedang terkutuk, tanah yang di injak oleh monster tadi sampai terbelah. lalu saat Mo Yihan ingin melancarkan serangan kedua, monster itu kembali memanggil nama nya.
panggil itu semakin jelas dan lama-kelamaan mirip dengan suara Guan Lin. lantas Mo Yihan segera menyembunyikan senjatanya dan ia pun memberikan respon balik dari panggilan itu. ia berteriak memanggil Guan Lin dan bertanya dimana dia.
Guan Lin merespon balik dan dia menjawabnya, jika sekarang dirinya berada tepat didepannya. Mo Yihan pun, berjalan ke depan dan ia kaget, karena yang didepannya bukanlah Guan Lin, melainkan monster tadi. Mo Yihan ragu-ragu dan kembali mundur.
ternyata karena efek halusinasi membuat Mo Yihan, melihat Guan Lin sebagai monster. akhirnya Mo Yihan sadar, jika monster tadi itu adalah Guan Lin. lantas ia segera minta maaf pada Guan Lin. ia benar-benar tidak bermaksud untuk menyerangnya.
karena terkena efek halusinasi, membuat nya jadi salah lihat dan menyangka jika Guan Lin adalah monster. Guan Lin memaafkannya, karena itu juga bukan sepenuhnya salah Mo Yihan. namun Mo Yihan tetap saja merasa bersalah, apalagi ia sempat menyerang Guan Lin memakai pedang terkutuk.
jika saja Guan Lin adalah orang yang tidak pandai menghindari serangan, pasti tadi Guan Lin sudah tewas ditangan nya. Mo Yihan tidak bisa membayangkan hal itu. pikiran dipenuhi dengan rasa bersalah pada Guan Lin.
Guan Lin menyadari, jika Mo Yihan masih dalam pengaruh halusinasi dari kabut itu. lantas Guan Lin segera membawa nya pergi ketempat yang aman. setelah mereka pergi dari tempat itu, Mo Yihan nampak mulai agak tenang. namun ia tetap saja merasa bersalah saat membayangkan kejadian, yang hampir membuat nyawa Guan Lin melayang.
ia terus-terusan meminta maaf pada Guan Lin. lalu tanpa Guan Lin sadari, Mo Yihan malah berlutut dan menangis penuh penyesalan pada Guan Lin. Guan Lin kaget dan bingung harus berbuat apa. lantas dia segera menyuruh Mo Yihan untuk berdiri.
namun Mo Yihan tidak mau berdiri. akhirnya Guan Lin juga ikut berlutut bersama nya. Guan Lin menyuruh nya untuk tenang dan jangan memikirkan hal itu lagi. lalu Guan Lin mengangkat dagunya dan menyuruh nya menatap matanya.
__ADS_1
Mo Yihan menatap kearahnya, tapi ia masih tidak bisa berhenti menangis. Guan Lin jadi heran, mengapa Mo Yihan sangat cengeng? padahal dia adalah laki-laki dan seharusnya dia lebih tegar dan jarang menangis didepan orang lain seperti sekarang.
akhirnya Guan Lin mengusap air matanya dan menenangkan nya. kini Guan Lin terpaksa membujuknya seperti anak kecil. beberapa saat kemudian, Mo Yihan sudah cukup tenang dan kembali normal. lalu Guan Lin memberikan ginseng emas, yang dia ambil tadi untuk nya.
Mo Yihan terharu melihat kebaikan dari Guan Lin. ia tidak menyangka, jika Guan Lin adalah orang yang selalu memaafkan kesalahannya. lantas Mo Yihan segera mengucapkan terima kasih pada Guan Lin, atas kebaikan nya.
setelah merasa Mo Yihan sudah kembali tenang dan normal kembali, Guan Lin langsung mengajak nya untuk kembali. Mo Yihan menurut dan mereka pun kembali ke tempat tinggal mereka.
saat mereka kembali, Lian Xue diam-diam memperhatikan mereka dan dia nampak penasaran dengan apa yang mereka lakukan, sampai bisa kembali larut malam begini. lantas dia mencoba mendekat, kearah tempat tinggal mereka.
Guan Lin merasa ada seseorang yang sedang mengawasi mereka. lalu tanpa banyak bicara, Guan Lin membisikkan sesuatu pada Mo Yihan dan menyuruhnya untuk langsung beristirahat dan tidak keluar kamar setelah ini.
Mo Yihan mengangguk, lalu mereka berpisah dan masuk ke kamar masing-masing. Lian Xue nampak kesal karena gagal mendengar pembicaraan mereka berdua. lantas dia juga memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
keesokan paginya mereka semua berkumpul seperti biasa, karena guru besar ingin menyampaikan informasi pada mereka. mereka semua nampak penasaran dengan informasi tersebut.
tanpa menunda waktu, guru besar mengumumkan jika tiga minggu lagi, mereka akan mengikuti kompetisi pertandingan antar sesama murid sekte. dalam pertandingan kali ini, mereka akan memperlihatkan semua hal yang telah mereka pelajari selama di sekte.
selain ada hadiah menarik, siapa saja yang berhasil masuk ke babak semifinal, akan mendapatkan hak istimewa dari sekte dan akan di berikan akses bebas memakai bahan-bahan langka untuk memperkuat diri.
Mo Yihan tertarik dengan hal tersebut. karena mungkin dengan mengikuti pertandingan ini, ia bisa mendapatkan teratai salju untuk Guan Lin dan membalas kebaikan nya. setelah mengumumkan hal tersebut. guru besar memberikan selembar kertas yang harus mereka isi, jika mereka mau mengikuti pertandingan kali ini.
mirip seperti kertas formulir pada umumnya dan tanpa pikir panjang lagi, Mo Yihan mengisinya dengan segera. Guan Lin melihat Mo Yihan begitu antusias mengisi formulir pendaftaran.
lalu Guan Lin sempat menyampaikan pesan padanya, jika mungkin saja dalam pertandingan kali ini, Mo Yihan kemungkinan besar akan menjadi lawan Li Jun si seniornya. sebab dalam pertandingan kali ini, tidak ada batasan kemampuan ataupun kekuatan.
siapa saja boleh mengikuti pertandingan, asalkan sportif dan tidak memakai kecurangan. mendengar hal itu, Mo Yihan makin berambisi untuk melawan Li Jun dan memberinya sedikit pelajaran.
__ADS_1